image
Login / Sign Up

Kasus Sarang Burung Walet, Gus Sholeh: Bersalah Atau Tidak Baiknya Novel Buktikan di Pengadilan

Miftahul Munir

Image

Diskusi virtual bertema "Diskriminasi Kasus Sarang Walet, Penegakan Hukum Tak Kenal Kasta | Istimewa

AKURAT.CO, Fenomena diskriminasi sangat nyata sekali dalam penuntasan kasus Sarang Burung Walet Bengkulu yang telah menyeret nama Novel Baswedan.

"Jangan kalian teriak-teriak diskriminasi tapi kasus Sarang Burung Walet tak bisa dituntaskan. Adili secepatnya Novel Baswedan," tegas Aktivis Gugat Novel (AGN) Bayu Sasongko.

Hal itu mengemuka dalam diskusi virtual bertema "Diskriminasi Kasus Sarang Walet, Penegakan Hukum Tak Kenal Kasta !" di Mie Atjeh Cikini Menteng, Minggu (5/7/2020).

baca juga:

Menurutnya, sudah waktunya Negara memberikan keadilan bagi rakyat kecil yang sudah berjuang agar Novel Baswedan mempertanggung jawabkan perbuatannya saat menjabat sebagai Kasat Reskrim di Bengkulu.

"Tentang adil dan keadilan Novel Baswedan harusnya bercermin dengan dua hal yang sederhana. Penyiram air Aki sudah dituntut 1 tahun dan akan ada putusan 1 Tahun. Gimana dengan pelaku penganiayaan, penembakan, pembunuhan, terhadap kasus Sarang Burung Walet di Bengkulu, apakah Novel Baswedan sudah diadili..!?," sindir Bayu.

Sementara itu, Koordinator Sahabat Joeang Jokowi (SAJOJO) Gus Sholeh mengatakan soal bersalah, atau tidaknya Novel Baswedan pada kejadian 16 tahun lalu sebaiknya diserahkan saja pada Pengadilan.

"Agar tidak menjadi suatu bentuk isu ataupun pembicaraan dimasyarakat khususnya bagi masyarakat bawah. Kita tidak ingin hukum itu hanya tajam ke atas dan tumpul kebawah, kalau memang Novel Baswedan seperti yang diharapkan dari para korban pada terjadi 16 tahun yang lalu tentang Sarang Burung Walet di Bengkulu itu hendaklah juga dibawa keranah hukum," sambung Gus Sholeh.

Menurut pentolan relawan Jokowi itu, agar masyarakat mendapat kepastian hukum, bahwa hukum di Indonesia itu bisa dijadikan panglima negeri ini akan makmur, terwujud dengan harapan cita-cita luhur pendiri bangsa yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Bila hukum tidak memandang bulu, siapapun yang telah melanggar hukum, baik aparat hukum, pejabat atau siapapun, hendaklah diselesaikan dimeja hijau atau diranah hukum, salah atau tidak berikan kepastian hukum agar masyarakat kecil khususnya para korban tentang Sarang Burung Walet 16 tahun yang lalu di Bengkulu," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Organisasi Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro menuturkan kenapa rakyat kecil sampai sekarang masih menuntut terhadap keadilan soal kasus Sarang Burung Walet.

"Berarti permasalahan ini sih belum selesai, mereka sampai ke Jakarta melihat persidangan," katanya.

Dikatakannya, di era keterbukaan ini, kalau tidak ada keadilan itu bisa digugat kembali, bisa dipertanyakan kembali, tidak mungkin rakyat kecil ini menuntut kebenaran.

"Sampai ada yang kakinya ditembak sampai segala macam, tuntaskan saja, dibuka, tidak usah takut. Ini negara hukum, segala sesuatunya dengan hukum," katanya.

Norman melanjutkan dengan kasus ini semoga tidak akan terjadi lagi di daerah lain. Makanya, ia mendukung jika kasus tersebut di buka sejelas-jelasnya.

"Bila perlu gelar perkara. Kalau bicara hukum tidak ada yang kuat, tidak ada yang kalah atau yang menang, yang ada adalah menurut undang-undang, keadilan menurut hukum. Semoga kita tidak boleh saling menutupi, apalagi ini kejadiaannya di Bengkulu yang waktu itu beliau juga sebagai pejabat disana yang memegang jabatan Kasat Reskrim. Jadi saya mendukung penegakan hukum," pungkasnya.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Kronologi Versi Nawawi, Mumtaz Rais Bilang 'Pahlawan Kesiangan' Saat Ribut di Pesawat

Image

News

Anies Angkat Mantan Penasihat KPK Jadi Kepala Bapenda DKI

Image

News

PAN Belum Mau Komentari Perdebatan Mumtaz Rais dan Nawawi Pomolango di Pesawat

Image

News

Baru Setengah Tahun Bebas, KPK Kembali Tahan Eks Bupati Bogor

Image

News

Pegawai KPK Jadi ASN, ini Kritik Mardani Ali Sera untuk Jokowi

Image

Hiburan

Masih Depresi, Roy Kiyoshi Sering Diajak Bunuh Diri Mahluk Halus

Image

News

Perubahan UU KPK, Novel Baswedan: Rezim Narasikan Penguatan, Padahal Melemahkan

Image

News

Denny Siregar Sindir Novel Baswedan Karena Sering Mengeluh ke Pemerintah

Image

Olahraga

Illegal Streaming

Hukuman 4 Tahun Penjara dan Denda Rp750 Juta kepada Pelaku Ilegal Streaming

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Terharu, Anak Kecil Naik Pesawat Sendirian Demi Temui Ayahnya yang Jalani Operasi Jantung

Salut!

Image
News

Dipolisikan Usai Ribut dengan Pimpinan KPK, Anak Amien Rais: Sudah Telanjur, Nggak Apa

Mumtaz berharap persoalan bisa diselesaikan secara kekeluargaan

Image
News

Polda Papua Ingatkan Warga Bijaksana Gunakan Medsos

Agar tidak terjerat tindak pidana

Image
News

5 Pegawai Positif Corona, Kantor Ditjen Imigrasi Kemenkumham di Kuningan Jaksel Terpaksa Ditutup

Penutupan dalam rangka sterilisasi virus Covid-19

Image
News

Altar 89 Bagikan 12 ribu Paket Sembako Untuk Warga Pesisir di 7 Daerah Ini

Bantuan dari kami ini akan disalurkan ke seluruh Pos AL di seluruh Indonesia.

Image
News

Bongkar Pasang Aturan, PDIP Sebut Anies Tak Punya Kajian Untuk Bikin Kebijakan

Hal ini membuat kebingungan di masyarakat

Image
News

Kronologi Versi Nawawi, Mumtaz Rais Bilang 'Pahlawan Kesiangan' Saat Ribut di Pesawat

Padahal saat itu Mumtaz tengah ditenangkan rekannya dan awak kabin yang ada di lokasi

Image
News

Akademisi: Meski Diterjang Pandemi, Akselerasi Transformasi Pendidikan Harus Dilanjutkan

Maka dari itu, diperlukan perumusan kebijakan dengan mengedepankan inovasi guna mencapai kemajuan bangsa dan terciptanya Pelajar Pancasila

Image
News

Sosialisasi Laporan Utama Kostratani Dilakukan di Kabupaten Dompu, NTB

Kostratani akan menjadi pusat data dan informasi, juga sebagai pusat pengembangan, dan bisa menjadi tempat konsultasi petani

Image
News

Masih Nekat Melanggar, Warga DKI yang Tak Pakai Masker Bisa Didenda Rp500 Ribu

Harus lebih tegas.

terpopuler

  1. Tengku Zul Bandingkan Pendapatan Negara dengan Aset Sinar Mas Group, Netizen: Gajah Sama Semut Bos!

  2. Selain Tak Terima Ditegur Main HP di Pesawat, Putra Bungsu Amien Rais Berani Tantang Wakil Ketua KPK

  3. Jadi Idola Masa Kecil, Bek Muda Bayern Ini Tak Percaya Bakal Berhadapan dengan Lionel Messi

  4. Dicibir Dongkrak Popularitas Lewat Rizky Billar, Lesti Membantah: Sudah Ditakdirkan Allah

  5. 5 Meme Lucu Kekalahan Atletico Madrid, Liverpudlian ikut Ngakak Lebar

  6. Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

  7. Ingin Habisi Semua Anggota Keluarga, Pria India Nekat Campuri Es Krim Buatan Ibu dengan Racun Tikus

  8. Gerindra: Pidato Presiden Gambarkan Rakyat Indonesia Bisa Bangkit dari Pandemi

  9. Viral Seorang Mahasiswa Bayar UKT di Bank Pakai Uang Receh, Senilai Rp3,5 Juta!

  10. Pelatih RB Leipzig Ungkap Pertikaiannya dengan Diego Simeone 

Akurat Solusi-1

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Merindukan Kemerdekaan Sejati

Image
Afriadi, S.Fil.I, M.IKom

Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

Image
Arli Aditya Parikesit

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Image
Egy Massadiah

Doni Menengok Putaran Roda Zaman

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Protokol Kesehatan Mutlak di Garuda Demi Keselamatan Penumpang

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Bukan Orang Airlines, Ternyata Begini Perasaan Irfan Setiaputra Selama Memimpin Garuda

Sosok

Image
News

5 Potret Gagah Jokowi Kenakan Baju Adat NTT di Sidang Tahunan MPR RI

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain