Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Sidang KIP, Kuasa Hukum Bumigas Sebut Bukti Kementerian ESDM Tak Nyambung

Ainurrahman

Sidang KIP, Kuasa Hukum Bumigas Sebut Bukti Kementerian ESDM Tak Nyambung

Ilustrasi - Hakim | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO, Komisi Informasi Publik (KIP) menggelar sidang sengketa informasi terhadap pemohon PT Bumigas Energi dengan termohon Kementerian ESDM di Gedung KIP, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).

Kuasa Hukum PT Bumigas Energi, Khresna Guntarto, menyampaikan bahwa dalam sidang, kliennya telah membuktikan 36 Bukti tertulis mengenai tidak disampaikannya Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PT Geo Dipa Energi di Dieng dan Patuha oleh Kementerian ESDM sebagai informasi publik.

Sementara bukti yang disampaikan oleh Kementerian ESDM masih mengulang-ulang empat poin keterangan yang disampaikan sebelumnya. Empat poin tersebut tidak ada satupun yang membuktikan tentang IUP dan WKP yang dimiliki oleh PT Geo Dipa Energi.

baca juga:

"Jadi kami meminta IUP dan WKP yang dimiliki PT Geo Dipa Energi. Namun, Kementerian ESDM malah menyampaikan kuasa pengusahaan panas bumi milik Pertamina dan lain-lain yang bukan merupakan IUP dan WKP Geo Dipa. Jadi tidak nyambung apa yang diminta dengan yang diberikan. Seperti minta SIM tapi yang dikasih surat nikah," ungkap Khresna dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (1/8/2020).

Managing Director PT Bumigas Energi sekaligus pelaku sejarah, Agus, dalam sidang kemarin menjelaskan awal mula kasus sengketa antara kerja sama proyek Bumigas dengan Geo Dipa dalam sidang di KIP.

"Tahun 2003-2006 saya menanyakan masalah WKP IUP kepada Geo Dipa. Saat kami tanda tangan surat kerja sama di tahun 2005 kami menanyakan WKP IUP. Geo menjawab WKP IUP itu sudah ada di kami, makanya kami tanda tangan kontrak," ujarnya.

Agus menyebut, pihak investor dari Hongkong melalui Credit Swiss Group siap menggelontorkan USD600 juta. Namun investor meminta PT Bumigas Energi menunjukkan salinan WKP IUP untuk bukti agar proyek ini tidak dihentikan di tengah jalan.

"Kami menanyakan hal ini 15 kali melalui surat. Tapi PT Geo Dipa hanya menjawab tujuh kali. Jadi bukti-bukti ini yang akan disampaikan bukti-bukti kami," katanya.

Agus mengungkapkan, satu sisi, PT Bumigas Energi tidak bisa melakukan pengeboran karena bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Panas Bumi. Sisi lain, PT Geo Dipa Energi ingin proyek ini sesuai jadwal. Akhirnya PT Bumigas Energi bersedia bekerja asal mengantongi jaminan oleh pihak konsesi, yaitu Pertamina.

"Kenapa kami ngotot minta WKP dan IUP karena ini permintaan dari investor kami yang sudah menggelontorkan dana tapi harus ada jaminan proyek ini tidak dihentikan," ungkapnya.

Agus mengaku permintaan WKP IUP itu sebenarnya tidak ditolak oleh PT Geo Dipa Energi, tapi PT Geo Dipa mengklaimnya sedang diproses.

“Permintaan yang ditolak terkait kami minta jaminan dari Pertamina agar proyek kami tidak dihentikan di tengah jalani," ujarnya.

Selain itu, Agus menyinggung sebuah berita Kementerian ESDM menerbitkan bahwa WKP diterbitkan oleh Kementerian ESDM dan punya jangka waktu berlakunya. Dieng Patuha tidak punya WKP, hanya empat izin yang dikatakan kuasa hukum ESDM sebagai izin yang berlaku seumur hidup yang mana bertentangan dengan UU Panas Bumi Nomor 27 Tahun 2003 ataupun Nomor 21 Tahun 2014.

“Karena izin pengusahaan panas bumi hanya ada berupa IUP atau KOB dengan Pertamina sampai habis masa berlakunya KOB tersebut,” katanya.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

Ekonomi

Teknologi PLTU USC Masuk Peta Jalan Penurunan Emisi

Image

Ekonomi

DEN Paparkan Jurus Indonesia Mampu Bebas dari Impor Energi

Image

News

FOTO Kementerian ESDM Targetkan Membangun 2.400 SPKLU

Image

Ekonomi

Public Relation Dituntut Adaptif di Masa Pandemi COVID-19

Image

Ekonomi

EBT Tenaga Angin dan Surya Diramal Bakal Lebih Murah Dibanding Batu Bara

Image

Ekonomi

Pandemi Covid-19 Buat Sektor Energi Merana, Bagaimana Strategi Pemerintah?

Image

Ekonomi

Evaluasi 8 Lapangan Panas Bumi, Pemerintah Ungkap Temuan Ini!

Image

Video

VIDEO 8 Tersangka Perusakan Kementerian ESDM Masih di Bawah Umur

Image

Ekonomi

Menteri ESDM Pede UU Cipta Kerja Dongkrak Penerimaan Negara

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Pada Dubes AS, Bamsoet Upayakan Kerjasama Pengadaan Vaksin Covid-19

Vaksin dari Pfizer maupun Moderna juga sudah mendapatkan izin edar penggunaan darurat dari Food and Drug Administration (FDA).

Image
News

Harapan Anis Matta dan Fadli Zon Kepada Komjen Listyo Sigit Prabowo

Di tengah pandemi Covid-19 ini, ia mengharapkan Polri fokus pada tugasnya.

Image
News

Buronan Kasus Korupsi Pembuat Peta Rawan Bencana Sumut Akhirnya Berhasil Dibekuk

Yang bersangkutan ditangkap di Jalan Bunga Wijaya Kusuma, Sunggal, Kota Medan sekitar pukul 20.10 WIB.

Image
News

Pinangki Ngaku Bangga Jadi Jaksa

Pinangki menjadi jaksa sejak 2007.

Image
News

Ramai Video Pandji Pragiwaksono Bahas FPI dengan NU dan Muhamadiyah, Ini Kata Budiman Sudjatmiko

Budiman juga mengatakan bahwa Pandji bukanlah orang bodoh, maka layak diajak berdebat.

Image
News

Wagub DKI Dukung Kebijakan Pemerintah Pusat Perpanjang PPKM Jawa-Bali

Ahmad Riza Patria menyampaikan bahwa DKI Jakarta mendukung keputusan pemerintah pusat untuk memperpanjang PPKM Jawa-Bali.

Image
News

Tinjau Longsor Majene Sulbar, Kepala BNPB: Jalur yang Tertutup Material Baru Bisa Dilalui Kendaraan Roda Dua

Akses menuju Desa Kabiraan, Tandealo, Panggalo, Popenga dan Ulumanda sempat terputus.

Image
News

Polri Belum Terima Surat Rekomendasi Komnas HAM Soal Penembakan Laskar FPI

Bareskrim Polri belum bisa menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM terkait hasil investigasi penyelidikan kasus penembakan laskar FPI.

Image
News

RS Polri Serahkan Jenazah Eks Ketum PB HMI Mulyadi ke Pihak Keluarga

Mulyadi merupakan eks Ketua Umum (Ketum) PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Image
News

Gempa M5,5 Guncang Maluku Tenggara, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,5 mengguncang Maluku Tenggara pada Rabu (20/1/2021).

terpopuler

  1. Denny Siregar: Uang BPJS Ketenagakerjaan Dimainkan Saham dan Reksadana, Mirip Jiwasraya

  2. 101 RS Rujukan Corona Nyaris Penuh, Anies Minta Jokowi Ambil Alih Penanganan COVID-19 di Bodetabek

  3. Viral Suami Kasih Uang Belanja Rp20 Ribu, Langsung Diserbu Emak-emak se-Indonesia!

  4. Ini Kabar Terbaru dari KPK Soal Keberadaan Harun Masiku

  5. Ibunda Luruskan Pengakuan Amanda Manopo Pernah Menikah dan Bercerai

  6. 7 Potret Kedekatan Wirda Mansyur dan Sang Ayah Ustaz Yusuf Mansyur, Kompak Banget!

  7. 7 Potret Hamish Daud Ajak Main sang Buah Hati, Ayah Idaman Banget!

  8. 5 Bisnis yang Kembali Cuan Setelah Mati Suri di 2020

  9. Ramalan Zodiak tentang Cinta Hari Rabu, 20 Januari 2021: Berpikirlah Objektif Scorpio!

  10. Corona di DKI Hari Ini Tembus 3.786 Kasus, Anehnya 925 Pasien Tak Diketahui Alamatnya

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Image
Muhammad Husen Db, M.Pd

Transformasi Episode Dalam Dimensi Merdeka Belajar

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Dokter Vivi Ajak Kenali Mental Sehat di Dalam Diri | Akurat Talk (1/3)

Image
News

Covid-19 Tembus 3.500 Kasus Per Hari, DKI Gagal Terapkan Program 3T?

Image
News

Vaksinasi Bisa Putus Mata Rantai Penularan Covid-19 di DKI Jakarta?

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot

Image
News

Wafat di Hari Jumat, Ini 5 Fakta Penting Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf