image
Login / Sign Up

Penggiat Pendidikan Desak POP Kemendikbud Dibatalkan: Hanya Menghamburkan Anggaran!

Oktaviani

Image

Aretha Faradina Mecca (9) dan Mirza Farrel Syabil (13) saat belajar di rumahnya di kawasan Ciledug, Tangerang, Banten, Minggu (26/7/2020). Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merilis hasil survei pemenuhan hak dan perlindungan anak di masa pandemi COVID-19 bahwa banyak anak yang bosan belajar di rumah. Sehingga ada 74 persen anak yang disurvei ingin kembali belajar di sekolah. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, Pengurus Persatuan Keluarga Besar Tamansiswa (PKBTS) Yogyakarta, Ki Darmaningtyas mendesak agar Program Organisasi Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (POP Kemendikbud) dibatalkan.

Karena menurutnya jika dipaksa untuk dilaksanakan, selain kurang legitimasi, tapi juga tidak akan optimal sehingga hanya akan menghambur-hamburkan anggaran saja.

"Alokasi anggaran POP yang begitu besar sebaiknya difokuskan untuk penyelamatan sekolah-sekolah swasta kecil dan membayar para guru honorer, baik yang mengajar di sekolah-sekolah negeri maupun yang mengajar di sekolah-sekolah swasta kecil," kata Darmaningtyas saat dihubungi AKURAT.CO, Sabtu (1/8/2020).

Ia menjelaskan, sejumlah alasan yang dapat menjadi dasar pertimbangan pembatalan POP, yakni janggalnya pelaksanaan POP tanpa ada peran Muhammadiyah, Tamansiswa, Ma’arif NU, dan PGRI yang merupakan organisasi lama, bahkan lahir sebelum Indonesia merdeka (kecuali PGRI) dan sudah terbukti memiliki peran publik sangat luas dan panjang.

Di sisi lain, rasanya sulit mengharapkan Muhammadiyah, NU, dan PGRI untuk balik badan bergabung lagi untuk melaksanakan POP karena itu menyangkut soal prinsip dan harga diri.

"Selain itu mereka juga akan menjadi bahan ketawaan publik kalau balik badan lagi," ucapnya.

Kemudian alasan kedua, lanjut Darmaningtyas, program ini dirancang sebelum ada Covid-19. Menurutnya, saat itu anggaran negara masih cukup memungkinkan.

Dengan adanya Covid-19 Kemdikbud pun perlu melakukan refocusing anggaran dan salah satu yang dapat di-refocusing adalah POP ini yang tingkat urgensinya rendah.

"Peningkatan kompetensi guru dapat ditunda, tapi proses pembelajaran tidak bisa ditunda karena tahun ajaran baru sudah dilaksanakan, maka wajib diselamatkan," terangnya.

Darmaningtyas menambahkan, secara teknis, waktu pelaksanaan tinggal 4,5 bulan saja karena penggunaan dana APBN berakhir tanggal 15 Desember.

baca juga:

Ia menyebut, mustahil dalam waktu 4,5 bulan itu OP-OP mampu melaksanakan program secara optimal sesuai yang direncanakan, mengingat adanya kendala pademi Covid 19.

"Kegiatan terbesar paling akan dilaksanakan secara online, dan kalau pelatihannya online, sama saja dengan melihat youtube atau google. Belum lagi ada kemungkinan tumpeng tindih kelompok guru yang dilatih demi mengajar target," pungkasnya.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Emrus: Pembahasan Tim Tripartit Jadi Titik Temu, DPR Bisa Lanjutkan Pembahasan RUU Cipta Kerja

Image

News

Islam Yang Mewarna-Warni

Image

News

Hasil Pembahasan Tim Tripartit, RUU Cipta Kerja Untungkan Buruh dan Pengusaha

Image

News

Petisi Tolak Ganjil Genap, Pengamat: Kebijakan Tersebut Keliru Diterapkan di Masa Pandemi

Image

News

Tantangan Ekonomi Di Depan Mata, Pembahasan RUU Cipta Kerja Harus Dikebut

Image

News

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Image

News

Pengamat: Kasus Harun Masiku dan Djoko Tjandra Terhambat Karena Melibatkan Oknum Pejabat

Image

News

Pengamat: RUU Cipta Kerja Solusi Hadapi Disrupsi Ekonomi

Image

News

Demi Transparansi, MPR RI Dorong Kemendikbud Kaji Ulang POP

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Obama Puji Pencalonan Cawapres Demokrat, Sebut Kamala Harris Pasangan Ideal Joe Biden

Obama menyebut bahwa Harris adalah 'pasangan ideal' untuk Joe Biden

Image
News

Dakwah sebagai Jalan Hidup

Dakwah adalah mengajak dan menyeru manusia agar mengakui Allah Swt sebagai Tuhan.

Image
News

Ganjil Genap Gagal Dongkrak Penumpang MRT

Protokol kesehatan tetap diterapkan.

Image
News

Donald Trump Kaget Joe Biden Pilih Kamala Harris Jadi Cawapres

Harris dianggap Trump tidak menghormati Biden selama debat calon presiden

Image
News

Rugikan Negara Rp2,7 Triliun, Polisi Didesak Tangkap Pelaku Utama Pemalsuan Label SNI

Harus jadi perhatian polisi.

Image
News

5 Fakta Menarik Kamala Harris, Anak Imigran India-Jamaika yang Kini Dampingi Bidden di Pilpres AS

Ia mengkhususkan diri menangani kasus-kasus pelecehan seks anak dan kasus kekerasan dalam rumah tangga

Image
News

Terpilih sebagai Cawapres, Kamala Harris Jadi Wanita Kulit Hitam Pertama Maju Pilpres AS

Belum ada wanita yang berhasil memenangkan kursi kepresidenan AS

Image
News

Tersadung Kasus Hukum dan Berambisi Kekuasaan Alasan PDIP Tak Calonkan Akhyar

PDIP lebih memilih Bobby.

Image
News

Pelecehan Seksual Kasat Reskrim Polres Selayar terhadap Tiga Polwan Tak Bisa Ditolerir

Harus dihukum berat.

Image
News

Kejagung Periksa Komisaris PT POOL Advista dan PT Batara Mitra Wahana

Kasus Jiwasraya jilid II.

terpopuler

  1. RSUP Fatmawati Diminta Tes Usap Tenaga Medisnya

  2. Seorang Dokter dan 19 Perawat di RSUP Fatmawati Diduga Positif Covid-19

  3. Isu Afgan Penyuka Sesama Jenis Mencuat Lagi, Kok Bisa?

  4. Jokowi Ajak Beli Produk Lokal, Rizal Ramli: ini Contoh Imbauan Ngasal!

  5. 5 Fakta Unik Ultah ke-33 Arema, ASN Wajib Beratribut Arema

  6. Tegang saat Akan Tes Swab, Ibu Ini Remas Bagian Intim Petugas Kesehatan

  7. BPJS Ketenagakerjaan Masih Kumpulkan Rekening Calon Penerima Subsidi Upah

  8. Ngarep Bantuan Rp600 Ribu dari Pemerintah, Begini Caranya!

  9. Temuan Bayi di Jati Pulo, Dina Berhasil Bohongi Warga Satu RW

  10. PM Lebanon Resmi Mundur, Akui Ledakan Disebabkan 'Hasil Korupsi'

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Dr. Made Saihu

Dakwah sebagai Jalan Hidup

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan | Siapkan 250 Juta Vaksin Covid-19 Dalam Setahun

Image
News

Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan Siapkan 250 Juta Vaksin, Bisa Digunakan Pertengahan 2021

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Sosok

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk