image
Login / Sign Up

Pilkada 2020 Disebut Bakal Jadi Sejarah Baru Pemilu Indonesia

Muslimin

Pilkada 2020

Image

Ketua KPU memberikan kata sambutan Ketua KPU Arief Budiman bersama Wakil Ketua KPU Pramono Ubaid Tanthowi dan Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin pada Launching Pemilihan Serentak tahun 2020 di Gedung KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2020). Tahapan Pilkada Serentak 2020 dimulai kembali setelah sempat tertunda karena pandemi COVID-19. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendapat Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) tambahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Pilkada Serentak 2020 disebut akan menjadi Pemilu yang sangat penting karena menjadi Pemilu yang pertama kali diselenggarakan di tengah situasi pandemi, yakni pandemi Covid-19 atau Virus Corona.

Hal tersebut diungkapkan Ketua KPU RI, Arief Budiman, saat berdialog di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jakarta, Senin (6/7/2020).

“Ini sejarah pertama ya. Tahun 2020 menjadi pemilihan kepala daerah pertama yang diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19,” ungkapnya.

baca juga:

Arief mengatakan, Pilkada yang diselenggarakan pada 9 Desember 2020 mendatang itu merupakan momen yang sangat penting, karena dalam pelaksanaannya akan menjadi dasar dan pijakan bagi generasi mendatang jika dihadapkan dengan berbagai situasi, salah satunya seperti situasi pandemi Covid-19 ini.

“Kebetulan sekarang virusnya Corona. Suatu saat bisa saja ada virus yang lain. Maka hari ini kita tidak hanya membuat sejarah secara teknis pelaksanaannya, tetapi juga regulasinya, kemudian model pelaksanaannya, kulturnya. Ini penting untuk bisa menjadi model di masa yang akan datang,” katanya.

Arief menilai, pelaksanaan Pilkada 2020 akan menjadi pertaruhan besar. Menurut Arief, jika pada pelaksanaannya nanti berjalan baik, maka akan dapat menjadi model dan landasan yang baik pula ke depannya.

“Tapi kalau kita buruk melaksanakannya tahun ini, maka kalau terjadi lagi, kita juga masih meraba-raba lagi,” ujarnya.

Arief mengungkapkan, pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi menjadi pertaruhan besar, bukan hanya untuk generasi sekarang, tapi juga akan menjadi warisan penting untuk generasi yang akan datang.

Arief menyebutkan, pandemi Covid-19 juga dihadapi oleh banyak negara di dunia, namun tidak menyulutkan semangat mereka untuk melaksanakan Pemilu. Menurut Arief, langkah yang dibuat oleh negara lain dalam penyusunan pelaksanaan Pemilu dapat menjadi pelajaran bagi Indonesia, tapi tentunya harus disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi bangsa saat ini.

“Situasi dan kondisi di tiap negara berbeda-beda, termasuk regulasinya. Ada yang tetap melanjutkan pelaksanaan pemilihan kepala negaranya karena memang sudah pada periode pergantian kepemimpinannya, namun ada juga yang mengundurnya. Kultur masyarakat juga menjadi pengaruh besar dalam proses pelaksanaannya. Jadi apa yang dilakukan negara lain bisa menjadi pelajaran bagi kita. Tetapi tentu mengadopsi sepenuhnya itu tidak mungkin karena kultur, regulasi, situasi kondisi dan anggarannya berbeda,” ungkapnya.

Arief menjelaskan, regulasi pelaksanaan Pemilu pada masa pandemi Covid-19 tidak ada yang berubah. Hanya saja terdapat tambahan Peraturan KPU yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Regulasinya tidak ada yang berubah, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 masih dipakai, Peraturan KPU juga masih dipakai, yang kita lakukan sekarang adalah menambahkan Peraturan KPU baru sesuai dengan situasi pandemi dan mengutamakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Pada teknis pelaksanaan Pemilu, Arief menuturkan, KPU mengutamakan protokol kesehatan bagi penyelenggara serta pemilih. Bagi penyelenggara, KPU memfasilitasi disinfektan, masker baik itu kain dan medis, hand sanitizer, sabun cuci tangan, sarung tangan, pengukur suhu tubuh, pelindung wajah dan pembatas bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) serta mengadakan rapid test terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kesehatan penyelenggara.

Kemudian, lanjut Arief, Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga akan menerapkan physical distancing dengan pengaturan kursi yang berjarak 1-2 meter bagi para pemilih. Para pemilih diwajibkan menggunakan masker dan mengikuti instruksi petugas di TPS untuk mengikuti Pemilu sesuai dengan protokol kesehatan.

Peraturan pelaksanaan kampanye juga telah disesuaikan dengan protokol kesehatan, antara lain tidak diperbolehkan melakukan kampanye yang berpotensi membuat kerumunan, mengutamakan pelaksanaan kampanye menggunakan media daring sehingga tidak terjadi kontak fisik dan kerumunan, jika melakukan pertemuan tidak boleh melebihi 40 persen dari kapasitas ruangan, jaga jarak serta menggunakan masker dan face shield.

Terakhir untuk pemungutan dan perhitungan Suara, Arief menjelaskan bahwa pemungutan Suara dilakukan secara manual dan saat perekapannya menggunakan teknologi informasi.

“Kita jangan menghilangkan kultur pemungutan Suara, itu (pemungutan Suara) tetap dilaksanakan manual. Begitu pemungutan Suara dihitung dan semua orang menyaksikan di TPS, hal ini yang menjadi ciri khas Indonesia dalam melakukan pemilihan untuk hak pilihnya. Nah pada proses perekapan, baru menggunakan teknologi informasi,” katanya.

Sebagai informasi, Pilkada Serentak 2020 akan diselenggarakan di sembilan provinsi, antara lain Sumatera Barat (zona oranye), Kepulauan Riau (zona kuning), Jambi (zona kuning), Bengkulu (zona oranye) dan Kalimantan Utara (zona oranye).

Kemudian, Kalimantan Tengah (zona merah), Kalimantan Selatan (zona merah), Sulawesi Utara (zona merah) dan Sulawesi Tengah (zona oranye) pada 224 kabupaten dan 37 kota. Teknis pelaksanaan Pemilu akan disesuaikan dengan kondisi zona risiko pada wilayah daerah masing-masing.[]

Editor: Deni Muhtarudin

berita terkait

Image

News

Jenderal Andika dan Komjen Gatot Sosialisasikan Uji Klinis Kombinasi Obat untuk Pasien Covid-19

Image

News

Tujuh Anggota Positif Covid-19, Gedung DPRD Jabar Ditutup

Image

News

Pemkab Bogor Perpanjang PSBB hingga 10 September

Image

Ekonomi

Siap-siap! Ada Beberapa Agenda Penting OJK ke Depan

Image

Olahraga

Pencak Silat

Prabowo: Indonesia Open Bentuk Optimistis Pegiat Pencak Silat

Image

News

Wabah Corona

Di Tengah Lonjakan Kasus Corona, Dokter Korea Selatan malah Mogok Massal

Image

News

Terus Bertambah, Corona DKI Jakarta Tembus 29.036 Kasus

Image

News

Pemprov DKI Yakin Dana Penanganan Covid-19 Masih Cukup Hingga Akhir Tahun

Image

News

Update 15 Agustus: Kasus Konfirmasi COVID-19 Bertambah 2.345 Total 137.468

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Teddy Gusnaidi: Din Cs Akan Deklarasi KAMI? Biarkan Saja, Gak Ada yang Spesial

Tidak cukup berpengaruh dalam politik.

Image
News

Bela Mumtaz, Hanum Rais: Bapak Tidak Pernah Ajarkan Menjadi Manusia Arogan

Mumtaz Rais saat ini tersandung masalah.

Image
News

Viral, Desain Resmi HUT ke-75 RI Dicat Warga, Netizen: Bisa Kena Pasal Gak Sih?

Terjadi di Aceh.

Image
News

Jenderal Andika dan Komjen Gatot Sosialisasikan Uji Klinis Kombinasi Obat untuk Pasien Covid-19

dikembangkan berdasarkan kinerja gabungan Universitas Airlangga (Unair), TNI AD dan BIN.

Image
News

Airlangga Siapkan Golkar Institut Demi Tingkatkan Kualitas Kader

Diharapkan sekolah ini bisa menghasilkan kader-kader calon pemimpin yang memiliki kemampuan di bidang sosial, politik dan ekonomi

Image
News

Petugas PLBN Indonesia-Malaysia Keluhkan Jaringan Internet

Padahal jaringan internet ini menunjang pekerjaan mereka di lokasi

Image
News

Festival untuk Negeri, BPK Gelar Cerdas Cermat Online

"Lomba Cerdas Cermat Online ini adalah pilihan inovasi yang ditawarkan oleh BPK untuk memperkaya Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ)."

Image
News
DPR RI

DPR: Kehadiran Vaksin Covid-19 Asal China Tanpa Diskusi dan Koordinasi

Hal ini membuat para legislator kaget

Image
News

MPR: Indonesia Berumur Panjang Karena Persatuan

Meskipun masyarakat terdiri dari beragam suku, agama, dan bahasa

Image
News

Fahri Hamzah: Keberagaman Jadi Format Indonesia Satukan Dunia

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Partai Gelora mendirikan Akademi Pemimpin Indonesia (API)

terpopuler

  1. 4 Rekomendasi Posisi Seks di Pagi Hari, Bikin Puas dan Nagih!

  2. Dituding Gelapkan Dana Nasabah Rp58 Miliar, Pemilik dan Direksi PT Kreshna Dilaporkan ke Polisi

  3. Jangan Jadi Orang yang Tidak Disukai Nabi, Ini Karakternya!

  4. Kasus Covid-19 di Kota Bogor Meroket, Bima Arya Imbau Warga Tidak Gelar Lomba 17 Agustusan

  5. 5 Meme Kocak Barca usai Tumbang 2-8 dari Bayern, Jangan Kenceng-kenceng Ketawanya

  6. Ngaku Pakai Outfit Murah, Fahri Hamzah: Saya Ini Orang Kampung

  7. Waduh! Sri Mulyani Ramal Pertumbuhan Ekonomi 2020 Malah Minus 1,1 Persen

  8. 7 Meme Superlucu Messi usai Kalah 2-8, Boleh Ketawa asal Sopan...

  9. Ribut dengan Pimpinan KPK, Putra Amien Rais Jual Nama Wakil Ketua Komisi III

  10. Ramalan Asmara Zodiak Sabtu 15 Agustus 2020: Kecurigaan Taurus Tak Pernah Terbukti!

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Rival Aqma Rianda

75 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Bonus Demografi dan Transformasi Zaman

Image
UJANG KOMARUDIN

Merindukan Kemerdekaan Sejati

Image
Afriadi, S.Fil.I, M.IKom

Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

Image
Arli Aditya Parikesit

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Protokol Kesehatan Mutlak di Garuda Demi Keselamatan Penumpang

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Bukan Orang Airlines, Ternyata Begini Perasaan Irfan Setiaputra Selama Memimpin Garuda

Sosok

Image
News

5 Potret Gagah Jokowi Kenakan Baju Adat NTT di Sidang Tahunan MPR RI

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain