image
Login / Sign Up
Image

Achsanul Qosasi

Anggota III BPK RI

Renasionalisasi BUMN

Image

Logo Baru Kementerian BUMN | HUMAS KEMENTERIAN BUMN

AKURAT.CO, "Saya akan mendukung setiap undang-undang privatisasi sejauh yang saya bisa,” kata Jair Bolsonaro, setelah 5 tahun beralih menjadi politisi. “Adalah orang-orang kiri yang menentang privatisasi. [Sebab] mereka hanya ingin mempertahankan pekerjaan mereka di pemerintahan.”

Ungkapan itu sempat terabadikan dalam sebuah tulisan di New York Times, 25 Juli 1993. Dalam segmen Conversations, tulisan itu berjudul Jair Bolsonaro: A Soldier Turned Politician Wants To Give Brazil Back to Army Rule. Penulisnya adalah wartawan kawakan Amerika, James Brooke.

Jair Messias Bolsonaro kini menjadi Presiden Brazil. Seperti dalam judul tulisan James Brooke, dia adalah politisi yang berasal dari dunia militer. Secara terang-terangan politisi konservatif ini menyatakan bahwa sejauh itu efektif, tak masalah jika pemerintahan Brazili dikelola otoriter ala tentara.

baca juga:

Kembali pada soal privatisasi, Bolsonaro mendukung privatisasi sejak awal karir politiknya. Di awal masa kepresidenannya saja, Bolsonaro telah “menjual” aset negara lebih dari 23 milyar dolar atau setara 314,9 triliun rupiah. Seperti kutipan di atas, yang diungkapkan ketika dia berusia 38 tahun, dia tetap berpandangan bahwa hanya orang-orang kiri yang menentang privatisasi, itu pun secara sinikal disebutnya karena persoalan kepentingan mempertahankan pekerjaan.

Konservatisme atau nasionalisme memang tak mesti berujung pada sikap konservatif juga dalam hal ekonomi. Ketika bagi kaum konservatif-nasionalis tertentu nasionalisasi aset-aset yang ada di negara mereka adalah suatu kemestian, juga ada orang-orang seperti Bolsonaro, yang melihat bahwa pengelolaan langsung aset-aset ekonomi oleh negara tidak cocok dalam arus demokrasi ekonomi moderen.

Singkat kata, nasionalisme tak perlu disempitkan menjadi campur tangan negara yang besar atau dominan dalam pengelolaan ekonomi. Nasionalisme, bagi Bolsonaro, harus diartikan secara realistik sebagai paham yang berpokok pada upaya-upaya kongkrit untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan rakyat Brazil.

Tapi berhasilkah Bolsonaro? Jawaban yang pasti belum ada atau tak akan pernah ada. Sebab berhasil-tidak berhasil bukanlah semata-mata soal kuantifikasi, tetapi lebih pada soal perspektif. Yang jelas, Bolsonaro, dengan segala kontroversinya berhasil menjadi presiden Brazil yang ke-38.

Di Indonesia, perkara privatisasi versus nasionalisasi juga tak pernah usai. Hemat saya, dimulai dari tingkat konstitusional, Undang-Undang dasar (UUD) 1945—termasuk yang sudah diamandemen—kita dilarang untuk menjual saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola pengelola kekayaan alam.

Bab XIV yang terdiri dari Pasal 33 dan 34 secara jelas menyatakan bahwa demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.  Seiring dengan itu, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Privatisasi juga tak mungkin didasarkan pada UU No. 19/2003 tentang BUMN. Secara materi, undang-undang ini tak bertentangan dengan konstitusi. Dalam Pasal 77, dengan jelas dinyatakan bahwa Persero yang tidak dapat diprivatisasi meliputi Persero yang bidang usahanya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan hanya boleh dikelola oleh BUMN dan Persero yang bergerak di sektor usaha yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan negara.

Demikian pula, privatisasi tidak bisa dilakukan pada Persero yang bergerak di sektor tertentu yang oleh pemerintah diberikan tugas khusus untuk melaksanakan kegiatan tertentu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan Persero yang bergerak di bidang usaha sumber daya alam yang secara tegas berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dilarang untuk diprivatisasi.

Sesuai data dan informasi di Kementerian BUMN pada Oktober 2019, terdapat 142 unit BUMN. Namun terdapat BUMN yang terlarang untuk diprivatisasi, sesuai amanah UUD 1945 dan UU No. 19/2003, ternyata tidak lagi dikuasai atau dimiliki oleh negara secara penuh.

Sebagai contoh, PT. Timah telah melakukan Penawaran Saham Perdana (IPO) pada 1995, disusul oleh PT. Antam pada 1997, dan PT. Bukit Asam pada 2002. Demikian pula, negara hanya memiliki 51 persen saham pada BUMN Perbankan (BRI, Bank Mandiri, BNI dan BTN), Garuda Indonesia, Perusahaan Gas Negara, Inalum dan beberapa perusahaan lainnya.

Alhasil, berdasar kenyataan ini, keputusan- keputusan strategis dalam pengelolaan tentu tak dapat lagi sepenuhnya ditentukan oleh negara, meskipun menguasai mayoritas saham. Begitu juga, jika cabang-cabang produksi penting ini—baik yang berupa hasil bumi, air dan kekayaan alam maupun yang non alam seperti keuangan—akan diperuntukkan bagi hajat hidup orang banyak dan sebesar-besar kemakmuran rakyat, bagaimana itu akan menjadi mungkin?

Di tengah krisis pandemik Covid-19 ini sebagai contoh, negara atau pemerintah terbukti tak mampu bergerak leluasa. Terlepas dari faktor keterlambatan karena standar adminisitratif-prosedural seperti dalam dunia perbankan, negara seperti kesulitan untuk menggerakkan BUMN-BUMN supaya bekerja dalam koridor konstitusional dalam arti bekerja bagi hajat dan kemakmuran rakyat banyak.

Tetapi dari dulu sampai sekarang ada orang-orang seperti Bolsonaro di pemerintahan—baik eksekutif maupun legislatif—serta di kalangan masyarakat sipil. Mereka berkeyakinan bahwa liberalisasi ekonomi harus mencakup privatisasi perusahaan-perusahaan yang semestinya dikuasai dan dikelola negara.

Kecuali bahwa beberapa BUMN telah mengalami “kecelakaan sejarah” sebelum era Reformasi, alasannya secara konseptual adalah bahwa power tends to corrupt, di mana campur tangan negara yang berlebihan akan memuluskan pemegang kekuasaan dan birokrasi untuk mendulang keuntungan pribadi maupun kelompok mereka.

Dengan menjadi perseroan terbuka atau publik, BUMN tentu menjadi entitas ekonomi tersendiri seperti halnya perusahaan swasta. Logikanya sederhana: mengupayakan keuntungan sebesar-besarnya dalam konteks redistribusi keuntungan bagi kepada pemegang saham.

Kontribusi untuk negara tentu saja sesuai dengan perhitungan berdasar jumlah saham yang masih dimiliki. Berdasarkan data tahun 2018, kontribusi BUMN terhadap APBN mengalami kenaikan menjadi 422 triliun rupiah, yakni naik sekitar 68 triliun dari tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 354 triliun. Kalaupun ada “keuntungan materil” lain, itu adalah redistribusi bagi rakyat banyak dalam program-program corporate social responsibility (CSR), adanya “rakyat” yang bekerja pada BUMN-BUMN tersebut serta sumbangan pajak bagi negara.

Seiring dengan profit sharing di atas, negara juga bertanggung jawab atas kerugian BUMN jika terjadi atau loss sharing. Demikian pula, negara ikut bertanggungjawab atas hutang korporasi BUMN, karena negara memiliki saham di dalamnya. Namun demikian, uang negara di BUMN adalah uang negara yang dipisahkan, sehingga tidak masuk dalam mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanaja Negara (APBN). Ini juga tidak masuk dalam nota keuangan yang diajukan kepada presiden.  

Jika kini, dengan melihat perkembangan ekonomi nasional, diperlukan kenaikan kontribusi BUMN bagi APBN—di mana itu diandaikan itu akan berkontribusi bagi hajat dan kesejahteraan rakyat banyak—pilihan standar-proseduralnya tentu menaikkan jumlah saham pemerintah di setiap BUMN yang sudah terlanjur diprivatisasi. Atau sekalian saja, seperti diamanahkan konstitusi, dilakukan renasionalisasi.

Hanya saja, kita juga perlu mempertimbangkan peringatan Bolsonaro, bahwa sama-sama tak ada jaminan pasti, apakah privatisasi atau nasionalisasi akan menjamin keterpenuhan hajat hidup dan kesejahteraan rakyat banyak. Kuncinya, menurut saya, adalah pada penguatan kontrol masyarakat sipil—sebagai salah satu wujud dari proses konsolidasi demokrasi—baik yang kemudian disalurkan melalui fungsi lembaga legislatif dan yudikatif, maupun dalam bentuk gerakan-gerakan sosio-politik-ekonomi yang menguatkan kapabilitas masyarakat secara langsung.

Allaahu a’lam bi al-shawaab.

 

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Sri Mulyani Suntik Rp149,29 Triliun ke BUMN Terdampak COVID-19

Image

News

Wabah Corona

Jubir COVID-19: Pengujian Sampel Diduga Terpapar Corona akan Dilaksanakan Lebih Masif

Image

News

Jarang Tersorot, 10 Potret Putra Menteri BUMN Mahendra Agakhan Thohir

Image

News

Bak Kakak Adik, 8 Potret Kompak Wishnutama dan Erick Thohir di Berbagai Kesempatan

Image

Ekonomi

Erick Thohir Puji BUMN yang 'Gercep' Bantu WNI Terkait Virus Corona

Image

Ekonomi

Erick Thohir Sebut Holdingisasi Jadi Solusi Masalah Jiwasraya

Image

News

Erick Thohir Batalkan Pembangunan Gedung Arsip BUMN, Faizal: Babat Habis Kebijakan Tak Bermanfaat

Image

News

Kebinet Jokowi-Ma'ruf

Beri Catatan Pada Pidato Erick Thohir, Said Didu Berharap Kementerian BUMN Tak Lagi Jadi Penyalur Titipan

Image

News

Dicekal DPR hingga Dituding Jual Aset Pertamina, ini 5 Kontroversi Menteri BUMN Rini Soemarno

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Megawati: Cakada PDIP Harus Menjadi Seorang Patriot

Mega juga ingatkan calon kepala daerah tidak korupsi.

Image
News

750 Jiwa Terdampak Kebakaran di Tambora, Pemerintah Sediakan Tenda Pengungsian

Kantor Kelurahan Duri Selatan akan dijadikan lokasi pengungsian.

Image
News

Elektabilitas Soerya Respationo Duduki Posisi Tertinggi di Pilkada Kepri

Soerya Respationo dikenal oleh 70,6 persen responden.

Image
News

Rumah Padat Penduduk di Tambora Hangus Dilalap Si Jago Merah

Ratusan petugas pemadam dikerahkan ke lokasi kebakaran lantaran api terus membesar dan melahap rumah warga.

Image
News

Ditembak Bagian Pantat, Sulaiman Minta Pelaku Dihukum Berat

Korban mengaku awalnya sempat diikuti pengendara mobil.

Image
News

Polres Tangsel Sita 3 Air Soft Gun dari Penembak Misterius

Pelaku menembak warga karena kesal sengan aksi balap liar.

Image
News

Terlilit Masalah Finansial, Seorang IRT di Yogyakarta Bikin Laporan Palsu Ngaku Motornya Dirampas

Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial R (25) nekat membuat laporan palsu demi bisa terbebas dari masalah ekonomi yang membelitnya

Image
News

Ibu Rumah Tangga Jadi Muncikari Prostitusi Online di Jatim

ISM menawarkan dua saksi korban, yakni SW (20) asal Magetan, dan AN (15) warga Kota Madiun untuk kegiatan prostitusi.

Image
News
Wabah Corona

102 Hari Bebas Transmisi Lokal COVID-19, Selandia Baru Kembali Dijangkiti Corona

Tidak lama setelah menyatakan bebas penularan lokal COVID-19 selama 100 hari, Selandia Baru kembali mencatat kasus infeksi baru

Image
News

Wanita Malaysia Bakar Mobil Jadul Suami karena Kesal Tak Dibelikan yang Baru

Wanita itu sering mengeluh lantaran mobil tuanya itu sering mogok di tengah jalan serta AC-nya juga tidak berfungsi

terpopuler

  1. Kapok Berurusan dengan Hukum, Anji Ogah Percaya dengan Pemberitaan Media Lagi

  2. 5 Fakta Unik Ultah ke-33 Arema, ASN Wajib Beratribut Arema

  3. Jokowi Ajak Beli Produk Lokal, Rizal Ramli: ini Contoh Imbauan Ngasal!

  4. Ini Dia Kesibukan Baru Mantan Sekjen PSSI, Ratu Tisha

  5. Isu Afgan Penyuka Sesama Jenis Mencuat Lagi, Kok Bisa?

  6. BPJS Ketenagakerjaan Masih Kumpulkan Rekening Calon Penerima Subsidi Upah

  7. Tegang saat Akan Tes Swab, Ibu Ini Remas Bagian Intim Petugas Kesehatan

  8. Naik Podium, Morbidelli Bawa-bawa Nama Rossi

  9. Mantan Rekan Setim Bocorkan Karakter Andrea Pirlo

  10. Penyesalan Pemeran Konten Pornografi hingga Ingin Masuk Pesantren

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan | Siapkan 250 Juta Vaksin Covid-19 Dalam Setahun

Image
News

Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan Siapkan 250 Juta Vaksin, Bisa Digunakan Pertengahan 2021

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Sosok

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk