Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

UJANG KOMARUDIN

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.

Berkorban untuk Indonesia

Image

Penjual hewan kurban melakukan aktivitas di area pemakaman Tionghoa, Tanah Kusir, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Jelang Iduladha, pedagang mengaku menyediakan hewan kurban untuk dijual hanya setengah dari tahun sebelumnya karena sepinya minat pembeli di tengah COVID-19. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, Merayakan hari raya Idul Adha 1441 H ditengah pendemi, harus kita syukuri, nikmati, dan jalani. Bersyukur karena kita masih diberi kesehatan dan umur panjang. Nikmati karena kita masih bisa beribadah sholat Idul Adha. Dan jalani, karena hidup harus terus berjalan, hingga kita dipanggil kepangkuan-Nya.  

Nabi Ibrahim As telah mengajari kita keyakinan, ketaatan, dan keikhlasan, serta berkorban sepenuh hati, untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail As. Atas perintah dan kecintaannya pada Allah SWT. Nabi Ibrahim As tak pernah ragu, untuk mengorbankan anak yang sudah dirindukannya sejak lama.

Kita juga bisa belajar dari kisah Nabi Ismail As, seorang anak yang sholeh, taat pada ayah dan Tuhan-Nya. Ikhlas mengorbankan jiwa, raga, dan nyawanya, demi menjalankan keinginan ayahnya dan perintah Allah SWT.

baca juga:

Ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan keduanya, diabadikan dalam Al-Qur’an dan menjadi kisah yang abadi sepanjang zaman, yang hingga kini, kita masih mengikuti dan menyaksikan pelaksanaan hari idul qurban, yang penuh dengan makna.

Jika kita berkaca pada kisah Nabi Ibrahim dan Ismail As, sesungguhnya tak ada yang harus kita banggakan dan sombongkan dalam hidup ini. Karena sejatinya, hidup ini untuk beribadah dan berkorban pada Tuhan, dan berkorban untuk sesama manusia.

Menyembelih hewan kurban, harus juga dimaknai, bahwa kita juga harus menyembelih keegoisan, kesombongan, keserakahan, kemunafikan, kekikiran, dan sifat jahat lainnya yang ada dalam diri kita.

Akhir-akhir ini, nilai keikhlasan dan pengorbanan kepada sesama, menjadi sesuatu yang langka. Ada yang hilang dan tercerabut dari diri manusia Indonesia.

Politik dihitung hanya berdasarkan kepentingan. Bisnis dikalkulasi berdasarkan kepentingan. Dan hubungan sosial, juga dinilai berdasarkan kepentingan. Oleh karena itu, tak aneh dan tak heran, jika isu politik kita diwarnai dan didominasi oleh nilai pragmatisme dan transaksionalisme.

Islam mengajarkan berbuat sesuatu dengan ikhlas dan tulus sepenuh hati, berbuat tanpa pamrih, yang tak diembel-embeli keinginan untuk mendapat balasan. Keikhlasan adalah cerminan bahwa kita merupakan jiwa-jiwa mulia kecintaan Tuhan.

Elite dan rakyat di republik ini, mesti belajar ikhlas. Belajar berkorban. Belajar mengutamakan kepentingan orang lain, dibandingkan kepentingan pribadi, keluarga, kelompok, dan partainya.

Ikhlas itu tak mudah. Berkorban juga, tak semudah membalikkan telapak tangan. Namun bagi manusia-manusia Indonesia, yang mengerti agama, dan paham kewajiban kepada sesama, maka ikhlas itu akan menjadi mudah dan ringan. Berkorban itu akan menjadi kebiasaan. Karena ikhlas dan berkorban dilakukan semata-mata hanya karena Allah SWT.

Momentum Idul Adha tahun ini, sejatinya harus menjadi momentum hijrah dan evaluasi diri bagi kita semua. Hijrah dari kemunafikan menuju kebaikan, dari kesombongan menjadi rendah hati, dari keserakahan menuju kedermawanan, dari keegoisan menuju kepedulian. Dan hijrah dari mental merusak bangsa, menuju pembangunan dan perbaikan negara.

Dan mengevaluasi diri, kenapa pandemi tak kunjung berlalu. Tiap hari angka yang terinfeksi makin naik. Jumlahnya sudah lebih dari 100.000 orang. Evaluasi diri apakah kita tidak berdisiplin diri. Ataukah kita tak menjaga kebersihan. Ataukah kita banyak melanggar perintah Tuhan.

Keikhlasan berkorban harus kita utamakan. Silih asah, asih, dan asuh, harusnya menjadi pijakan dalam berinteraksi antar sesama anak bangsa. Berkorban jangan hanya ada diucapan. Tapi harus termanifestasikan dalam perbuatan sehari-hari.

Yang punya harta, berkurbanlah dengan hartanya. Yang punya ilmu, berkurbanlah dengan ilmunya. Yang punya makanan, berkurbanlah dengan makanan yang dimilikinya. Yang punya pakaian, berkurbanlah dengan pakaiannya. Jiwa-jiwa hebat adalah, mereka yang mampu berkorban untuk kebaikan sesamanya, dengan memberikan yang terbaik yang dimilikinya.

Salah satu problem kebangsaan kita saat ini, adalah memudarnya rasa pengorbanan. Ya, memudarnya rasa pengorbanan, kepada sesama anak bangsa. Elite-elite politik juga bukan sibuk berkorban untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Yang terjadi justru sebaliknya, mengorbankan rakyat, bangsa, dan negara demi kepentingan sesaat.

Rakyat ditipu, APBN dikorupsi, BUMN dijarah, UU dibuat untuk kepentingan penguasa, pengusaha, dan sekelompok orang. Kemunafikan menjadi makanan sehari-hari. Kebohongan dilembagakan. Keikhlasan dibuang jauh-jauh. Dan pengorbanan dianggap tak penting.

Dunia ini seolah-olah sudah terbalik. Indonesia juga terlihat sudah terbolak-balik. Yang benar jadi salah. Dan yang salah jadi benar. Banyak kebijakan negara yang dibuat, diluar nalar rasionalitas rakyat. Rakyat menderita, sedangkan pejabatnya pesta pora.

Hari ini merupakan hari raya idul kurban. Kita harus sama-sama mengingatkan, bahwa berkorban bukan hanya dengan sapi, kambing, atau hewan yang sejenisnya. Tetapi kita harus berkorban lebih dari itu. Berkorban dengan jiwa, raga, harta, dan nyawa demi Indonesia tercinta.

Biarkan saja, jika ada elite politik yang kerjanya mengorbankan rakyat, menjual aset negara, dan menghancurkan bangsa. Kita bukanlah bagian dari elite-elite itu. Kita adalah anak bangsa yang harus berani berkorban demi kepentingan Indonesa raya dan jaya.

Biarkan mereka yang punya kekuasaan berbuat seenaknya. Mengadu domba rakyat. Menjilat pihak asing. Dan membebani negara dengan utang. Membebani Indonesia dengan masalah. Dan membebani NKRI dengan persoalan-persoalan kebangsaan yang menumpuk.

Berkorban tak cukup hanya dilisan. Tapi harus diimplementasikan. Lisan dan perbuatan, harus sama-sama bergerak seiring dan sejalan. Juga seirama bagaikan orkestra, yang mengalunkan nada-nada indah. Karena, jika apa yang dikatakan, berbeda dengan apa yang dilakukan. Maka disitulah letak dan akan munculnya buih-buih kehancuran. Jika lisan ini sudah tak bisa berkata kebenaran, maka kebenaran tersebut lambat laun akan tertelan oleh kemunafikan.

Republik ini butuh pengorbanan dari segenap elite dan rakyatnya. Jangan hari-hari hanya omong kosong. Berkorban, tapi hanya pura-pura. Berkorban, tapi hanya kamuflase. Dan berkorban, tapi hanya demi pencitraan.

Berkorbanlah untuk Indonesia. Berkorbanlah untuk sesama. Berkorbanlah dengan hati yang ikhlas dan riang gembira. Karena tak akan ada pengorbanan yang sia-sia, jika pengorbanan tersebut, dilakukan semata-mata untuk kebaikan sesama.[]

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

rahmah

Hikmah

Kisah Muda Nabi Ibrahim yang Amat Pemberani dan Super Cerdas

Image

News

Kedepankan Protokol Kesehatan, Penyembelihan Hewan Kurban di Istiqlal Dilakukan Tertutup

Image

Ekonomi

Kementerian PUPR Salurkan 95 Hewan Kurban ke 12 Provinsi

Image

News

Wow, Bobot Sapi Kurban Anggota DPR RI Ini Kalahkan Sapi Jokowi

Image

News

FOTO Pembagian Daging Hewan Kurban dari Rumah ke Rumah

Image

News

Jamkrindo Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

Image

News

Ribuan Personel Disebar, Proses Penyembelihan Hewan Kurban Ikuti Protokol Kesehatan

Image

News

Hari Raya Idul Adha, SOKSI Gelar Tasyakuran dengan Berkurban

Image

News

Rumah Aspirasi Misbakhun Distribusikan 25 Ekor Sapi Kurban

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Korupsi Menteri Edhy

Tepat sehari setelah saya mengkritik KPK. KPK menangkap Edhy Prabowo, dalam dugaan korupsi ekspor benur lobster.

Image
News
DPR RI

Aziz Syamsuddin: RUU Dwi Kewarganegaraan Harus Dikaji Lebih Dalam

Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, Indonesia telah mengadopsi asas dwi kewarganegaraan.

Image
News

Dilema RS UMMI, Pelayanan Berujung Laporan ke Polisi

Manajemen RS UMMI merasa telah menjadi korban dalam sengkarut seputar kesehatan Rizieq Shihab.

Image
News

BNPP Mantapkan Program Prioritas Pengelolaan Perbatasan Negara 

BNPB gelar rakor perkuat sinergi program pembangunan kasawan perbatasan.

Image
News

Tindak Prokes Tempat Hiburan Malam, Polisi Temukan 8 Orang Positif Narkoba

Lounge Tempat Hiburan malam di kawasan Kali Besar, Tambora, Jakarta Barat dilakukan pengecekan protokol kesehatan.

Image
News

Pengamat: Sandiaga Uno Punya Peluang Besar Jadi Menteri KKP

Sandiaga Salahuddin Uno dan Fadli Zon santer disebut bakal menggantikan posisi Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Image
News

Luhut Izin Keluar Negeri, SYL Ditunjuk Sebagai Menteri KKP Ad Interim

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dimandatkan sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Ad Interim per 2 Desember 2020.

Image
News

Mardani: Pembubaran 10 LNS Harus Sesuai Reformasi Birokrasi

Mardani Ali Sera mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo yang membubarkan 10 lembaga nonstruktural.

Image
News

Pasien COVID-19 yang Sembuh di Sulawesi Tenggara Bertambah 90 Orang

Pasien sembuh hari ini di Sulewasi Tengara tercatat lebih banyak dari kasus positif baru daerah itu

Image
News

Kasus COVID-19 di Sulawesi Utara Melebihi Angka 7 Ribu

Kota Manado kembali menjadi daerah dengan penularan terbanyak, yakni bertambah 27 kasus

terpopuler

  1. 5 Meme Kocak Kekalahan Madrid di Liga Champions, Siap ke Liga Malam Jumat?

  2. Ini Ayat-ayat Al-Qur'an yang Bisa Menjadi Obat Segala Penyakit

  3. 6 Zodiak Ini Ditakdirkan Pandai Bisnis dan Jadi Pengusaha Sukses

  4. Ramalan Zodiak Tentang Asmara Hari Rabu 2 Desember 2020, Cancer Perjuangkan Kekasihmu!

  5. China Sukses Daratkan Misi Chang'e-5 di Bulan, Dapat Ucapan Selamat dari NASA

  6. Ramalan Karier Zodiak 2 Desember 2020, Virgo Lagi Beruntung!

  7. Artis Cari Sensasi, Begini Pesan Inul untuk Pihak Stasiun Televisi

  8. Sebelum Divonis Positif Covid-19, Ibunda Ririn Ekawati Sempat Idap Penyakit Ini

  9. Berjatuhan di Eskalator, Antusiasme Warga Kamerun Kunjungi Mall Terbesar Jadi Viral

  10. 5 Fakta Menarik Caohimin Kelleher Kiper Muda Liverpool, Sudah Menangi Liga Champions!

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Korupsi Menteri Edhy

Image
Achsanul Qosasi

Memangkas Birokrasi

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Wawancara

Image
News

Ini Dia Jurus Jitu Ahmed Zaki dalam Penanganan Covid-19 di Tangerang

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Bkleen Hadirkan Solusi Fogging Ramah Lingkungan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Perangi Pandemi Bersama Bkleen, Antimicrobial Solution Yang Praktis dan Mudah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin

Image
News

Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf

Image
News

3 Kali Gantikan Posisi Menteri yang Kosong, Ini Kiprah Politik Luhut Binsar Panjaitan