image
Login / Sign Up

Meski Ada Vaksin, Ilmuwan Sebut Sulit untuk Keluar dari Pandemi COVID-19

Endarti

Image

Kasus infeksi global sudah berada di angka 13.72.682, dan kasus kematian total ada 587.606, berdasarkan laporan Worldometer | Time Magazine

AKURAT.CO, Para ahli tengah menggabungkan gambaran suram masa depan umat manusia yang dilontarkan Jenderal Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus. Pasalnya, hampir sama seperti penilaian Tedros, keoptimisan para ahli juga terlihat mulai kendor.

Laporan menyebut kepastian yang dimiliki para ahli tentang masa depan hanyalah satu, yaitu tidak ada jalan mudah untuk keluar dari pandemi. Terlebih, menurut ahli, pada awal penemuan, vaksin belum bisa mencegah penularan virus secara menyeluruh.

Sebagaimana dilansir dari South China Morning Post pada Kamis (16/7), selama satu minggu terakhir, infeksi baru dilaporkan mencapai lebih dari 1 juta kasus. Angka kasus baru ini jelas makin memburamkan masa depan lantaran pandemi sudah memasuki paruh kedua tahun ini.

baca juga:

Para ahli penyakit menular hanya bisa berteori tentang lintasan apa yang akan diambil oleh virus dalam beberapa bulan mendatang, serta apakah virus akan selamanya tertanam dalam populasi dan beredar setiap tahunnya.

Meski begitu, para ahli tetap setuju bahwa masa depan akan tergantung pada dua hal utama. Dua kunci ini adalah bagaimana pemerintah menggunakan strategi dan alat penanganan COVID-19 serta bagaimana warga bisa menyesuaikan kehidupan sehari-hari mereka.

SCMP

Sebelumnya, Tedros sendiri sudah memberi peringatan jika negara dan masyarakat tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan penyebaran COVID-19. Dalam hal ini, Ghebreyesus pun memastikan bahwa kondisi akan 'semakin buruk'.

"Tidak ada cara bagi dunia untuk kembali ke (kehidupan) normal yang lama di masa mendatang," ucap Tedros saat berbicara selama briefing media di Jenewa pada Senin (13/7).

Seperti dilansir dari CNN, saat itu, Tedros juga menjelaskan bahwa ada tiga kunci utama untuk mencapai situasi stabil di tengah pandemi. Di antaranya adalah fokus pada pengurangan kematian dan menekan penularan; pemberdayaan komunitas untuk mendorong individu melakukan langkah pencegahan penularan; serta kepemimpinan dan komunikasi pemerintah yang kuat.

Gambaran realitas dari Tedros ini juga mendapatkan persetujuan penuh dari profesor penyakit menular Amerika Serikat (AS), Daniel Lucey. Adapun alasan menurut Lucey adalah lantaran SARS-CoV-2 adalah jenis virus yang benar-benar baru.

"Kita perlu menyadari bahwa ini benar-benar virus yang belum pernah terjadi sebelumnya sehingga tidak ada analogi sejarah yang tepat.

"Kecuali (virus) hilang, itu akan terus mengingatkan manusia untuk terus memakai masker, melakukan jarak sosial. Jadi ya ini adalah realitas dunia kita sekarang," ungkap Lucey yang saat ini bekerja di
Georgetown University Medical Center (GUMC), Washington D.C.

Kemudian bagaimana dengan vaksin yang digadang-gadang sebagai kunci utama pemberantasan COVID-19?

Menjawab pertanyaan ini, profesor epidemiologi penyakit menular Inggris, David Heymann memberi jawaban mengejutkan. Heymann pun mengklaim bahwa dunia seharusnya tidak menjadikan vaksin sebagai dasar tindakan jangka panjang untuk pengendalian krisis COVID-19.

"Kita semua (memang) berharap akan ada vaksin, tetapi seharusnya kita tidak menghentikan apa yang kita coba lakukan hari ini.

"Dan apa yang kita bisa coba lakukan hari ini? Apakah kita berusaha menekan virus, meminimalkan jumlah kematian dan terus menekannya tanpa batas waktu jika tidak ada vaksin? Atau apakah kita mencoba membiarkannya (virus) masuk ke dalam masyarakat dan kita lindungi orang-orang dengan risiko terbesar.

"Dan jika (COVID-19) ditakdirkan untuk menjadi endemik, biarlah itu menjadi endemik?" ucap Heymann, ahli dari London School of Hygiene & Tropical Medicine (LSHTM) sekaligus pemimpin kelompok penasihat teknis WHO untuk bahaya infeksi.

Sementara itu, ahli imunologi Singapura, Ashley St John, mengatakan bahwa dalam jangka panjang, vaksin masih dinilai krusial. Pasalnya, vaksin setidaknya bisa meminimalkan penularan serta mendapatkan kembali kehidupan normal.

Terlebih, saat ini para ahli masih perlu mengetahui lebih banyak penelitian terkait tentang kekebalan terhadap penyakit COVID-19.

Meski begitu, Ashley juga menekankan bahwa vaksin yang tersedia mungkin belum mampu sepenuhnya mencegah infeksi.

"Menjadi realistis tentang dampak (wabah COVID-19) adalah hal penting. Karena vaksin-vaksin awal tidak mungkin sepenuhnya mencegah infeksi pada siapa pun," ujar Ashley, asisten profesor dan ahli imunologi Duke-NUS Medical School, Singapura.

Sebaliknya, Ashley menjelaskan bahwa vaksin bisa digunakan bersamaan dengan langkah pencegahan penularan lainnya. Khususnya adalah untuk orang-orang yang berisiko terkena penyakit COVID-19.

Sementara pencegahan transmisi dilakukan, para ahli akan mencoba memperpanjang keefektifan vaksin.

SCMP

"Vaksin-vaksin terbaik (harusnya) memberi kita perlindungan seumur hidup, dan kekurangan itu (pencegahan total pada penularan) mungkin tampak seperti kegagalan. Tapi kita tetap butuh sesuatu pada tahap ini," tambah Ashley.

Lalu, bagaimana strategi tepat untuk menghadapi pandemi ini?

WHO sendiri telah menganjurkan metode kunci, yaitu sebisa mungkin untuk menekan penyebaran virus dan kematian, serta melindungi rumah sakit agar tidak kewalahan.

"Tidak peduli di mana suatu negara berada dalam kurva epidemiknya, tidak pernah ada kata terlambat untuk mengambil tindakan tegas.

"Terlalu banyak negara menuju ke arah yang salah," kata Tedros sembari terus menyerukan langkah-langkah pencegahan sederhana seperti menjaga jarak dan kebersihan secara fisik.

Sedangkan, Heymann menyarankan agar masyarakat global lebih fokus kepada pengerjaan strategi jangka panjang yang tepat. Namun, dalam hal ini, Heymann mengingatkan bahwa strategi jangka panjang tetap bergantung pada perilaku virus.

"Mengerjakan strategi jangka panjang yang tepat akan tergantung pada bagaimana virus berperilaku, karena berbagai penyakit yang muncul memiliki jalur yang berbeda," tambah Heymann.

Sementara, Lucey menuturkan hal yang sedikit berbeda. Lucey pun menuturkan bahwa tidak ada yang namanya strategi sempurna untuk pengendalian pandemi COVID-19.

Lucey menjelaskan bahwa meski karantina terbukti efektif, tidak ada jawaban yang sempurna dan mudah untuk mengendalikan pandemi karena tingginya biaya finansial dan psikologis dari penguncian.

"Masalah ini tentang bagaimana melakukan yang terbaik untuk mengurangi penularan secara nyata," ucap Lucey.

Meski begitu, Lucey mengaku memiliki harapan bahwa pengembangan teknologi yang lebih baik, seperti dalam bidang obat-obatan, pengujian cepat COVID-19, hingga pelacakan kontak transmisi.

Jika perkembangan tersebut dikombinasikan dengan aturan jarak sosial hingga pemakaian masker, maka bisa dipastikan beberapa aspek kehidupan normal akan kembali dalam waktu dekat.[]

Editor: Nafilah

berita terkait

Image

Ekonomi

Stok Berlimpah, Harga Batu Bara Acuan Agustus 2020 Turun ke US$50,34 per Ton

Image

Ekonomi

Jokowi Ajak Masyarakat Belanja Produk Lokal Agar Ekonomi Tak Masuk Jurang Resesi

Image

News

Corona Belum Usai, Virus 'Tick Borne' Dikhawatirkan jadi Wabah Baru di China

Image

News

Presiden Jokowi Ajak Seluruh Kader Gerindra Lawan Dampak Pandemi Covid-19

Image

News

DPR RI

Santunan Pemerintah ke Karyawan Swasta, Komisi IX: Pertanyaannya, Untuk Karyawan Sektor Apa Saja?

Image

News

Ratusan Orang di Bandung Kena Tegur Satpol PP Akibat Tak Pakai Masker

Image

Iptek

PBB Laporkan Adanya Peningkatan Tajam Kejahatan Siber Selama Pandemi

Image

News

Bantu Siswa Belajar Online, Pemuda di Yogya Sediakan Internet Murah Cuma Rp30 Ribu Sebulan

Image

News

BKD DKI Rahasiakan Jumlah PNS di Kantor Anies Baswedan yang Positif Covid-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Pembunuh Dua Anak Kandung Terancam Hukuman Mati

Perbuatan tersangka tergolong pembunuhan berencana.

Image
News

Corona Belum Usai, Virus 'Tick Borne' Dikhawatirkan jadi Wabah Baru di China

Duh!

Image
News

Calon Anak Tiri Dicabuli, Rencana Nikahi Ibunya Batal

Tersangka mengaku tiga kali mencabuli korban.

Image
News

6 Dievakuasi, Pencarian Korban Hanyut Terakhir di Pantai Goa Cemara Terkendala Ombak

Dari enam korban, tiga berhasil dievakuasi hari ini setelah sempat dinyatakan hilang

Image
News

Pidato Megawati di KLB Gerindra: Ayo Semangat Kepakkan Sayap Garuda Majukan Indonesia

Untuk Indonesia yang lebih berdaulat, lebih berdiri di atas kaki sendiri.

Image
News

Presiden Jokowi Ajak Seluruh Kader Gerindra Lawan Dampak Pandemi Covid-19

Hal ini penting agar masyarakat tidak masuk ke gelombang kedua pandemi yang bisa membuat ekonomi lambat bertumbuh

Image
News
DPR RI

Pembukaan Sekolah di Zona Kuning Perlu Digodok Lagi, DPR Sarankan ini

Beresiko menambah penularan covid-19.

Image
News
DPR RI

Santunan Pemerintah ke Karyawan Swasta, Komisi IX: Pertanyaannya, Untuk Karyawan Sektor Apa Saja?

Pemerintah akan memberikan santunan kepada pegawai swasta dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.

Image
News

Dede Yusuf Kritik Rangkap Jabatan Ketua PSSI, Mochammad Iriawan

Kalau manajer timnas kan harus banyak waktu di lapangan dan fokus pada pemenangan

Image
News

Anak Buah Anies: Jalan Layang Tapal Kuda Lenteng Agung Bakal Lebih Megah dari Simpang Susun Semanggi

Bahkan, Pemprov akan memasang lift sebagai fasilitas akomodasi di jalan layang tersebut

terpopuler

  1. Arogan, Mentang-Mentang Anak Pejabat, Cewek Ini Menolak Bayar Denda Karena Tidak Pakai Masker

  2. Polisi Cari Identitas Pembakar Foto Habib Rizieq dan Ustaz Abdul Somad

  3. Seakan-akan Meroket, Ekonomi RI Zaman SBY Ternyata Tidak Istimewa Juga

  4. Larang PKL Jualan, Wali Kota Padang Mahyeldi Diomelin Ibu-ibu

  5. Luhut Siapkan Cashback hingga Rp750 Ribu Bagi Konsumen Belanja Produk UMKM Lokal

  6. Dari Kasus The Connell Twins, Ketahui Penyakit Akibat Incest

  7. Korea Selatan Temukan Virus Corona di OTG dan Pasien Bergejala Sama Banyaknya

  8. Polisi Beberkan Peran Anita Kolopaking sebagai Penghubung Djoko Tjandra dengan Brigjen Prasetijo

  9. Satu Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan, Tersangkut di Jaring Nelayan

  10. Kisah Korban Perkosaan Berani Bersuara Usai Setahun Pendam Trauma Ini Viral

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk

Image
Ekonomi

Foto Lawas Cita-cita Masa SD Desainer Asal Medan ini Viral, Bikin Bangga!

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid