image
Login / Sign Up

Geram Joko Tjandra Masuk ke Indonesia Lewat Jalan Tikus, Gerindra: ini Skandal Besar Keimigrasian

Yudi Permana

Image

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra, Habiburokhman | AKURAT.CO/Oktaviani

AKURAT.CO, Komisi III DPR RI Habiburokhman mengusulkan dilakukan pembahasan buronan Joko Tjandra dalam rapat kerja (raker) dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dalam hal ini Dirjen Imigrasi. 

"Saya selaku Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Gerindra di Komisi III DPR RI telah mengusulkan agar digelar raker membahas kasus Joko Tjandra," kata Habiburokhman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2020). 

Ia pun menyarankan untuk menghadirkan Menkumham Yasonna Laoly terkait kabar terpidana Joko Tjandra bisa masuk ke Indonesia dan berada di Tanah Air selama 3 bulan.               

baca juga:

"Menkumham dan Dirjen Imigrasi harus dipanggil untuk bisa memberikan penjelasan mengapa Joko Tjandra bisa masuk Indonesia tanpa terdeteksi," ujar politikus Partai Gerindra ini. 

Diketahui keberadaan buronan kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra di Indonesia menimbulkan tanda tanya, karena bisa lolos petugas Imigrasi. Pasalnya  buronan yang dari dulu berada di luar negeri tersebut tiba-tiba diketahui sudah ada di Indonesia.              

Habiburokhman mengaku kurang percaya dengan pernyataan Menkumham soal lolosnya Joko Tjandra masuk ke Indonesia melalui jalur tikus. 

"Sejauh ini keterangan Menkumham bahwa diduga JokoTjandra masuk lewat jalur tikus atau pakai identitas lain masih belum memuaskan," ucapnya.     

Dia pun mempertanyakan pihak Imigrasi yang tidak bisa mendeteksi saat Joko Tjandra masuk ke Indonesia. 

"Di era teknologi seperti ini seharusnya imigrasi gak bisa lagi diterobos dengan identitas palsu," tuturnya. 

Anggota Komisi III DPR ini ingin mendalami lebih lanjut soal alasan Kemenkumham yang mengatakan bahwa Joko Tjandra masuk ke Indonesia lewat jalur tikus. Jika mengacu permasalahan itu, artinya banyak orang yang bermasalah hukum itu bisa masuk ke Indonesia.            

"Begitu juga soal jalur tikus, justru kita jadi khawatir, jangan-jangan selama ini sudah banyak masuk pelanggaran hukum lain tanpa terdeteksi," tegasnya. 

Habiburokhman menilai kasus ini merupakan skandal besar di Imigrasi yang harus diusut tuntas agar permasalahan serupa tak terulang lagi.             

"Saya pikir kasus ini adalah skandal terbesar di bidang keimigrasian yang jika didiamkan bisa membahayakan negara," tandasnya.             

Sebelumnya diketahui, Djoko Tjandra sempat ditahan pada 29 September 1999 hingga 8 November 1999 dan diberi status tahanan kota hingga 13 Januari 2000. Di awal Februari 2000, kasus pidana tersebut mulai bergulir ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Setelah melewati proses sidang yang panjang, Djoko Tjandra justru kabur sehari sebelum putusan dikeluarkan atau pada 10 Juni 2009.          

Diketahui terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra yang telah menjadi buron selama bertahun-tahun.            

Diketahui, belakangan ini Djoko Tjandra berganti kewarganegaraan menjadi warga negara Papua Nugini.               

Dalam kasusnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan Djoko bebas dari tuntutan. Kemudian, Oktober 2008 Kejaksaan melakukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).               

MA menerima dan menyatakan Direktur PT Era Giat Prima itu bersalah. Djoko dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dan harus membayar denda Rp 15 juta serta uangnya di Bank Bali sebesar Rp 546 miliar dirampas untuk negara.

Namun, sehari sebelum putusan MA pada Juni 2009, Djoko diduga kabur meninggalkan Indonesia dengan pesawat carteran dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Port Moresby. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Komisi Hukum DPR Bakal Gelar Rapat Internal Terkait Kasus Djoko Tjandra

Image

News

Gerindra: Pidato Presiden Gambarkan Rakyat Indonesia Bisa Bangkit dari Pandemi

Image

News

Pejabat Kejagung Beda Pendapat Soal Dugaan Gratifikasi Jaksa Pinangki, PK atau Fatwa?

Image

News

FOTO Terima Perwakilan, Sufmi Dasco Dengarkan Usulan Buruh

Image

News

DPR RI

Terima 500 Ribu Dolar AS, Jaksa Pinangki bukan Pemain Tunggal

Image

News

Dugaan Gratifikasi Jaksa Pinangki Berkaitan dengan Fatwa, Bukan Pengurusan PK

Image

News

Sandi Uno Dukung Pemerintah Beri Bantuan untuk Karyawan Bergaji di Bawah Rp5 Juta

Image

News

Setelah Polisi dan Jaksa, Pekan Depan Giliran Mantan Anak Buah Anies Dikejar Soal Pelarian Djoko Tjandra

Image

Hiburan

Seperti Djoko Tjandra, Jerinx Kenakan Baju Tahanan No 22, Kok Bisa?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ribut dengan Anak Amien Rais di Pesawat, Polisi Belum Terima Laporan Pimpinan KPK

Pamolango Nawawi hanya lapor ke Pospol.

Image
News

Eksklusif, Fahri Hamzah Malah Sedih Usai Terima Bintang Tanda Jasa

"Perasaaanya sedih karena rupanya di situ ada pembagian kaveling kuburan," kata Fahri.

Image
News

Buka Jalan Perundingan, Afganistan Mulai Bebaskan 400 Tahanan Taliban

Taliban digulingkan dari kekuasaan di Afganistan oleh invasi yang dipimpin AS pada 2001

Image
News

Ferdinand Prihatin Munculnya Provokasi Logo HUT RI ke-75

Bisa jadi pupuk perseteruan antar umat beragama.

Image
News

Respon Cepat DPD RI Atasi Persoalan Daerah Dapat Pujian Jokowi

Ke depan akan masih banyak langkah-langkah besar yang harus diakukan.

Image
News

Waketum PAN: Keributan Mumtaz dengan Pimpinan KPK Tak Perlu Diperpanjang

Mediasi dengan Garuda.

Image
News

Mumtaz Rais Tak Terima Ditegur Main HP di Pesawat, Netizen: Udah Salah Ngajak Ribut Lagi

Kalau bersalah harus diproses hukum.

Image
News

Pesan Ma'ruf Amin di Hari Pramuka

"Selalu peduli dan siap berkorban untuk sesama."

Image
News

Influencer dan Artis Dukung RUU Ciptaker, PKS: Ini Pembodohan Publik

Jika tanpa data, influencer dan artis sama saja seperti buzzer

Image
News

Nadiem: Merdeka Belajar untuk Semangat dan Inspirasi Peningkatan Pendidikan

Sekolah Cikal menggunakan 'Merdeka Belajar' sejak 2014.

terpopuler

  1. Viral Muslim Bantu Prosesi Pemakaman Tetangga Beda Agama, Warganet: Ini Indonesia

  2. Anggaran Pilkada Rp20 T, Rizal Ramli: Sebaiknya Dibelikan 30 Juta HP untuk Anak-anak Kurang Mampu

  3. Politikus PKS Beri Kritikan 'Pedas' ke Anies Baswedan

  4. Ahli Waris Gugat Dik Doank Rp5,5 Miliar Atas Kepemilikan 'Kandank Jurank Doank'

  5. Mengenal Pulau Kundur, Penghasil Durian Kelas Wahid yang Ditetapkan Zona Merah COVID-19

  6. Gaduh Beasiswa Veronica Koman, Stafsus Sri Mulyani: Penuhi Saja, Tanpa Perlu Playing Victim

  7. Video Jerinx di Tahanan Viral, Kenakan Celana Pendek dan Tangan Terborgol

  8. Efek Dahsyat Berbakti Kepada Orang Tua

  9. Hamil Barengan, 5 Potret Kompak Kakak Beradik Citra Kirana dan Erica Putri

  10. Xi Jinping Kesal Banyak Warganya Bikin Konten Buang-buang Makanan di Tengah Isu Krisis Pangan

Akurat Solusi-1

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Afriadi, S.Fil.I, M.IKom

Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

Image
Arli Aditya Parikesit

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Image
Egy Massadiah

Doni Menengok Putaran Roda Zaman

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Tarian Sufistik Mengalun di Antara Agama

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Protokol Kesehatan Mutlak di Garuda Demi Keselamatan Penumpang

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Bukan Orang Airlines, Ternyata Begini Perasaan Irfan Setiaputra Selama Memimpin Garuda

Sosok

Image
News

5 Potret Gagah Jokowi Kenakan Baju Adat NTT di Sidang Tahunan MPR RI

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain