image
Login / Sign Up

Menurut Penelitian, Orang yang Enggan Pakai Masker Tingkat Kecerdasannya Rendah

Citra Puspitaningrum

Image

Presiden AS Donald Trump menolak memakai masker sejak awal pandemi, tetapi akhirnya terlihat mengenakannya pada akhir pekan ini | REUTERS

AKURAT.CO, Kemauan seseorang mematuhi protokol kesehatan ternyata dipengaruhi oleh seberapa banyak informasi yang dapat disimpan oleh kerja memori mereka. Memori itulah yang menentukan kemampuan mental seseorang, termasuk kecerdasan.

Dilansir dari Daily Mail pada Selasa (14/7), tim peneliti dari Universitas California mencoba mengkaji mengapa sebagian orang memilih untuk menolak memakai Masker atau menjaga jarak sosial, sedangkan sebagian lainnya langsung mematuhinya. Hasilnya, terungkap bahwa mereka yang punya kapasitas kerja memori lebih tinggi punya kesadaran yang juga lebih tinggi terhadap manfaat memakai Masker dan mematuhi jarak sosial. Bagian dari memori ini terlibat dalam pengambilan keputusan, penalaran, dan bagaimana seseorang berperilaku.

Jumlah informasi yang dapat ditangkap secara singkat oleh memori tersebut mengindikasikan banyak kemampuan mental, seperti tingkat kecerdasan, pemahaman, dan pembelajaran.

baca juga:

"Semakin tinggi kapasitas kerja memori, semakin besar pula kemungkinan mematuhi perilaku jarak sosial. Menariknya, keterkaitan ini tetap berlaku saat kami secara statistik mengendalikan faktor psikologis dan sosial ekonomi yang relevan, seperti suasana hati yang tertekan dan cemas, sifat kepribadian, pendidikan, kecerdasan, dan pendapatan," ungkap Weiwei Zhang, profesor psikologi di Universitas California.

Zhang dan timnya melakukan survei pada 850 warga Amerika Serikat (AS) sejak 13 Maret hingga 15 Maret. Masa itu merupakan 2 minggu pertama Virus Corona ditetapkan sebagai darurat nasional di Negeri Paman Sam.

Partisipan awalnya mengisi survei demografi yang mencakup seperangkat kuesioner untuk menangkap perbedaan individu dalam kepatuhan jarak sosial, suasana hati yang tertekan, dan perasaan cemas. Survei itu juga menguji variabel kepribadian, kecerdasan, dan pemahaman peserta soal pengorbanan sekaligus manfaat mengikuti protokol kesehatan.

"Kapasitas kerja memori yang berbeda-beda dapat mempengaruhi kepatuhan jarak sosial, seperti halnya beberapa faktor sosial seperti sifat kepribadian," kata Zhang.

Ini menunjukkan bahwa pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan kemampuan kognitif umum individu saat mengampanyekan protokol kesehatan, seperti memakai Masker atau menjaga jarak fisik. Tim peneliti pun menyarankan agar menghindari informasi berlebihan saat mempromosikan protokol kesehatan.

"Pesannya harus singkat, ringkas, dan jelas. Buat proses pengambilan keputusannya mudah bagi orang-orang," tutur Zhang.

Temuan ini juga menunjukkan dibutuhkan upaya proses pengambilan keputusan pada memori kerja sampai jarak sosial mampu dipahami sebagai 'new normal'.

"Intinya, kita tidak boleh mengandalkan perilaku kebiasaan masyarakat karena kepatuhan protokol kesehatan belum cukup terbentuk di masyarakat AS. Sebelum jadi kebiasaan baru, keputusan untuk mematuhi jarak sosial dan memakai Masker butuh usaha mental. Konsekuensinya, kita harus berupaya melawan kecenderungan diri kita sendiri yang enggan mengikuti keputusan penuh usaha itu, seperti tidak mempraktikkan jarak sosial," pungkasnya.

Zhang berharap kontribusi memori kerja akan menurun saat kebiasaan baru, seperti mengenakan Masker atau menjaga jarak sosial, diterima masyarakat seiring berjalannya waktu.

"Akhirnya jarak sosial dan memakai Masker akan menjadi kebiasaan sehari-hari, sehingga keterkaitannya dengan memori kerja akan berkurang," tambahnya.[]

Editor: Nafilah

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Unilever Indonesia Gairahkan 150 Ribu UMKM Rentan Terdampak COVID-19

Image

Ekonomi

Mantap! Obligasi Berkelanjutan IV BTN Kelebihan Permintaan 1,8 Kali

Image

Ekonomi

Ekonomi RI Diramal Membaik hingga Hanya Minus 0,49 Persen di Akhir 2020

Image

News

Wabah Corona

102 Hari Bebas Transmisi Lokal COVID-19, Selandia Baru Kembali Dijangkiti Corona

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Holding BUMN Penerbangan dan Pariwisata Mampu Pulihkan Perjalanan Wisata Terdampak COVID-19

Image

Olahraga

Liga 2 Indonesia 2020

LIB dan Klub Belum Final Soal Pemilihan Tuan Rumah

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Vaksin COVID-19 Bakal Didaftarkan ke BPOM Usai Uji Klinis Fase III

Image

News

Wabah Corona

Klaim Ciptakan Vaksin Corona 'Pertama di Dunia', Vladimir Putin Jadikan Anak Sebagai Kelinci Percobaan

Image

Olahraga

Liga Champions 2019-2020

Ini Lima Aturan "Gelembung" Corona Pemain di Liga Champions

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Lagi, Jaksa Nakal Diduga Bersekongkol dalam Kasus Djoko Tjandra Dilaporkan ke Komjak

Telpon Djoko Tjandra sebelum ditangkap polisi.

Image
News

Mahfud MD: Karena Demokrasi, Semua Orang Melakukan Korupsi Sendiri-sendiri

Sekarang dilakukan pejabat negara tamak.

Image
News

Cerita Rona, Dulu Dihamili kini Anak Gadisnya Dibawa Kabur Pria Paruh Baya

Keduanya dicari polisi.

Image
News

Kejagung Beberkan Alasan Cabut Aturan Periksa Jaksa Harus Izin Jaksa Agung

Munculkan disharmoni antar lembaga penegak hukum.

Image
News

Sambil Menangis, Saksi Nie Swe Hoa Minta Jaksa Kembalikan Uang Rp 20 Miliar

Uang yang disita tidak ada kaitan dengan kasus Jiwasraya.

Image
News

Megawati: Cakada PDIP Harus Menjadi Seorang Patriot

Mega juga ingatkan calon kepala daerah tidak korupsi.

Image
News

750 Jiwa Terdampak Kebakaran di Tambora, Pemerintah Sediakan Tenda Pengungsian

Kantor Kelurahan Duri Selatan akan dijadikan lokasi pengungsian.

Image
News

Elektabilitas Soerya Respationo Duduki Posisi Tertinggi di Pilkada Kepri

Soerya Respationo dikenal oleh 70,6 persen responden.

Image
News

Rumah Padat Penduduk di Tambora Hangus Dilalap Si Jago Merah

Ratusan petugas pemadam dikerahkan ke lokasi kebakaran lantaran api terus membesar dan melahap rumah warga.

Image
News

Ditembak Bagian Pantat, Sulaiman Minta Pelaku Dihukum Berat

Korban mengaku awalnya sempat diikuti pengendara mobil.

terpopuler

  1. Jokowi Ajak Beli Produk Lokal, Rizal Ramli: ini Contoh Imbauan Ngasal!

  2. 5 Fakta Unik Ultah ke-33 Arema, ASN Wajib Beratribut Arema

  3. Isu Afgan Penyuka Sesama Jenis Mencuat Lagi, Kok Bisa?

  4. RSUP Fatmawati Diminta Tes Usap Tenaga Medisnya

  5. Seorang Dokter dan 19 Perawat di RSUP Fatmawati Diduga Positif Covid-19

  6. Tegang saat Akan Tes Swab, Ibu Ini Remas Bagian Intim Petugas Kesehatan

  7. BPJS Ketenagakerjaan Masih Kumpulkan Rekening Calon Penerima Subsidi Upah

  8. Penyesalan Pemeran Konten Pornografi hingga Ingin Masuk Pesantren

  9. Latih Juventus, Pensaran Strategi Apa yang Bakal Digunakan Pirlo?

  10. LIB dan Klub Belum Final Soal Pemilihan Tuan Rumah

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan | Siapkan 250 Juta Vaksin Covid-19 Dalam Setahun

Image
News

Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan Siapkan 250 Juta Vaksin, Bisa Digunakan Pertengahan 2021

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Sosok

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk