image
Login / Sign Up
Image

Dr. Tantan Hermansah

KaProdi Magister KPI UIN Jakarta; Pengajar Sosiologi Perkotaan

Memaknai Demam Sepeda di Musim Pandemi

Image

KaProdi Magister KPI UIN Jakarta; Pengajar Sosiologi Perkotaan | istimewa

AKURAT.CO, Masa pandemi yang tengah dirasakan masyarakat di Indonesia telah menghasilkan beberapa dampak sosial. Era New Normal atau kenormalan baru menghasilkan sesuatu yang kadang-kadang terkesan unik. Salah satunya adalah bersepeda. Mungkin frasa yang cukup bisa mewakili realitas itu adalah “demam”, yang jika dikaitkan dengan apa yang sedang terjadi bisa dibilang sebagai “Demam Sepeda”.

Demam, sebagaimana epistemologinya, merupakan fenomena menghangatnya suatu media pada satu masa tertentu. Tentu saja, karena Demam Sepeda ini bisa dikatakan positif, maka kita berharap pasca demam ini hilang, terjadilah kebiasaan. Dari kebiasaan ini kita sebenarnya sedang menabung tonggak budaya. Sedangkan jika mengacu kepada indikator sosial-medis, bersepeda jelas menyehatkan. Apapun motif awal membeli dan menggunakannya. Apalagi jika digunakan secara teratur, tersistem, dan berkelanjutan.

Secara ekologis pun sama-sama positif. Karena jika semakin banyak orang bersepeda bahkan termasuk jika berangkat kerja, maka akan terjadi penurunan emisi karbon dioksida, berkurangnya kemacetan, dan berkontribusi kepada meningkatnya kualitas udara.

baca juga:

Sebenarnya fenomena Demam Sepeda bisa dibaca dari perspektif lainnya. Dari sudut pandang Sosiologi Ekonomi, misalnya, fenomena ini merupakan ekspresi bagaimana kelas-kelas sosial itu mengukuhkan diri dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kelas sosial mengekspresikan dirinya dalam suatu ruang identitas budaya. Di dalam ruang budaya itu, masing-masing mencoba saling berebut wacana, yang pintu masuknya adalah melakukan aksi yang sama dengan massa kebanyakan.

Perebutan wacana dalam sistem keseharian ini bisa dinotasikan dalam beragam bentuk. Kita bisa mengumpulkan datanya dari hal-hal sederhana: Jenis sepeda yang dipergunakan, kawan bersepeda,  tempat nongkrongnya, jenis aksesoris seperti helm, busana, sepatu dan sebagainya.

Kemudian secara makro, tentu saja kehendak untuk bersepeda akan menggerakkan sumbu ekonomi yang sekian lama agak tersendat. Jual beli sepeda, perbaikan dan perbengkelan, sampai kepada aksesoris sepeda, café sepeda, dan komunitasnya. Banyak pihak menikmati berkah ekonomi dan sosialnya.

Hal lain lagi yang juga tidak kalah penting, karena sifat komunitarianisme bersepeda itu kuat, keadaan ini cukup baik menaikkan imunitas para pelakunya. Kita tahu bahwa kenyamanan sosial adalah salah satu buster imun manusia. Sebaliknya, informasi-informasi yang menakutkan (seperti update informasi positif covid19) yang  akan mendegradasi imun. 

Merawat untuk Membudayakan

Namun sebagaimana realitasnya, demam harus disembuhkan. Namun karena fenomena ini positif, di luar segala riuh-rendah Demam Sepeda, dalam konteks merejuvenasi kota,  sejatinya hal ini ditangkap oleh pemerintah untuk melakukan penataan ulang beberapa hal. Misalnya sistem transportasi, sistem insentif bagi pengguna sepeda, dan sebagainya. Sebab kita harus bersyukur bahwa fenomena ini lebih banyak memiliki dampak positif bagi kehidupan.

Beberapa langkah strategis yang sejatinya disambut pemerintah antara lain: Pertama, apresiasi. Dalam hal ini pemerintah perlu memperkuat peran komunitas untuk membudayakan bersepeda. Sehingga fenomena ini bukan keramaian sesaat. Bahkan, jika perlu memberikan subsidi atau insentif kepada komunitas ini, seperti halnya bantuan untuk ormas.

Kedua, fasilitasi. keperluan komunitas ini dalam membangun dan mengekstaksi kebiasaan (baru) ini. Fasilitasi ini dalam berbagai bentuk mulai dari strategi dan kebijakan, serta pembangunan sarana dan infrastruktur pendukung budaya ini agar mendapatkan keamanan dan kenyamanan—terlebih di era pandemi seperti sekarang ini. 

Ketiga, insentif dalam berbagai bentuk kepada mereka yang konsisten menggunakan moda transportasi ini. Insentif bisa dalam bentuk hal-hal yang tidak langsung seperti pemotongan pajak, pemilihan sekolah anak, diskon pembuatan SIM, dan sebagainya. Hal ini dilakukan karena kita semua, tidak hanya pesepeda, merasakan dampak positif dari aktivitas bersepeda;

Keempat, reformatif.  Berdasarkan kecenderungan yang ada meski masih terlihat instan tersebut, pemerintah mulai mengubah arah atau mereformasi dan sistem transportasi menjadi moda yang mengarah kepada agenda-agenda ramah lingkungan. Konsekwensinya adalah penguatan pada sistem ini harus jelas dan nyata. Termasuk membangun industri yang mendukung budaya baru (neo culture) ini. [ ]

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

Kluster Perkantoran Meningkat, BIN Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Image

Gaya Hidup

Bolehkah Bayi 10 Bulan Minum Kopi? Ini Faktanya

Image

News

Wabah Corona

FOTO KBM Tatap Muka Dilakukan dengan Standar Protokol Kesehatan

Image

Ekonomi

BKPM Catat Permohonan Izin Sektor Kesehatan Terbanyak di Semester I-2020

Image

Ekonomi

Ngeri! Adiknya Ernest Prakasa Ungkap Batik Air Tak Terapkan Protokol COVID-19

Image

Gaya Hidup

Pentingnya Teledentistry dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Era New Normal

Image

Gaya Hidup

Olahraga Sederhana yang Bisa Kamu Lakukan Sebelum Tidur

Image

Ekonomi

Telkom Indonesia Kantongi Laba Rp10,99 Triliun di Tengah Pandemi

Image

Gaya Hidup

Jangan Manjakan Rasa Sedihmu, Lakukan Ini Tuk Tingkatkan Mood

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Megawati: Cakada PDIP Harus Menjadi Seorang Patriot

Mega juga ingatkan calon kepala daerah tidak korupsi.

Image
News

750 Jiwa Terdampak Kebakaran di Tambora, Pemerintah Sediakan Tenda Pengungsian

Kantor Kelurahan Duri Selatan akan dijadikan lokasi pengungsian.

Image
News

Elektabilitas Soerya Respationo Duduki Posisi Tertinggi di Pilkada Kepri

Soerya Respationo dikenal oleh 70,6 persen responden.

Image
News

Rumah Padat Penduduk di Tambora Hangus Dilalap Si Jago Merah

Ratusan petugas pemadam dikerahkan ke lokasi kebakaran lantaran api terus membesar dan melahap rumah warga.

Image
News

Ditembak Bagian Pantat, Sulaiman Minta Pelaku Dihukum Berat

Korban mengaku awalnya sempat diikuti pengendara mobil.

Image
News

Polres Tangsel Sita 3 Air Soft Gun dari Penembak Misterius

Pelaku menembak warga karena kesal sengan aksi balap liar.

Image
News

Terlilit Masalah Finansial, Seorang IRT di Yogyakarta Bikin Laporan Palsu Ngaku Motornya Dirampas

Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial R (25) nekat membuat laporan palsu demi bisa terbebas dari masalah ekonomi yang membelitnya

Image
News

Ibu Rumah Tangga Jadi Muncikari Prostitusi Online di Jatim

ISM menawarkan dua saksi korban, yakni SW (20) asal Magetan, dan AN (15) warga Kota Madiun untuk kegiatan prostitusi.

Image
News
Wabah Corona

102 Hari Bebas Transmisi Lokal COVID-19, Selandia Baru Kembali Dijangkiti Corona

Tidak lama setelah menyatakan bebas penularan lokal COVID-19 selama 100 hari, Selandia Baru kembali mencatat kasus infeksi baru

Image
News

Wanita Malaysia Bakar Mobil Jadul Suami karena Kesal Tak Dibelikan yang Baru

Wanita itu sering mengeluh lantaran mobil tuanya itu sering mogok di tengah jalan serta AC-nya juga tidak berfungsi

terpopuler

  1. Kapok Berurusan dengan Hukum, Anji Ogah Percaya dengan Pemberitaan Media Lagi

  2. 5 Fakta Unik Ultah ke-33 Arema, ASN Wajib Beratribut Arema

  3. Jokowi Ajak Beli Produk Lokal, Rizal Ramli: ini Contoh Imbauan Ngasal!

  4. Ini Dia Kesibukan Baru Mantan Sekjen PSSI, Ratu Tisha

  5. Isu Afgan Penyuka Sesama Jenis Mencuat Lagi, Kok Bisa?

  6. BPJS Ketenagakerjaan Masih Kumpulkan Rekening Calon Penerima Subsidi Upah

  7. Tegang saat Akan Tes Swab, Ibu Ini Remas Bagian Intim Petugas Kesehatan

  8. Naik Podium, Morbidelli Bawa-bawa Nama Rossi

  9. Mantan Rekan Setim Bocorkan Karakter Andrea Pirlo

  10. Penyesalan Pemeran Konten Pornografi hingga Ingin Masuk Pesantren

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan | Siapkan 250 Juta Vaksin Covid-19 Dalam Setahun

Image
News

Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan Siapkan 250 Juta Vaksin, Bisa Digunakan Pertengahan 2021

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Sosok

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk