image
Login / Sign Up
Image

Dr. Tantan Hermansah

Ketua Program Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam - Pengajar Pengembangan Masyarakat Islam, UIN Jakarta.

Kemiskinan di Indonesia dan Peran PTAI

Image

Ilustrasi kemiskinan | Unsplash

AKURAT.CO, Sebagai bagian dari civitas akademika sebuah Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), terkadang muncul pertanyaan: peran lebih apakah yang telah atau bisa dilakukan PTAI dalam membantu pemerintah dalam penanggulangan Kemiskinan di Indonesia. Sengaja artikel ini difokuskan pada isu tersebut karena nyaris belum menjadi basis gerakan kampus--khususnya PTAI. 

Sedangkan untuk peran-peran sosial, politik, kalangan civitas PTAI di Indonesia bisa dikatakan cukup kuat dan kental. Sebut saja misalnya, dialog antar agama-agama untuk memperkuat toleransi dan kerukunan; pejuang kesetaraan gender; aktivis politik, lingkungan, demokrasi, bahkan HAM, dan politik luar negeri.

Tulisan ini tentu tidak sedang menegasikan pentingnya hal-hal selain masalah Kemiskinan. Namun hanya ingin mencoba menyentuhkan PTAI atau kampus dengan persoalan riil yang sedang dihadapi masyarakat saat ini. Sebab, bagi warga miskin sekarang mungkin lebih penting mendapatkan minyak tanah dengan mudah, dibanding harus ikut nyoblos pilkada; atau lebih suka harga turun dibanding dengan pergantian rejim.

Jika berbicara mengenai pendekatan dan penanggulangan masalah Kemiskinan di Indonesia, hampir tidak banyak menemukan pemikiran yang khas, baik dari sisi pendekatan, maupun dari sisi program di lapangannya. Jikapun ada program-program pengentaskan Kemiskinan dan kesenjangan yang dilakukan secara terbatas oleh civitas kampus, pendekatan yang dilakukan program yang dilaksanakan terbilang copypaste

Misalnya kita bisa menyimak laporan pemberdayaan masyarakat dari sebuah buku yang baru terbit, “Pemberdayaan Masyarakat di Kampung Badak Putih dan Kampung Situ Duit” (2007), baik dari pendekatan yang digunakan maupun dari program yang dilaksanakan di lapangan, hampir memuat laporan yang seperti kebanyakan.

Jika ditanya: “bagaimana konstruksi Islam tentang pengentasan Kemiskinan di Indonesia?” Mungkin tidak semua Civitas Kampus yang fasih menjawabnya, tetapi justru lembaga-lembaga seperti Dompet Dhuafa, Masyarakat Mandiri, dan lembaga-lembaga sejenis lebih fasih. Mereka bisa menjelaskan ruang lingkup kerja, basis kajian, sampai kepada keberlanjutan pengelolaan agenda dan progam serta rancangan strategi kebijakannya. Bahkan, cukup banyak kepeloporan hadirnya lembaga-lembaga yang concern sekali dalam melakukan pemberdayaan ummat dari persoalan Kemiskinan dengan pendekatan yang sistematis, justru datang dari luar PTAI. Meskipun dalam perjalanan sejarahnya, kalangan PTAI ini yang menjadi salah satu nara sumber penting dalam memberikan ruh agama di dalamnya.

Memang tidak penting ciri ke-PTAI-an melekat pada sebuah program. Alasannya yang penting adalah tujuan dari setiap program tercapai. Ada “banyak jalan menuju roma”, sebagaimana ada banyak teknik dalam melakukan pemberdayaan.

Namun pentingnya kampus-kampus berbasis Islam membangun suatu konstruksi mengenai bangunan kebijakan berbasis persoalan riil masyarakat Indonesia saat ini, merupakan kepentingan yang mendesak. Jangan sampai, justru kampus-kampus PTAI malah berperan melanggengkan Kemiskinan ini, hanya karena tidak memiliki solusi atas masalah yang sedang terjadi, dengan cara memberikan nasihat bahwa “Kemiskinan adalah taqdir!”

Setidaknya ada beberapa pandangan mengapa PTAI sangat penting mengikuti dan terlibat dalam pergulatan menanggulangi masalah Kemiskinan di Indonesia.

Pertama, Kemiskinan terjadi tidak semata-mata problem ekonomi dan politik, tetapi juga masalah budaya dan agama. Secara normatif Islam adalah agama yang concern sekali dalam persoalan menanggulangi masalah Kemiskinan; masalahnya bukan pada norma, tetapi pada aksi jelas, tegas, sistematis, dan terstruktur.

Kedua, tidak mustahil bahwa langgengnya Kemiskinan dan kesenjangan juga disupport langsung atau tidak oleh pemahaman akan agama dan budaya dan tidak tepat. Misalnya pandangan bahwa masalah kekayaan dan rejeki adalah urusan Tuhan, berdampak cukup signifikan pada keluarga muslim untuk melahirkan anak lebih banyak, meski di bawah kemampuan ekonomi keluarga itu. Atau konsep sabar, sebagai bentuk kepasrahan kepada Tuhan ketika ia ada dalam keadaan miskin, atau konsep sumerah dan lain-lain yang sama-sama membuai.

Termasuk juga pemahaman akan institusi yang dibangun untuk charity, seperti zakat, dan sebagainya, di mana mendorong terjadinya ketergantungan masyarakat Islam miskin kepada bantuan sehingga menjadi malas!

Ketiga, PTAI memiliki potensi strategis dalam memainkan peranan untuk masalah pengentasan Kemiskinan di Indonesia. Sebab, kebanyakan institusi PTAI disupport oleh mahasiswa pedesaan, mayoritas kalangan menengah ke bawah, dan juga banyak di antara mahasiswanya sekaligus merupakan aktivis masyarakat dengan kemampuan keagamaan, seperti menjadi pengurus masjid/ mushalla, pesantren, madrasah, dan sebagainya.

baca juga:

Ketiga hal itu jika dielaborasi lebih lanjut akan memiliki karakter khas PTAI.

Misalnya, penanggulangan Kemiskinan melalui institusi masjid. Atau memberikan pemahaman lebih progressif kepada para da’i dalam menerangkan makna-makna sabar, zuhud, dan lain-lain. Serta sejumlah program lain yang bisa didetailkan. Dengan ikut nimbrung dalam persoalan ini, maka peran PTAI akan menjadi semakin besar bagi pergulatan bangsa ini. Terlebih lagi, di beberapa PTAI saat ini fakultas-fakultas yang berdimensi non agama, seperti fakultas ekonomi, sains, bahkan kedokteran, sudah ada yang berdiri. Sehingga PTAI ini tidak memiliki kendala dalam masalah sumberdaya. Tinggal spirit ke-PTAI-annya saja yang perlu dikembangkan.

Sebenarnya upaya-upaya untuk ikut berperan pada persoalan pengentasan Kemiskinan di Indonesia sudah dicoba dilakukan. Baik berupa sumbang pikir dalam bentuk karya-karya ilmiah, juga dalam bentuk program aksi. Salah satunya adalah program pengentasan Kemiskinan dengan menggunakan pendekatan asset building. Bahkan penggagas sekaligus pelopor konsep ini, Prof M. Sherraden, datang langsung ke Indonesia mengingat Indonesia bisa jadi satu-satunya negara berkembang yang mau atau berminat melaksanakan program ini. Sayangnya program yang hampir dikerjasamakan dengan salah satu departemen ini tidak berjalan mulus. Padahal secara teoritis dan praktis karena berkaca pada pengalaman banyak negara lain, sangat mungkin menuai keberhasilan.

Kembali kepada peran Perguruan Tinggi Agama Islam dalam persoalan Kemiskinan, sepertinya tetap akan menjadi tuntutan jaman. Sebab, bukan hanya masalah eksistensi dari lembaga pendidikan tinggi saja. Ada alasan sosio-antropologis yang tidak kalah penting, yaitu PTAI merupakan salah satu jalur mobilitas vertikal kaum santri untuk menapaki tangga kemakmuran. [ ]

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

DPR RI

DPR: Selama 10 Tahun Terakhir, Baru 100 Daerah yang Laporkan Data Kemiskinan

Image

Ekonomi

RR Kepret Menko PMK yang Sebut Naiknya Kemiskinan dari Besanan Keluarga Miskin

Image

News

“Nyate” dan Perubahan Mikro Sosial

Image

News

Anomali Komunikasi dan Keterancaman Komunitas

Image

Ekonomi

Ferdinand Sindir Anies: Gubernurnya Sibuk 'Banting Lidah', Rakyatnya Makin Miskin

Image

News

Memaknai Demam Sepeda di Musim Pandemi

Image

News

Ace Hasan: Data Kemiskinan Tak Valid, Bansos akan Percuma

Image

News

Bahas Anggaran Kemensos Tahun 2021, Ace Hasan Desak Pemerintah Perbaiki Data Kemiskinan

Image

News

Ace Hasan: Pagu Indikatif Kemensos 2021 Belum Mencerminkan Pemulihan Covid-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Sambil Menangis, Saksi Nie Swe Hoa Minta Jaksa Kembalikan Uang Rp 20 Miliar

Uang yang disita tidak ada kaitan dengan kasus Jiwasraya.

Image
News

Megawati: Cakada PDIP Harus Menjadi Seorang Patriot

Mega juga ingatkan calon kepala daerah tidak korupsi.

Image
News

750 Jiwa Terdampak Kebakaran di Tambora, Pemerintah Sediakan Tenda Pengungsian

Kantor Kelurahan Duri Selatan akan dijadikan lokasi pengungsian.

Image
News

Elektabilitas Soerya Respationo Duduki Posisi Tertinggi di Pilkada Kepri

Soerya Respationo dikenal oleh 70,6 persen responden.

Image
News

Rumah Padat Penduduk di Tambora Hangus Dilalap Si Jago Merah

Ratusan petugas pemadam dikerahkan ke lokasi kebakaran lantaran api terus membesar dan melahap rumah warga.

Image
News

Ditembak Bagian Pantat, Sulaiman Minta Pelaku Dihukum Berat

Korban mengaku awalnya sempat diikuti pengendara mobil.

Image
News

Polres Tangsel Sita 3 Air Soft Gun dari Penembak Misterius

Pelaku menembak warga karena kesal sengan aksi balap liar.

Image
News

Terlilit Masalah Finansial, Seorang IRT di Yogyakarta Bikin Laporan Palsu Ngaku Motornya Dirampas

Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial R (25) nekat membuat laporan palsu demi bisa terbebas dari masalah ekonomi yang membelitnya

Image
News

Ibu Rumah Tangga Jadi Muncikari Prostitusi Online di Jatim

ISM menawarkan dua saksi korban, yakni SW (20) asal Magetan, dan AN (15) warga Kota Madiun untuk kegiatan prostitusi.

Image
News
Wabah Corona

102 Hari Bebas Transmisi Lokal COVID-19, Selandia Baru Kembali Dijangkiti Corona

Tidak lama setelah menyatakan bebas penularan lokal COVID-19 selama 100 hari, Selandia Baru kembali mencatat kasus infeksi baru

terpopuler

  1. Kapok Berurusan dengan Hukum, Anji Ogah Percaya dengan Pemberitaan Media Lagi

  2. 5 Fakta Unik Ultah ke-33 Arema, ASN Wajib Beratribut Arema

  3. Jokowi Ajak Beli Produk Lokal, Rizal Ramli: ini Contoh Imbauan Ngasal!

  4. Ini Dia Kesibukan Baru Mantan Sekjen PSSI, Ratu Tisha

  5. Isu Afgan Penyuka Sesama Jenis Mencuat Lagi, Kok Bisa?

  6. BPJS Ketenagakerjaan Masih Kumpulkan Rekening Calon Penerima Subsidi Upah

  7. Tegang saat Akan Tes Swab, Ibu Ini Remas Bagian Intim Petugas Kesehatan

  8. Naik Podium, Morbidelli Bawa-bawa Nama Rossi

  9. Mantan Rekan Setim Bocorkan Karakter Andrea Pirlo

  10. Penyesalan Pemeran Konten Pornografi hingga Ingin Masuk Pesantren

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan | Siapkan 250 Juta Vaksin Covid-19 Dalam Setahun

Image
News

Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan Siapkan 250 Juta Vaksin, Bisa Digunakan Pertengahan 2021

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Sosok

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk