image
Login / Sign Up

Jadi Sorotan Media Inggris, Pakar Sebut Indonesia Kewalahan Atasi Pandemi Corona

Citra Puspitaningrum

Wabah Corona

Image

Para petugas mengenakan baju pelindung diri saat memulasarakan jenazah pasien yang diduga meninggal akibat COVID-19 di tempat pemakaman khusus, Jakarta | Associated Press

AKURAT.CO, Indonesia lagi-lagi menjadi sorotan media internasional. Upaya membendung penyebaran virus corona di negara ini dikatakan terhambat oleh kurangnya tes, buruknya komunikasi dari pemerintah, hingga promosi penyembuhan palsu.

Menurut pakar penyakit menular Universitas Indonesia, Prof. Pandu Riono, penularan akan terus meningkat kecuali masyarakat dipaksa mengikuti rekomendasi jarak fisik.

"Tidak ada komunikasi serius dari pemerintah agar masyarakat mengubah perilakunya," keluhnya.

baca juga:

Komentarnya ini dilontarkan menyusul kritik terhadap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menyatakan kementeriannya telah mengembangkan kalung kayu putih untuk membantu mencegah COVID-19. Klaim Limpo ini pun mengundang kontroversi dan ditolak oleh pakar penyakit. Selain itu, para ilmuwan menyayangkan kurangnya kesadaran masyarakat di sejumlah daerah.

"Sebuah penelitian di Jakarta menunjukkan masyarakat mengira risiko terinfeksi sudah rendah. Jadi, ada kesalahpahaman," tambah Pandu.

Presiden Joko Widodo sendiri sudah memberikan 'lampu merah' setelah peningkatan kasus pekan lalu. Orang nomor satu di Indonesia ini memperingatkan penularan akan terus meningkat jika masyarakat tak bekerja sama dalam mematuhi protokol kesehatan.

Hal ini juga dikhawatirkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia di Denpasar, Bali, Dr I Gusti Agung Ngurah Anom, menyusul pelonggaran di Pulau Dewata itu. Sebanyak 472 ranjang isolasi di kota Denpasar sudah terisi semua. Kondisi ini menyebabkan petugas medis harus terus mengenakan pakaian pelindung diri selama 8 jam agar tak tertular virus.

"Jumlah kasus terus melonjak, tetapi kami belum tahu kapan puncaknya. Kami hampir tak punya waktu untuk minum dan kencing. Beberapa memakai popok," keluhnya.

Tak sampai di situ, Ngurah juga mengeluhkan para pasien yang tak mengaku berkontak dengan orang yang terinfeksi. Kebohongan mereka pun menyulitkan petugas menentukan risiko penularan.

"Kami berharap pemerintah melakukan lebih banyak tes, tes, dan tes, agar kami bisa melacak kasus," tandasnya.

Hal serupa juga pernah diserukan Pandu agar tes PCR ditingkatkan menjadi 3 kali lipat. Ia juga mendesak tes antibodi atau rapid test ditinggalkan. Menurut prediksinya, tanpa intervensi yang lebih kuat, wabah akan terus tumbuh hingga setidaknya September dan Indonesia dapat mencatat hingga 4 ribu kasus baru sehari.

Upaya pengendalian corona juga dipersulit stigma bahwa diagnosis positif bisa menyebabkan hilangnya pekerjaan. Misalnya saja, pada bulan Juni, ratusan pedagang pasar tradisional di Bali, Sumatra, dan Jakarta menolak untuk dites.

Selain itu, pentingnya pemulasaraan jenazah dengan tata cara Islam juga menimbulkan tantangan tersendiri. Tak sedikit kejadian warga merebut paksa jenazah pasien COVID-19 agar bisa dimakamkan dengan tata cara Islam. Mengedukasi keluarga mendiang pun jadi aspek tersulit dalam pekerjaan ini.

"Ada satu kasus yang saya alami. Seorang pasien wanita meninggal karena virus corona, tetapi semua anaknya tak bisa menerimanya. Setelah 2 minggu, saya mendengar 2 anggota keluarga mereka meninggal, diduga akibat COVID-19," ungkap Arief Bakhtiar, seorang dokter spesialis paru-paru di Surabaya.

Lamanya penerimaan hasil tes juga menyulitkan petugas meyakinkan keluarga bahwa mendiang terinfeksi COVID-19. Di sisi lain, Prof Amin Soebandrio, direktur Institut Biologi Molekuler Eijkman di Jakarta, mengatakan proses laboratorium telah diperbaiki untuk mempercepat pengiriman hasil tes. Menurut keterangannya, kapasitas tes juga ditingkatkan, sehingga jumlah kasus harian meningkat. Namun, ia mengakui virus corona masih sulit dikendalikan di sejumlah daerah.

Menurut laman statistik 'real-time' Worldometer, Indonesia melakukan 3.797 tes per 1 juta penduduk. Dalam laporan terakhirnya tentang Indonesia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mendesak pemerintah agar memprioritaskan tes untuk pasien yang diduga memiliki virus, bukan untuk pasien yang sedang memulihkan diri. Badan PBB itu juga menyebut jumlah kematian dalam kelompok ini sangat tinggi.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia di Surabaya Dr Brahmana Askandar memuji pemerintah daerah yang telah meningkatkan kesadaran akan perlunya menghindari keramaian dan memakai masker.

"Kita bisa melihat sejumlah hal membaik dalam 2 minggu terakhir. Ini seperti Anda sedang berlari, tetapi tidak tahu kapan balapannya akan selesai," tuturnya.

Meski begitu, Brahmana mengingatkan perilaku masyarakatlah yang pada akhirnya menentukan masa depan wabah ini. []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

News

Polda Riau Tahan Dua Tersangka Perdagangan Orang dari Kapal China

Image

Olahraga

Liga 2 Indonesia 2020

Lima Klub Berminat Jadi Tuan Rumah Musim 2020

Image

Hiburan

Manis Banget, 7 Potret Leony dengan Rambut Cepak

Image

Ekonomi

DPR RI

Puan ke Jokowi: APBN 2021 Harus Pastikan Keberlanjutan Pembangunan Nasional!

Image

Hiburan

Cokelat Bangkitkan Semangat Indonesia di Masa Pandemi Lewat Anak Garuda

Image

News

PAN: Relawan Vaksin Covid-19 Jangan Ada yang Dimobilisasi

Image

Hiburan

Penuh Haru, 7 Potret Momen Persalinan Anak Pertama Chaca Takya dan Ricky Perdana

Image

Ekonomi

RS Banyak yang Kolaps Saat Pasien Covid-19 Terus Melonjak, RI Masuk Fase 'End Game'

Image

News

Wabah Corona

Kasus Corona Capai 1.500-an Per Hari, Spanyol Larang Warga Merokok hingga Ngevape

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bisnis Unik Wakaresaseya di Jepang, Raup Cuan dengan Rusak Jalinan Asmara Orang

Siasatnya pun bermacam-macam, mulai dari penjebakan, mempersulit keuangan, hingga kebohongan

Image
News

Jombang Gelar Bimtek Pengolaan Kesuburan Lahan di Lokasi IPDMIP

Bimtek ini dilaksanakan untuk memberikan pembekalan kepada penyuluh agar dapat meningkatkan produktivitas lahan milik petani

Image
News

Partai Gelora Bidik Suara Umat Islam dan Milenial

"Nasib kita mayoritas Islam, karena itu beda dengan PSI," kata Fahri.

Image
News

Istri Sandiaga Menang Lelang Sepeda Bertanda Tangan Jusuf Kalla

Nur Asia Uno memenangkan lelang sepeda buatan London, Inggris dalam acara lelang amal yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI).

Image
News

Pria India di Malaysia Dibui 5 Bulan Usai Langgar Karantina Mandiri, Diduga Terkait 45 Kasus Baru

Ia nekat pergi ke restorannya selama periode karantina. Puluhan orang, termasuk keluarga, pegawai restoran, dan pelanggan tertular.

Image
News

Pengamat: RUU Cipta Kerja Akomodasi Perkembangan Zaman

Pelibatan buruh dalam pembahasan RUU Ciptaker langkah maju.

Image
News

Gunakan Fasilitas Negara untuk Kampanye, Wakil DPRD Surabaya Minta Inspektorat Periksa Eri Cahyadi

Pasal 304 ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Pejabat negara dilarang gunakan fasilitas negara untuk keperluan pribadi

Image
News

Tuntutan Tidak Didengar, Pedagang Pasar Kalideres Bakal Ngelapor ke Anggota Dewan

Para pedagang Pasar Kalideres Menolak pembangunan TPS (tempat penampungan sementara) di area parkir. Dikarenakan tempatnya terlalu sempit

Image
News

Cucu Ahmad Kurnia di Mata Wagub Riza Patria

"Dia orang baik yang bekerja luar biasa dengan integritasnya," kata Riza Patria.

Image
News

BNPB Gelar Koordinasi Kesiapan Pemda Karo Antisipasi Erupsi Sinabung

Hal ini penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa

terpopuler

  1. Viral Muslim Bantu Prosesi Pemakaman Tetangga Beda Agama, Warganet: Ini Indonesia

  2. Anggaran Pilkada Rp20 T, Rizal Ramli: Sebaiknya Dibelikan 30 Juta HP untuk Anak-anak Kurang Mampu

  3. Ahli Waris Gugat Dik Doank Rp5,5 Miliar Atas Kepemilikan 'Kandank Jurank Doank'

  4. Politikus PKS Beri Kritikan 'Pedas' ke Anies Baswedan

  5. Gaduh Beasiswa Veronica Koman, Stafsus Sri Mulyani: Penuhi Saja, Tanpa Perlu Playing Victim

  6. Mengenal Pulau Kundur, Penghasil Durian Kelas Wahid yang Ditetapkan Zona Merah COVID-19

  7. Hamil Barengan, 5 Potret Kompak Kakak Beradik Citra Kirana dan Erica Putri

  8. Geger Penampakan Kuntilanak di Lapangan Badminton di Depok, Bikin Merinding

  9. Xi Jinping Kesal Banyak Warganya Bikin Konten Buang-buang Makanan di Tengah Isu Krisis Pangan

  10. Ini Prestasi Anggoro Winardi yang Dituduh Polisi Gadungan

Akurat Solusi-1

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Merindukan Kemerdekaan Sejati

Image
Afriadi, S.Fil.I, M.IKom

Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

Image
Arli Aditya Parikesit

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Image
Egy Massadiah

Doni Menengok Putaran Roda Zaman

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Protokol Kesehatan Mutlak di Garuda Demi Keselamatan Penumpang

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Bukan Orang Airlines, Ternyata Begini Perasaan Irfan Setiaputra Selama Memimpin Garuda

Sosok

Image
News

5 Potret Gagah Jokowi Kenakan Baju Adat NTT di Sidang Tahunan MPR RI

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain