image
Login / Sign Up

Rusia Klaim Selesaikan Uji Vaksin COVID-19, Bagaimana Faktanya?

Endarti

Wabah Corona

Image

Menurut Worldometer, Rusia saat ini mencatat kasus infeksi total sebanyak 746.369 orang, sedangkan kasus kematian mencapai 11.770 jiwa. | TASS

AKURAT.CO, Baru-baru ini, media heboh memberitakan laporan yang menyebut bahwa Rusia menjadi negara pertama yang berhasil menyelesaikan uji klinis Vaksin COVID-19 pada manusia. Namun, apakah klaim berita ini sepenuhnya benar?

Seperti diketahui, beberapa pemberitaan mengutip surat kabar Forbes hingga The Observer, dan menyebut bahwa Rusia menjadi negara pertama yang berhasil menyelesaikan uji klinis Vaksin COVID-19 pada manusia. Disebutkan pula bagaimana dalam hasil uji cobanya ini, vaksin Rusia teruji aman.

Namun, jika dicermati lebih lanjut, klaim ini agaknya kurang tepat. Forbes misalnya, tidak mengklaim langsung bahwa Rusia adalah negara pertama yang sukses rampung uji klinis Vaksin COVID-19.

baca juga:

Dalam tajuknya, Forbes bahkan menulis liputannya dengan judul 'Rusia Menyelesaikan Uji Coba Awal Manusia Pada Vaksin COVID-19'. Kata 'awal' di sini juga masih didengungkan Forbes dalam paragraf pembukanya.

"Setelah bulan lalu, Brasil menjadi pasar pertama untuk mendapatkan test drive vaksin virus corona dari Universitas Oxford, Rusialah yang pertama kali menyelesaikan uji coba manusia tahap awal dari vaksin baru yang potensial untuk menghentikan Covid-19," tulis jurnalis Forbes, Kenneth Rapoza.

Setelah itu, Forbes juga membeberkan klaim penyelesaian uji coba dari Kepala Pusat Penelitian Klinis dan Obat-obatan Universitas Sechenov, Elena Smolyarchuk.

"Penelitian telah selesai dan itu membuktikan bahwa vaksin itu aman. Para relawan akan dipulangkan pada 15 Juli dan 20 Juli," tulis Forbes mengutip ucapan Smolyarchuk.

Setelah itu, Forbes menyinggung minimnya jumlah sampel yang dilibatkan oleh Universitas Sechenov. Pasalnya, seperti diketahui, beberapa pengembang vaksin dari China, Jerman, Inggris, hingga Australia selalu melibatkan ratusan hingga ribuan relawan.

Pada awal Juni lalu misalnya, media sempat melaporkan perkembangan Fase II uji klinis manusia dari China National Pharmaceutical Group Co. Ltd. (Sinopharm) telah memasuki uji klinis Fase 2. Dalam laporannya, Global Times juga menyebut bagaimana dalam pengujian Fase I hingga II, para ilmuwan setidaknya melibatkan lebih dari 2 ribu relawan.

Karena inilah, Forbes juga sudah menegaskan bahwa uji klinis Rusia kali ini masih dalam tahap perkembangan.

"Sampel pengujian kecil, hanya sekitar 20 orang. Tidak jelas apakah ini sedang berlangsung, tetapi mengingat bahwa sebagian besar uji klinis manusia dan vaksin memerlukan ratusan atau bahkan ribuan pasien uji, ini masih dalam masa perkembangan," lanjut Forbes.

Selain itu, beberapa media asing seperti Health24 hingga ZEE News India telah mengkritisi isu klaim Rusia ini. Health24 misalnya, langsung memberikan judul berbunyi 'Vaksin COVID-19 dan Rusia: Hanya Bagian Pertama dari Uji Coba yang Diselesaikan, dan Masih Jauh'.

Kemudian, Health24 juga memberikan penegasan bahwa berita uji coba Smolyarchuk hanyalah Fase I.

"Telah dilaporkan bahwa Rusia telah 'menyelesaikan uji klinis' Vaksin COVID-19 - tetapi hanya fase pertama yang telah selesai - masih ada jalan panjang yang harus ditempuh," tambah HealtH24.

Setelah itu, Health24 kembali menjabarkan keterangan Wilbur Chen, ahli penyakit menular dewasa di Pusat Pengembangan Vaksin dan Kesehatan Global Universitas Maryland. Menurut Chen, pengembangan uji coba vaksin setidaknya meliputi tiga tahap.

"Uji coba Fase I menguji apakah vaksin itu aman, dan biasanya bertahan sekitar enam bulan. Uji coba Fase II meneliti seberapa baik vaksin bekerja dalam menciptakan respons imun dalam tubuh sukarelawan, dan (setidaknya) bertahan hingga satu tahun. Uji coba fase III melacak efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi pada orang yang terpapar patogen. Fase ini bisa memakan waktu tiga tahun atau lebih, dan tergantung pada virus aktif yang tersisa cukup lama," terang HealtH24.

Zee News

Sementara itu, ZEE News juga meragukan klaim bahwa Universitas Sechenov menjadi yang pertama merampungkan uji klinis pada manusia. Dalam keterangannya, ZEE News pun membandingkan klaim ini dengan pernyataan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Pada tanggal 7 Juli, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa vaksin yang dikembangkan oleh lembaga Rusia masih dalam tahap pertama, yang berarti bahwa vaksin tersebut harus melalui setidaknya 3-4 percobaan agar dianggap aman. Inilah sebabnya mengapa para ahli bertanya bahwa bagaimana Universitas Sechenov dapat mengklaim telah mengembangkan vaksin begitu cepat?" tulis ZEE News.

ZEE News kemudian mengungkap penyelidikan bahwa uji coba vaksin Rusia telah dimulai 18 Juni. Ini berarti Universitas Sechenov berhasil menyelesaikan semua uji coba hanya dalam satu bulan saja.

Klaim ini jelas makin mengkhawatirkan lantaran perkembangan vaksin Malaria, Ebola hingga Dengue saja membutuhkan waktu setidaknya empat tahun.

Selain itu, sama seperti Forbes, ZEE News juga menyinggung ketimpangan pada jumlah sampel Universitas Sechenov.

"Menurut WHO, perlu untuk memasukkan setidaknya 100 (relawan) dalam fase kedua dan lebih dari seribu sukarelawan dalam fase ketiga pengembangan vaksin. Ini menunjukkan bahwa vaksin Rusia baru saja menyelesaikan tahap pertama uji coba manusia," lanjut ZEE News.

Sementara itu, cek fakta dari situs web WION juga terlihat meragukan klaim dari Universitas Sechenov. Sama seperti ZEE News, WION News pun menggunakan data dari keterangan resmi WHO.

"Universitas Sechenov Rusia mengklaim telah berhasil menyelesaikan uji klinis dari apa yang digambarkannya sebagai vaksin virus corona pertama di dunia. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 7 Juli mengatakan vaksin itu masih dalam uji coba Tahap-1, yang berarti harus menjalani setidaknya 3-4 uji coba lagi agar dianggap aman," tulis WION News.

"Selain itu, WHO telah mendaftarkan 21 vaksin potensial dan hanya dua di antaranya yang telah mencapai tahap lanjut uji coba pada manusia: Sinovac dari China dan vaksin vektor virus dari Universitas Oxford dan Astra-Zeneca," tambah pernyataan tersebut.[]

Editor: Ahada Ramadhana

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

5 Fakta Menarik Sputnik V Buatan Rusia, Bakal Produksi Massal Meski Belum Selesai Uji Coba Tahap 3

Image

News

Wabah Corona

FOTO Vaksin COVID-19 dari Rusia

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Vaksin COVID-19 Bakal Didaftarkan ke BPOM Usai Uji Klinis Fase III

Image

News

Wabah Corona

Klaim Ciptakan Vaksin Corona 'Pertama di Dunia', Vladimir Putin Jadikan Anak Sebagai Kelinci Percobaan

Image

News

Wabah Corona

Presiden Filipina Siap Jadi Kelinci Percobaan Vaksin COVID-19 Buatan Rusia

Image

News

FOTO Aksi Berani Presiden Ukraina Berada di Garis Depan Dengan Separatis

Image

Ekonomi

Ini Penjelasan Kementerian BUMN, Soal Erick Thohir Enggan Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Image

Gaya Hidup

Ketua Lembaga Eijkman: Idealnya Vaksin Covid-19 Disuntik Sekali Seumur Hidup

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Erick Janjikan Bio Farma Mampu Produksi 250 Juta Vaksin COVID-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Lockdown 4 Hari, Selandia Baru Dilanda 'Panic-buying'

Selandia Baru dilanda fenomena panik belanja setelah 4 kasus misterius virus corona didiagnosis di Auckland

Image
News

Bawaslu Bersama KPU, KPI dan Dewan Pers Siap Awasi Pemberitaan di Massa Kampanye Pilkada 2020

Bawaslu, KPU, KPI dan Dewan Pers mendatangani keputusan bersama terkait penyelenggaran Pilkada

Image
News

Jakarta Menjadi Zona Hitam Corona, Pengamat: Jangan Buat Resah Warga, Sampaikan Informasi yang Lengkap

Image
News
Wabah Corona

5 Fakta Menarik Sputnik V Buatan Rusia, Bakal Produksi Massal Meski Belum Selesai Uji Coba Tahap 3

Meski belum disetujui WHO, Rusia telah berencana memproduksi skala besar dan menggelar vaksinasi massal.

Image
News

Bantahan Veronika Koman Soal Tidak Kembali ke Indonesia

"Kemenkeu mengabaikan pula fakta bahwa saya telah menunjukkan keinginan kembali ke Indonesia."

Image
News

Ilmuwan AS Sangsikan Keamanan Vaksin Sputnik V: Saya Benar-benar Ragu

"Memiliki vaksin dan membuktikan bahwa vaksin itu aman dan efektif adalah dua hal yang berbeda," ujarnya

Image
News

Riza Patria Klaim Kasus Covid-19 Jakarta Tidak Parah

Riza mengatakan angka kematian akibat Covid-19 di Jakarta mencapai 3,7 persen dari total kasus.

Image
News

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemprov DKI Perpanjang PSBB Transisi Dua Pekan

Alasan Pemprov DKI memperpanjang PSBB Transisi lantaran kasus Covid-19 terus melonjak setiap harinya.

Image
News

Tirukan Instruksi Online Gurunya, Aksi Murid Ini Bikin Tepok Jidat

Ya nggak salah juga sih, instruksi gurunya juga gitu.

Image
News

Jaksa Pinangki Tersangka, MAKI: Harusnya Jaksa Patuh Hukum

Boyamin prihatin.

terpopuler

  1. RSUP Fatmawati Diminta Tes Usap Tenaga Medisnya

  2. Seorang Dokter dan 19 Perawat di RSUP Fatmawati Diduga Positif Covid-19

  3. Isu Afgan Penyuka Sesama Jenis Mencuat Lagi, Kok Bisa?

  4. Tegang saat Akan Tes Swab, Ibu Ini Remas Bagian Intim Petugas Kesehatan

  5. BPJS Ketenagakerjaan Masih Kumpulkan Rekening Calon Penerima Subsidi Upah

  6. Mahasiswanya Berniat 'Membayar' karena Dapat Nilai E, Jawaban Dosen ini Menohok

  7. Temuan Bayi di Jati Pulo, Dina Berhasil Bohongi Warga Satu RW

  8. Ngarep Bantuan Rp600 Ribu dari Pemerintah, Begini Caranya!

  9. Fahri dan Fadli Dapat Penghargaan, Apa Kata Tsamara dan Yunarto?

  10. Grand Dafam Rohan Jogja Tawarkan Dafam Staycation & Easy Busy

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Dr. Made Saihu

Dakwah sebagai Jalan Hidup

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan | Siapkan 250 Juta Vaksin Covid-19 Dalam Setahun

Image
News

Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan Siapkan 250 Juta Vaksin, Bisa Digunakan Pertengahan 2021

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Sosok

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk