image
Login / Sign Up

Masjid dan Museum Nabi Bakal Dibangun di Lahan Reklamasi Ancol, PKS: Mudah-mudahan Bisa Menarik Wisatawan Mancanegara

Yohanes Antonius

Image

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) didampingi Dirut Jakpro Dwi Wahyu Daryoto (kiri), Sekjen Dewan Ketahanan Nasional Letjen Doni Monardo (tengah), Sekda DKI Jakarta Saefullah (kedua kanan) dan Wali Kota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau (kanan) meninjau area pembangunan jalur Jalan Sehat dan Sepeda Santai (Jalasena) di kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju, Jakarta, Minggu (23/12/2018). Jalasena dibangun sepanjang 7,6 km di kawasan Pantai Kita dengan luas 109 hektar yang memiliki fasilitas umum berupa lintasan jogging dan sepeda serta akses transportasi publik dan prasarana umum. | ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

AKURAT.CO, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Taufik Zoelkifli berharap wacana pembangunan Masjid dan Museum Nabi yang rencananya dibangun di atas lahan Reklamasi Ancol bisa menjadi daya pikat baru bagi wisatawan.

Taufik berharap simbol keagamaan yang dibangun di atas lahan imitasi ini bisa membetot perhatian wisatawan mancanegara untuk mengunjungi kawasan wisata di Kawasan Jakarta Utara ini.

Hal ini disampaikan Taufik saat rapat Komisi B DPRD DKI  dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk  dengan evaluasi kinerja tahun 2019 dan Rencana kerja tahun 2020 PT Pembangunan Jaya Ancol sekaligus membahas Reklamasi Ancol.

baca juga:

"Kalau di Jeddah ka masjid Agung itu kan menarik orang berekreasi. Mudah-mudahan (Masjid Apung dan museum Nabi) menarik wisatawan mancanegara yang muslim yang segmennya adalah segmen rekreasi religi,"kata Taufik.

Adapun Reklamasi Ancol ini menjadi polemik  setelah Gubernur Anies Baswedan mengeluarkan izin lewat Keputusan Gubernur (Kepgub) 237 tahun 2020 untuk mereklamasi kawasan Ancol Timur dan Barat dengan luas mencapai 155 hektare.

Anies Baswedan dinilai telah ingkar janji sebab saat kampanye dirinya getol menolak Reklamasi. Bahkan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menilai Kepgub itu cacat hukum.

Kepgub itu kata dia tak punya pijakan hukum yang kuat lantaran lantaran hanya berdasarkan pada Undang-undang 

29 tahun 2007 tentang Keistimewaan  DKI, dan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemda  serta UU nomor 30 tahun 2014 tentang administrasi pemerintahan.

"Kepgub 237/2020 tentang Reklamasi Ancol dan Dufan haruslah didasari oleh Perda Tentang RDTR dan Zonasi. Demikian juga sebelum Kepgub keluar, haruslah ada konsultasi teknis dengan Kementerian Kelautan, ada analisis dampak lingkungan dan sebagainya," tegasnya.

Politikus PDIP ini juga menilai izin memangun lahan imitasi ini dikeluarkan sepihak tanpa konsultasi kepada DPRD DKI Jakarta dan terkesan dilakukan secara diam-diam.

"Kok bisa hal sebesar ini berjalan senyap," pungkasnya.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Influencer dan Artis Dukung RUU Ciptaker, PKS: Ini Pembodohan Publik

Image

News

DPR RI

Politisi PKS ini Nilai Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi Belum Sentuh Masalah Hukum

Image

News

Gerindra: Pidato Presiden Gambarkan Rakyat Indonesia Bisa Bangkit dari Pandemi

Image

News

Politikus PKS Beri Kritikan 'Pedas' ke Anies Baswedan

Image

News

Uang Insentif Pengurus Jenazah Covid-19 Nunggak, Ternyata ini yang Terjadi

Image

News

Pegawai KPK Jadi ASN, ini Kritik Mardani Ali Sera untuk Jokowi

Image

News

Gembong: Kalau Insentif Penggali Kubur Tidak Dibayar, Kadis Pertamanan dan Hutan Kota Tidak Punya Hati

Image

News

Reklamasi Ancol, Bapemperda DKI Jakarta Tagih Revisi Raperda yang Ditarik Anies Baswedan

Image

Olahraga

Arema FC

Inisiatif, DPRD Malang Nyatakan 11 Agustus Sebagai Arema Day

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kecup Perut Remaja 15 Tahun, Pria Ini Hampir Dihakimi Warga di Mataram

Polisi mengamankan terduga pelaku asusila sebelum warga main hakim sendiri.

Image
News

Ribut dengan Pimpinan KPK, Putra Amien Rais Jual Nama Wakil Ketua Komisi III

Apapun jabatan kita bukan berarti membuat kita dikecualikan dari kewajiban etik dan hukum

Image
News

Dituding Gelapkan Dana Nasabah Rp58 Miliar, Pemilik dan Direksi PT Kreshna Dilaporkan ke Polisi

Direksi PT Kreshna dilaporkan dengan laporan polisi nomor: LP/4834/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT.PMJ tertanggal 14 Agustus 2020

Image
News

Telat Diberi Makan Siang, Pria India Tega Ceraikan Istrinya

Keduanya sempat bertengkar hebat

Image
News

Bisnis Unik Wakaresaseya di Jepang, Raup Cuan dengan Rusak Jalinan Asmara Orang

Siasatnya pun bermacam-macam, mulai dari penjebakan, mempersulit keuangan, hingga kebohongan

Image
News

Jombang Gelar Bimtek Pengolaan Kesuburan Lahan di Lokasi IPDMIP

Bimtek ini dilaksanakan untuk memberikan pembekalan kepada penyuluh agar dapat meningkatkan produktivitas lahan milik petani

Image
News

Partai Gelora Bidik Suara Umat Islam dan Milenial

"Nasib kita mayoritas Islam, karena itu beda dengan PSI," kata Fahri.

Image
News

Istri Sandiaga Menang Lelang Sepeda Bertanda Tangan Jusuf Kalla

Nur Asia Uno memenangkan lelang sepeda buatan London, Inggris dalam acara lelang amal yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI).

Image
News

Pria India di Malaysia Dibui 5 Bulan Usai Langgar Karantina Mandiri, Diduga Terkait 45 Kasus Baru

Ia nekat pergi ke restorannya selama periode karantina. Puluhan orang, termasuk keluarga, pegawai restoran, dan pelanggan tertular.

Image
News

Pengamat: RUU Cipta Kerja Akomodasi Perkembangan Zaman

Pelibatan buruh dalam pembahasan RUU Ciptaker langkah maju.

terpopuler

  1. Anggaran Pilkada Rp20 T, Rizal Ramli: Sebaiknya Dibelikan 30 Juta HP untuk Anak-anak Kurang Mampu

  2. Gaduh Beasiswa Veronica Koman, Stafsus Sri Mulyani: Penuhi Saja, Tanpa Perlu Playing Victim

  3. Geger Penampakan Kuntilanak di Lapangan Badminton di Depok, Bikin Merinding

  4. Hamil Barengan, 5 Potret Kompak Kakak Beradik Citra Kirana dan Erica Putri

  5. Ini Prestasi Anggoro Winardi yang Dituduh Polisi Gadungan

  6. Xi Jinping Kesal Banyak Warganya Bikin Konten Buang-buang Makanan di Tengah Isu Krisis Pangan

  7. Hadir dengan Batre Jumbo, Redmi 9A Cuma Dibanderol Satu Jutaan!

  8. Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

  9. Pejabat Kejagung Beda Pendapat Soal Dugaan Gratifikasi Jaksa Pinangki, PK atau Fatwa?

  10. Banjir Rendam Pemukiman dan Sejumlah Ruas Jalan Termasuk Sudirman

Akurat Solusi-1

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Merindukan Kemerdekaan Sejati

Image
Afriadi, S.Fil.I, M.IKom

Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

Image
Arli Aditya Parikesit

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Image
Egy Massadiah

Doni Menengok Putaran Roda Zaman

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Protokol Kesehatan Mutlak di Garuda Demi Keselamatan Penumpang

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Bukan Orang Airlines, Ternyata Begini Perasaan Irfan Setiaputra Selama Memimpin Garuda

Sosok

Image
News

5 Potret Gagah Jokowi Kenakan Baju Adat NTT di Sidang Tahunan MPR RI

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain