image
Login / Sign Up

Berkaca dari Secapa AD, Pengamat Minta Protokol Kesehatan Harus Lebih Diperketat

Deni Muhtarudin

Wabah Corona

Image

Prajurit TNI saat mengikuti upacara HUT ke-74 TNI di Taxi Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/10/2019). Upacara ini dipimpin oleh Presiden Joko Widodo selaku Inspektur Upacara. Selain itu, HUT TNI ini menampilkan sejumlah atraksi, mulai dari atraksi pesawat tempur, parade prajurit, demonstrasi keterampilan, serta parade alutsista berbagai kendaraan tempur. HUT TNI ini juga dihadiri oleh berbagai tamu undangan seperti mantan presiden, wakil presiden, mantan panglima TNI, pejabat negara, serta berbagai tokoh masyarakat. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Protokol Kesehatan, termasuk di instansi atau lembaga negara, harus kembali diperketat agar penyebaran Covid-19 atau Virus Corona tidak semakin menjadi-jadi.

Hal itu disampaikan oleh Pengamat Intelijen, Pertahanan dan Keamanan yang juga Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS), Ngasiman Djoyonegoro, saat menanggapi Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) di Bandung yang menjadi Klaster baru Covid-19 setelah 1.262 siswa dan pengajarnya tertular virus asal Wuhan, China, tersebut.

Pria yang akrab disapa Simon itu mengungkapkan bahwa kasus tersebut menjadi peringatan penting bagi semua pihak terutama instansi pemerintah untuk memperketat Protokol Kesehatan di tengah fase new normal atau normal yang baru ini.

baca juga:

“Ini jelas warning ya. Artinya meski sekarang diberlakukan new normal namun Protokol Kesehatan harus tetap diperhatikan,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Menurut Simon, jika Secapa AD saja bisa menjadi Klaster baru, maka potensi sekolah-sekolah lain bisa ikut terpapar juga cukup tinggi.

"Secapa AD yang punya kedisiplinan tinggi bisa jadi Klaster baru, gimana dengan sekolah yang lain?," ujarnya.

Karena itu, Simon berharap, sekolah-sekolah di bidang angkatan lainnya seperti Secapa Sesko dan Sespimti, sebaiknya segera memperketat Protokol kesehatannya. Bahkan, seharusnya diberlakukan secara daring saja seperti sekolah-sekolah lain pada umumnya.

Selain itu, Simon mengatakan, para pimpinan harus melihat bahwa Klaster baru Secapa AD harus menjadi pelajaran penting untuk mengantisipasi agar jangan sampai ada muncul Klaster-Klaster berikutnya. Sebab, inti fase normal baru ialah memulai kehidupan normal yang baru dengan cara-cara yang baru, bukan dengan cara seperti semula.

"Inti new normal bahwa kita harus mulai cara-cara baru dalam berkehidupan, bukan menjadikan semuanya normal kembali. Artinya, new normal harus menjadi Adaptasi Kebiasaan Baru," katanya.

Untuk itu, Simon mengingatkan, para pimpinan harus memberikan contoh soal adaptasi kebiasaan baru tersebut. Misalnya dengan menggelar sekolah daring sambil menunggu situasi Covid-19 kondusif.

"Para pimpinan harus memberikan contoh. Termasuk sekolah daring perlu digelar sebagai solusi," ungkapnya.

Kalau pun harus digelar sekolah tatap muka, lanjut Simon, maka harus ada Protokol khusus. Misalnya siswa dengan usia berapa di bawah 45 tahun tatap muka, sementara yang usia di atas 45 tahun melalui daring.

"Faktor usia juga penting sebagai Protokol khusus. Kalau sekolah yang usianya 45 ke atas dimana kegiatan fisiknya terbatas atau malah fokusnya klasikal ya sebaiknya daring saja,” ujarnya.

Simon menambahkan, selain pelaksanaan Protokol Kesehatan seperti pemakaian masker, hand sanitizer dan menjaga jarak, maka perlu ada pengawasan secara ketat, termasuk melakukan rapid test atau tes cepat secara berkala.

"Selain pelaksanaan Protokol Kesehatan seperti pemakaian masker, hand sanitizer dan menjaga jarak, maka perlu ada monitoring ketat," katanya.[]

Editor: Deni Muhtarudin

berita terkait

Image

News

Bantu Siswa Belajar Online, Pemuda di Yogya Sediakan Internet Murah Cuma Rp30 Ribu Sebulan

Image

News

BKD DKI Rahasiakan Jumlah PNS di Kantor Anies Baswedan yang Positif Covid-19

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Enggan Jadi Relawan Vaksin COVID-19, Erick Thohir: Rakyat Dulu, Menteri Disuntiknya Belakangan!

Image

News

Pemerintah Umumkan Penyesuaian Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19

Image

News

DPR RI

Komisi I Minta Pelibatan TNI dalam Penanganan Covid-19 Harus Persuasif

Image

News

Tiga Ponpes Jadi Klaster Covid-19, Mana Saja?

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Erick Bidik Vaksin Sinovac Bakal Disuntikkan Januari 2021

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Hore! Pemerintah Guyur Dana Rp28,8 T Untuk UMKM Hingga Pedagang Asongan

Image

Ekonomi

Ekonom Nilai Kompetensi Bankir Semakin Diuji di Tengah Pandemi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Djoko Tjandra Jalani Masa Isolasi Mandiri Pasca Dipindah ke Lapas Salemba

Isolasi mandiri dilakukan selama 14 hari sesuai protokol kesehatan pencegahan pandemi Covid-19

Image
News

Satpol PP DKI Ubah OK Prend Jadi Tibmask

Operasi Tibmask ini diperluas jangkauannya hingga ke permukiman dan lingkungan warga selain tetap menjangkau jalan dan tempat umum

Image
News

BPP Kostratani Wajib Setor Data Secara Periodik ke AWR Kementan

BPP Kostratani harus menyerahkan data sesuai periode, dan berdasarkan aplikasi yang sudah disiapkan

Image
News

Empat Kecamatan Terkena Dampak Abu Vulkanik Gunung Sinabung

Warga diimbau untuk terus menggunakan masker atau pelindung diri agar tidak terpapar abu vulkanik

Image
News

Bantu Siswa Belajar Online, Pemuda di Yogya Sediakan Internet Murah Cuma Rp30 Ribu Sebulan

Warga mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas ini

Image
News

PNS Positif Covid-19, Lantai 7 Kantor Anies Baswedan Ditutup

Pegawai masuk hanya 50 persen.

Image
News

Awas, Gunung Sinabung Kembali Erupsi

Warga dilarang beraktifitas di desa-desa yang direlokasi.

Image
News

Kemensos Pastikan Koordinator PKH Bukan dari Pengurus Partai

Jika ada yang diangkat jadi pengurus partai secara otomatis tanggungjawabnya selaku koordinator akan dicabut

Image
News

Ditangkap hingga Akui Perbuatannya, 5 Fakta Penting Kasus Gilang 'Bungkus'

Kasus ini sempat menghebohkan media sosial

Image
News

Komisi Hukum DPR RI Apresiasi Kerja Polri terkait Penahanan Anita Kolopaking

Penanganan secara hukum oleh Bareskrim Polri merupakan harapan baru bagi masyarakat

terpopuler

  1. 5 Orang Biasa yang Wajahnya Mirip Bintang Sepak Bola, Ada yang Dipenjara karena Ganggu Ketertiban

  2. Kocak Abis, 5 Salah Ketik Info di Televisi ini Bikin Nggak Bisa Mingkem

  3. Polisi: Tersangka Pencemaran Nama Baik Ahok Sempat Berusaha Hilangkan Jejak

  4. Siapa Bilang Meroket? Ekonomi Indonesia Sudah Alami Tren Penurunan Sejak 2018

  5. Jawaban 'Kocak' Kaesang Ketika Ditanya Soal Investasi Saham, Bikin Warganet Ngakak!

  6. Rizal Ramli: Rakyat Sudah Resesi, Kalau Pejabat Mah Kebal Resesi!

  7. 3 Amalan yang Pahalanya Mengalir Deras Sampai Alam Kubur

  8. Bencana Beirut: Politisi Lebanon Tuding Hizbullah Jadi 'Biang Kerok' Ledakan

  9. Bela Ibas, Hinca Bilang Begini ke PDIP

  10. Ekonomi Indonesia Anjlok, Rustam: Paling Parah DKI Jakarta Minus 8,22 Persen

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk

Image
Ekonomi

Foto Lawas Cita-cita Masa SD Desainer Asal Medan ini Viral, Bikin Bangga!

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid