Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Dr. Tantan Hermansah

Pengajar Sosiologi Perkotaan dan Ketua Program Magister Komunikasi UIN Jakarta

Anomali Komunikasi dan Keterancaman Komunitas

Image

Ilustrasi: Umat Muslim menyaksikan ceramah yang disiarkan melalui media sosial di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (28/4/2020). Sekretaris Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa Ismed Hasan Putro menyebut kegiatan ibadah di lingkungan masjid selama bulan suci Ramadan ditiadakan namun tetap menyiarkan tadarus secara daring guna mencegah penyebaran virus corona (COVID-19). | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, Hari ini, kita merasakan bahwa keterhubungan antar subyek manusia sudah mengalami perubahan yang signifikan. Bahkan perubahan itu demikian mendasar. Teknologi yang ditemukan dan kemudian dikembangkan manusia, telah menawarkan realitas dan model-model relasi baru yang sebelumnya belum pernah terjadi. 

Manusia ada dan hadir karena adanya hubungan. Hubungan-hubungan menciptakan hal lain: ikatan, emosi, dan bahkan kehendak untuk menghasilkan kebudayaan. Hubungan-hubungan juga menghasilkan kualitas kehidupan itu sendiri. Sebagai contoh, dalam unit sosiologis terkecil, yakni keluarga, keterhubungan antar anggotanya: ayah, ibu, anak-anak, akan menghasilkan kualitas dan makna keluarga. Semakin keterhubungannya kuat; maka keluarga ini akan mengalami ikatan-ikatan yang memiliki kekuatan dan nilai. Sebaliknya, ketika keterhubungannya melemah, maka ikatannya pun melonggar dan melemah.

Begitu pun dalam unit sosiologis yang lebih besar: komunitas dan masyarakat. Hubungan-hubungan dalam komunitas dan masyarakat sangat menentukan bagaimana mereka akhirnya membangun sistem. Sistem sosial yang kecil akan menopang sistem besar di atasnya. Sistem sosial komunitas, adalah kekuatan dari sistem sosial masyarakat dan bahkan persekutuan hukum seperti Negara. Menguat dan atau mengendurnya hubungan dalam komunitas punya implikasi dan dampak yang besar kepada individu dan masyarakat.

baca juga:

Itulah yang sekarang sedang berlangsung. Sistem keterhubungan kita mengalami perubahan mulai dari pola, jenis, bentuk, dan subyek-obyek hubungan. Dari aspek pola, hubungan-hubungan langsung seperti yang terjadi pada masa lalu dan sebagian masa kini, mulai tidak lagi dipakai; dari aspek jenis, keterhubungan hari ini berubah menjadi jenis hubungan yang fungsional-pragmatis. Di mana hubungan itu sudah melampaui batas-batas suku, bangsa, agama, dan bahkan negara; dari aspek bentuk hubungan sekarang menggunakan bentuk teks, gambar, dan bahkan simbol-simbol. Di mana beberapa orang bisa putus hubungan hanya karena salah memberikan emotikon di gawai yang mereka ketik.

Sementara di sisi lainnya, hubungan-hubungan antar subyek ini tercipta dalam kemasan lain. Salah satunya, melalui mekanisme entertaimen atau hiburan. Jon Bailes (2019) dalam “Ideology and The Virtual City. Video Games, Power Fantasies and Neo-Liberalism” menggambarkan bagaimana dominasi ideologi liberal dalam ekonomi, politik, budaya, dan keseharian yang dikemas dalam realitas hiburan atau menghibur. Karena pada dasarnya manusia memerlukan suasana rilek atau hiburan, maka model-model hubungan yang dibalut hiburan inilah yang kemudian digrandrungi oleh banyak kalangan.

Kesenangan ditransformasi sedemikian rupa menjadi semacam nilai semu yang menjangkiti banyak orang. Maka muncul berbagai anomali sosial budaya. Orang kaya pamer senjata api; pejabat bergaji tinggi tapi keukeuh korupsi; artis pamer rekening; pertarungan pikiran dibalut iklan dan sponsor, dan sebagainya. Ironisnya, semua itu bisa divisualisasikan menjadi hiburan. Maka lahirlah anomaly dalam anomaly dalam anomaly. Begitu seterusnya.

Irisan antara hiburan atau kesenangan dengan keseriusan kemudian menjadi semakin tidak jelas. Di sini awal mula ancaman pada apa yang sekian lama hadir dalam keseharian kita: komunitas. Komunitas bukan sekedar sekelompok orang yang berkumpul. Sebab melampaui itu, komunitas menghasilkan ikatan-ikatan dan hubungan-hubungan yang kemudian berimplikasi menjadi sistem. Komunitas adalah modal sosial sekaligus modal budaya yang memberikan pengaruh besar kepada keberlanjutan masyarakat.

Lalu bagaimana prospek komunitas di masa depan?

Inilah tantangan baru kita. Sebagai individu maupun bagian dari komunitas, sebagian dari kita sudah menyadari ancaman ini. Komunitas-komunitas tradisional akan memudar; berganti dengan komunitas baru dengan model dan sistem pengikat yang baru juga. Hubungan dan ikatan berbasis tatap muka mungkin sudah tidak lagi penting karena sudah bertransformasi menjadi akun-akun digital. Otomatis, model komunikasi mengalami perubahan signifikan juga. Digitalisasi sudah merambah tidak hanya kepada perhitungan dan visualisasi, tetapi pada upaya dokumentasi proses-proses relasional antar subyek.

Dalam relasional antar subyek inilah terjadi proses yang justru “mengerikan”, di mana kita, secara perlahan tetapi nyata, mengalami obyektifasi. Obyektivasi adalah berubahnya peran dan fungsi dari seseorang menjadi sesuatu. Dari human being (orang) menjadi benda atau produk. Contoh dahulu, ketika Bung Karno berpidato hanya suaranya yang menjadi produk atau dibendakan. Sosoknya tetap sebagai subyek dengan segala kehebatannya. Tetapi di masa kini, karena hampir seluruh model komunikasi berubahan menjadi bit digital, maka subyek-subyek itu sudah menjadi obyek.

Bagi algoritma pembaca, suara, visual wajah, gestur tubuh, dan sebagainya, adalah obyek yang harus disampaikan kepada khalayak. Ketika proses mengubah subyek menjadi obyek itu, maka pembendaan sudah terjadi sedemikian rupa. Algoritma telah mengubah manusia sebagai sosok, menjadi manusia sebagai data. Data-data ini yang kemudian dikalkulasi, dipetakan, dan dipolakan, dengan alasan supaya mudah dibaca kecenderungannya.

Di sinilah khalayak yang juga memiliki kebebasan untuk memilih: menerima, mengikuti, dan atau membuang. Khalayak tidak lagi memiliki keterikatan karena dihadapannya mereka adalah data obyek yang posisinya hanya bisa dimaknai secara fungsional-pragmatis semata. Jika memberikan keuntungan akan dipilih; atau jika sebaliknya akan ditinggalkan.

Di sini keterancaman atas komunitas akan semakin besar. Komunitas-komunitas baru ini, yang bisa jadi lebih bisa memberikan kesenangan, akan memberikan pengaruh sangat kuat, ketimbang komunitas lama yang konvensional.

Jika demikian halnya, maka para pemangku kepentingan harus duduk bersama. Generasi mendatang yang akan mendapatkan warisan realitas akibat temuan-temuan sekarang perlu diberikan guideline dasar agar mereka tidak langsung membentuk komunitasnya melalui cara mereka sendiri. Panduan ini sangat penting, meski kita sering mengatakan bahwa masa kini merupakan pinjaman dari generasi masa depan, tetapi berbagai pelajaran berharga di masa kini, perlu disampaikan agar mereka tidak menjadi “the lost generation”. [ ]

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

Ancam Tugas Jurnalis, Komunitas Pers Minta Kapolri Cabut Pasal 2d Maklumat Polri

Image

Ekonomi

2021, KemenkopUKM Incar Kembangkan Koperasi dengan Berbasis Kawasan Hingga Komoditas

Image

News

Upaya Merawat Keberagaman Indonesia, AHY Bentuk Komunitas Overlanding Indonesia

Image

Iptek

Raih Penghargaan Aplikasi Terbaik 2020, Campaign #ForChange Undang Komunitas Sosial Indonesia untuk Kolaborasi

Image

Ekonomi

Pengembang dan Perbankan Diminta Dukung Program Perumahan Berbasis Komunitas

Image

Hiburan

Dukung Musisi Lokal dan Komunitas Berkarya, JOOX Hadirkan 'Kanal Komunal'

Image

News

Syarief Hasan Dukung Ormas dan Komunitas Berpegang Teguh pada Empat Pilar

Image

Iptek

FOTO Kerennya Motor Anggota Komunitas Terparkir di Halaman MPR

Image

Iptek

Milenial Jago Siber? Tunjukkan Kemampuanmu di Kompetisi Komunitas Siber TNI Angkatan Darat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Usung Vaksinasi Rumah ke Rumah, Ridwan Kamil: Puskesmas di Jabar Belum Memadai

Pemerintah Provinsi Jabar akan mengusulkan skema vaksinasi Covid-19 dari rumah ke rumah warga.

Image
News

Sebanyak 92 Nakes di RSUD Marsidi Judono Belitung Divaksin Covid-19

Total seluruh nakes dan non kesehatan lainnya di RSUD Marsidi Judono Belitung yang akan disuntik vaksin COVID-19 sebanyak 347 orang

Image
News

Tenaga Medis Puskesmas di Lebak Disuntik Vaksin Covid-19

Hari ini sebanyak enam petugas medis menjalani vaksinasi COVID-19

Image
News

Polda Sumsel Ungkap Kematian Dokter Bukan Akibat Vaksin Covid-19

Polda Sumsel mengungkap kematian seorang dokter di Palembang, Jamhari Farzal pada Jumat (22/1)

Image
News
Lawan Covid-19

Kepala Dusun di Kubu Raya Jadi Kadus Pertama yang Disuntik Vaksin COVID-19

Agung Sedhayu menjadi kadus pertama di Indonesia yang mendapat suntikan vaksin COVID-19

Image
News

90 Persen Warga Tangsel Tertib Gunakan Masker

Pemkot Tangsel klaim bahwa 90 persen masyarakat sudah tertib menggunakan masker pada saat beraktivitas di luar rumah atau ruangan

Image
News

Soal Pigai, Teddy ke Ambroncius Nababan: Bantahlah dengan Argumen Bukan Hinaan

Ambroncius Nababan mengunggah foto Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai disandingkan dengan foto gorila

Image
News

Polresta Bandung Tangkap Belasan Bandar Sayur Keroyok Anggota Ormas

Kasus itu bermula dari adanya ketidaksukaan antara seorang bandar sayur berinisial YS terhadap dua korban tersebut karena sering dipalak

Image
News

Tangani Kasus Rasisme Natalius Pigai, Bareskrim Polri Bakal Terapkan Konsep Presisi

Ambroncius diduga memposting foto di Facebook yang menghina Natalius.

Image
News

Diduga Suap Pejabat Dinkes Sulteng, Direktur dan Sales PT Genecraft Labs Ditangkap

Keduanya adalah Imel Anitya selaku Technical Sales PT. Genecraft Labs dan Teddy Gunawan selaku Direktur PT. Genecraft Labs

terpopuler

  1. Apple Kembangkan Face ID untuk Mac

  2. Lounge dan Karaoke Hotel California Ramai Kayak Pasar Malam, Satpol PP Langsung Segel

  3. Bandar Sabu Asal Sumatera Selatan Ditangkap Polres Metro Jakarta Barat

  4. Ucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Presiden Resmikan Brand Ekonomi Syariah

  5. 7 Potret Memesona Nora Alexandra dengan Pakaian Khas Bali, Cantik Paripurna!

  6. Gak Mau Kalah Sama RI, Paman Sam Pilih Wanita Pertama Sebagai Bendahara Negara

  7. Banjir Jakarta Rendam Permukiman Warga

  8. Bercerai dengan Suami, Wanita ini Nikahi Putra Tirinya

  9. Turnamen Berakhir, Pebulutangkis Indonesia Pulang Hari Ini

  10. Humor Gus Dur; Rapat IPPNU

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Abdul Hamid

Ilusi Dilema Demokrasi dan Integrasi

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Gesits Buktikan Kendaraan Listrik Ramah Perawatan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

VIDEO Gesits, Cita-cita Bangsa Ciptakan Kendaraan Listrik | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Maya Nabila, Mahasiswa S3 ITB yang Baru Berusia 21 Tahun

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot