image
Login / Sign Up

DPN APTI Ingatkan Presiden, Perpres Nomor 18 Tahun 2020 Kiamat bagi Jutaan Petani Tembakau

Dian Rosmala

Image

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI), Agus Parmuji | Istimewa

AKURAT.CO, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 dinilai mengancam keberadaan jutaan Petani Tembakau.

Ketua umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI), Agus Parmuji mengatakan RPJMN mengandung klausul-klausul yang mengancam eksistensi tembakau. Diantaranya klausul bahwa pemerintah akan terus menggali potensi penerimaan melalui penyederhanaan struktur tarif cukai hasil tembakau (CHT), dan peningkatan tarif cukai hasil tembakau.
 
“Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kami cintai, nasib kami akan dikemanakan? Kami rakyat protes dengan sikap kebijakan Bapak Jokowi yang tidak melindungi jutaan Petani Tembakau yang mayoritas Nadhliyin itu!,” tegas Agus Parmuji dihubungi di Jakarta, Senin (13/07).
 
Menurut kajian APTI, dalam penyusunan RPJMN khususnya yang berkaitan dengan pertanian dan industri hasil tembakau (IHT), banyak klausul bertumbu pada porsi dalih kesehatan.
 
“Kalau hal tersebut  tidak terkontrol dengan baik, maka  akan  menjadi  alat dan perangkat untuk menggulung ekonomi tembakau di masa yang akan datang,” tegas Agus mengingatkan.
 
Agus Parmuji menambahkan dalam klausul RPJMN terkait poin bahwa pemerintah akan  menaikan cukai tembakau secara bertahap atau setiap tahun. Klausul ini menurut Agus jelas sekali akan berpengaruh dan mengganggu stabiltas penyerapan tembakau lokal dari segi kuota maupun harga.
 
“Serta  berdampak pandemi ekonomi yang berkepanjangan bahkan secara berlahan kiamat ekonomi akan melanda Petani Tembakau!,” terangnya.
 
Agus mengingatkan Presiden Jokowi bahwa sampai saat ini  hasil tembakau mayoritas diserap oleh industri rokok. Bahkan hingga saat ini belum ada industri lainya yang menggunakan bahan baku tembakau baik industri farmasi, industri makanan, dan industri strategis lainya.
 
Sebagai rakyat yang masih legal di Republik Indonesia, para Petani Tembakau sudah mengirimkan puluhan surat baik ke Kementerian terkait pertembakaun, pun juga surat resmi kepada bapak Presiden Jokowi.

Bahkan belasan audensi sudah ditempuh untuk menyampaikan nasib Petani Tembakau
 
“Alhasil, sampai saat ini kesejukan kebijakan dari bapak Presiden Jokowi dan kementerian terkait belum kami dapatkan balasan. Sebaliknya, kami semakin tertekan dengan banyaknya regulasi yang mengancam nyawa kami,” katanya.

DPN APTI sampai saat ini masih _husnudzon_ bahwa Presiden Jokowi berkomitmen memihak dan melindungi Petani Tembakau sebagai bagian dari aset nasional. Karenanya, APTI memohon agar Presiden Jokowi segera melakukan langkah-langkah strategis. 

Pertama, bahwa Perpres 18/2020 yang klausulnya mengancam Petani Tembakau, diantaranya kenaikan cukai secara bertahap setiap tahun, dan revisi PP 109/ 2012  untuk dihilangkan.
 
“Bahwa budidaya tembakau dan  rakyat Petani Tembakau masih dibutuhkan di negara ini untuk menghidupkan ekonomi desa, serta dibutuhkan sebagai pemasukan negara (APBN),” katanya.
 
Kedua, sebagai bukti nyata negara  mengayomi rakyatnya, DPN APTI meminta bapak Presiden Jokowi segera membuat kebijakan pengaturan pembatasan importasi luar negeri dengan sistem bahwa penyerapan tembakau nasional harus dijadikan acuan untuk ijin import di tahun berikutnya.
 
Ketiga, dalam masa pandemi Covid-19, DPN APTI memohon bapak Presiden Jokowi segera  melakukan percepatan untuk memerintahkan kepada industri (pabrikan rokok)  segera mengatur sistem kebijakan pembelian tembakau lokal atau nasional.
 
Dalam hitungan hari ke depan, petani  tembakau sudah memasuki musim panen. Oleh karenanya, dibutuhkan peran dan aksi nyata  pemerintah dan semua industri hasil tembakau untuk saling berbagi demi pemulihan ekonomi rakyat kecil. 
 
Agus bilang bahwa sedekah kebijakan dari bapak Presiden Jokowi yang toleran bagi rakyat pertembakauan serta sedekah percepatan sistem pembelian semua industri sangat dibutuhkan oleh jutaan Petani Tembakau saat ini.
 
“Ingat, kesakitan rakyat merupakan kehancuran negara, kemakmuran rakyat merupakan kekuatan negara,” pungkasnya. 

baca juga:

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

Respons Menohok APTI Buat Mensos Juliari yang Usul Kenaikan Harga Rokok Rp100 Ribu per Bungkus

Image

News

LBM PBNU: RPJMN Tak Lindungi Jutaan Petani Tembakau yang Mayoritas Nahdliyin

Image

News

Pesan Petani Tembakau untuk Dokter Reisa: Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka

Image

News

APTI: Waspadai Intervensi Asing yang Ingin Matikan Industri Tembakau Nasional

Image

News

Kesejahteraan Petani Tembakau Turun Akibat Resesi Ekonomi, Pemerintah Diminta Berbuat Nyata

Image

News

Pandemi Covid-19, Petani Usulkan 4 Poin Krusial bagi Pemerintah, Apa Saja?

Image

News

Begini Cara APTI Temanggung Melawan Covid-19

Image

News

Tembakau Selalu Disudutkan Tapi Bisa Bantu Darurat Negara

Image

News

Gelar Musyawarah Daerah, DPD APTI Jawa Tengah Lahirkan Lima Poin Rekomendasi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kecup Perut Remaja 15 Tahun, Pria Ini Hampir Dihakimi Warga di Mataram

Polisi mengamankan terduga pelaku asusila sebelum warga main hakim sendiri.

Image
News

Ribut dengan Pimpinan KPK, Putra Amien Rais Jual Nama Wakil Ketua Komisi III

Apapun jabatan kita bukan berarti membuat kita dikecualikan dari kewajiban etik dan hukum

Image
News

Dituding Gelapkan Dana Nasabah Rp58 Miliar, Pemilik dan Direksi PT Kreshna Dilaporkan ke Polisi

Direksi PT Kreshna dilaporkan dengan laporan polisi nomor: LP/4834/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT.PMJ tertanggal 14 Agustus 2020

Image
News

Telat Diberi Makan Siang, Pria India Tega Ceraikan Istrinya

Keduanya sempat bertengkar hebat

Image
News

Bisnis Unik Wakaresaseya di Jepang, Raup Cuan dengan Rusak Jalinan Asmara Orang

Siasatnya pun bermacam-macam, mulai dari penjebakan, mempersulit keuangan, hingga kebohongan

Image
News

Jombang Gelar Bimtek Pengolaan Kesuburan Lahan di Lokasi IPDMIP

Bimtek ini dilaksanakan untuk memberikan pembekalan kepada penyuluh agar dapat meningkatkan produktivitas lahan milik petani

Image
News

Partai Gelora Bidik Suara Umat Islam dan Milenial

"Nasib kita mayoritas Islam, karena itu beda dengan PSI," kata Fahri.

Image
News

Istri Sandiaga Menang Lelang Sepeda Bertanda Tangan Jusuf Kalla

Nur Asia Uno memenangkan lelang sepeda buatan London, Inggris dalam acara lelang amal yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI).

Image
News

Pria India di Malaysia Dibui 5 Bulan Usai Langgar Karantina Mandiri, Diduga Terkait 45 Kasus Baru

Ia nekat pergi ke restorannya selama periode karantina. Puluhan orang, termasuk keluarga, pegawai restoran, dan pelanggan tertular.

Image
News

Pengamat: RUU Cipta Kerja Akomodasi Perkembangan Zaman

Pelibatan buruh dalam pembahasan RUU Ciptaker langkah maju.

terpopuler

  1. Anggaran Pilkada Rp20 T, Rizal Ramli: Sebaiknya Dibelikan 30 Juta HP untuk Anak-anak Kurang Mampu

  2. Gaduh Beasiswa Veronica Koman, Stafsus Sri Mulyani: Penuhi Saja, Tanpa Perlu Playing Victim

  3. Geger Penampakan Kuntilanak di Lapangan Badminton di Depok, Bikin Merinding

  4. Hamil Barengan, 5 Potret Kompak Kakak Beradik Citra Kirana dan Erica Putri

  5. Ini Prestasi Anggoro Winardi yang Dituduh Polisi Gadungan

  6. Xi Jinping Kesal Banyak Warganya Bikin Konten Buang-buang Makanan di Tengah Isu Krisis Pangan

  7. Hadir dengan Batre Jumbo, Redmi 9A Cuma Dibanderol Satu Jutaan!

  8. Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

  9. Pejabat Kejagung Beda Pendapat Soal Dugaan Gratifikasi Jaksa Pinangki, PK atau Fatwa?

  10. Banjir Rendam Pemukiman dan Sejumlah Ruas Jalan Termasuk Sudirman

Akurat Solusi-1

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Merindukan Kemerdekaan Sejati

Image
Afriadi, S.Fil.I, M.IKom

Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

Image
Arli Aditya Parikesit

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Image
Egy Massadiah

Doni Menengok Putaran Roda Zaman

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Protokol Kesehatan Mutlak di Garuda Demi Keselamatan Penumpang

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Bukan Orang Airlines, Ternyata Begini Perasaan Irfan Setiaputra Selama Memimpin Garuda

Sosok

Image
News

5 Potret Gagah Jokowi Kenakan Baju Adat NTT di Sidang Tahunan MPR RI

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain