image
Login / Sign Up

Disdik DIY Tak Akan Hilangkan Model Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Kumoro Damarjati

Image

Guru memberikan pengarahan kepada murid saat hari pertama masuk sekolah di SDN 11 Marunggi, Pariaman, Sumatera Barat, Senin (13/7/2020). Kota Pariaman bersama Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Sawahlunto, dan Kabupaten Pasaman Barat merupakan empat daerah zona hijau di Sumatera Barat yang sudah memulai aktivitas belajar-mengajar di sekolah dengan pola tatap muka langsung dan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

AKURAT.CO, Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora DIY, Bambang Wisnu Handoyo menekankan pembelajaran tatap muka tetap diperlukan selama kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah selama masa Pandemi COVID-19. Nantinya, dikombinasi dengan konsep daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Kita menganggap perlu kalau tatap muka itu. Tetep dibutuhkan," kata pria yang karib disapa BWH ini di kantornya, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Rabu (15/7/2020).

Model pembelajaran klasikal, menurut BWH, diperlukan untuk memfasilitasi antara guru dan murid, sebagai momen menyampaikan hal-hal yang sulit diakomodir melalui PJJ. "Tatap muka pun lebih banyak mengomunikasikan hal-hal yang tidak dipahami, diskusi, atau pemahaman-pemahaman apa," sambung dia.

baca juga:

Hanya saja untuk komposisinya antara tatap muka dan PJJ, belum ditentukan. Perbandingan sementara 30:70 atau 40:60, di mana bimbingan klasikal persentasenya lebih sedikit.

BWH pun mengaku telah berdiskusi secara daring bersama Pakar Pendidikan, Darmaningtyas dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ainun Na'im. Dikatakannya, Kemendikbud kala itu sepakat akan menetapkan konsep PJJ terlebih dahulu.

"Artinya, konsep pembelajaran jarak jauh tidak sama dengan pembelajaran kelas. Dalam arti, kalau kelas masuk dari jam 07.00-16.00, dengan 7-8 mata pelajaran, kalau daring nggak bisa dong. Artinya, yang harus dipilih kurikulum-kurikulum inti, pelajaran inti," urainya.

Oleh karenanya, BWH pun mengusulkan agar para siswa SD jangan dibebani terlalu banyak mata pelajaran. Ditambah lagi, kapasitas guru SD yang biasanya mengampu lebih dari satu subjek sehingga berpotensi kelimpungan pada prosesnya.

"Kalau di SMP saja sudah ada bidang studi, kalau SD nggak. Jadi, mau seperti apa, sehingga kelas I-III itu lebih banyak kepada pembelajaran etika, budi pekerti, dan sebagainya. Tidak dibebani persoalan-persoalan, nggak terlambat, nah itu mau dikaji sama kementerian, monggo," ungkapnya.

Sepenuturan BWH, dari persoalan di atas pula lah, muncul wacana untuk tetap melibatkan pertemuan tatap muka antar guru dan murid tadi. "Nah, tatap muka yang seperti apa, ini yang sedang diolah juga," lanjut BWH.

Sementara standarisasi sekolah untuk menerapakan PJJ, kata BWH sejauh ini masih digodog. Namun, menurutnya, standar ini tetap diperlukan meski dengan kondisi dan fasilitas beragam yang disediakan oleh tiap-tiap satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.[]

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

News

Dengarkan Pesan Mendikbud Nih, PJJ Tetap Berlangsung Meskipun Sekolah Dibuka

Image

News

Nadiem Makarim: Meski Sekolah Sudah Tatap Muka Tapi Hanya 50 Persen Diikuti Siswa

Image

News

Terlilit Masalah Finansial, Seorang IRT di Yogyakarta Bikin Laporan Palsu Ngaku Motornya Dirampas

Image

News

Balita di Sleman Tewas Dianiaya, Pelaku Ngaku Jengkel Korban Sering Ngompol

Image

News

Wabah Corona

FOTO KBM Tatap Muka Dilakukan dengan Standar Protokol Kesehatan

Image

News

Sri Sultan HB X Tak Larang Warganya Gelar Tirakatan Asal Patuh Protokol Kesehatan

Image

News

Terkait Benda Mencurigakan dan Pesan Ancaman Bom di Masjid UNY, Polisi Periksa CCTV

Image

News

Benda Mencurigakan dengan Pesan Ancaman Bom Ditemukan di Masjid UNY, Polisi: Tidak Berbahaya

Image

News

Duh, Hampir Semua Thermo Gun Petugas Jaga Malioboro Rusak karena Pemakaian Non-stop

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Jakarta Menjadi Zona Hitam Corona, Pengamat: Jangan Buat Resah Warga, Sampaikan Informasi yang Lengkap

Image
News
Wabah Corona

5 Fakta Menarik Sputnik V Buatan Rusia, Bakal Produksi Massal Meski Belum Selesai Uji Coba Tahap 3

Meski belum disetujui WHO, Rusia telah berencana memproduksi skala besar dan menggelar vaksinasi massal.

Image
News

Bantahan Veronika Koman Soal Tidak Kembali ke Indonesia

"Kemenkeu mengabaikan pula fakta bahwa saya telah menunjukkan keinginan kembali ke Indonesia."

Image
News

Ilmuwan AS Sangsikan Keamanan Vaksin Sputnik V: Saya Benar-benar Ragu

"Memiliki vaksin dan membuktikan bahwa vaksin itu aman dan efektif adalah dua hal yang berbeda," ujarnya

Image
News

Riza Patria Klaim Kasus Covid-19 Jakarta Tidak Parah

Riza mengatakan angka kematian akibat Covid-19 di Jakarta mencapai 3,7 persen dari total kasus.

Image
News

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemprov DKI Perpanjang PSBB Transisi Dua Pekan

Alasan Pemprov DKI memperpanjang PSBB Transisi lantaran kasus Covid-19 terus melonjak setiap harinya.

Image
News

Tirukan Instruksi Online Gurunya, Aksi Murid Ini Bikin Tepok Jidat

Ya nggak salah juga sih, instruksi gurunya juga gitu.

Image
News

Jaksa Pinangki Tersangka, MAKI: Harusnya Jaksa Patuh Hukum

Boyamin prihatin.

Image
News

75 Pasangan di Bantul Ikuti Nikah Massal, Ada Sesi TikTok Bareng di Pantai Cemara Sewu

Acara diselenggarakan oleh Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais Bantul) dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul.

Image
News

Presiden Jokowi: Insya Allah Januari Kita Sudah Bisa Produksi Vaksin Covid-19

"Kita optimistis bahwa dengan segera ditemukannya vaksin ini kita bisa melakukan vaksinasi kepada seluruh rakyat," kata Presiden.

terpopuler

  1. RSUP Fatmawati Diminta Tes Usap Tenaga Medisnya

  2. Seorang Dokter dan 19 Perawat di RSUP Fatmawati Diduga Positif Covid-19

  3. Isu Afgan Penyuka Sesama Jenis Mencuat Lagi, Kok Bisa?

  4. Tegang saat Akan Tes Swab, Ibu Ini Remas Bagian Intim Petugas Kesehatan

  5. 5 Fakta Unik Ultah ke-33 Arema, ASN Wajib Beratribut Arema

  6. BPJS Ketenagakerjaan Masih Kumpulkan Rekening Calon Penerima Subsidi Upah

  7. Temuan Bayi di Jati Pulo, Dina Berhasil Bohongi Warga Satu RW

  8. Mahasiswanya Berniat 'Membayar' karena Dapat Nilai E, Jawaban Dosen ini Menohok

  9. Ngarep Bantuan Rp600 Ribu dari Pemerintah, Begini Caranya!

  10. Fahri dan Fadli Dapat Penghargaan, Apa Kata Tsamara dan Yunarto?

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Dr. Made Saihu

Dakwah sebagai Jalan Hidup

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan | Siapkan 250 Juta Vaksin Covid-19 Dalam Setahun

Image
News

Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan Siapkan 250 Juta Vaksin, Bisa Digunakan Pertengahan 2021

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Sosok

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk