image
Login / Sign Up

Mendagri Targetkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 di atas 50 Persen

Dedi Ermansyah

Pilkada 2020

Image

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kedua kanan) berbincang dengan anggota komisi II saat mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi II di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Rapat tersebut membahas pembicaraan pendahuluan RAPBN TA 2021, rencana kerja pemerintah, serta upaya dan kinerja pemerintah daerah dalam menangani pandemi COVID-19. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Menteri Dalam Negeri (MendagriTito Karnavian mengharapkan agar target partisipasi pemilih bisa mencapai angka di atas 50 persen.

"Target partisipasi, ya jelas kami harapkan di atas 50 persen. Kalau bisa semakin tinggi, semakin baik," ujar Tito dalam seminar daring di Jakarta, Sabtu (4/7/2020).

Menurut penuturan Ketua KPU Arief Budiman, jumlah pemilih dalam Pilkada 2020 berdasarkan data 9 Juni adalah sekitar 106 juta orang (106.774.112 orang).

Dengan demikian, berarti target pencapaian partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020 yang diharapkan Mendagri adalah separuhnya yaitu di atas 53 juta orang (53.387.056 orang).

Pilkada Serentak 2020 sendiri akan dihelat di 270 daerah. Pemungutan suara akan dilakukan serentak pada 9 Desember mendatang dan dilanjutkan penghitungan suara berjenjang dari tingkat TPS, kecamatan hingga kabupaten/kota dan provinsi.

Tahapan Pilkada sempat tertunda pada bulan Maret ketika pandemi COVID-19 memaksa pemerintah menerapkan langkah menjaga jarak sosial (social distancing), yang menyebabkan KPU menunda tahapan penyelenggaraan 
Pilkada serentak berikutnya yang kemudian berakibat pada penundaan tahapan pemungutan suara. Padahal, jika tidak ada pandemi, rencananya pemungutan suara Pilkada bakal dilaksanakan oleh 270 daerah pada 23 September 2020 mendatang.

Keputusan penundaan disepakati kemudian dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi II DPR RI dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), beserta penyelenggara pemilu, yakni: Bawaslu, KPU, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Senin, 30 Maret 2020 hingga terbitnya Perppu Penundaan Pilkada.

KPU mengusulkan tiga opsi jadwal penundaan Plkada serentak 2020, yaitu opsi 1 yaitu opsi optimis tanggal 9 Desember 2020, Opsi 2, yaitu tanggal 1 April 2021 dan Opsi 3 yaitu September 2021. Terhadap opsi ini, Mendagri menyetujui opsi usulan KPU yaitu 9 Desember 2020.

Opsi ini merupakan opsi optimis karena telah tersedianya anggaran Pilkada serentak 2020 untuk tahun anggaran 2020 pada APBD 270 daerah yang akan Pilkada. Dengan demikian anggaran Pilkada 2020 tetap pada posisi saat ini dan tak ada realokasi.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kemudian menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 2 tahun 2020 tanggal 4 Mei 2020 tentang penundaan Pilkada ke Bulan Desember.

Komisi II DPR RI kemudian menyepakati agar Perppu Penundaan Pilkada dibawa ke dalam rapat paripurna untuk disahkan menjadi Undang-Undang, namun Perppu Penundaan Pilkada itu kemudian digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu (PWSPP) pada Rabu 10 Juni 2020.

Ketua PWSPP Johan Syafaat Mahanani dalam permohonannya di laman resmi Mahkamah Konstitusi, mengatakan tidak setuju dengan pertimbangan pemerintah dalam menerbitkan perppu itu, di antaranya karena wabah COVID-19 tidak dapat diprediksi serta negara-negara lain yang juga terdampak COVID-19 tetap menggelar pemilu lokal mau pun nasional.

Dengan dijalankannya tahapan Pilkada serentak mulai Juni 2020 dan pemungutan suara pada Desember 2020, pemohon khawatir penyebaran COVID-19 semakin luas karena banyak pertemuan akan dilakukan.

baca juga:

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Arief Budiman menyebutkan bahwa penerapan protokol kesehatan akan dilakukan secara ketat dalam rangka pelaksanaan Pilkada 2020 di masa pandemi COVID-19.



Adapun, sejumlah kebutuhan penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di masa pandemi itu antara lain:

"Masker kain 13 juta lembar lebih, untuk masker kain. Kemudian masker sekali pakai untuk petugas KPPS itu 304.927 boks. Jadi kami berikan per TPS itu 2 boks. Kemudian masker sekali pakai cadangan untuk pemilih di TPS, itu juga sebanyak 609.854 boks. Kemudian hand sanitizer, desinfektan, dan seterusnya," ujar Arief.

Arief menambahkan, setiap petugas juga perlu dibekali vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah tertular COVID-19. Kemudian, bagi petugas yang bertugas di TPS juga harus memakai masker sejak dari rumah hingga di TPS.

KPU juga ingin pemilih dapat disediakan masker, sabun pencuci tangan cair, dan gentong air pada setiap TPS. Dan, KPU juga ingin menerapkan aturan dilarang bersalaman, dilarang berdekatan guna mematuhi physical distancing, serta mengatur jumlah pemilih yang boleh berada di TPS selama proses pemungutan suara.

Dengan asumsi menggunakan batasan maksimal 500 pemilih per TPS, maka berdasarkan data tersebut, KPU memperkirakan jumlah TPS akan sebanyak 304.927 tempat di seluruh Indonesia.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Bermunculan Lembaga Survei Baru di Pilkada Tangsel, Begini Tanggapan PERSEPI

Image

News

Mendagri Hadiri Peluncuran Gerakan 26 Juta Masker di Malang, Jawa Timur

Image

News

KPK Minta Para Calon Kepala Daerah di Lampung Tak Jadi Koruptor Pasca Terpilih

Image

News

Setelah Ditegur Mendagri, Pasha Akhirnya Jelaskan Alasan Rambutnya Berubah Pirang

Image

Ekonomi

Airlangga Klaim Pilkada Serentak Genjot Geliat Ekonomi Kuartal III dan IV

Image

News

Jokowi Ingin Dua Poin Ini Terpenuhi Saat Pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember

Image

News

Ganjar Minta Kepala Daerah Tidak Tumpangi Bantuan Covid-19 untuk Pilkada

Image

News

Ditemani Hadi Rudyatmo, Gibran Rakabuming Temui Megawati di Teuku Umar

Image

News

Gerindra Tak Ragu Usung Denny Indrayana karena Alasan ini

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Tim SAR Berhasil Temukan Satu Korban Tenggelam di Pantai Goa Cemara

Dengan demikian korban yang belum ditemukan masih ada 3 orang

Image
News

Djoko Tjandra Jalani Masa Isolasi Mandiri Pasca Dipindah ke Lapas Salemba

Isolasi mandiri dilakukan selama 14 hari sesuai protokol kesehatan pencegahan pandemi Covid-19

Image
News

Satpol PP DKI Ubah OK Prend Jadi Tibmask

Operasi Tibmask ini diperluas jangkauannya hingga ke permukiman dan lingkungan warga selain tetap menjangkau jalan dan tempat umum

Image
News

BPP Kostratani Wajib Setor Data Secara Periodik ke AWR Kementan

BPP Kostratani harus menyerahkan data sesuai periode, dan berdasarkan aplikasi yang sudah disiapkan

Image
News

Empat Kecamatan Terkena Dampak Abu Vulkanik Gunung Sinabung

Warga diimbau untuk terus menggunakan masker atau pelindung diri agar tidak terpapar abu vulkanik

Image
News

Bantu Siswa Belajar Online, Pemuda di Yogya Sediakan Internet Murah Cuma Rp30 Ribu Sebulan

Warga mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas ini

Image
News

PNS Positif Covid-19, Lantai 7 Kantor Anies Baswedan Ditutup

Pegawai masuk hanya 50 persen.

Image
News

Awas, Gunung Sinabung Kembali Erupsi

Warga dilarang beraktifitas di desa-desa yang direlokasi.

Image
News

Kemensos Pastikan Koordinator PKH Bukan dari Pengurus Partai

Jika ada yang diangkat jadi pengurus partai secara otomatis tanggungjawabnya selaku koordinator akan dicabut

Image
News

Ditangkap hingga Akui Perbuatannya, 5 Fakta Penting Kasus Gilang 'Bungkus'

Kasus ini sempat menghebohkan media sosial

terpopuler

  1. 5 Orang Biasa yang Wajahnya Mirip Bintang Sepak Bola, Ada yang Dipenjara karena Ganggu Ketertiban

  2. Kocak Abis, 5 Salah Ketik Info di Televisi ini Bikin Nggak Bisa Mingkem

  3. Polisi: Tersangka Pencemaran Nama Baik Ahok Sempat Berusaha Hilangkan Jejak

  4. Siapa Bilang Meroket? Ekonomi Indonesia Sudah Alami Tren Penurunan Sejak 2018

  5. Jawaban 'Kocak' Kaesang Ketika Ditanya Soal Investasi Saham, Bikin Warganet Ngakak!

  6. Rizal Ramli: Rakyat Sudah Resesi, Kalau Pejabat Mah Kebal Resesi!

  7. 3 Amalan yang Pahalanya Mengalir Deras Sampai Alam Kubur

  8. Bela Ibas, Hinca Bilang Begini ke PDIP

  9. Bencana Beirut: Politisi Lebanon Tuding Hizbullah Jadi 'Biang Kerok' Ledakan

  10. Ekonomi Indonesia Anjlok, Rustam: Paling Parah DKI Jakarta Minus 8,22 Persen

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk

Image
Ekonomi

Foto Lawas Cita-cita Masa SD Desainer Asal Medan ini Viral, Bikin Bangga!

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid