image
Login / Sign Up

Kerap Lamban Tiba di TKP, IPW Nilai Polri Kekurangan Personel

Yudi Permana

Image

Kapolri Jenderal Idham Azis melantik delapan kapolda baru dalam acara serah terima jabatan yang dilaksanakan di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Delapan Kapolda yang dilantik yakni Kapolda Kalbar Inpektur Jenderal Remigius Sigid Tri Hardjanto, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Royke Lumowa, Kapolda Maluku Brigjen Baharudin Djafar, Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Eko Budi Sampurno, Kapolda Aceh Brigjen Wahyu Widada, Kapolda Maluku Utara Brigjen Rikwanto, Kapolda Jambi Irjen Firman Shantyabudi, serta Kapolda Gorontalo Brigjen Adnas. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Indonesia Police Watch (IPW) menilai saat ini Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kekurangan personel di bawah Perwira Menengah (Pamen). Hal itu terbukti dengan lambannya polisi tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat menangani peristiwa kejadian yang terjadi.             

"Betul (kekurangan personel), hal itu terlihat dari lambannya polisi tiba di TKP," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangannya kepada AKURAT.CO, Minggu (12/7/2020).                 

Menurut dia, dalam konsep reaksi cepat Polri, petugas kepolisian harus bisa tiba di TKP 15 menit setelah masyarakat melapor. "Faktanya hal itu tak pernah terpenuhi," sambungnya.                   

Diketahui Polri masih kekurangan 270.068 personil atau sebesar 38,7 persen untuk pangkat Pamen, Pama dan Bintara atau Tamtama.                   

Sementara banyak personel Polri yang ditugaskan di luar struktural seperti di sejumlah kementerian dan lembaga.                   

Oleh Sebab itu, dikatakan Neta, untuk memenuhi kebutuhan polisi reaksi cepat, Polri perlu melengkapi diri dengan teknologi. Misalnya memasang kamera pengawas atau rekaman CCTV di daerah rawan dan strategis yang dipantau anggota polisi selama 24 jam.            

"Dan keberadaan tim pemantauan ini harus dibackup dengan tim polisi reaksi cepat yang bisa 15 menit tiba di TKP," ujar Neta.                 

Sebab anggota polisi yang turun ke lapangan dalam hal melaksanakan tugas atau melakukan olah TKP, biasanya berpangkat dibawah Pamen.             

Artinya, lanjut dia, anggota polisi yang tergabung dalam tim reaksi cepat itu harus tersebar di sejumlah wilayah untuk mendukung jajaran kepolisian yang melakukan pemantauan CCTV maupun menerima laporan dari masyarakat.    

"Semua itu harus dikerjakan jajaran bawah kepolisian dengan pimpinan beberapa Pama atau Pamen agar terkontrol dan terkoordinasi," tuturnya.                   

Namun yang lebih aneh lagi, Neta menambahkan para Pamen dan Pati di Polri sangat kelebihan atau kebanyakan, karena terlalu cepatnya kenaikan pangkat di tingkat Pamen dan Pati.                  

"Jajaran bawah Polri kekurangan, tapi jajaran tengah dan atas Polri berlebih-lebihan. Organisasi Polri obesitas di bagian perut dan dada,  sehingga tidak seimbang," tegasnya.                              

Sebelumnya diberitakan, Polri masih kekurangan 270.068 personel jika jumlah anggota polisi yang ada saat ini dibandingkan dengan daftar susunan personel (DSP) yang dirancang. Jumlah tersebut termasuk 95.000 perwira di setiap satuan wilayah (Satwil) dan satuan kerja (Satker).                    

Personel Polri yang jumlahnya sudah sekitar 440.000 itu ternyata hanya mencapai 61,3 persen atau masih kurang 38,7 persen personel dari DSP yang ada saat ini.                        

Berdasarkan surat sistem pembinaan karier personel Polri Nomor B/4132/VII/KEP./2020/SSDM tertanggal 3 Juli 2020 yang ditandatangani oleh Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, untuk pangkat AKBP, Polri masih kurang 958 personil, pangkat Kompol masih kurang 6.081 personil.                   

Kemudian pangkat AKP kekurangan 20.590 personil, Ipda atau Iptu 67.919 personil dan Bintara atau Tamtama sebanyak 174.520 personil.                

Untuk diketahui, DSP adalah daftar yang disusun oleh Polri untuk menggambarkan jumlah personel yang seharusnya dipenuhi oleh Satwil/Satker agar kinerja mereka semakin baik.            

Kemudian yang dimaksud berlebih adalah bila jumlah personel yang ada di satu Satwil/Satker lebih dari 100 persen DSP, ideal (70-100 persen), cukup (50-70 persen), dan kurang (di bawah 50 persen). []

baca juga:

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Polisi Beberkan Peran Anita Kolopaking sebagai Penghubung Djoko Tjandra dengan Brigjen Prasetijo Utomo

Image

News

Bareskrim Polri Gandeng KPK Dalam Pengusutan Dugaan Suap Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Image

News

Menkopolhukam: Pelibatan TNI-Polri dalam Penanganan Covid-19 Tak Perlu Dipertentangkan

Image

News

Usai Jalani Pemeriksaan, Terpidana Djoko Tjandra Dipindahkan ke Lapas Salemba

Image

News

5 Pelaku Penyuntik Gas Elpiji Dikenakan Pasal Perlindungan Konsumen

Image

News

Sempat Mangkir, Anita Kolopaking Penuhi Panggilan Bareskrim

Image

News

Bareskrim Polri Kembali Panggil Tersangka Anita Kolopaking, Apakah Dia Akan Hadir?

Image

News

Terbitkan Inpres No 6/2020, Jokowi Minta TNI, Polri, dan Kepala Daerah Gencarkan Sosialisai Protokol Kesehatan

Image

News

Melacak Oknum Jenderal Polisi Penerima Aliran Dana Djoko Tjandra Terkait Red Notice

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Polisi Beberkan Peran Anita Kolopaking sebagai Penghubung Djoko Tjandra dengan Brigjen Prasetijo Utomo

Saksi kunci.

Image
News

AMPI: Hasil Pembahasan Tripartit, Kesepakatan yang Untungkan Semua Pihak

Bisa jadi solusi atas permasalahan bangsa ini.

Image
News

Bermunculan Lembaga Survei Baru di Pilkada Tangsel, Begini Tanggapan PERSEPI

Keberadaan KPK dipertanyakan.

Image
News

Ke Kamar Anak Gadis saat Semua Tertidur, yang Dilakukan Ayah Tiri ini Akhirnya Terbongkar, Memalukan

Kelakuan bejat.

Image
News

Tersangka Tjhin Arifin Chandra Mangkir Dua Kali Panggilan Polisi

Tjhin Arifin Chandra tidak mengindahkan panggilan kedua sebagai tersangka dalam kasus penggelapan dalam jabatan

Image
News

Bocah Tiga Tahun Disodomi Tetangganya di Perkebunan Kelapa Sawit

"Kasus ini terungkap ketika korban buang air besar dan kesakitan. Ketika diperiksa ayahnya, ternyata ada lecet."

Image
News

Tiga Ponpes Jadi Klaster Covid-19, Mana Saja?

Pengendalian kasus covid-19 lebih bisa terkendali.

Image
News

Bantu Masyarakat Kurang Mampu, Partai Emas Hadirkan Sekolah Online

Seperti sekolah pada umumnya, sekolah daring buatan Partai Emas juga menghasilkan ijazah

Image
News

Putra Mahkota Arab Saudi Dituding Coba Habisi Mantan Intelijennya

Dalam gugatan 106 halaman yang diajukan pada Kamis (6/8), Saad al-Jabri menuduh MBS mengirim pembunuh bayaran yang dikenal Pasukan Harimau.

Image
News

Jakarta Masih Bahaya Covid-19, Wagub DKI Beri Arahan ke Gugus Tugas

Jakarta masih dalam situasi berbahaya karena tingginya positivity rate melebihi batas aman WHO.

terpopuler

  1. Viral Ibu Muda jadi Kurir Antar Makanan Sambil Momong 2 Anak Balitanya, Begini Kisahnya

  2. Faiq dan Astrid Dua Kali Berbuat 'Begituan' di Apartemen Margonda Residence V

  3. Renovasi Stadion Bung Tomo untuk Piala Dunia U-20 Mendekati 90 Persen

  4. Tak Ingin Seperti Beirut, Rakyat Australia Desak Pemindahan Pabrik Amonium Nitrat

  5. Exco PSSI Anggap Gatot S Dewabroto Terlalu Banyak Ngomong

  6. 3 Jenis Syafaat di Hari Kiamat yang Bisa Didapatkan Umat Islam

  7. 5 Orang Biasa yang Wajahnya Mirip Bintang Sepak Bola, Ada yang Dipenjara karena Ganggu Ketertiban

  8. Terbitkan Inpres No 6/2020, Jokowi Minta TNI, Polri, dan Kepala Daerah Gencarkan Sosialisai Protokol Kesehatan

  9. Akun ini Ungkap Alasan Bongkar Dugaan Pelecehan Seksual YouTuber Turah Parthayana

  10. Hasil Otopsi Kematian Janda Astrid yang Dipalu Faiq, Tubuh Luka dan Lebam-lebam

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk

Image
Ekonomi

Foto Lawas Cita-cita Masa SD Desainer Asal Medan ini Viral, Bikin Bangga!

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid