image
Login / Sign Up

Fakta di Balik Ekstradisi Buronan Pembobol BNI Maria Pauline, Serbia Ingin Balas Jasa Indonesia

Yudi Permana

Image

Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa berbaju tahanan oranye saat akan diekstradisi dari Serbia ke Indonesia, Rabu (8/7/2020) waktu Serbia. Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI Cabang Kebayoran Baru senilai Rp1,7 triliun lewat letter of credit (L/C) fiktif. | Foto Dok Humas Kemenkumham

AKURAT.CO, Pembobol kas Bank BNI Maria Pauline Lumowa 17 tahun buron. Tinggal di Belanda tapi akhirnya tertangkap di Serbia. Maria kemudian diekstradisi ke Indonesia.

Banyak fakta terungkap di balik penangkapan Maria ini. Polri menyebutkan bahwa Pemerintahan Serbia pernah memiliki hutang budi dengan Polri dan Pemerintah Indonesia, kemudian membalas jasa kebaikan dengan mengekstradisi buronan Maria Pauline Lumowa selama 17 tahun ke Tanah Air.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan sejak zaman Presiden RI Soekarno, Indonesia sudah memiliki komunikasi dan hubungan baik dengan Negara Yugoslavia sebelum negara tersebut pecah karena konflik politik. Pada waktu Yugoslavia bagian dari Serbia.

baca juga:

"Saat negara Yugoslavia ini sedang terlibat konflik, pasukan dari Indonesia yang ada di bawah PBB ini banyak membantu Yugoslavia untuk menangani konflik di sana," tuturnya, Kamis (9/7/2020).

Menurut Argo, hal tersebut membuat Pemerintah Yugoslavia memiliki hutang budi dengan Indonesia.  Kemudian Pemerintah Yugoslavia membantu Polri menangkap dan mengekstradisi buronan Maria Pauline Lumowa yang berkewarganegaraan Belanda dan tengah berada di Yugoslavia atau Serbia.             

"Secara historical negara Serbia ini tidak lupa dengan Indonesia. Makannya Serbia kemudian membantu untuk menyerahkan tersangka Maria Pauline ini sampai ke Indonesia," tegasnya.                           

"Tentunya ini kan hasil kerja keras antara Kemenlu, Kemenhumham, Polri dan Pemerintah Serbia itu sendiri," sambungnya.                

Diketahui, buronan Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. 

Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta euro atau sama dengan Rp 1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.               

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam' karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.                         

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor.                 

Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, namun Maria Pauline Lumowa sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003 alias sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.             

Perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, pada 27 Juli 1958 tersebut belakangan diketahui keberadaannya di Belanda pada 2009 dan sering bolak-balik ke Singapura. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Pegawai Imigrasi Positif Covid-19, Yasonna Tutup Gedung Kemenkum HAM

Image

News

Djoko Tjandra Jalani Masa Isolasi Mandiri Pasca Dipindah ke Lapas Salemba

Image

News

Ombudsman: Nihilnya Standarisasi Bikin Pengelolaan Barang Sitaan di Rupbasan Rentan Maladministrasi

Image

News

Pepet Motor Korban, Dua Pria Ini Rampas HP

Image

Ekonomi

Perusahaan MNC Group Digosipkan Pailit, Begini Kata Global Mediacom

Image

News

Kasus Djoko Tjandra Libatkan Oknum Polisi dan Jaksa, Bagaimana di Kemenkumham?

Image

News

Mahfud MD: Karena Tingkahnya, Djoko Tjandra Bisa Dihukum Lebih Lama dari Dua Tahun Penjara

Image

News

Ini 5 Pejabat yang Jadi Korban Karena Membantu Pelarian Djoko Tjandra

Image

News

Cerita Kapolri Soal Penangkapan Djoko Tjandra, Sempat Mengikuti Jejaknya Selama 3 Minggu

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Jakarta Menjadi Zona Hitam Corona, Pengamat: Jangan Buat Resah Warga, Sampaikan Informasi yang Lengkap

Image
News
Wabah Corona

5 Fakta Menarik Sputnik V Buatan Rusia, Bakal Produksi Massal Meski Belum Selesai Uji Coba Tahap 3

Meski belum disetujui WHO, Rusia telah berencana memproduksi skala besar dan menggelar vaksinasi massal.

Image
News

Bantahan Veronika Koman Soal Tidak Kembali ke Indonesia

"Kemenkeu mengabaikan pula fakta bahwa saya telah menunjukkan keinginan kembali ke Indonesia."

Image
News

Ilmuwan AS Sangsikan Keamanan Vaksin Sputnik V: Saya Benar-benar Ragu

"Memiliki vaksin dan membuktikan bahwa vaksin itu aman dan efektif adalah dua hal yang berbeda," ujarnya

Image
News

Riza Patria Klaim Kasus Covid-19 Jakarta Tidak Parah

Riza mengatakan angka kematian akibat Covid-19 di Jakarta mencapai 3,7 persen dari total kasus.

Image
News

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemprov DKI Perpanjang PSBB Transisi Dua Pekan

Alasan Pemprov DKI memperpanjang PSBB Transisi lantaran kasus Covid-19 terus melonjak setiap harinya.

Image
News

Tirukan Instruksi Online Gurunya, Aksi Murid Ini Bikin Tepok Jidat

Ya nggak salah juga sih, instruksi gurunya juga gitu.

Image
News

Jaksa Pinangki Tersangka, MAKI: Harusnya Jaksa Patuh Hukum

Boyamin prihatin.

Image
News

75 Pasangan di Bantul Ikuti Nikah Massal, Ada Sesi TikTok Bareng di Pantai Cemara Sewu

Acara diselenggarakan oleh Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais Bantul) dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul.

Image
News

Presiden Jokowi: Insya Allah Januari Kita Sudah Bisa Produksi Vaksin Covid-19

"Kita optimistis bahwa dengan segera ditemukannya vaksin ini kita bisa melakukan vaksinasi kepada seluruh rakyat," kata Presiden.

terpopuler

  1. RSUP Fatmawati Diminta Tes Usap Tenaga Medisnya

  2. Seorang Dokter dan 19 Perawat di RSUP Fatmawati Diduga Positif Covid-19

  3. Isu Afgan Penyuka Sesama Jenis Mencuat Lagi, Kok Bisa?

  4. Tegang saat Akan Tes Swab, Ibu Ini Remas Bagian Intim Petugas Kesehatan

  5. 5 Fakta Unik Ultah ke-33 Arema, ASN Wajib Beratribut Arema

  6. BPJS Ketenagakerjaan Masih Kumpulkan Rekening Calon Penerima Subsidi Upah

  7. Temuan Bayi di Jati Pulo, Dina Berhasil Bohongi Warga Satu RW

  8. Mahasiswanya Berniat 'Membayar' karena Dapat Nilai E, Jawaban Dosen ini Menohok

  9. Ngarep Bantuan Rp600 Ribu dari Pemerintah, Begini Caranya!

  10. Fahri dan Fadli Dapat Penghargaan, Apa Kata Tsamara dan Yunarto?

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Dr. Made Saihu

Dakwah sebagai Jalan Hidup

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan | Siapkan 250 Juta Vaksin Covid-19 Dalam Setahun

Image
News

Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan Siapkan 250 Juta Vaksin, Bisa Digunakan Pertengahan 2021

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Sosok

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk