Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Dr. Abd. Muid N., MA

Mengungkit Kembali Tafsir Kronologis Al-Qur’an

Image

Abd. Muid N, Kaprodi Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut PTIQ Jakarta | Istimewa

AKURAT.CO, Beberapa abad yang lalu, perdebatan tentang Al-Qur’an dimulai dengan sengit. Kala itu, perdebatan dipicu oleh pandangan Mu’tazilah yang mempunyai pendapat bahwa Al-Qur’an itu makhluk dan ditentang oleh Asy’ariyah. Sesungguhnya, meski bertentangan tentang makhluk-tidaknya Al-Qur’an, sepertinya keduanya sepakat bahwa Al-Qur’an adalah media penyampaian pesan dari Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah penyampai pesan tersebut kepada manusia. Persolannya, apakah media tersebut adalah makhluk atau bukan?

Apa sesungguhnya problem yang paling mendasar jika Al-Qur’an dianggap sebagai makhluk padahal menjadi makhluk Allah SWT juga bukan hal yang nista? Jika pertanyaan itu diajukan kepada Mu’tazilah dan Asy’ariyah, maka bukan penistaan yang menjadi inti perdebatan keduanya tetapi pada perdebatan mereka yang sejak awal memperdebatkan sifat-sifat Allah SWT. Karena itu, makhluk-tidaknya Al-Qur’an hanyalah kelanjutan dari perdebatan tersebut. Namun demikian, perdebatan keduanya “mengilhami” perdebatan-perdebatan belakangan tentang Al-Qur’an.

Makhluk-tidaknya Al-Qur’an—bisa dianggap—adalah perdebatan tentang sakral-tidaknya Al-Qur’an sehingga bagi penentang kemakhlukan Al-Qur’an adalah kelompok yang mengkhawatirkan jika Al-Qur’an dianggap makhluk, maka Al-Qur’an tidak lagi sakral, meskipun para pendukung kemakhlukan Al-Qur’an belum tentu tidak mensakralkan Al-Qur’an.

baca juga:

Jika ada pembagian tentang mana yang sakral dan mana yang profan yang disesuaikan dengan studi Al-Qur’an, maka Allah SWT sebagai asal wahyu diyakini sakral dan manusia sebagai tujuan turunnya wahyu adalah tidak sakral. Wahyu Al-Qur’an yang berada di antara Allah SWT dan manusia lah yang menjadi medan perdebatan.

Lalu di dalam studi Al-Qur’an (‘Ulûmul Qur’ân), ada semacam “upaya menjembatani” antara sisi sakralitas Allah SWT dan sisi profanitas manusia yang di tengahnya ada wahyu Al-Qur’an yaitu dengan konsep asbâb al-nuzûl dan nâsikh mansûkh. Asbâb al-nuzûl berarti “sebab-sebab turunnya” wahyu. Itu adalah konsep yang menyatakan bahwa ada campur tangan profanitas manusia terhadap sakralitas Allah SWT yang memengaruhi wahyu turun atau tidak. Adapun nâsikh mansûkh berarti “yang menghapus dan yang dihapus” dari wahyu. Penyebab penghapusan adalah kondisi obyektif profanitas manusia. Lagi-lagi, kedua ini adalah konsep yang menyatakan adanya pengaruh profanitas manusia terhadap sakralitas Allah SWT.

Kedua konsep dalam studi Al-Qur’an di atas itu dengan sendirinya adalah pengakuan terhadap adanya sisi profanitas wahyu Al-Qur’an dan juga sekaligus pengakuan terhadap adanya sisi kemakhlukan Al-Qur’an. Tokoh Muslim yang secara kontroversial membicarakan kelanjutan perdebatan tentang kemakhlukan dan profanitas wahyu dalam studi Al-Qur’an adalah Nasr Hamid Abu Zaid. Pemikirannya tentang Al-Qur’an sebagai “produk budaya” atau mutâj tsaqâfî dan sekaligus “produsen budaya” muntij tsaqâfî menuai perdebatan cadas.

Menyebut Al-Qur’an sebagai mutâj tsaqâfî adalah salah satu titik ekstrim dalam perdebatan kemakhlukan Al-Qur’an yang sesungguhnya mempunyai latar belakang lahir yang tidak jauh berbeda dengan konsep tafsir kronologis Al-Qur’an yang salah satunya dikembangkan oleh ‘Izzat Darwaza. Hanya saja, kontroversi tafsir kronologis Al-Qur’an tidak sedahsyat konsep mutâj tsaqâfî.

Baik konsep mutâj tsaqâfî maupun konsep tafsir kronologis Al-Qur’an adalah kelanjutan dari perdebatan kemakhlukan Al-Qur’an namun diwarnai oleh era belakangan perkembangan ilmu pengetahuan yang disebut historisisme, sebuah pemahaman yang menekankan bahwa seluruh pengetahuan (termasuk penafsiran) terkondisikan secara historis. Itu terjadi karena setiap zaman memiliki sistem pengetahuannya sendiri di mana individu terjerat tanpa bisa mengelak.

Pemahaman di atas mengindikasikan kebenaran adalah historis. Karena itu, ada kesan kuat relativisme di sana. Pada sisi relativisme inilah persinggungan antara yang sakral dan profan melahirkan perdebatan karena Al-Qur’an diyakini sebagai Kalâmullâh yang sakral dan berada di luar panggung sejarah sedangkan kehidupan manusiawi adalah profan dan berada di dalam lingkup sejarah.

Tafsir kronologis Al-Qur’an yang salah satunya dikembangkan oleh ‘Izzat Darwaza tidak sekontroversial pemikiran Nasr Hamid Abu Zaid—barangkali—karena titik tekannya tidak pada wahyu Al-Qur’an sebagai “produk budaya” atau mutâj tsaqâfî tetapi lebih kepada Al-Qur’an sebagai “produsen budaya” muntij tsaqâfî atau pemahaman terhadap Al-Qur’an lebih baik jika dilihat dari sudut analisis sejarah. Dalam hal tafsir kronologis Al-Qur’an, penekanannya adalah pada historisitas Al-Qur’an sebagai produsen pemahaman. Padahal sesungguhnya Al-Qura’an sebagai “produk budaya” dan sebagai “produsen budaya” adalah dua hal yang tidak mudah dipisahkan.

Ketika Darwaza menyebutkan bahwa ada hubungan erat Al-Qur’an dan sejarah kenabian (sîrah) pada satu sisi dan hubungan Al-Qur’an dengan kondisi Arab pra Islam di sisi lain, serta dari situlah pemahaman tentang sejarah kenabian menjadi lebih baik, maka itu adalah penegasan betapa Al-Qur’an dan sejarah saling memengaruhi. Bagi Darwaza, Al-Qur’an diwahyukan sehubungan dengan peristiwa dalam berbagai cara, dan Al-Qur’an tidak turun kecuali karena kebutuhan dan prioritas berdasarkan situasi aktual. Dalam hal ini, sulit membedakan antara pemahaman Al-Qur’an sebagai “produk sejarah” atau “produsen sejarah” dengan pemahaman Al-Qur’an dan sejarah saling memengaruhi.

Kesalingterpengaruhan antara wahyu Al-Qur’an dengan sejarah dan kesan kuat relativisme yang ada di dalamnya yang melahirkan penolakan yang berawal dari kekhawatiran terhadap masa depan agama yang tidak pasti akibat diombang-abing oleh perubahan yang tiada henti sepanjang zaman. Pandangan seperti ini memang hendak mempersempit ruang dinamika dalam pemahaman keagamaan. Dan barangkali itu memang tujuannya demi menjaga keaslian agama. Sedangkan upaya pembaharuan sudut pandang dalam pemahaman keagamaan seperti konsep tafsir kronologis Al-Qur’an memang membuka ruang diskusi yang lebih lebar, namun apakah masa depan agama menjadi menjadi buram ditelan sejarah karenanya? []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

rahmah

Ayat-ayat Qur'an

Mengapa Banyak Musibah Menimpa Kita? Begini Pesan Al-Qur'an tentang Keniscayaan Musibah

Image

rahmah

Tafsir Al-Qur'an

Begini Makna Bencana dalam Al-Qur’an

Image

rahmah

Ibadah

Kotoran Hitam dalam Kuku, Apakah Mencegah Sahnya Wudhu?

Image

rahmah

Hikmah

Menakjubkan! Begini Keutamaan Membantu Korban Bencana Menurut Imam Al-Ghazali

Image

rahmah

Doa Manfaat

Untuk Ayah dan Bunda, ini Doa Jika Menginginkan Anak Laki-laki

Image

rahmah

Doa Manfaat

Agar Selamat, ini Doa yang Dibaca saat Hujan Dibarengi Petir, Kilat, dan Angin Kencang

Image

rahmah

Doa Manfaat

Doa untuk Menolak Bencana Gempa, Banjir dan Musibah Lainnya

Image

rahmah

Doa Manfaat

Agar Dicatat Pandai Bersyukur dan Ditambahkan Nikmat, Baca Doa ini Setiap Pagi

Image

rahmah

Doa Al-Qur'an

Bocoran! Amalan Al-Qur'an saat Memiliki Anak Nakal dan Bandel, Niscaya Anak Berubah Menjadi Baik

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Hari Ini Tim DVI RS Polri Berhasil Identifikasi 3 Korban, Salah Satunya Pramugara Sriwijaya Air

Tim DVI Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur hari ini berhasil identifikasi tiga korban penumpang Sriwijaya Air SJ 182.

Image
News

Kerap Dampingi Komjen Listyo, Ini Profil Ferdy Sambo Jenderal Bintang Dua Termuda di Polri

Sambo merupakan yang termuda karena dua rekannya tersebut lebih tua setahun darinya.

Image
News

Angka Positif COVID-19 di NTB Bertambah 90 Kasus

Secara keseluruhan semenjak penyakit itu muncul hingga kini kasus COVID-19 di NTB mencapai 6.794 orang

Image
News

7 Fakta Penting Perjalanan Karier Politik Joe Biden, Tiga Kali Calonkan Diri Jadi Presiden

Joe Biden akan menjalani pelantikan Presiden AS periode tahun 2021-2024

Image
News

Sultan HB X Didesak Cabut Pergub Soal Pembatasan Aksi Demo

ARDY mendesak agar Pergub ini dibatalkan lantaran mengancam kehidupan demokrasi di DIY

Image
News

5 Potret Perpisahan Donald Trump dengan Gedung Putih, Kenang Masa Kepemimpinannya

Dalam pidati terakhirnya, Donald Trump menyampaikan ‘semoga sukses dan lancar’ kepada pemerintahan yang baru

Image
News

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Guguran Awan Panas Delapan Kali

Jarak luncur guguran Gunung Merapi maksimum sejauh 1.500 meter ke arah barat daya

Image
News

Basarnas Hari Ini Temukan Serpihan Kecil Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Basarnas hanya menemukan satu kantong serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hari ini.

Image
News

Sinyal SOS Google Maps, Basarnas: Mungkin Ada Orang yang Lagi Cari Burung

Basarnas tidak menemukan orang yang memancarkan sinyal SOS di Pulau Laki.

Image
News

Serius Buru Harun Masiku, KPK Bentuk Satgas Khusus

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mau kalah dengan Kejaksaan yang punya Tim Tabur (Tangkap Buronan).

terpopuler

  1. WhatsApp Mulai Ditinggalkan, Jutaan Orang Beralih ke Aplikasi Chat Lain

  2. 7 Potret Memesona Ady Sky, Aktor dan Pengusaha Muda yang Dijodohkan dengan Fatin Shidqia

  3. Dzikir dan Doa setelah Salat Fardhu, Lengkap, Praktis, dan Mudah Dihafalkan

  4. Unggahan Viral Potret Tokoh Publik Ala Disney, Warganet: Cak Lontong Jadi Ganteng Banget!

  5. Humor Gus Dur, Dijamin Ngakak: Ketika Terlambat Dicabut

  6. Awas Penipuan Baru di Netflix! Pengguna Diancam Akunnya Terhapus jika Tak Beri Informasi ini

  7. Humor Gus Dur Paling Bikin Ngakak: Puasa Setengah Tahun

  8. 101 RS Rujukan Corona Nyaris Penuh, Anies Minta Jokowi Ambil Alih Penanganan COVID-19 di Bodetabek

  9. Denny Siregar: Uang BPJS Ketenagakerjaan Dimainkan Saham dan Reksadana, Mirip Jiwasraya

  10. Ibunda Denny Cagur Meninggal Dunia, Narji: Orang yang Berjasa Besar untuk Saya

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Image
Muhammad Husen Db, M.Pd

Transformasi Episode Dalam Dimensi Merdeka Belajar

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Dokter Vivi Ajak Kenali Mental Sehat di Dalam Diri | Akurat Talk (1/3)

Image
News

Covid-19 Tembus 3.500 Kasus Per Hari, DKI Gagal Terapkan Program 3T?

Image
News

Vaksinasi Bisa Putus Mata Rantai Penularan Covid-19 di DKI Jakarta?

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot

Image
News

Wafat di Hari Jumat, Ini 5 Fakta Penting Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf