image
Login / Sign Up

Terawan Terbitkan Empat Istilah Baru Seputar COVID-19, Berikut Ini Penjelasannya

Siswanto

Image

Ilustrasi virus Corona (Covid-19). | AKURAT.CO

AKURAT.CO, Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari unsur pengarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah merevisi empat istilah dalam Definisi operasional penangan COVID-19.

Juru bicara pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan empat istilah tersebut meliputi Orang Dalam Pemantauan, Pasien Dalam Pengawasan, Orang Tanpa Gejala, dan Kasus Konfirmasi.

Istilah tersebut akan diubah menjadi kasus suspek, kasus probable, kemudian Definisi kontak erat, pelaku perjalanan, discarded, selesai isolasi dan kematian.

baca juga:

"Orang Dalam Pemantauan, Pasien Dalam Pengawasan, Orang Tanpa Gejala, Kasus Konfirmasi, kita akan ubah menjadi kasus suspect, kasus probable, kemudian kita juga akan mendefinisikan tentang kasus konfirmasi," kata Yuri dalam konferensi pers daring di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta.

"Kemudian, kontak erat, pelaku perjalanan, discarded, selesai isolasi, dan kematian," dia menambahkan.

Menurut Yuri perubahan tersebut telah diatur dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Disease 19 atau COVID-19 dengan nomor KMK HK 0107/menkes/413/2020. Surat tersebut merupakan revisi kelima yang kemudian mencabut KMK 247 tentang revisi keempat.

"Ini adalah revisi kelima yang kemudian mencabut KMK 247 tentang revisi keempat," kata Yuri.

Yuri yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI juga menjelaskan bahwa perbaikan tersebut adalah serial yang kemudian akan gunakan sebagai pedoman di dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19.

Sehingga ke depannnya diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pengendalian COVID-19 baik oleh pemerintah, pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten dan kota.

 Yuri tak menyangkal bahwa perbaikan tersebut tentunya memiliki pengaruh terhadap sistem pelaporan yang nantinya akan dilakukan pada hari-hari berikutnya.

Namun secara prinsip dan mendasar, Yuri menjelaskan tidak ada perubahan di dalam kaitan identifikasi kasus.

"Tetap dengan menggunakan basis penegakan diagnosa pemeriksaan antigen dengan Real Time PCR atau menggunakan TCM. Sekali lagi, ini adalah berbasis pada pemeriksaan antigen, bukan melakukan pemeriksaan antibodi," kata Yuri.

Secara garis besar, Definisi kasus suspek di antaranya menyinggung tiga kriteria. Pertama kasus infeksi saluran pernapasan yang akut, dimana di dalam riwayat penyakitnya dalam 14 hari sebelum sakit, dia atau orang yang bersangkutan berasal atau tinggal di daerah yang sudah terjadi local transmission atau penularan lokal.

"Maka, kita masukkan ini dalam kelompok suspek," kata Yuri.

Kemudian yang kedua, dalam 14 hari terakhir pernah kontak dengan kasus yang sudah terkonfirmasi positif, atau kontak dengan kasus probable. Kontak dalam hal ini adalah kontak dekat. Kontak dekat kurang dari 1 meter tanpa pelindung dengan waktu sekitar lebih dari setengah jam, dan seterusnya.

"Maka, ini juga kita masukkan di dalam kelompok kasus suspek atau kemudian, infeksi saluran pernapasan atas yang berat, dan harus dirawat di rumah sakit, dan tidak kita ketemukan penyebabnya secara spesifik yang meyakinkan bahwa, ini bukan penyakit COVID," kata Yuri.

"Artinya, kita curiga bahwa, ini adalah COVID maka, kita masukkan ini di dalam kelompok suspek," dia menambahkan.

Kemudian, apabila melihat pada revisi keempat maka, semua kasus Pasien Dalam Perawatan adalah kasus suspek. Termasuk kasus Orang Dalam Pemantauan yang memiliki keluhan ISPA, dan pernah kontak dengan kasus terkonfirmasi positif, maka itu juga masuk ke dalam kasus suspek.

Selanjutnya untuk kasus probable, definisinya adalah apabila penderita dengan infeksi saluran pernapasan berat disertai dengan gangguan pernapasan ARDS, atau kemudian meninggal dengan hasil uji klinis yang meyakinkan hal itu adalah COVID.

"Dari gambaran rontgen paru misalnya, kita dapatkan dari gambaran hasil pemeriksaan laboratorium darah misalnya, dan ini belum terkonfirmasi pemeriksaan RT-PCR. Maka, ini kita masukkan di dalam kasus probable," kata Yuri.

Dengan kata lain, kasus probable ini adalah kasus yang klinis diyakini COVID-19 dalam kondisi atau keadaan berat, namun belum dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan diagnosa COVID melalui RT-PCR.

Berikutnya yang terakhir adalah kontak erat. Adapun definisinya adalah apabila seseorang terlibat kontak dengan konfirmasi positif, atau dengan kasus probable, maka yang bersangkutan masuk ke dalam kelompok kontak erat.

Dalam hal ini, tentunya kasus konfirmasi yang dimaksud harus sudah melalui pemeriksaan PCR dan hasilnya positif.

"Bisa dengan gejala simptomatis, atau tanpa gejala, asimtomatis. Ini adalah termasuk di dalam kelompok pasien yang konfirmasi," kata Yuri.

Sebagaimana sesuai informasi yang telah dijelaskan di awal, bahwa basis perhitungan dengan Definisi operasional baru tersebut kemudian akan digunakan mulai hari ini untuk melakukan pelaporan data COVID-19 ke depannya. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

Iptek

Facebook Hapus Postingan Trump yang Mengklaim Anak-anak "Kebal" Covid-19

Image

Ekonomi

Bos Kadin Sebut Ekonomi RI Minus Gara-gara Dana PEN Lambat Diserap

Image

Ekonomi

Ekonom Minta Masyarakat Tak Perlu Panik Hadapi Resesi

Image

Ekonomi

Pemerintah Kebut Realisasi Bansos Tambahan Terdampak COVID-19

Image

Hiburan

Klarifikasi, Anji Mengaku Sebelumnya Tak Mengenal Hadi Pranoto

Image

Hiburan

Lagi Pandemi Covid-19, Kesha Ratuliu Sering Gonta-Ganti Rencana Pernikahan

Image

News

Terbitkan Inpres No 6/2020, Jokowi Minta TNI, Polri, dan Kepala Daerah Gencarkan Sosialisai Protokol Kesehatan

Image

Ekonomi

Stafsus Menkeu: Pemda Punya Peran Besar Pulihkan Ekonomi

Image

News

DPR RI

Komisi VI Minta Vaksin COVID-19 Produksi Bio Farma Dibagikan Gratis ke Masyarakat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ada Peran Pengusaha di Balik Pertemuan Jaksa Pinangki dengan Djoko Tjandra di Malaysia, Inisial R

Dari sini dugaan gratifikasi menguat.

Image
News

Tak Remehkan Covid-19, Masjid Terapkan Protokol Kesehatan Diapresiasi

Jumlah pasien terpapar masih tinggi.

Image
News

Korupsi Importasi Tekstil di Dirjen Bea Cukai Rugikan Negara Rp 1,6 Triliun

Siap disidangkan.

Image
News

Penyidik KPK Cecar Bupati Blora Soal Aliran Uang Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Diduga ada kickback dari hasil penggunaan produk PT DI oleh sejumlah pejabat Kementrian/lembaga

Image
News

Faiq dan Astrid Dua Kali Berbuat 'Begituan' di Apartemen Margonda Residence V

Sewa kamar apartemen Rp175 ribu.

Image
News
DPD RI

DPD RI Soroti 174 Pasal Terkait Kewenangan Daerah dalam RUU Cipta Kerja

Wakil Ketua Komite II ini meminta unsur masyarakat dan pemerintah di daerah proaktif menyuarakan dan memberikan masukan.

Image
News

Agot Digerebek Polisi Saat Asyik Isap Sabu di Toilet Masjid

"Tersangka ditangkap tanpa perlawanan saat sedang asik menggunakan narkoba."

Image
News

Kemenkop Suntik Stimulus Rp28,8 Triliun Buat 12 Juta Pelaku Usaha Mikro dan Ultra Mikro

Image
News

Diberikan Ciuman Leher di Malam Pertama, Wanita ini Malah Tewas

Dokter menyebut pengantin tersebut mengalami serangan jantung

Image
News

Jahat! Pria Ini Bunuh Pacarnya Usai Hubungan Badan, Jenazahnya Dimasukan ke Karung

MR membunuh PI dengan cara menjerat leher dengan tali rafia.

terpopuler

  1. Anies Baswedan: Alhamdulillah, DKI Jakarta Paling Demokratis se-Indonesia

  2. Atta Halilintar Beri Sinyal Batal Nikahi Aurel di GBK

  3. Sisi Sederhana Ulama NU Gus Baha Kembali Terungkap, Ternyata Tak Punya WA

  4. Demokrat: Pertemuan AHY dengan Puan dan Bamsoet Salah Satunya Membahas Isu Politik

  5. Viral! Pelanggan PLN Protes, Tagihan Listriknya Bengkak Hingga Rp19 Juta

  6. Guyonan Fahri Hamzah: Puluhan Kali Saya ke Istana Belum Pernah Duduk di Meja

  7. Penumpang Transjakarta Galang Petisi Tolak Kebijakan Ganjil-Genap Saat Pandemi

  8. Mantap Jiwa, 3 Zodiak Bakal Dikejar Rezeki di Agustus!

  9. Kemenkes Bantah Obat Herbal Dapat Sembuhkan Covid-19, Jonru: Kalau Kalung Corona Bisa?

  10. Besok AHY Bakal Temui Puan Maharani dan Bamsoet, Bahas Apa?

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Image
DR TANTAN HERMANSAH

“Nyate” dan Perubahan Mikro Sosial

Image
Lasmardi Iswondo

Menjaga Kemabruran Haji

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid

Image
Hiburan

Sisi Sederhana Ulama NU Gus Baha Kembali Terungkap, Ternyata Tak Punya WA

Image
News

Kisah Horor Kaesang di Istana, Awalnya Bikin Penasaran Endingnya Bikin Kesal Warganet