image
Login / Sign Up

Membahayakan Pasien, Apoteker Indonesia Gugat Permenkes Nomor 3 Tahun 2020 ke MA

Muslimin

Image

Presidium Farmasis Indonesia Bersatu (FIB) menggugat Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit ke Mahkamah Agung (MA). | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Apoteker Indonesia melalui Presidium Farmasis Indonesia Bersatu (FIB) menggugat Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit ke Mahkamah Agung (MA) RI karena dinilai ancam profesi Apoteker dan Keselamatan Pasien. 

Gugatan tersebut diajukan setelah FIB  berdiskusi dengan Apoteker di rumah sakit, pakar dan Guru Besar dari Perguruan Tinggi Farmasi, peneliti dari lembaga penelitian kebijakan farmasi, mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker dan Magister Ilmu Kefarmasian peminatan Farmasi Klinis serta Apoteker di perkumpulan seminat farmasi rumah sakit.

Dewan Presidium Nasional FIB, Ismail Salim mengatakan bahwa praktik Profesi Apoteker dalam memberikan pelayanan kefarmasian di Rumah sakit telah diatur pada PMK No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di rumah Sakit.

baca juga:

"Disebutkan bahwa peran profesi Apoteker di Rumah sakit meliputi standar (1) Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai. Dan (2) Pelayanan Farmasi Klinik," kata Ismail dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Ismail menjelaskan bahwa pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan BMHP yang tidak efisien sehingga akan merugikan rumah sakit secara ekonomi dapat disebabkan akibat tidak adanya atau kurangnya jumlah Apoteker yang ada di suatu rumah sakit. Ditemukannya obat rusak, kadaluarsa maupun tidak tersedia (obat kosong) menjadi kejadian ikutan. Sehingga pengelolaan yang tidak efisien dapat merugikan pasien akibat pasien tidak mendapatkan sediaan farmasi, alkes maupun BMHP yang aman dan bermutu sesuai dengan kebutuhan mereka.

"Munculnya PMK No. 3 tahun 2020 tentang klasifikasi dan perijinan rumah sakit menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan pasien akibat tidak dikenalnya pelayanan kefarmasian sebagai suatu pelayanan tersendiri dan hilangnya pelayanan farmasi klinis," jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa dari sudut pandang ekonomi-kesehatan (Healtheconomy), berbagai studi menunjukkan bahwa integrasi praktik Apoteker dalam memberikan pelayanan kefarmasian kepada pasien di rumah sakit terbukti dapat memberikan manfaat baik langsung maupun tidak langsung. Manfaat dimaksud, kata dia, tidak hanya pada aspek klinis yang langsung dirasakan oleh pasien namun juga sisi ekonomi yang harus ditanggung oleh pasien dan manajemen rumah sakit.

Dikatakan bahwa peran Apoteker dari sudut pandang klinis Permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan obat (Drug Related Problems-DRPs) di rumah sakit khususnya di Indonesia termasuk sangat tinggi bahkan hingga mencapai 56%. Pada setiap 100 orang pasien yang di rawat di rumah sakit, 56 diantaranya akan mengalami permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan obat baik yang ringan sehingga dapat ditahan oleh pasien hingga kasus DRPs yang berat hingga menimbulkan kematian atau kecacatan permanen.

Ia mencontohkan, misalnya beberapa kasus DRPs yang sering terjadi adalah pasien yang memiliki indikasi penyakit  namun tidak mendapatkan obat (55,63%) dosis obat yang kurang (44,37%), standar pemantauan penggunaan obat yang tidak diikuti (98,45%), dan pengobatan yang tidak berdasarkan landasan ilmiah (2,82%).

"Peran Apoteker dengan memberikan kontribusi nyata dengan mempraktekan ilmu farmasi klinis pada pelayanan kefarmasian dipercaya mampu mencegah DRPs," tandasnya.

Selain itu, beberapa penelitian lain di Indonesia juga membuktikan bahwa Apoteker di rumah sakit secara signifikan mampu menurunkan angka kejadian Permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan obat (DRPs). Bukti-bukti yang dihasilkan melalui metode ilmiah yang teruji validitasnya tersebut menunjukkan bahwa jumlah Apoteker di rumah sakit yang cukup dan mempraktekan pelayanan kefarmasian sesuai dengan PMK nomor 72 tahun 2016 dapat memberikan manfaat secara klinis bagi pasien.

"Oleh karena itu, munculnya PMK No. 3 tahun 2020 mengancam tidak hanya praktek profesi Apoteker, stabilitas manajemen rumah sakit namun juga yang paling penting keselamatan pasien yang di rawat di rumah sakit," tandasnya.

Ia membahkan, tujuan akhir judiasl review Permenkes Nomor 03 tahun 2020 adalah dikabulkannya petitum diantaranya:

Pertama, menyatakan bahwa pelayanan kefarmasian merupakan Profesi yang Profesional dan Mandiri sebagai bagian dari pelayanan Rumah Sakit.

Kedua, berfungsinya pelayanan Farmasi Klinis yang menjamin tidak adanya medication error sehingga keselamatan pasien lebih terjamin dan menurunkan biaya pelayanan kesehatan.

Ketiga, adanya pengaturan jumlah SDM Tenaga Kefarmasian minimal yang harus disediakan oleh RS sehingga pelayanan terhadap pasien bisa paripurna.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Masih Nekat Melanggar, Warga DKI yang Tak Pakai Masker Bisa Didenda Rp500 Ribu

Image

Olahraga

Manchester City vs Olympique Lyon

Manchester City Minus Aguero saat Ditantang Olympique Lyon

Image

Ekonomi

Di Malang, Mentan Resmikan Taman Sains Pertanian Jeruk

Image

Olahraga

Manchester City vs Olympique Lyon

Prediksi: Kepercayaan Diri Lyon Mencegah Langkah Manchester City

Image

Gaya Hidup

Yuk, Cegah Stunting dan Anemia dengan Produk Makanan Laut

Image

Olahraga

Liga Champions 2019-2020

Siapa Bakal Tantang Muenchen? City atau Lyon?

Image

Ekonomi

DPR RI

Target Pertumbuhan Ekonomi Pemerintah Ambisius, Jangan Sampai Utang Menumpuk

Image

News

Satpol PP Ingatkan Warga, Pakailah Masker yang Benar, bukan di Leher dan Dagu

Image

News

Begini Tanggapan La Nyalla saat Kerja DPD Diapresiasi Jokowi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Terharu, Anak Kecil Naik Pesawat Sendirian Demi Temui Ayahnya yang Jalani Operasi Jantung

Salut!

Image
News

Dipolisikan Usai Ribut dengan Pimpinan KPK, Anak Amien Rais: Sudah Telanjur, Nggak Apa

Mumtaz berharap persoalan bisa diselesaikan secara kekeluargaan

Image
News

Polda Papua Ingatkan Warga Bijaksana Gunakan Medsos

Agar tidak terjerat tindak pidana

Image
News

5 Pegawai Positif Corona, Kantor Ditjen Imigrasi Kemenkumham di Kuningan Jaksel Terpaksa Ditutup

Penutupan dalam rangka sterilisasi virus Covid-19

Image
News

Altar 89 Bagikan 12 ribu Paket Sembako Untuk Warga Pesisir di 7 Daerah Ini

Bantuan dari kami ini akan disalurkan ke seluruh Pos AL di seluruh Indonesia.

Image
News

Bongkar Pasang Aturan, PDIP Sebut Anies Tak Punya Kajian Untuk Bikin Kebijakan

Hal ini membuat kebingungan di masyarakat

Image
News

Kronologi Versi Nawawi, Mumtaz Rais Bilang 'Pahlawan Kesiangan' Saat Ribut di Pesawat

Padahal saat itu Mumtaz tengah ditenangkan rekannya dan awak kabin yang ada di lokasi

Image
News

Akademisi: Meski Diterjang Pandemi, Akselerasi Transformasi Pendidikan Harus Dilanjutkan

Maka dari itu, diperlukan perumusan kebijakan dengan mengedepankan inovasi guna mencapai kemajuan bangsa dan terciptanya Pelajar Pancasila

Image
News

Sosialisasi Laporan Utama Kostratani Dilakukan di Kabupaten Dompu, NTB

Kostratani akan menjadi pusat data dan informasi, juga sebagai pusat pengembangan, dan bisa menjadi tempat konsultasi petani

Image
News

Masih Nekat Melanggar, Warga DKI yang Tak Pakai Masker Bisa Didenda Rp500 Ribu

Harus lebih tegas.

terpopuler

  1. Tengku Zul Bandingkan Pendapatan Negara dengan Aset Sinar Mas Group, Netizen: Gajah Sama Semut Bos!

  2. Selain Tak Terima Ditegur Main HP di Pesawat, Putra Bungsu Amien Rais Berani Tantang Wakil Ketua KPK

  3. Jadi Idola Masa Kecil, Bek Muda Bayern Ini Tak Percaya Bakal Berhadapan dengan Lionel Messi

  4. Dicibir Dongkrak Popularitas Lewat Rizky Billar, Lesti Membantah: Sudah Ditakdirkan Allah

  5. Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

  6. Ingin Habisi Semua Anggota Keluarga, Pria India Nekat Campuri Es Krim Buatan Ibu dengan Racun Tikus

  7. Gerindra: Pidato Presiden Gambarkan Rakyat Indonesia Bisa Bangkit dari Pandemi

  8. Viral Seorang Mahasiswa Bayar UKT di Bank Pakai Uang Receh, Senilai Rp3,5 Juta!

  9. Pelatih RB Leipzig Ungkap Pertikaiannya dengan Diego Simeone 

  10. Wujudkan Impian Ibunda, Putra Kedua Mendiang Omaswati Siap Jadi Pelawak

Akurat Solusi-1

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Merindukan Kemerdekaan Sejati

Image
Afriadi, S.Fil.I, M.IKom

Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

Image
Arli Aditya Parikesit

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Image
Egy Massadiah

Doni Menengok Putaran Roda Zaman

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Protokol Kesehatan Mutlak di Garuda Demi Keselamatan Penumpang

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Bukan Orang Airlines, Ternyata Begini Perasaan Irfan Setiaputra Selama Memimpin Garuda

Sosok

Image
News

5 Potret Gagah Jokowi Kenakan Baju Adat NTT di Sidang Tahunan MPR RI

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain