Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Sejarawan Ini Kisahkan Penyerangan 27 Juli 1996

Deni Muhtarudin

Sejarawan Ini Kisahkan Penyerangan 27 Juli 1996

Sejarawan Asvi Warman Adam | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Peristiwa penyerangan kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang dikenal sebagai peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli dikupas oleh Sejarawan Asvi Warman Adam.

Ternyata, kejadian itu melibatkan rangkaian kegiatan yang melibatkan rezim Orde Baru (Orba), Mantan Menlu AS Warren Christopher, hingga sejumlah pejabat militer saat itu. Termasuk Sutiyoso yang saat itu merupakan Pangdam Jaya dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Kepala Staf Komando Kodam Jaya.

Hal itu terungkap dalam penjelasan Asvi Warman Adam saat berbicara dalam diskusi virtual Forum Jas Merah bertema 'Huru-Hara di Penghujung ORBA: Refleksi Peristiwa 27 Juli 1996' di Jakarta, Senin (27/7/2020).

baca juga:

Moderator Bonnie Triyana menjelaskan, narasi yang mayoritas disampaikan ke masyarakat adalah bahwa peristiwa 27 Juli 1996 adalah aksi kekerasan massa pro Soerjadi yang ingin merebut kantor DPP PDI yang dipimpin Megawati Soekarnoputri. Dimana Soerjadi disebut-sebut 'disponsori' rezim Orba karena saat itu Megawati terpilih sebagai ketua umum partai. Jadi, insiden itu dilabeli sebagai insiden perebutan kantor DPP PDI.

Asvi lalu menjelaskan bahwa sebenarnya sejak 2 Oktober 1965, Orba sebenarnya sudah melakukan represi. Misalnya pembredelan semua koran terkecuali koran terkait militer. Menurutnya, tindakan represif itu berlanjut terus sepanjang 30 tahun. Contoh, Asvi menyebutkan, di 1980 ada tiga pemuda menjual buku karangan Pramoedya Ananta Toer dihukum lebih dari lima tahun hanya karena menjual buku yang dinyatakan dilarang oleh Orba.

Dalam kasus PDI, Asvi mengungkapkan, terjadi kenaikan suara partai itu sejak 1987 hingga 1992, yang antara lain disebabkan masuknya putra putri Bung Karno ke partai. Yakni Megawati dan Guruh Soekarnoputra sejak 1987. "Ini jelas mengkhawatirkan rezim berkuasa," ungkapnya.

Selain itu, Asvi menyampaikan, ternyata ada aspek internasional melingkupi peristiwa itu. Sebab pada 23-25 Juli 1996, Menlu AS Warren Christopher datang ke Indonesia untuk hadir di pertemuan menteri-menteri luar negeri. Di kesempatan itu, menurut Asvi, Christopher sempat bertemu dengan Komnas HAM dan Menlu Rusia Primakov. Menurut penuturan Almarhum Taufiq Kiemas, lanjut Asvi, sebenarnya pada 28 Juli 1996, Menlu Christopher akan bertemu dengan Megawati.

"Jadi sehari sebelum pertemuan itu terjadi peristiwa 27 Juli 1996. Jadi rezim Orba tak ingin terjadi pertemuan antara Megawati dengan Menlu AS yang memberi perhatian dengan masalah HAM ke Indonesia dan beberapa negara lain di dunia. Ini aspek penting juga, bahwa peristiwa itu terjadi sehari sebelum terjadi pertemuan antara Megawati dan Warren Christopher," ujarnya.

Jika bertanya soal dalang peristiwa itu, Asvi mengisahkan tulisan wartawan senior Rosihan Anwar yang rumahnya tidak jauh dari kantor PDI. DI hari kejadian, kebetulan Rosihan berolahraga dan mendekat dengan Kapuspen ABRI saat itu, Amir Syarifuddin. Dia mengaku mendengar langsung bagaimana Amir bicara dengan Sutiyoso lewat walkie talkie sambil mengucapkan 'Yos, masuklah ke dalam. Ini hari sudah siang. Kita terlambat nanti'. Intinya, menurut Asvi, Rosihan mengungkap bahwa semua kejadian ini permainan Soeharto dengan ABRI-nya.

Selain itu, ada juga tulisan yang mengungkap adanya pertemuan pada 24 Juli 1996 di Markas Kodam Jaya dimana SBY mempunyai peran. Salah satunya ada di dalam buku Peter Kasenda.

"Ada pertemuan 24 Juli 1996 di Markas Kodam Jaya, dipimpin SBY dan disitu dibicarakan juga rencana mengambil alih kantor PDI ini. Jadi ada beberapa kemungkinan dalang atau aktor intelektual kejadian itu ditulis di media massa, tapi tak sampai ke pengadilan," katanya.

Satu yang jelas, Asvi mengungkapkan bahwa peristiwa 27 Juli 1996 adalah awal perlawanan rakyat yang sistematis terhadap rezim Orba. Karena rakyat merasakan benar tekanan keras kepada masyarakat dan partai politik. "Kejadian ini juga sekaligus awal kejatuhan Orba di 1998," ungkapnya.[]

Editor: Deni Muhtarudin

berita terkait

Image

News

PDIP Ajak Semua Pihak Berani Hadapi Resesi

Image

News

Elektabilitas Anies Jeblok Gegara PSBB Fase 2, PDIP: Bukti Warga Jakarta Cerdas

Image

Hiburan

Dihujat Karena Pamer Kemesraan dengan Brisia Jodie, Julian Jacob Ngadu ke Tuhan

Image

News

Terobosan Menata Kampung Jadi Alasan Warga Agar Eri Lanjutkan Bangun Surabaya

Image

News

Kiprah Eri Cahyadi Berdayakan UMKM Diamini Ketua PDIP

Image

Hiburan

Mesra, Kening Brisia Jodie Dikecup Julian Jacob

Image

News

Pengamat: Ada Risma Effect dalam Pemenangan Eri-Armuji di Pilkada Surabaya

Image

News

DPR RI

Komisi I: Polemik Film G30S/PKI Jangan Buat Lemah Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Image

News

PDIP Komitmen Taat Protokol saat Kampanye, Hasto: Ditegur Saja Sudah Aib

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bincang Dua Milenial dengan Sandi, Berbagi Tips Bagaimana Meyakinkan investor

Sandiaga Salahudin Uno ternyata pernah diremehkan dan kesulitan meyakinkan para pengusaha dan investor.

Image
News

Gubernur Lemhanas: Isu PKI Sengaja Dimunculkan untuk Kepentingan Politik

sejarah tentang PKI memang tidak bisa dihilangkan karena berhubungan dengan pikiran orang yang sulit untuk ditebak.

Image
News

Usai Minta Maaf pada Korsel, Kim Jong-un Diam-diam Tetap Siaga Perang

Sehari setelah meminta maaf pada Korsel, Kim Jong-un memerintahkan Tentara Rakyat Korea untuk tetap menyelesaikan persiapan pertempuran.

Image
News

Mabes Polri: Irjen Napoleon Bonaparte Minta Rp7 Miliar untuk Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Fakta tersebut diketahui saat penyidik Dittipikor Bareskrim melakukan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan juga tersangka

Image
News

Tambah 3 Lokasi, Anies Baswedan Tempatkan 4 Orang Pasien Corona di Satu Kamar

Jumlah kamar di tiga lokasi baru sebanyak 166 kamar. Namun daya tampung tiap kamar berbeda-beda

Image
News

Disiksa Majikan, TKI di Singapura Nekat Kabur Turuni Apartemen Lantai 15

Penyiksaan terjadi antara Januari hingga April 2018

Image
News

Terlibat Korupsi, Petinggi PT WIKA Resmi Ditahan KPK

Tapi sebelum masuk penjara mereka akan menjalani isolasi mandiri sementara waktu

Image
News

Kepedulian Sosial Solusi Hadapi Covid-19 yang Kian Memprihatinkan

Chriswanto mengatakan, dalam menghadapi wabah Covid-19 semua pihak harus dilibatkan.

Image
News

Update Covid-19 Tanggal 29 September: Pasien Sembuh Melonjak 3.567 Total 210.437

Sementara lonjakan pasien positif hari ini cukup signifikan

Image
News
DPR RI

RUU Cipta Kerja Selesai Dibahas di Tingkat Panja

Pembahasan regulasi sapu jagat tersebut akan dilanjutkan di tingkat tim perumus (timus) dan tim sinkronisasi (timsin).

terpopuler

  1. Ulang Tahun ke-73, 5 Potret Lawas Luhut Pandjaitan Tampak Gagah Sejak Muda

  2. Ardi Bakrie Selama Ini Biayai Hidup Keluarga Nia Ramadhani

  3. Ivan Gunawan Ngaku Sudah Lama Tak Komunikasi dengan Ayu Ting Ting

  4. Pengakuan Teddy Gusnaidi Pernah 'Hajar' Gatot Nurmantyo

  5. 5 Fakta Penting Silvany Austin Pasaribu, Diplomat Muda yang 'Lawan' Vanuatu di Sidang Umum PBB

  6. Tengku Zul: Konglomerat Asing Mulai Keruk Duit Rakyat dengan Turun ke Jalan

  7. Bicara Soal Perselingkuhan, Nia Ramadhani : Gak Bisa Nyalahin Salah Satunya

  8. Hotman Paris Bagikan Tips Obati Pasien COVID-19 Pakai Obat Kumur

  9. Jawab Kritik Ketua DPRD DKI, Anak Buah Anies: 8.000 Orang Siap Antisipasi Banjir 

  10. Dilarang Anies Baswedan Lewat PSBB, Warga Jakarta Pindah Tongkrongan ke Bekasi 

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

Aksi Susi Pudjiastuti Jadi Model Dadakan, Gayanya Bak Ratu

Image
News

5 Gaya Presiden Jokowi Gowes Pagi, Tampil Keren dengan Sepeda Produk Lokal

Image
News

Cerita Cawagub Kaltara Undunsyah Raih Pendidikan, Tak Mampu Naik Pesawat Perahu pun Jadi