image
Login / Sign Up

Soal RUU HIP, Budayawan NU Heran Sifat Politicking Parpol Lebih Dominan

Deni Muhtarudin

Image

Ribuan massa saat menggelar aksi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2020). Aksi ini diikuti oleh sejumlah ormas, antara lain Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). Dalam aksinya, mereka menolak konsep Trisila dan Ekasila dalam RUU HIP yang prosesnya kini masih dibahas di DPR. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Polemik RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang diwarnai pembakaran bendera PDI Perjuangan (PDIP) adalah bukti rendahnya pendidikan Politik, solidaritas, maupun etika antar partai Politik (Parpol) di Parlemen.

Bahkan, yang lebih dominanjustru sifat politicking alias suka mempolitisasi demi kepentingan sendiri. Hal itu diungkapkan oleh Budayawan Nahdlatul Ulama (NU), Ngatawi Al-Zastrouw.

Menurut Ngatawi, tidak adanya reaksi partai Politik terhadap pembakaran bendera PDIP. Ngatawi melihat, solidaritas antar partai sangat rendah dan membuktikan jalinan antar partai sangat transaksional.

baca juga:

"Jangankan memberikan pembelaan terhadap sesama partai yang simbolnya dinista oleh demonstran, bahkan sekadar ucapan simpati dan bela rasa tidak muncul dari partai-partai lain," ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Ngatawi menjelaskan, institusionalisasi Parpol sebenarnya terus digoyang oleh berbagai pihak yang ingin mengarahkan demokrasi Indonesia lebih bernuansa individualis. Jadi, menurut Ngatawi, jika diam melihat simbol martabat sebuah Parpol diserang, sama saja sebenarnya membiarkan serangan terhadap Parpol sebagai pilar demokrasi Indonesia.

Lebih jauh, lanjut Ngatawi, bukan tak mungkin ke depan, preseden pelecehan terhadap sistem Politik kenegaraan ini bisa saja terulang. Jika saat ini para demonstran bisa membakar bendera PDIP, lain kali akan terjadi pembakaran terhadap bendera partai lain karena dianggap dekat dengan organisasi terlarang.

"Misalnya, bisa saja akan terjadi pembakaran terhadap bendera PKS karena dianggap dekat dengan HTI sebagai organisasi ilegal dan dianggap merongrong Pancasila," ujarnya.

Bahkan yang lebih parah, Ngatawi mengatakan, justru ada Parpol yang berusaha menangguk keuntungan dari peristiwa polemik HIP dan pembakaran bendera PDIP.

Dosen Pascasarjana Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta itu sudah mengecek bahwa sebenarnya seluruh fraksi di DPR menjadi inisiator RUU HIP. Sebab, pengesahannya dilakukan di Rapat Paripurna DPR.

“Fraksi Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PAN, PPP dan PDIP menerimanya, begitupun dengan PKS. Hanya Fraksi PD yang tak jelas pendapatnya. Nah, RUU HIP merupakan manifestasi dari hak inisiatif DPR, seharusnya seluruh fraksi dan anggota DPR bertanggungjawab memperjuangkannya,” kata Ngatawi.

Seharusnya, lanjut Ngatawi, kalau ada penolakan dari masyarakat, mestinya seluruh fraksi dan anggota DPR harus bersatu padu menjelaskan dan mempertahankan RUU HIP. Namun ternyata, alih-alih mempertahankan, beberapa fraksi justru balik badan ikut menolak RUU yang telah mereka buat dan usulkan.

"Secara moral tindakan ini sulit dipertanggungjawabkan. Karena perilaku tersebut mencerminkan inkonsistensi partai Politik, bahkan cenderung politicking," ungkapnya.

Demi menarik perhatian dan simpati publik, Ngatawi, partai-partai Politik seperti cuci tangan terhadap RUU yang telah mereka usulkan. Seolah-olah mereka tidak ikut membuat dan menyetujui RUU tersebut, kemudian tampil di depan publik sebagai pahlawan dengan ikut-ikutan mencerca RUU yang sudah mereka buat dan sepakati.

"Tak hanya balik badan, mereka seolah menuding bahwa RUU HIP hanya milik PDIP, produk PDIP bukan usulan lembaga DPR, padahal mereka jelas-jelas ikut membahas, memberi catatan dan mengesahkan dalam sidang parpurna," ujarnya.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

Ekonomi

Sektor Pertanian Bisa Jadi Penyelamat Ekonomi RI Kuartal III-2020 dari Resesi

Image

Ekonomi

DPR: Sektor Pertanian Jadi Lokomotif Penyelamat Indonesia dari Resesi

Image

News

Ada Transfer Ilmu, RUU Ciptaker Diyakini Dapat Tingkatkan Kualitas SDM Indonesia

Image

News

AMPI: Hasil Pembahasan Tripartit, Kesepakatan yang Untungkan Semua Pihak

Image

News

Bela Ibas, Hinca Bilang Begini ke PDIP

Image

News

Wabah Corona

Tujuh Orang di Lingkungan DPRD Jepara Positif COVID-19

Image

Ekonomi

Bos BKPM Klaim RUU Cipta Kerja Mampu Beri Kepastian Investasi

Image

News

Ace Hasan: Anak-anak Penyandang Disabilitas Tak Boleh Minder

Image

News

Tak Remehkan Covid-19, Masjid Terapkan Protokol Kesehatan Diapresiasi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

BPBD Karo: Masyarakat Harus Jauhi Zona Merah Gunung Sinabung

BPBD Kabupaten Karo memerintahkan warga untuk segera menjauhi zona merah erupsi gunung Sinabung.

Image
News

Satgas Covid-19 Bantah Pernyataan Risma Soal Zona Hijau

Secara tegas, Wiki mengatakan jika penentuan peta atau zonasi risiko di daerah hanya bisa ditentukan oleh Satgas Penanganan Covid-19

Image
News

Cabuli Calon Anak Tiri, Harapan Pria di Cirebon Nikahi Ibunya pun Kandas

Entah apa yang ada di otak S (27), warga Cirebon, Jawa Barat.

Image
News

Masyarakat Antusias Ikuti Lomba Foto dan Video yang Digelar DPD Golkar DKI, 3.000 Materi Telah Masuk

Sedikitnya ada 3.000 foto dan video yang masuk untuk dilombakan

Image
News

Pasien COVID-19 Meninggal di DIY Capai 23 Orang

Sementara pada hari ini dilaporkan ada penambahan 16

Image
News

Emi Pedagang yang Maki Wali Kota Padang Akhirnya Minta Maaf

Ia pun berharap bisa bertemu dengan sang Wali Kota

Image
News

Dana Pemulihan Ekonomi dari Pemerintah Pusat Disunat untuk Bangun Flyover

Salah satunya flyover tapal kuda.

Image
News

Pelibatan TNI Untuk Penanganan Terorisme Sangat Diperlukan

Karena terorisme adalah kejahatan serius

Image
News

Dibuka Hari Ini, Berikut Syarat dan Langkah Mendaftar Kartu Prakerja

Jika tidak lolos, peserta dapat mengikuti pendaftaran pada gelombang selanjutnya

Image
News

Mau Tanam Pisang di Kebun, Eh Pria Ini Malah Temukan Situs Sejarah

Disinyalir situs tersebut bernilai sejarah tinggi

terpopuler

  1. Arogan, Mentang-Mentang Anak Pejabat, Cewek Ini Menolak Bayar Denda Karena Tidak Pakai Masker

  2. Polisi Cari Identitas Pembakar Foto Habib Rizieq dan Ustaz Abdul Somad

  3. Seakan-akan Meroket, Ekonomi RI Zaman SBY Ternyata Tidak Istimewa Juga

  4. Nama 'Ibas' Jadi Trending Topic di Twitter Hari Ini, Ada Apa Nih?

  5. Dari Kasus The Connell Twins, Ketahui Penyakit Akibat Incest

  6. Hendrawan: Mengalahkan Indonesia akan Permudah Malaysia di Piala Thomas

  7. Larang PKL Jualan, Wali Kota Padang Mahyeldi Diomelin Ibu-ibu

  8. Luhut Siapkan Cashback hingga Rp750 Ribu Bagi Konsumen Belanja Produk UMKM Lokal

  9. Kenali Incest, Typo The Connell Twins yang Jadi Viral

  10. Korea Selatan Temukan Virus Corona di OTG dan Pasien Bergejala Sama Banyaknya

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk

Image
Ekonomi

Foto Lawas Cita-cita Masa SD Desainer Asal Medan ini Viral, Bikin Bangga!

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid