image
Login / Sign Up

Soal Dugaan Suap Gubernur Papua Barat, ICW: Harus Diuji di Pengadilan

Melly Kartika Adelia

Image

Kepala Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satria Langkun saat ditemui di Cikini, Jakarta Pusat | AKURAT.CO/Kosim Rahman

AKURAT.CO, Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satrya Langkun menilai pengungkapan dugaan suap Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan kepada mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan tidak berkaitan dengan asas praduga tak bersalah.

Menurutnya, dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dan keterangan saksi Sekretaris KPUD Papua Barat yang menyebut adanya aliran dana Rp500 juta dari Dominggus ke Wahyu harus diuji dulu melalui proses pembuktian di pengadilan.

”Butuh konfirmasi yang harus digali oleh penuntut umum. Sehingga, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nantinya bisa melakukan pendalaman agar proses pengadilan berjalan maksimal,” kata Tama dalam keterangannya, Kamis (16/7/2020).

Dalam dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada bulan Mei lalu, JPU Takdir Suhan menyebut bahwa selain suap dari Harun Masiku, terdakwa Wahyu Setiawan juga diduga menerima gratifikasi dari Gubernur Dominggus terkait proses seleksi anggota KPUD Papua Barat.

Sementara, Wahyu bersama kader PDI Perjuangan Agustiani Tio Fridelina saat ini sedang diadili terkait dugaan suap yang dilakukan politisi Harun Masiku dalam kasus Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI dapil Sumatera Selatan.

Dakwaan JPU ini diperkuat oleh kesaksian Sekretaris KPUD Papua Barat Rosa Muhammad Thamrin Payapo dalam persidangan yang digelar Jumat (9/7). Selain mengaku menerima dana dari Gubernur Dominggus melalui ajudan, Thamrin juga mengaku dialah yang mentransfer dana setengah miliar itu kepada Wahyu lewat rekening milik istri sepupunya.

Penyebutan nama Gubernur Dominggus dalam persidangan itu kemudian menyulut reaksi dari sebagian kalangan masyarakat Papua Barat. Beberapa tokoh pemuda setempat menyayangkan penuntut umum KPK yang mereka anggap telah melakukan kriminalisasi dan melanggar asas praduga tak bersalah, karena mengungkap nama Gubernur Dominggus tanpa klarifikasi terlebih dahulu.

baca juga:

Terkait hal ini, Tama mengatakan, hal itu tergantung dalil-dalil putusan dan pertimbangan majelis hakim dalam kasus Masiku.

”Apakah fakta-fakta persidangan bisa menjadi pertimbangan yang perlu ditindaklanjuti, sehingga bisa menjadi dasar bagi KPK untuk membuka proses penyelidikan baru terhadap si A atau si B,” tuturnya.  

Tama mengatakan, penyelidikan baru dengan tersangka baru bisa saja dilakukan, namun prosesnya tetap harus dilalui terlebih dalulu. Tidak bisa langsung begitu saja. 

”Harus ada pertimbangan majelis hakim yang mendalilkan perlunya penyelidikan baru di persidangan,” ujarnya.  

Karena itu, menurut Tama, semua tergantung pada jaksa. Apakah keterangan saksi (Sekretaris KPUD Papua Barat) perlu didalami atau tidak. Kalau informasinya betul, jaksa tentu akan meminta keterangan saksi-saksi lain untuk pendalaman.

”Jadi, sekali lagi, ini tidak ada kaitan dengan pelanggaran (yang disebut dilakukan KPK) terhadap asas praduga tak bersalah. Namun untuk memulai penyelidikan baru, tetap harus melalui putusan pengadilan dengan dalil-dalil pertimbangan yang kuat,” tandasnya. 

Dikonfirmasi mengenai kasus ini, pakar hukum pidana Indriyanto Seno Adji meyakini, KPK akan menyelidiki setiap kasus dugaan korupsi yang muncul dalam fakta persidangan. Hal itu mengingat lembaga anti-rasuah tersebut sudah terbiasa mengungkap tindak kejahatan korupsi yang faktanya muncul dalam persidangan.

”KPK biasanya sangat responsif terhadap fakta-fakta dan hasil kesaksian di persidangan,” tuturnya.

Ia menambahkan, fakta persidangan merupakan bagian dari pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) bagi KPK. Karena masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan guna mencari sejumlah alat bukti yang cukup.

”Keterangan terdakwa maupun saksi dalam persidangan itu perlu di- _cross check examination_ dari sisi hukum pidana untuk dinilai keabsahan dan legitimasi keterangannya,” jelas Indriyanto.[]

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

News

Jaksa KPK Tuntut Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan 8 Tahun Penjara

Image

News

DPR RI

Kasus Covid-19 Meningkat, Pilkada 2020 di Depan Mata, Begini Saran DPR

Image

News

Sejalan dengan Desakan ICW, KPK Bakal Koordinasi dengan Polri Dalami Pelarian Djoko Tjandra

Image

News

DKPP Sebut PTUN Hanya Urusi Masalah Hukum, Bukan Etika Penyelenggara Pemilu

Image

News

Partisipasi Milenial dalam Kontestasi Elektoral

Image

News

DPR RI

ICW Minta Presiden Evaluasi BIN dalam Kasus Djoko Tjandra, Karding: Salah Alamat!

Image

News

Bansos Diboncengi Calon Petahana, KPK Diminta Lakukan Pengawasan

Image

News

Perludem Minta KPU Angkat Kompetensi Kepala Daerah di Pilkada 2020

Image

News

DPR RI

Komisi II Berharap PTUN Segera Kembalikan Evi Novida Jadi Komisioner KPU

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Pepet Motor Korban, Dua Pria Ini Rampas HP

Pelaku akhirnya ditangkap di kawasan Bekasi.

Image
News

Haji di Tengah Pandemi Sukses, Arab Saudi Mulai Pertimbangkan Umrah

Pelaksanaan haji di Arab Saudi menuai banyak pujian karena sukses digelar

Image
News
DPR RI

Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 Rendah, Tim Pengawas DPR Singgung Kerumitan Birokrasi

Perlu terobosan cara-cara baru yang bertumpu pada hasil sehingga mempercepat penyerapan anggaran.

Image
News

Kedua Ustaz Ini Sarankan Pemasangan Wifi di Masjid untuk Pelajar

Solusi belajar virtual.

Image
News

RUU Cipta Kerja Akan Dongkrak Kualitas Tenaga Kerja Indonesia

Budaya kerja TKI lebih produktif.

Image
News

Tambah 5 Perjalanan KA dari Gambir dan Senen, Argo Parahyangan Operasi Lagi

Sehingga pada bulan Agustus 2020, secara keseluruhan terdapat 13 KA yang beroperasi di Daop 1 Jakarta.

Image
News

Jadwal Lengkap Layanan Kereta Api Agustus 2020

KAI memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

Image
News

Hari ini Pengacara Djoko Tjandra Anita Kolopaking Diperiksa Bareskrim

Diperiksa sebagai tersangka.

Image
News

Donald Trump Berikan Microsoft Waktu 45 Hari untuk Mengakuisisi TikTok

Setelah diskusi Trump dengan CEO Microsoft, Washington menyatakan Microsoft telah melanjutkan negosiasi untuk mengakuisisi TikTok.

Image
News

Cara Pemkab Bangka Tekan Angka Stunting

Stunting di Bangka turun.

terpopuler

  1. Komjen Listyo Sigit Prabowo Disebut Calon Kapolri, Begini Tanggapan DPR

  2. Otto Hasibuan Sebut Jadi Pengacara Djoko Tjandra, Polisi Beberkan Fakta Lain

  3. Beriklan di Media Cetak Saat BLT Belum Selesai, Warga Kecam Wali Kota Padang

  4. Polri Ungkap Alasan Djoko Tjandra Huni Rutan Bareskrim, Sepele tapi Penting

  5. Bukan Bom, Ini Sumber Ledakan di Mako Brimob Polda Sumsel

  6. Gerindra Tak Ragu Usung Denny Indrayana karena Alasan ini

  7. Bungkam Anji-Hadi Pranoto, Video Dokter Wisma Atlet Bikin Terenyuh

  8. Komentari Soal Video Anji, Tompi Pertanyakan Obat Herbal Hadi Pranoto

  9. Tengkuzul Menggebu-gebu Tanya Kapan Indonesia Umumkan Krisis, Staf Menkeu: Sabar Sikit Ustadz!

  10. Yura Yunita Ungkap Cerita Dibalik Pengarapan Lagu Hoolala

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
DR TANTAN HERMANSAH

“Nyate” dan Perubahan Mikro Sosial

Image
Lasmardi Iswondo

Menjaga Kemabruran Haji

Image
Lasmardi Iswondo

Meraih Keutamaan Hari Tasyrik

Image
Achsanul Qosasi

Mengukuhkan Persaudaraan Sosial

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
News

Kisah Horor Kaesang di Istana, Awalnya Bikin Penasaran Endingnya Bikin Kesal Warganet

Image
Ekonomi

Ada yang Hartanya Tembus Rp19 T! Ini 7 Penulis Terkaya di Dunia

Image
Hiburan

5 Fakta Menarik Mendiang Ajip Rosidi, dari Sastrawan hingga Nikahi Artis Nani Wijaya