image
Login / Sign Up

Oh Rupanya Ini Alasan ACTA Dulu Tolak Reklamasi Ahok, Kini Dukung Penuh Reklamasi Anies

Siswanto

Image

Sebuah kapal melintasi kawasan reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta | ANTARA/Wahyu Putro A

AKURAT.CO, Proyek Reklamasi kawasan Ancol, Jakarta Utara, yang akan dilaksanakan pemerintahan Gubernur Anies Baswedan mendapat dukungan penuh dari Advokat Cinta Tanah Air. ACTA sebelumnya menolak keras pulau buatan di Jakarta Utara yang dulu dilakukan zaman Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Kepada AKURAT.CO, Wakil Ketua ACTA Novel Bamukmin menjelaskan kenapa sikap ACTA terhadap Reklamasi zaman Ahok dengan zaman Anies berbeda jauh. Reklamasi era Ahok diduga sarat dengan kepentingan asing dan kepentingan politik.

Novel menyebutkan bangunan-bangunan di atas tanah Reklamasi yang diduga akan dibuat sampai ratusan tower yang bisa menampung 25 juta pendatang asing.

baca juga:

Dia juga mencurigai adanya kepentingan tertentu untuk memenangkan pilkada.

Dari sisi lingkungan, Reklamasi yang dilakukan Ahok dinilai merusak lingkungan hidup. Disebutkan, pasir dan tanah yang dipakai untuk membuat pulau buatan dikeruk dari beberapa daerah sehingga menciptakan masalah baru di tempat lain.

Jika Reklamasi zaman Ahok dinilai lebih banyak mudharotnya, berbeda dengan  Reklamasi ala Anies yang dinilai akan menguntungkan warga Jakarta dan Indonesia.

Di atas pulau buatan nanti, kata Novel, akan dikembangkan sektor-sektor yang memberikan pemasukan bagi Jakarta. Dia menyebut nanti akan dibangun wisata religius terbesar di Asia Tenggara. Dia menyebut akan ada pembangunan masjid dan museum nabi.

"Jadi ada keseimbangan dan tidak ada kepentingan asing. Ini untuk warganya, gimana maju kotanya, bahagia warganya. Tidak dibuka peluang untuk kepentingan asing," kata Novel yang juga ketua media center Persaudaraan Alumni 212.

Kemudian dari sisi lingkungan, menurut Novel, perluasan kawasan daratan ala Anies lebih berfaedah. Tanah untuk menguruk kawasan yang diperluas, katanya, akan diambil dari sungai-sungai dan waduk-waduk di Jakarta.

Hal itu dinilai sekaligus menjadi solusi masalah pengangkalan sungai dan waduk di Jakarta selama ini. Sungai dan waduk yang dikeruk nanti akan bisa menampung air lebih banyak sehingga problematika banjir di Ibu Kota bisa dikurangi.

"Dari sisi lingkungan ini terobosan, brilian, karena selama ini masalah pendangkalan sungai dan waduk belum terpecahkan," katanya.

Novel juga menyinggung masalah kemiskinan di Jakarta. Dia menekankan kepentingan warga miskin kota harus menjadi perhatian. Anies, menurut Novel, memiliki niatan serius untuk menangani permasalahan tersebut.

Novel beberapa kali mengibaratkan perbedaan kebijakan Ahok dan Anies, terutama menyangkut Reklamasi, seperti langit dan bumi.

Anies, kata dia, sudah menunaikan janji kampanye untuk menghentikan Reklamasi yang dilakukan zaman Ahok. Novel menekankan ACTA mendukung rencana Reklamasi yang akan dilakukan pemerintahan Anies karena tujuannya berbeda. 

"Kita dukung Anies karena untungkan warga Jakarta. Dia bikin seimbang, bukan untuk wisata jasmani saja, tetapi juga wisata religi. Itulah bedanya bumi sama langkit. Reklamasi Ahok dan Anies,  jauh. Anies sangat untungkan warga, Ahok sangat rugikan warga dan Indonesia," katanya. 

Reklamasi yang berbeda

Kepada wartawan, Anies mengatakan Reklamasi di kawasan Ancol berbeda dengan proyek Reklamasi 17 pulau yang dilakukan pemerintahan sebelumnya.

"Yang terjadi ini berbeda dengan Reklamasi (17 pulau) yang Alhamdulilah sudah kami hentikan dan menjadi janji kami pada masa kampanye itu," ujar Anies dalam video yang diunggah di akun YouTube.

Penegasan itu terkait dengan Reklamasi Ancol yang jadi sorotan karena dianggap tidak sejalan dengan janji kampanye Anies.

Anies menyatakan Reklamasi Ancol bertujuan untuk kepentingan rakyat, sebab menjadi salah satu media penanganan banjir Jakarta karena tanah untuk Reklamasi Ancol berasal dari kerukan 13 sungai dan lebih dari 30 waduk di Jakarta dan sekitarnya.

"Jadi dikeluarkannya Kepgub ini untuk memanfaatkan lahan yang sudah dikerjakan selama 11 tahun dan sama sekali tidak mengingkari janji. Justru ini menjadi pelengkap bahwa kita memang mengedepankan kepentingan umum, mengedepankan ketentuan hukum, mengedepankan keadilan sosial," tuturnya.

Reklamasi Ancol, kata Anies, juga sama sekali tak bertabrakan dengan kepentingan para nelayan dan tak merusak tatanan masyarakat.

"Proses pembangunannya pun tidak merugikan nelayan dan kawasan ini terbentuk dari lumpur hasil pengerukan sungai untuk mencegah banjir. Jadi semuanya mengikuti ketentuan hukum yang ada," tuturnya.

Bahkan Anies  juga menegaskan semua janji yang disampaikannya saat kampanye pada pemilihan gubernur 2017 lalu saat maju bersama wakilnya, Sandiaga Uno.

"Sekali lagi saya tegaskan Insyaallah semua janji itu telah dan akan terus dilaksanakan. Semua ikhtiar dilakukan untuk melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya, sambil selalu berdoa," kata dia. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Ekonomi Indonesia Anjlok, Rustam: Paling Parah DKI Jakarta Minus 8,22 Persen

Image

News

Polisi: Tersangka Pencemaran Nama Baik Ahok Sempat Berusaha Hilangkan Jejak

Image

News

Tersangka Kasus Penghina Ahok Berusaha Hilangkan Jejak

Image

News

Anies Belum Punya Aturan Baku Soal Penanganan Banjir di Jakarta?

Image

News

Jakarta Paling Demokratis se-Indonesia, Ferdinand: Ini Sih Bukan Prestasi

Image

News

Salah Data, Anak Buah Anies Langsung Minta Maaf

Image

News

Anies Baswedan: Aspek Kebebasan Berkeyakinan di Jakarta Mendapat Nilai 100, Sempurna

Image

News

Anies Baswedan: Alhamdulillah, DKI Jakarta Paling Demokratis se-Indonesia

Image

News

Popularitas Prabowo Subianto di Bursa Pilpres 2024 Hampir 100 Persen, Ahok Nomor 4

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Polisi Beberkan Peran Anita Kolopaking sebagai Penghubung Djoko Tjandra dengan Brigjen Prasetijo Utomo

Saksi kunci.

Image
News

AMPI: Hasil Pembahasan Tripartit, Kesepakatan yang Untungkan Semua Pihak

Bisa jadi solusi atas permasalahan bangsa ini.

Image
News

Bermunculan Lembaga Survei Baru di Pilkada Tangsel, Begini Tanggapan PERSEPI

Keberadaan KPK dipertanyakan.

Image
News

Ke Kamar Anak Gadis saat Semua Tertidur, yang Dilakukan Ayah Tiri ini Akhirnya Terbongkar, Memalukan

Kelakuan bejat.

Image
News

Tersangka Tjhin Arifin Chandra Mangkir Dua Kali Panggilan Polisi

Tjhin Arifin Chandra tidak mengindahkan panggilan kedua sebagai tersangka dalam kasus penggelapan dalam jabatan

Image
News

Bocah Tiga Tahun Disodomi Tetangganya di Perkebunan Kelapa Sawit

"Kasus ini terungkap ketika korban buang air besar dan kesakitan. Ketika diperiksa ayahnya, ternyata ada lecet."

Image
News

Tiga Ponpes Jadi Klaster Covid-19, Mana Saja?

Pengendalian kasus covid-19 lebih bisa terkendali.

Image
News

Bantu Masyarakat Kurang Mampu, Partai Emas Hadirkan Sekolah Online

Seperti sekolah pada umumnya, sekolah daring buatan Partai Emas juga menghasilkan ijazah

Image
News

Putra Mahkota Arab Saudi Dituding Coba Habisi Mantan Intelijennya

Dalam gugatan 106 halaman yang diajukan pada Kamis (6/8), Saad al-Jabri menuduh MBS mengirim pembunuh bayaran yang dikenal Pasukan Harimau.

Image
News

Jakarta Masih Bahaya Covid-19, Wagub DKI Beri Arahan ke Gugus Tugas

Jakarta masih dalam situasi berbahaya karena tingginya positivity rate melebihi batas aman WHO.

terpopuler

  1. 5 Orang Biasa yang Wajahnya Mirip Bintang Sepak Bola, Ada yang Dipenjara karena Ganggu Ketertiban

  2. Kocak Abis, 5 Salah Ketik Info di Televisi ini Bikin Nggak Bisa Mingkem

  3. Hasil Liga Europa: Wolves Menghadapi Sevilla di 8 Besar

  4. Rizal Ramli: Rakyat Sudah Resesi, Kalau Pejabat Mah Kebal Resesi!

  5. Siapa Bilang Meroket? Ekonomi Indonesia Sudah Alami Tren Penurunan Sejak 2018

  6. Polisi: Tersangka Pencemaran Nama Baik Ahok Sempat Berusaha Hilangkan Jejak

  7. Jawaban 'Kocak' Kaesang Ketika Ditanya Soal Investasi Saham, Bikin Warganet Ngakak!

  8. Sosok Ini yang Berperan Bikin Performa Rossi Bisa Kembali Moncer

  9. 5 Editan Foto Keren Kala Pesepakbola jadi Superhero, Siapa yang Paling Pas?

  10. Ekonomi Indonesia Anjlok, Rustam: Paling Parah DKI Jakarta Minus 8,22 Persen

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk

Image
Ekonomi

Foto Lawas Cita-cita Masa SD Desainer Asal Medan ini Viral, Bikin Bangga!

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid