image
Login / Sign Up

Masinton: Asas Praduga Tak Bersalah Harus Dikedepankan

Melly Kartika Adelia

Image

TKN Jokowi Ma'ruf Masinton Pasaribu saat menjadi pembicara dalam diskusi Polemik Akhir Pekan dikawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2019). Para pembicara memaparkan pandangannya terkait hasil Pemilu dalam diskusi Polemik MNC Trijaya dengan tema 'Pemilu Serentak yang Menghentak'. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Asas praduga tak bersalah wajib dikedepankan dalam persoalan hukum yang belum berkekuatan hukum tetap atau belum inkracht.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu menanggapi tentang pemberitaan media massa terhadap pengusaha Kimin Tanoto. Dimana akibat pemberitaan itu Kimin mengaku merasa dicemarkan nama baiknya.

"Kedepankan prinsip asas praduga tak bersalah dalam persoalan hukum yang belum inkrah," tegas Masinton kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/7/2020) malam. 

baca juga:

Sebelumnya, merasa namanya dicemarkan, Kimin pun membantah pemberitaan dari salah satu portal berita online, yang berjudul "Advokat Desak Polisi Tangkap Terduga Pemalsu SNI Kimin Tanoto". Berita itu tayang pada tanggal 13 Juli 2020 lalu.

"Dengan ini kami menyampaikan keberatan dan sanggahan atas pemberitaan tersebut," tegas Harmaein Lubis, selaku kuasa hukum Kimin Tanoto kepada wartawan.

Dijelaskannya, dia sudah menyampaikan sikap keberatan karena publikasi berita yang diduga dilakukan secara sepihak, tanpa melakukan verifikasi serta permintaan klarifikasi terlebih dahulu (Check & Recheck).

"Junjung tinggi nilai-nilai maupun kode etik jurnalistik dengan baik, khususnya mengenai asas pemberitaan yang independen, komprehensif dan proporsional, dimana asas-asas tersebut menekankan pada prinsip penyajian berita secara berimbang, luas dan lengkap, tanpa adanya kepentingan pribadi serta intervensi dari pihak manapun, dimana untuk itu saya sangat menyoroti beberapa redaksi yang saya anggap cukup provokatif dan tendensius," sesal Harmaein.

Ditekankan dia, hal tersebut sangat mengganggu dan mencederai harkat dan martabat sang klien, selaku Warga Negara Indonesia yang harkat dan martabatnya dilindungi secara konstitusional. 

"Beberapa redaksional yang saya anggap provokatif dan tendensius diantaranya berjudul Advokat Desak Polisi Tangkap Terduga Pemalsu SNI Kimin Tanoto," ujarnya.

ASAS PRADUGA TAK BERSALAH

Terhadap penyebutan nama secara lengkap dalam judul tersebut di atas, menurut Harmaein Lubis sangatlah emosional, tendensius dan melanggar hak privasi kliennya. 

"Sehingga klien saya merasa dihakimi secara tidak langsung oleh pemberitaan yang ada," imbuhnya.

Kemudian, soal Redaksi : Polisi masih mencari Kimin, namun anak buahnya, L dan A telah ditahan dan menjadi tersangka (Vidio - paragraf kedua), menurut Harmaein redaksi tersebut sangat amat menyakiti hati kliennya, karena berisikan redaksional dan opini yang menghakimi dan bersifat provokatif.

"Klien saya tidak pernah hilang dan melarikan diri, namun begitu mengapa redaksi yang ada menyebut polisi masih mencari Kimin? Kalimat tersebut berpotensi dan dapat ditafsirkan seolah-olah klien saya telah melarikan diri dan melakukan tindakan yang bersifat tidak kooperatif, padahal faktanya klien saya tidak pernah melarikan diri dan tidak pernah mengabaikan panggilan dari pihak yang berwajib, bahkan terhadap panggilan pertama dari pihak kepolisian Saya baru di jadwalkan untuk menjalani pemeriksaan pada tanggal 14 Juli 2020," ulasnya.

Harmaein menyebutkan, sebagaimana Surat Panggilan nomor : S.pgl/4688/VII/2020/Ditreskrimum, sehingga redaksi tersebut sangat tendensius, serta mengabaikan kewajiban untuk melakukan Check and Recheck terlebih dahulu terkait kebenaran informasi sebelum melakukan pemberitaan.

"Redaksi juga menyebutkan soal, Ia menunding praktik curang tersebut sudah dilakukan Simon Tonoto selama kurang lebih 3 tahun dan mengakibatkan potensi kerugian negara mencapai Rp 2,7 triliun (Vidio-paragraf ketiga). Redaksi yang disampaikan tersebut bersifat opini yang menghakimi dan merupakan fitnah yang sadis, dimana tidak seharusnya sebuah opini tanpa dasar dan alasan yang jelas, di muat dalam pemberitaan yang kemudian dipublikasikan secara luas," sesalnya lagi.

Harmaein pun mempertanyakan dasar pernyataan dan pencantuman nilai kerugian yang tidak dapat dipertanggungjawabkan tersebut. Sebab menurut dia, bahwa hal tersebut merupakan informasi itu tidak benar dan harusnya tidak dipublikasikan. 

Selain itu soal Redaksi : Dari penangkapan L dan A, anak buah Kimin, polisi menyita 4.600 ton besi siku impor yang ditempeli stiker SNI palsu berlogo Gunung Garuda (Vidio- paragraf keempat), menurut Harmaein, redaksi yang disampaikan tersebut menurut dia secara terang benderang telah melanggar asas presumption of innocence/ asas praduga tidak bersalah. Dimana pada faktanya, tidak ada suatu putusan pengadilan manapun yang bersifat inkracht. Maka dari itu, dia pun meminta agar berita tersebut segera dicabut atau diralat sebagaimana bantahan yang telah disampaikan, dalam kurun waktu 1x24 jam sejak tanggal penayangan dan/atau pemberitaan tersebut.

"Menyampaikan permintaan maaf serta mengakui kesalahan atas pemberitaannya tersebut kepada para pembaca dan/atau pendengar dan/atau pemirsa secara online 1x24 jam sejak tanggal penayangan dan/atau pemberitaan," pungkas Harmaein.[] 

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

Ekonomi

Komisi XI: Fungsi Perbankan Belum Maksimal terhadap Petani

Image

News

Presiden Akan Berikan Bintang Tanda Jasa, Ini Kata Fahri Hamzah

Image

News

Wabah Corona

Gulkarmat DKI Kerahkan 9 Mobil Pemadam 'Jinakkan' Covid-19 di Gedung DPR/MPR RI

Image

Ekonomi

Sektor Pertanian Bisa Jadi Penyelamat Ekonomi RI Kuartal III-2020 dari Resesi

Image

Ekonomi

DPR RI

Pemerintah Harus Selamatkan Kelas Menengah dengan Gratiskan Seluruh Tarif Listrik dan Cicilan

Image

News

Wabah Corona

Mendagri Diminta Awasi Inpres Soal Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

Image

News

Besok AHY Bakal Temui Puan Maharani dan Bamsoet, Bahas Apa?

Image

News

DPR RI

Komisi III: Calon Kapolri Harus Berintegritas dan Punya Rekam Jejak yang Baik

Image

News

DPR RI

DPR Ingatkan Hadi Pranoto dan Anji Soal Penyesatan Informasi Publik

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Jadi Benua Terakhir yang Belum Tersentuh Corona, Antartika Jadi 'Harapan' Ilmuwan

Peneliti dunia berharap Antartika akan selamanya nol kasus COVID-19

Image
News

Lagi, Jaksa Nakal Diduga Bersekongkol dalam Kasus Djoko Tjandra Dilaporkan ke Komjak

Telpon Djoko Tjandra sebelum ditangkap polisi.

Image
News

Mahfud MD: Karena Demokrasi, Semua Orang Melakukan Korupsi Sendiri-sendiri

Sekarang dilakukan pejabat negara tamak.

Image
News

Cerita Rona, Dulu Dihamili kini Anak Gadisnya Dibawa Kabur Pria Paruh Baya

Keduanya dicari polisi.

Image
News

Kejagung Beberkan Alasan Cabut Aturan Periksa Jaksa Harus Izin Jaksa Agung

Munculkan disharmoni antar lembaga penegak hukum.

Image
News

Sambil Menangis, Saksi Nie Swe Hoa Minta Jaksa Kembalikan Uang Rp 20 Miliar

Uang yang disita tidak ada kaitan dengan kasus Jiwasraya.

Image
News

Megawati: Cakada PDIP Harus Menjadi Seorang Patriot

Mega juga ingatkan calon kepala daerah tidak korupsi.

Image
News

750 Jiwa Terdampak Kebakaran di Tambora, Pemerintah Sediakan Tenda Pengungsian

Kantor Kelurahan Duri Selatan akan dijadikan lokasi pengungsian.

Image
News

Elektabilitas Soerya Respationo Duduki Posisi Tertinggi di Pilkada Kepri

Soerya Respationo dikenal oleh 70,6 persen responden.

Image
News

Rumah Padat Penduduk di Tambora Hangus Dilalap Si Jago Merah

Ratusan petugas pemadam dikerahkan ke lokasi kebakaran lantaran api terus membesar dan melahap rumah warga.

terpopuler

  1. RSUP Fatmawati Diminta Tes Usap Tenaga Medisnya

  2. Jokowi Ajak Beli Produk Lokal, Rizal Ramli: ini Contoh Imbauan Ngasal!

  3. Seorang Dokter dan 19 Perawat di RSUP Fatmawati Diduga Positif Covid-19

  4. Isu Afgan Penyuka Sesama Jenis Mencuat Lagi, Kok Bisa?

  5. 5 Fakta Unik Ultah ke-33 Arema, ASN Wajib Beratribut Arema

  6. Tegang saat Akan Tes Swab, Ibu Ini Remas Bagian Intim Petugas Kesehatan

  7. BPJS Ketenagakerjaan Masih Kumpulkan Rekening Calon Penerima Subsidi Upah

  8. Selangkah Lagi Menuju Betis, Bravo Kembali ke La Liga?

  9. LIB dan Klub Belum Final Soal Pemilihan Tuan Rumah

  10. Ngarep Bantuan Rp600 Ribu dari Pemerintah, Begini Caranya!

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan | Siapkan 250 Juta Vaksin Covid-19 Dalam Setahun

Image
News

Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan Siapkan 250 Juta Vaksin, Bisa Digunakan Pertengahan 2021

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Sosok

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk