Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Mardani: Presidential Threshold 5% untuk Hasilkan Presiden yang Berkualitas

Ratu Amanda Distania

Mardani: Presidential Threshold 5% untuk Hasilkan Presiden yang Berkualitas

Poltitisi PKS Mardani Ali Sera saat menjadi pembicara dalam diskusi peluncuran buku 'Rematch Pilpres: Kontestasi Elektoral Dan Keterbelahan Publik' di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (16/10/2019). Dalam diskusi tersebut dibahas tentang rangkaian proses pemilu 2019 serta mengajak untuk menambal berbagai kelemahan yang ada dan memperkuat segala yang sudah baik serta memberikan inspirasi pembangunan masa depan konstitusi dan demokrasi ke depan.  | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Politisi Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera mengatakan pembahasan RUU Pemilu sedang dilakukan dan salah satu topik yang akan dibahas adalah Presidential Threshold (PT).

"Kami @FPKSDPRRI mengusulkan ambang batas diturunkan menjadi 5% kursi DPR / 10% suara nasional, menggantikan PT 20% yg sebelumnya digunakan pada Pemilu 2019," tulis @MardaniAliSera di twitter, Senin (6/7/2020).

Kata dia, penerapan angka 20 persen pada Pemilu 2019 lalu hanya menghasilkan dua pasangan calon. Sehingga dampak yang dihasilkan sedemikian luar biasa.

"Seperti polarisasi berkepanjangan yang timbul di tengah masyarakat. Bahkan sampai saat ini, jika melihat media sosial, aroma perpecahan masih sangat terasa. Tidak sehat untuk bangsa kita ke depan," katanya.

Menurutnya, aturan mengenai PT dalam RUU Pemilu sendiri tercantum pada pasal 187, 192, dan 198. Angka 5% dipilih setidaknya dilatarbelakangi beberapa alasan. Dengan ambang batas pencalonan yang moderat seperti 5%, diharapkan muncul potensi-potensi pemimpin bangsa yang semakin variatif.

"InsyaAllah semakin banyak calon berkualitas yang maju, juga kesempatan bagi setiap partai atau gabungan partai untuk memajukan kader terbaiknya. Diharapkan tidak ada lagi ‘transaksi’ politik satu sama lain karena setiap partai, besar atau kecil, memiliki kesempatan yang sama," ujarnya.

Mardani mengatakan, menerapkan angka 5% sekaligus menjadi bukti setiap partai dalam menciptakan kaderisasi yang telah lama dibangun.

"Tentu kita menginginkan kaderisasi partai tetap terbangun dengan baik, agar ke depannya partai politik mampu melahirkan calon-calon pemimpin yang berkualitas," katanya.

Sementara, menurunkan angka 20% ke 5% bukan berarti melemahkan sistem presidensial seperti yang dikhawatirkan beberapa pihak.

"Justru dengan menurunkan PT, ini adalah langkah memberikan independensi terhadap partai politik serta penguatan sistem kaderisasi internal."

Mardani mengingatkan bahwa hal terpenting dari sistem presidensial adalah menerapkan mekanisme yang menjunjung tinggi akuntabilitas dan transparansi.

"Jika hal tersebut tidak diterapkan dengan baik, ada atau tidaknya PT, maka sistem presidensial yang kita harapkan akan sulit terwujud," kata dia.

Dalam kalimat akhir, ia menuturkan bahwa dengan PT 5% masyarakat dapat lebih berkonsentrasi untuk mengangkat gagasan calon yang diusung sebagai strategi pemenangan, karena peluang muncul calon-calon yang berkualitas dan memiliki gagasan menjadi terbuka lebar.

"Tidak lagi terjebak pada isu-isu yang semakin menciptakan polarisasi berkepanjangan, tak berguna dan menghancurkan bangsa."[]

baca juga:

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

DPR RI

PKS Sebut Ide Paspor Vaksin Belum Diperlukan di Indonesia

Image

News

Mardani: Jadikan Pencabutan Perpres Investasi Miras Pelajaran

Image

News

DPR RI

Anggota Komisi IX Minta Pemerintah Terbuka Soal Vaksin Gotong Royong

Image

News

DPR RI

Kritik Perpres Legalisasi Miras, PKS: Jangan Sampai Kebijakan Negara Kehilangan Arah

Image

News

DPR RI

Komisi IX: Semua Pihak Harus Bergotong Royong Patuhi Protokol Kesehatan dan Hindari Kerumunan

Image

News

PKS: Ide Riset Vaksin Nusantara Harus Akuntabel

Image

News

Pesan Mardani Ali Sera untuk Para Kepala Daerah yang Baru Dilantik

Image

News

Akui Banjir Semarang Salahnya, Mardani: Bravo Mas Ganjar!

Image

News

Mardani: UU ITE Jangan Lagi Dijadikan Sebagai Alat Efektif untuk Melakukan Kriminalisasi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Lawan Covid-19

Ketum PP Muhammadiyah: Vaksinasi adalah Ikhtiar Kolektif Atasi Pandemi

Haedar mengikuti vaksinasi beserta istri, Siti Noordjannah Djohantini

Image
News

PKH Membuat Ekonomi Warsiti Berdaya

Warga Brebes bernama Warsiti (37) menyatakan mengundurkan diri dari kepesertaan PKH.

Image
News

Laksanakan Arahan Presiden Jokowi, Sandiaga Fokus Kembangkan Desa Wisata

Pandemi Covid-19 turut memberi pengaruh besar terhadap tren pariwisata di Tanah Air.

Image
News

Wapres Ma'ruf Minta Pemda Jawa Timur Geber Pembangunan Fasilitas Pendukung Industri Halal 

Hal ini sejalan dengan langkah Kementerian Perindustrian yang telah menunjuk Sidoarjo sebagai salah satu lokasi industri halal di Jawa Timu

Image
News

Suap DAK Kota Dumai, KPK Periksa Bos PT Energi Sejahtera Mas

Ia diperiksa penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah (ZAS)

Image
News

Polsek Sawah Besar Bongkar Sindikat Pabrik Rumahan Ganja Sintetis di Kawasan Kembangan Jakbar

Beruntung ganja-ganja tersebut belum sempat diedarkan

Image
News

Penyelidikan Independen Duga Korban Pelecehan Pastor Prancis sampai 10 Ribu Orang

"Diperkirakan jumlah korban bisa mencapai setidaknya 10 ribu."

Image
News

Tersangka Pencabulan di Perkantoran Jakarta Utara Sering Bawa Sajam di Pinggang

Maka dari itu, para korbannya taku melakukan perlawanan saat dilecehkan

Image
News

Komisaris Utama PT SMS Tak Berkutik Saat Dibekuk Tim Tabur Kejaksaan

Saat ditangkap Komut PT SMS ini sedang berada di sebuah rumah di Jalan Kemang 1D Nomor 15 B Gang Langgar, Kelurahan Bangka, Mampang

Image
News

Temui Menkumham, Kabareskrim Bahas Kasus Perdagangan WNI di Luar Negeri

Kasus perdagangan orang akan menjadi fokus Kabareskrim dan Menkumham untuk kemudian dipecahkan secara bersama

terpopuler

  1. Budiman Sudjatmiko Berpeluang Jadi Calon Pemimpin Pilihan Rakyat di 2024

  2. Ternyata Pelaku Penyebar Video Porno Mirip Gabriella Larasati Adalah Mantan Residivis

  3. Tak Kapok, Seorang Kakek di Kotawaringin Timur Sudah Lima Kali Ditangkap Polisi karena Narkoba

  4. Viral Lakukan Kekerasan, Kepala Kantor BC Jayapura Akhirnya Dicopot dari Jabatannya

  5. Shandy Aulia Unggah Foto Pakai Bikini, Warganet: Jadi Pingin Zoom In

  6. Jhony Allen Marbun: Demi Tuhan Saya Bersaksi, SBY Tidak Berkeringat Sama Sekali

  7. Langsung Dipraktikkan Oleh Para Nabi, ini Doa-doa Meminta Rezeki

  8. 5 Foto Mesra Pengantin Baru Osvaldo Haay dan Istri, Bikin Baper

  9. 5 Kontroversi Buku Diet Tya Ariestya yang Diungkap Warganet

  10. Geledah Rumah Pribadi Nurdin Abdullah, Penyidik KPK Temukan Uang Tunai

fokus

Mendorong Pemerataan Ekonomi Secara Digital
Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau

kolom

Image
Ali Zulfugaroghlu, Elnur Elturk

Genosida Khojaly: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Image
Ujang Komarudin

Takut Mengkritik

Image
Roosdinal Salim

Mimpi atau Realistis Mencapai 20.000 Kampung Iklim di 2024?

Image
Poetra Adi Soerjo

Pemuda Sumbawa Akui Pemikiran Prof Din Syamsuddin Radikal

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Hubungan yang Tidak Sehat Bisa 'Disembuhkan' | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Toxic Relationship: Ini Salah Aku atau Dia? | Akurat Talk (1/3)

Sosok

Image
News

8 Potret Adu Gaya Sporty AHY dan Ibas saat Berolahraga

Image
News

7 Potret Santai Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Berbagai Kesempatan, Panen Buah hingga Mancing

Image
News

Bertema Pramuka, 7 Potret Bahagia Ridwan Kamil Rayakan Ulang Tahun Baby Arkana