image
Login / Sign Up
Image

UJANG KOMARUDIN

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.

Melestarikan Pancasila

Image

Ribuan massa saat menggelar aksi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2020). Aksi ini diikuti oleh sejumlah ormas, antara lain Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). Dalam aksinya, mereka menolak konsep Trisila dan Ekasila dalam RUU HIP yang prosesnya kini masih dibahas di DPR. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Hingga saat ini, Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) masih menjadi polemik. Pemerintah dan DPR menunda pembahasannya. Namun ormas-ormas Islam dan MUI, meminta dicabut dan dibatalkan keberadaannya di DPR. Dan rakyat pun bergerak berdemonstrasi, untuk menolak RUU HIP.  

Jika kita mau jujur, rakyat dan bangsa ini tak butuh RUU HIP. Rakyat tak butuh “trisila” dan “ekasila”. Rakyat tak butuh ketuhanan yang berkebudayaan. Dan rakyat tak butuh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Seperti juga, rakyat tak butuh revisi UU KPK. Rakyat tak butuh revisi UU Minerba. Rakyat tak butuh kenaikan iuran BPJS. Rakyat tak butuh pemotongan Tapera. Rakyat tak butuh dwi fungsi Polri. Dan rakyat tak butuh kemunafikan, yang telah dipertontonkan para elite bangsa ini.

baca juga:

Rakyat butuh pekerjaan. Rakyat butuh makanan. Rakyat butuh kehidupan dan penghidupan yang layak. Karena jika kita betul-betul menjalankan Pancasila, maka rakyat tak akan ada yang kelaparan. Jika kita konsekwen mengamalkan Pancasila secara benar, aset-aset bangsa dan kekayaan alam negara ini, tak akan dikuasai oleh segelintir orang.

Jika kita benar-benar ber-Pancasila, rakyat tak akan merasakan pedihnya kelaparan, pusingnya menjadi pengangguran, mahalnya biaya berobat, tingginya biaya pendidikan, dan sulitnya mengakses pejabat dan wakil rakyat.

Saat ini, Pancasila masih jadi asesoris, masih jadi pajangan, masih jadi jargon dan semboyan, masih jadi jualan elite, masih terkooptasi oleh penguasa, masih dijadikan legitimasi kekuasaan, masih sekedar enak diucapkan. Tapi tidak betul-betul terimplementasikan dalam kehidupan nyata.

Apakah Pancasila salah. Tentu tidak. Bukan Pancasila yang salah. Kitalah yang salah, yang telah menjadikan Pancasila sekedar simbol. Sekedar dibaca, dihafal, lalu dibiarkan. Dilihat gambarnya dan dipajang burung garudanya. Namun nilai-nilainya kita abaikan. Nilai-nilainya, jauh dari kehidupan kita.

Jika kita memisahkan Pancasila dari nilai-nilainya. Memutus Pancasila dari ajaran-ajarannya. Maka yang terjadi seperti saat ini. Kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi rusak. Elite-elite berbuat sesukanya dan rakyat bertindak semaunya.

Pancasila itu hebat dan kuat, juga sakti. Karena nilai-nilainya yang luhur. Karena pasal-pasalnya, yang universal dan bisa diterima semua komponen bangsa. Dan karena ajaran-ajarannya yang kokoh, yang bersandar pada nilai-nilai dan norma-norma agama.

Pancasila yang ada saat ini, untuk diperkuat dan diperkokoh. Bukan untuk didistorsi. Bukan untuk dilemahkan. Bukan untuk dijadikan alat kekuasaan. Dan bukan untuk dipermainkan. Namun Pancasila untuk dijaga dan dirawat. Bahkan untuk dilestarikan.

Jadi kepentingan bangsa saat ini, bukan RUU HIP. Tapi RUU melestarikan Pancasila. Pancasila harus dilestarikan. Jika tidak, maka akan terus ada rongrongan, dari kelompok-kelompok yang anti terhadap Pancasila.

Kenapa Pancasila perlu dilestarikan. Dan mengapa kita perlu membuat RUU untuk melestarikan Pancasila. Agar Pancasila bisa abadi. Ya, agar Pancasila bisa abadi sebagai dasar negara.

Apapun yang ada di dunia ini, jika tak dijaga, dirawat, dan lestarikan. Maka akan berkarat dan bisa mati. Begitu juga dengan Pancasila. Jika tak dijaga, dirawat, dan dilestarikan, maka bisa berkarat dan bisa mati nilai-nilainya.

Melestarikan Pancasila adalah suatu keniscayaan. Keabadian Pancasila juga suatu keharusan. Dan kesaktian Pancasila jangan diragukan. Persoalannya adalah, kita terlalu banyak bicara Pancasila. Seolah-olah pemilik Pancasila. Namun mentalitas kita jauh dari nilai-nilai Pancasila.

Melestarikan Pancasila kewajiban kita semua, sebagai pewaris bangsa ini. Karena Pancasila adalah warisan terbaik, terhebat, dan terbesar bagi bangsa ini, dari para pendiri bangsa dan ulama.

Laiknya sebuah warisan. Maka kita harus menjaga, mengawal, merawat, dan melestarikannya. Karena jika sebuah warisan tak dijaga, maka bisa rusak, atau bahkan bisa habis dan binasa. Pancasila sebagai sebuah warisan, dari pahlawan-pahlawan bangsa di masa lalu, harus tetap hidup abadi sampai kapanpun.

Dan agar Pancasila bisa abadi dan lestari, maka Pancasila jangan dibiarkan sendirian. Jangan biarkan tak ada pembelaan. Jangan biarkan membisu. Dan jangan biarkan diotak-atik oleh orang atau kelompok yang tak bertanggung jawab.

Melestarikan Pancasila tak perlu dengan berpura-pura. Pura-pura ber-Pancasila. Dan mengingkari nilai-nilai Pancasila. Berpura-pura paling Pancasilais. Tapi bersikap antagonis terhadap Pancasila.

Jangan biarkan Pancasila hanya sebagai “label”. Dipakai dan digunakan hanya sebagai hiasan. Jadikan Pancasila sebagai “way of life”. Tanamkan Pancasila dalam diri kita masing-masing. Implementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ini sudah cukup. Bukan mengumbar Pancasila sebagai Jargon. Namun miskin pengamalan.

Pancasila memang perlu dilestarikan. Bukan hanya agar Pancasila abadi dan lestari. Tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur kita, pada Allah SWT. Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat-Nya. Pancasila masih dan akan terus menjadi ideologi, yang mempersatukan kita semua sebagai anak bangsa.

Tuhan selalu punya cara untuk menjaga Pancasila. Sebagaimana Tuhan selalu punya cara, untuk menjaga Al-Qur’an. Al-Qur’an kitab suci umat Islam. Yang merupakan kalam ilahi, akan tetap asli dan murni sampai kapanpun.

Ketika Tuhan punya cara untuk menjaga Pancasila. Maka kita sebagai makhluknya, harus punya cara juga untuk menjaga, mengawal, merawat, dan melestarikan Pancasila.

Jangan jadikan Pancasila hanya dalam ucapan dan pikiran, teronggok di buku teks, dan terpampang di tembok-tembok rumah. Namun jadikan Pancasila ada dalam hati kita. Ya, ada dalam hati kita. Dan manifestasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pancasila itu keren. Pancasila itu oke. Pancasila itu enak diucapkan, mudah dihafal, dan gampang diingat. Namun mesti demikian, Pancasila jarang diimplementasikan. Ada jarak antara ucapan, hafalan, dan ingatan dengan pengamalan Pancasila dalam kehidupan. Oleh karena itu, jangan heran dan aneh, jika Pancasilanya hanya menjadi simbol.

Agar Pancasila menjadi abadi dan tetap lestari. Kita perlu RUU pelestarian Pancasila. Bukan RUU HIP yang kontroversial dan penuh polemik. RUU pelestarian Pancasila menjadi salah satu cara, bahwa kita peduli dengan Pancasila. Jika Pancasila tak dilestarikan, dikhawatirkan Pancasila akan tetap mendapat gangguan. Entah saat ini, besok, atau mendatang.

RUU pelestarian Pancasila, merupakan usul subjektif saya sebagai anak bangsa. Bisa dipikirkan oleh para elite-elite politik. Karena saya berpandangan, sesuatu yang tak dilestarikan pasti akan binasa. Dan saya sangat takut, jika Pancasila tak dilestarikan, maka akan binasa. Semoga saja tidak. Aamiin.[]

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

Ekonomi

Komisi XI: Fungsi Perbankan Belum Maksimal terhadap Petani

Image

News

Presiden Akan Berikan Bintang Tanda Jasa, Ini Kata Fahri Hamzah

Image

News

Wabah Corona

Gulkarmat DKI Kerahkan 9 Mobil Pemadam 'Jinakkan' Covid-19 di Gedung DPR/MPR RI

Image

Ekonomi

Sektor Pertanian Bisa Jadi Penyelamat Ekonomi RI Kuartal III-2020 dari Resesi

Image

News

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image

Ekonomi

DPR RI

Pemerintah Harus Selamatkan Kelas Menengah dengan Gratiskan Seluruh Tarif Listrik dan Cicilan

Image

News

Wabah Corona

Mendagri Diminta Awasi Inpres Soal Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

Image

News

Besok AHY Bakal Temui Puan Maharani dan Bamsoet, Bahas Apa?

Image

News

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Ace Hasan Ingatkan Pihak-pihak yang Ingin Ganti Pancasila

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Sambil Menangis, Saksi Nie Swe Hoa Minta Jaksa Kembalikan Uang Rp 20 Miliar

Uang yang disita tidak ada kaitan dengan kasus Jiwasraya.

Image
News

Megawati: Cakada PDIP Harus Menjadi Seorang Patriot

Mega juga ingatkan calon kepala daerah tidak korupsi.

Image
News

750 Jiwa Terdampak Kebakaran di Tambora, Pemerintah Sediakan Tenda Pengungsian

Kantor Kelurahan Duri Selatan akan dijadikan lokasi pengungsian.

Image
News

Elektabilitas Soerya Respationo Duduki Posisi Tertinggi di Pilkada Kepri

Soerya Respationo dikenal oleh 70,6 persen responden.

Image
News

Rumah Padat Penduduk di Tambora Hangus Dilalap Si Jago Merah

Ratusan petugas pemadam dikerahkan ke lokasi kebakaran lantaran api terus membesar dan melahap rumah warga.

Image
News

Ditembak Bagian Pantat, Sulaiman Minta Pelaku Dihukum Berat

Korban mengaku awalnya sempat diikuti pengendara mobil.

Image
News

Polres Tangsel Sita 3 Air Soft Gun dari Penembak Misterius

Pelaku menembak warga karena kesal sengan aksi balap liar.

Image
News

Terlilit Masalah Finansial, Seorang IRT di Yogyakarta Bikin Laporan Palsu Ngaku Motornya Dirampas

Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial R (25) nekat membuat laporan palsu demi bisa terbebas dari masalah ekonomi yang membelitnya

Image
News

Ibu Rumah Tangga Jadi Muncikari Prostitusi Online di Jatim

ISM menawarkan dua saksi korban, yakni SW (20) asal Magetan, dan AN (15) warga Kota Madiun untuk kegiatan prostitusi.

Image
News
Wabah Corona

102 Hari Bebas Transmisi Lokal COVID-19, Selandia Baru Kembali Dijangkiti Corona

Tidak lama setelah menyatakan bebas penularan lokal COVID-19 selama 100 hari, Selandia Baru kembali mencatat kasus infeksi baru

terpopuler

  1. Kapok Berurusan dengan Hukum, Anji Ogah Percaya dengan Pemberitaan Media Lagi

  2. 5 Fakta Unik Ultah ke-33 Arema, ASN Wajib Beratribut Arema

  3. Jokowi Ajak Beli Produk Lokal, Rizal Ramli: ini Contoh Imbauan Ngasal!

  4. Isu Afgan Penyuka Sesama Jenis Mencuat Lagi, Kok Bisa?

  5. Ini Dia Kesibukan Baru Mantan Sekjen PSSI, Ratu Tisha

  6. BPJS Ketenagakerjaan Masih Kumpulkan Rekening Calon Penerima Subsidi Upah

  7. Tegang saat Akan Tes Swab, Ibu Ini Remas Bagian Intim Petugas Kesehatan

  8. Naik Podium, Morbidelli Bawa-bawa Nama Rossi

  9. Mantan Rekan Setim Bocorkan Karakter Andrea Pirlo

  10. Penyesalan Pemeran Konten Pornografi hingga Ingin Masuk Pesantren

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan | Siapkan 250 Juta Vaksin Covid-19 Dalam Setahun

Image
News

Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan Siapkan 250 Juta Vaksin, Bisa Digunakan Pertengahan 2021

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Sosok

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk