Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Achsanul Qosasi

Anggota III BPK RI

Mengukuhkan Persaudaraan Sosial

Image

Anggota BPK RI Achsanul Qosasi | Istimewa

AKURAT.CO, Pada Jumat, 10 Dzulhijjah 1441, bertepatan dengan 31 Juli 2020, umat Islam kembali merayakan Idul Adha. Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Hari Raya Kurban ini dirayakan di tengah daya-upaya setiap Muslim bersama komunitas dan pemerintah untuk mampu melakukan penyesuaian diri di tengah  badai pandemi.

Kata ‘iid’ dalam bahasa Arab berarti kembali, membiasakan diri, mengulangi, mengalami, dan perayaan. Sedangkan kata ‘adha’ bersinonim dengan kata qurb?n. Yang berarti pengorbanan atau persembahan kepada Tuhan. Sehingga Iid al-Adha atau Idul Adha dalam transliterasi umum berarti perayaan dengan memberikan persembahan atau pengorbanan.

Namun, jika digunakan istilah Idul Qurban, arti perayaan ini selain religius juga akan bermakna sosial. Kata qaraba yang menjadi akar kata qurban dan diadopsi menjadi kurban atau korban dalam Bahasa Indonesia juga berarti mendekatkan, menjalin persaudaraan, dan memoderasi. Alhasil, jika disebut Idul Qurban, secara mendasar itu bermakna sebagai perayaan yang bertujuan untuk mendekatkan hamba kepada Tuhan sekaligus menjadi media untuk menjalin dan memelihara persaudaraan sosial.

baca juga:

Tujuan berkurban, yang dilakukan dengan memotong hewan ternak yang halal, baik yang dipelihara sendiri maupun yang dibeli, pada dasarnya bukanlah soal menumpahkan darah. Sebab jika ini yang menjadi tujuan, alangkah dangkal, naif dan kejam maknanya. Seolah-olah Allah itu diandaikan sebagai Tuhan yang haus darah.

Dalam Islam, meskipun namanya ‘kurban’ atau ‘persembahan’ terdapat aturan yang ketat tentang tata cara memilih, merawat dan melakukan penyembelihan. Dalam memilih dan merawat, misalnya, seorang Muslim harus mencari dan menemukan hewan ternak terbaik, yang sehat, diberi makan secara halal, cukup umur dan jantan.

Dalam menyembelih atau memotong, harus diusahakan supaya hewan tidak teraniaya. Penyembelihan, oleh karena itu, harus dilakukan dengan pisau atau alat yang tajam, penyembelih yang profesional, dan memutus urat-urat yang mematikan sehingga seminimal mungkin menyebabkan kesakitan.

Setelah pemotongan dilaksanakan secara saksama dan sebaik-baiknya, seiring dengan makna kata ‘qurban’ di atas, daging kurban pada dasarnya bukan untuk dinikmati sendiri. Sebaliknya, daging kurban harus sama-sama dinikmati oleh semua yang hidup dan tinggal bersama atau di dekat seorang Muslim yang berkurban. Di sini, misalnya, termasuk anggota keluarga besar, sanak-saudara,  para sahabat, tetangga dan tentu saja yang utama kaum fakir-miskin.

Perayaan Idul Adha, oleh karena itu paling kurang mengandung tiga pesan yang sangat jelas sekaligus: penghambaan diri kepada Allah, kebaikan hati dan kebersamaan. Sehingga amat tepat jika dikatakan bahwa ketika seorang Muslim berkurban, bukanlah daging atau darah dari hewan ternak yang dikurbankan yang akan sampai kepada Allah, akan tetapi yang akan sampai adalah ketakwaan semata. 

Jika dilihat lebih jauh dari segi materi yang dikurbankan, Idul Adha juga bisa diandaikan sebagai perayaan yang melengkapi Idul Fitri. Jika pada Idul Fitri setiap Muslim diwajibkan  membayar zakat fitrah, di mana yang diberikan adalah bahan makanan pokok, pada Idul Adha materi yang dibagi adalah daging, simbol dari kebutuhan manusia akan protein hewani, sebagai pelengkap kebutuhan pangan manusia.

Terkait dengan diterima atau tidaknya kurban seorang Muslim di hadapan Allah, kisah dua saudara Kabil dan Habil mungkin bisa membantu kita. Dalam kisah sejarah ketiga agama Samawi—Yahudi, Nasrani dan Islam—pengorbanan Habil yang diterima oleh Allah telah menyebabkan kecemburuan Kabil dan akhirnya membunuh saudaranya itu. Habil sendiri berkurban ternak terbaiknya, ketika Kabil berkorban hasil pertanian berkualitas buruk, yang konon berupa sisa biji rami setelah dia makan kenyang.

Dalam al-Quran, Habil dan orang-orang yang berkurban dengan memberikan harta terbaiknya dinyatakan sebagai orang-orang yang bertakwa atau takut kepada Tuhan (Quran 5:27). Sedangkan Kabil dan orang-orang yang tidak berkurban secara tulus-ikhlas, bahkan tega membunuh saudara sendiri, disebut sebagai al-khasiriin, para pecundang yang sibuk memburu keuntungan namun pada akhirnya susah sendiri dalam hidupnya (Quran 5:30).

Berkurban, oleh karena itu, memerlukan keberanian berkorban dan ketabahan yang didasari keyakinan yang kokoh bahwa Allah pasti memutuskan yang terbaik. Maka di samping belajar dari Habil, kita perlu belajar lebih jauh dari Nabi Ibrahim. Termasuk dalam kategori Nabi dan Rasul Ulul-Azmi, para Nabi yang tabah menjalani pahit ujian Allah, Nabi Ibrahim pada akhirnya berani mengambil keputusan mengorbankan anak kandungnya sendiri, yang sudah ditunggu kelahirannya selama bertahun-tahun.  

Nabi Ismail, yang sudah hendak dipotong sebagai korban sebagaimana yang diperintahkan Allah kepada Nabi Ibrahim tiba-tiba berubah menjadi kambing atau domba jantan. Perintah Allah yang disampaikan melalui mimpi kepada Nabi Ibrahim untuk mengorbankan anak kesayangan hanyalah ujian totalitas keyakinan dan kepasrahan semata.

Di sini juga berlaku hukum bahwa apapun yang ada di tangan atau dalam kekuasaan kita pada dasarnya tak bisa dipersepsi sebagai betul-betul hak milik kita. Akan ada satu masa di mana sedikit, banyak, atau semua yang diklaim sebagai milik tersebut akan diambil oleh Allah sebagai Sang Pemilik yang sebenarnya. Sehingga, bagi setiap Muslim, kesadaran akan kefanaan ini harus selalu melekat dalam diri dan salah satu cara untuk mendidik diri adalah dengan berkurban.

Sebagai penutup, di tengah badai pandemi ini, Idul Adha dan berkurban pada dasarnya menjadi lebih bermakna lagi. Tak sedikit warga negara, bukan hanya umat Islam, yang terdampak gejala resesi ekonomi. Pengangguran meningkat dan kemampuan mengakses kebutuhan pokok berkurang. Dan jika tak ada obat penawar dan langkah-langkah sosial-ekonomi yang langsung berdampak atau efektif, resesi yang sebenarnya akan terjadi dan keresahan dan kerusuhan sosial pasti tak terhindarkan.

Oleh karena itu, dengan momentum berkurban ini, selain mengingatkan kembali diri kita dengan semangat keagamaan dan keislaman, seharusnya lah kita bersikap dan berlaku sebagai manusia yang hidup di tengah dan bersama milyaran manusia lainnya. Jika tidak dengan berbagi, sebagaimana diajarkan agama, mustahil kita akan keluar dari krisis pandemi ini dengan selamat dan cepat.

Wallaahu a’lam bi al-shawaab.

Editor: Arief Munandar

berita terkait

Image

News

Komunisme dan Kearifan

Image

News

Kerjasama Tim, Inkonsistensi Kebijakan dan Covid-19

Image

News

Demokratisasi di Tengah Badai Pandemi

Image

News

Menjual Tubuh

Image

News

Organisasi Penggerak Pendidikan

Image

News

Tapak Ir. H. Joko Widodo dan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul

Image

News

Penentu Sukses Pilkada di Masa Pandemi

Image

News

Kolom

Rebranding Pilkada Serentak 2020

Image

News

Kolom

Kontroversi RUU HIP

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Cabut Larangan Trump, Joe Biden Kembali Ijinkan Transgender Gabung Militer

Rencana tersebut mendapat sokongan dari Menteri Pertahanan yang baru, Lloyd Austin

Image
News

Menang Pemilu Lagi, Presiden Portugal Rebelo de Sousa Lanjutkan Masa Jabatan Kedua

Ia memenangkan 61 persen suara, naik dari 52 persen yang didapatnya pada 2016

Image
News

Masih Darurat Covid-19, Wagub DKI Minta Warga Luar Jakarta Disiplin Prokes 

Pasalnya, lonjakan kasus ini berimbas pada penuhnya lahan pemakaman di Ibu Kota

Image
News

DKI Terhimpit Krisis Lahan TPU dan Faskes, Wagub DKI Kembali Berjanji

Pemprov berjanji akan meningkatkan jumlah faskes dan lahan makam

Image
News

KPK Periksa 2 Saksi Kasus Bansos Covid-19

Kedua saksi diperiksa untuk melengkapi berkas perkara tersangka mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara

Image
News

Pesawat Boeing 737 Max Kembali Mengudara Setelah 2 Kecelakaan, Mantan Manajer: Terlalu Dini

Perusahaan Boeing menjawab bahwa keterkaitan tersebut tidak ditemukan

Image
News

Ratusan Warga di Kupang Dievakuasi Akibat Longsor

Longsor di Kupang tewaskan 2 warga yang merupakan pasangan suami isteri

Image
News

Dinkes Sumsel Distribusikan Vaksin ke Lima Daerah

Sumsel bersiap menerima dosis vaksin tahap kedua

Image
News

KPK Panggil Enam Saksi Terkait Skandal Pelarian Nurhadi Cs

Keenamnya dipanggil sebagai saksi untuk tersangka FY

Image
News

Wagub DKI Akui PSBB Ketat Belum Mampu Tekan Lonjakan COVID-19 di DKI

Kasus harian corona di Jakarta sepanjang Januari 2021 selalu bertengger di atas 3.000 kasus sehari dan tak kunjung melandai.

terpopuler

  1. Ditengah Lamaran Kalina - Vicky Prasetyo, Azka Ungkap Dirinya Hanya Putra Deddy Corbuzier

  2. Mainkan Nomor Lotre yang Sama Selama 20 Tahun, Wanita Kanada ini Akhirnya Dapat Jackpot

  3. Bertindak Kebablasan pada Pacar Sewaan, Pria Taiwan Dipenjara

  4. Nekat Buka Sampai Larut Malam, Tempat Karoke Masterpiece Tanjung Duren Disegel Petugas

  5. Dolar AS Melompat Seiring Melebarnya Infeksi COVID-19

  6. Anies Dinilai Tak Transparan Soal Pembelian Lahan Makam Covid-19 Senilai Rp185 M

  7. 20 Tahun Hidup Tanpa Tangan, Pria ini Akhirnya Sukses Terima Transplantasi Lengan Ganda

  8. Citilink Imbau Penumpang Validasi Surat Hasil Tes COVID-19 Melalui eHAC

  9. Typo di Kaleng Kemasan, Perusahaan Bir Jepang Tetap Lanjutkan Penjualan

  10. 4 Zodiak Ini Prinsipnya Hidup dengan Kekayaan Berlimpah!

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Abdul Hamid

Ilusi Dilema Demokrasi dan Integrasi

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Gesits Buktikan Kendaraan Listrik Ramah Perawatan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

VIDEO Gesits, Cita-cita Bangsa Ciptakan Kendaraan Listrik | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Maya Nabila, Mahasiswa S3 ITB yang Baru Berusia 21 Tahun

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot