image
Login / Sign Up

Tak Takut Kalah 'Lomba', Ilmuwan Inggris Ini Fokus Kembangkan Vaksin Corona Murah

Citra Puspitaningrum

Image

Profesor Robin Shattock berfokus mengembangkan vaksin COVID-19 yang aman, berbahan sedikit, murah, dan bisa diproduksi dengan sangat cepat | Imperial College London

AKURAT.CO, Seorang profesor di Inggris tak ingin tergesa-gesa mengembangkan vaksin COVID-19 versinya. Pasalnya, ia ingin vaksinnya tak sekadar menuntaskan pandemi, tetapi juga dapat dijadikan standar pengembangan vaksin untuk 5 tahun ke depan.

Dilansir dari The Guardian pada Jumat (3/7), Prof Robin Shattock dan timnya di Imperial College sedang mengerjakan vaksin Ebola dan demam Lassa menggunakan teknologi terbaru. Namun, belum sampai diuji pada manusia, virus corona jenis baru mulai menewaskan ribuan orang di Wuhan, China.

Berdasarkan uji coba pada hewan, mereka yakin sudah berada di jalur yang benar. Namun, COVID-19 akan membuktikan apakah pendekatan revolusioner yang mereka sebut penguatan diri RNA bisa menjadi terobosan atau justru gagal. Shattock memang tak ingin sesumbar, tetapi ia jelas mengunggulkan kudanya sendiri dari 120 lebih pesaing lainnya dalam perlombaan pengembangan Vaksin Corona.

baca juga:

"Saya optimis ini akan efektif karena mampu memancing respons imun pada hewan dan diperkirakan akan sama pada manusia. Vaksin ini juga akan sangat aman karena kami menggunakan dosis yang rendah. Namun, kami belum tahu seberapa banyak tingkat kekebalan yang dibutuhkan untuk mencegah infeksi. Jika hanya butuh sedikit saja, sebagian besar vaksin di luar sana mungkin akan berfungsi. Itu akan fantastis bagi dunia," ungkapnya.

Vaksin Imperial didasarkan pada potongan kode genetik, bukan dari potongan virus itu sendiri. Kode itu dimasukkan ke dalam tetesan lemak ke dalam otot lengan, yang kemudian membentuk paku protein yang identik dengan SARS-CoV-2. Paku protein ini pun memancing imun untuk beraksi, memproduksi antibodi untuk melawannya, dan diharapkan menciptakan memori yang menganggap virus itu sebagai musuh yang akan ditolak jika terjadi infeksi sungguhan.

Ilmuwan 57 tahun ini ingin vaksinnya mampu mengobati seluruh orang di dunia, betapapun miskinnya negara mereka. Itu sebabnya ia ingin vaksinnya aman, hanya sedikit bahannya, dan bisa dikembangkan dengan sangat cepat. Harganya pun ia perkirakan bakal sangat murah untuk vaksin jenis baru, sekitar 2-3 poundsterling (Rp36 ribu-Rp54 ribu). Sebagai perbandingan vaksin pertama untuk HPV yang dapat menyebabkan kanker tertentu berharga sekitar 300 poundsterling (Rp5,4 juta).

Imperial punya dana filantropis dari Morningside Ventures, sehingga negara-negara berpenghasilan rendah bisa dibebaskan dari royalti. Namun, negara-negara kaya mungkin dikenakan harga yang lebih tinggi agar negara yang termiskin bisa mendapat vaksin tanpa biaya.

Jika ini adalah perlombaan, Imperial tak akan menang. Vaksin yang dikembangkan di Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan tetap hadir. Pemerintah Donald Trump pun diprediksi akan mengutamakan warganya lebih dulu, sehingga selalu ada bagian dunia yang tak dapat mengaksesnya.

Sementara itu, Oxford menggunakan pendekatan tradisional, memberikan vaksin melalui virus flu ringan yang disebut adenovirus, sehingga sistem kekebalan tubuh terpancing untuk melawan virus corona. Namun, ada kemungkinan antibodi menolak virus flu itu, jadi dosis tambahan tak akan bekerja dengan baik. Di sisi lain, vaksin Imperial terdiri dari 2 suntikan dengan jarak 1 bulan yang dapat diberikan sesering yang diperlukan. Meski begitu, belum dapat dipastikan apakah vaksin Shattock lebih baik.

Imperial baru akan melakukan uji coba pada manusia di bulan Oktober. Menurutnya, semakin banyak vaksin yang efektif akan lebih baik karena bisa mencakup dunia dengan lebih luas.

Selain berharap vaksinnya ampuh melawan COVID-19, timnya ingin pendekatannya bisa menjadi 'pedoman' di masa depan.

"Jika ada lagi pandemi, kami berharap teknologi ini akan siap diproduksi di banyak belahan dunia dengan jauh lebih cepat. Kita berada di titik transisi. Dalam waktu 5 tahun, mungkin semua orang akan menggunakan teknologi semacam ini untuk patogen wabah," tuturnya.

Cepat dan murah. Jika berhasil, vaksin itu berarti tak hanya menuntaskan wabah, tetapi juga melawan penyakit endemik terabaikan yang menimpa negara-negara berpenghasilan rendah.[]

Editor: Nafilah

berita terkait

Image

Iptek

Facebook Hapus Postingan Trump yang Mengklaim Anak-anak "Kebal" Covid-19

Image

Ekonomi

Bos Kadin Sebut Ekonomi RI Minus Gara-gara Dana PEN Lambat Diserap

Image

Ekonomi

Ekonom Minta Masyarakat Tak Perlu Panik Hadapi Resesi

Image

Ekonomi

Pemerintah Kebut Realisasi Bansos Tambahan Terdampak COVID-19

Image

Hiburan

Klarifikasi, Anji Mengaku Sebelumnya Tak Mengenal Hadi Pranoto

Image

Hiburan

Lagi Pandemi Covid-19, Kesha Ratuliu Sering Gonta-Ganti Rencana Pernikahan

Image

News

Terbitkan Inpres No 6/2020, Jokowi Minta TNI, Polri, dan Kepala Daerah Gencarkan Sosialisai Protokol Kesehatan

Image

Ekonomi

Stafsus Menkeu: Pemda Punya Peran Besar Pulihkan Ekonomi

Image

News

DPR RI

Komisi VI Minta Vaksin COVID-19 Produksi Bio Farma Dibagikan Gratis ke Masyarakat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Penyidik KPK Cecar Bupati Blora Soal Aliran Uang Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Diduga ada kickback dari hasil penggunaan produk PT DI oleh sejumlah pejabat Kementrian/lembaga

Image
News

Faiq dan Astrid Dua Kali Berbuat 'Begituan' di Apartemen Margonda Residence V

Sewa kamar apartemen Rp175 ribu.

Image
News
DPD RI

DPD RI Soroti 174 Pasal Terkait Kewenangan Daerah dalam RUU Cipta Kerja

Wakil Ketua Komite II ini meminta unsur masyarakat dan pemerintah di daerah proaktif menyuarakan dan memberikan masukan.

Image
News

Agot Digerebek Polisi Saat Asyik Isap Sabu di Toilet Masjid

"Tersangka ditangkap tanpa perlawanan saat sedang asik menggunakan narkoba."

Image
News

Kemenkop Suntik Stimulus Rp28,8 Triliun Buat 12 Juta Pelaku Usaha Mikro dan Ultra Mikro

Image
News

Diberikan Ciuman Leher di Malam Pertama, Wanita ini Malah Tewas

Dokter menyebut pengantin tersebut mengalami serangan jantung

Image
News

Jahat! Pria Ini Bunuh Pacarnya Usai Hubungan Badan, Jenazahnya Dimasukan ke Karung

MR membunuh PI dengan cara menjerat leher dengan tali rafia.

Image
News

Dituding Biang Penyebaran Corona, Pemerintah Korsel Tutup Gereja Shincheonji

Pemerintah Seoul menutup gereja-gereja Shincheonji di ibukota

Image
News

Sambangi Bamsoet, AHY Diajak Gotong Royong Atasi Persoalan Bangsa

10 tahun jadi partai penguasa.

Image
News

Buaya Raksasa Berusia Setengah Abad Mati Akibat Konflik dengan Manusia

Buaya itu mati akibat jerat dan kelelahan.

terpopuler

  1. Sisi Sederhana Ulama NU Gus Baha Kembali Terungkap, Ternyata Tak Punya WA

  2. Viral! Pelanggan PLN Protes, Tagihan Listriknya Bengkak Hingga Rp19 Juta

  3. Penumpang Transjakarta Galang Petisi Tolak Kebijakan Ganjil-Genap Saat Pandemi

  4. Tips Membuat Bawang Goreng yang Gurih dan Super Kriuk, Gampang Banget!

  5. Guyonan Fahri Hamzah: Puluhan Kali Saya ke Istana Belum Pernah Duduk di Meja

  6. Andi Arief Nilai Langkah Muannas Alaidid Polisikan Anji Lebay

  7. Mantap Jiwa, 3 Zodiak Bakal Dikejar Rezeki di Agustus!

  8. Kemenkes Bantah Obat Herbal Dapat Sembuhkan Covid-19, Jonru: Kalau Kalung Corona Bisa?

  9. 7 Orang Terseret Ombak saat Main di Pantai Goa Cemara Bantul, 2 Meninggal Dunia

  10. Asing Resmi Caplok Bukopin, Anggota BPK: Bank Milik Gerakan Koperasi Kini Tinggal Kenangan

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Image
DR TANTAN HERMANSAH

“Nyate” dan Perubahan Mikro Sosial

Image
Lasmardi Iswondo

Menjaga Kemabruran Haji

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid

Image
Hiburan

Sisi Sederhana Ulama NU Gus Baha Kembali Terungkap, Ternyata Tak Punya WA

Image
News

Kisah Horor Kaesang di Istana, Awalnya Bikin Penasaran Endingnya Bikin Kesal Warganet