image
Login / Sign Up
Image

UJANG KOMARUDIN

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta .

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Image

Presiden Joko Widodo saat akan menyambut kedatangan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020). Kunjungan Perdana Menteri Hungaria ini membahas sejumlah kerja sama bilateral, salah satunya penyediaan air. Dalam pertemuan ini turut hadir Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Sejak lima hari yang lalu, hingga saat artikel ini ditulis, isu reshuffle terus menggelinding. Sejak Jokowi marah-marah, dalam sidang kabinet paripurna, tanggal 18 Juni lalu, dan video marah-marah Jokowi, diupload pada tanggal 28 Juni, hingga hari ini, teman-teman jurnalis banyak yang memburu saya.  

Dari media televisi, cetak, dan online menelepon saya, untuk diwawancarai terkait ancaman reshuffle Jokowi kepada para menteri-menterinya. Dalam sehari, tidak kurang sekitar 40 media, bergiliran menginterview saya.

Isu reshuffle memang isu sexi, isu hot yang ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat Indonesia. Penyebabnya karena, banyak menteri yang berkinerja buruk, jeblok, asal-asalan, dan tak berprestasi. Kamis, 18 Juni Jokowi marah-marah, dan Minggu, 28 Juni video marah-marah Jokowi menjadi viral. Dampaknya membuat para menteri panas-dingin dan tak bisa tidur. Takut direshuffle. Dan takut jabatannya hilang.

baca juga:

Secara sederbaha, paling tidak ada dua faktor, untuk menilai seorang menteri. Pertama, faktor kinerja dan kedua faktor politis. Jika Jokowi mau objektif, maka penilaian menteri haruslah berdasarkan prestasi kerjanya. Berdasarkan apa yang telah dilakukannya di kementerian masing-masing. Yang kinerjanya bagus pertahankan. Dan yang kinerjanya buruk, reshuffle.

Reshuffle dilakukan, hanya untuk mengganti para menteri yang kinerjanya di bawah standar. Yang kinerjanya buruk. Tak memuaskan Jokowi sebagai presiden dan tak memuaskan rakyat, sebagai pemilik kedaulatan.

Selain penilaian kinerja, ada penilaian lain bagi para menteri, yaitu penilaian politis. Biasanya penilaian politis ini, mengabaikan penilaian berdasarkan kinerja. Dalam penilaian politis, bagus atau tidak kinerja seorang menteri tak jadi masalah. Tak akan kena reshuffle. Biasanya privillage ini, dimiliki oleh menteri yang direkomendasi atau mendapat back up politik dari partai.

Namun jangan senang dulu, bagi partai yang berlatang belakang dari kader partai. Walaupun dapat back up politik partai. Namun jika kinerjanya jeblok, presiden bisa meminta ketua umum partai yang menaungi sang menteri tersebut, untuk diganti dan meminta nama baru dari sang ketum partai.

Jika kita amati, video marah-marah Jokowi yang viral tersebut. Ada dua makna yang bisa kita lihat. Pertama, bisa saja marahnya Jokowi kepada para menterinya, hanya sekedar gimmick atau retorik. Kedua, bisa saja marah-marah Jokowi tersebut, benar dan apa adanya. Karena melihat kinerja menterinya banyak yang memble.

Untuk melihat, apakah Jokowi marah-marah dalam sidang kabinet tersebut, gimmick atau benar adanya, maka hanya waktu yang akan bisa menjawab. Jika kedepan ada reshuffle, maka marah-marah presiden itu benar adanya. Namun jika tak ada reshuffle, maka marah-marahnya tersebut hanya gimmick atau retorik semata.

Jika reshuffle tak jadi, ini akan bahaya bagi Jokowi, akan ada efek back fire. Mengancam reshuffle. Tapi tak ada reshuffle, ini akan semakin menggerus kepercayaan publik terhadap Jokowi. Karena banyak menteri yang berkinerja buruk, dan bahkan itu disebut langsung dalam rapat kabinet. Tapi masih dipertahankan. Harusnya reshuffle itu suatu keniscayaan. Untuk mengganti menteri yang berkinerja jeblok. Bukan malah tak ada reshuffle.

Ada beberapa menteri, yang dianggap publik berkinerja tak sesuai harapan. Tak mampu menerjemahkan visi, misi, dan program-program Jokowi. Dan tak berprestasi. Menteri yang disinggung langsung Jokowi, dalam marah-marahnya tersebut adalah Menteri Kesehatan, Terawan. Terawan dianggap gagal oleh Jokowi. Karena dianggap tak bisa bekerja baik terkait penanganan Corona.

Anggaran Kemenkes yang 75 T, hanya terserap kurang dari 2%. Anggaran untuk menanggulangi Corona macet, sehingga para dokter, perawat, dan tenaga medis, hingga kini belum dibayar. Mereka berjuang terdepan menyerahkan jiwa, raga, dan nyawanya untuk membantu para korban Corona. Tapi haknya belum dibayarkan. Uangnya ada. Tapi tak dicairkan.

Menteri Perhubungan juga layak untuk direshuffle. Ditengah pandemi dan di tengah-tengah PSBB yang masih berlangsung di Jakarta. Menhub membuat kebijakan membuka trasnportasi publik. Sehingga rakyat banyak melakukan kerumunan-kerumunan, baik di pasar, terminal, maupun bandara.

Masyarakat jadi bingung. Disatu sisi harus tinggal di rumah. Tak boleh keluar. Namun disisi yang lain, Menhub membuat kebijakan yang menabrak aturan PSBB. Sehingga aturan yang dibuat para menteri saling tumpang tindih dan bertabrakan.

Mendikbud juga rawan di reshuffle. Dulu kita merasa optimis, bahwa Nadiem akan bisa bekerja baik dalam memimpin Kemendikbud. Karena Nadiem merupakan sosok anak muda, yang mampu menjadikan Gojek sebagai perusahaan hebat. Namun ketika Nadiem menjadi Mendikbud. Birokrasi Kemendikbud rusak. Karena dia membawa teman-temannya ketika di Amerika, masuk ke Kemendikbud. Birokrasi tak banyak dilibatkan dalam mengambil keputusan, yang dilibatkan temen-temannya itu.

Rektor-rektor juga banyak yang mengeluh atas kepemimpinan Nadiem. Pengurusan jenjang jabatan profesor lambat. Izin pembukaan prodi pascasarjana juga lambat. Bahkan Azyumardi Azra, mantan rektor UIN Jakarta, menilai kinerja Nadiem di Kemendikbud, dengan memberikan raport merah kepadanya.

Menteri sosial juga harus ancang-ancang kaki. Walaupun dari partai. Tapi bisa saja diganti dengan kader partai yang lainnya. Persoalan Mensos juga sangat mendasar terkait tak beresnya data dan bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat. Pendistribusian bansos sangat kacau. Bahkan di lapangan telah memicu konflik. Karena ada yang tidak berhak, mendapat bansos. Sedangkan yang berhak, tak dapat bansos.

Menteri tim ekonomi juga disinggung Jokowi. Menkeu dan Menko Ekonomi juga disorot. Karena ekonomi Indonesia terdepresi. Masyarakat banyak yang menganggur karena kena PHK. Rakyat juga sedang kesulitan. Namun sepertinya, Menkeu dan Menko ekonomi masih akan aman. Karena Sri Mulyani, sangat disukai Jokowi. Dan Airlangga, merupakan ketum partai Golkar yang memback up kekuasaan pemerintahan Jokowi. Akan aman. Karena saling mengamankan satu sama lain.

Menakertrans juga harusnya was-was. Karena banyak PHK dimana-mana. Dan publik menilainya berkinerja bisa-biasa saja. Tapi karena menterinya dari partai, bisa saja masih aman. Aman dari reshuffle. Walaupun kinerjanya standar.

Masih banyak menteri-menteri lain, yang berkinerja biasa-biasa saja. Namun yang kita nilai dalam tulisan ini, hanya menteri-menteri yang ada hubungannya dengan penanganan krisis yang diakibatkan Corona.

Rakyat sedang menunggu reshuffle. Adakah reshuffle itu atau hanya gertak sambal. Karena bagaimanapun, rakyat sangat berdampak dengan adanya pandemi Corona. Jika menterinya tak becus bekerja, reshuffle saja. Ya, reshuffle saja.[]

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

News

Presiden Akan Berikan Bintang Tanda Jasa, Ini Kata Fahri Hamzah

Image

News

Jokowi Beri Bintang Tanda Jasa untuk Fahri Hamzah dan Fadli Zon

Image

News

KPK Susun Perkom Guna Tindaklanjuti PP Alih Status Pegawai

Image

News

Mardani Ali Sera: Pola Pikir Presiden Jungkir Balik

Image

News

Novel Baswedan: Presiden Jokowi Berkontribusi Langsung dalam Pelemahan KPK

Image

News

Menko PMK: Presiden Minta Ada Pelonggaran Sekolah di Tengah Pandemi

Image

News

Jokowi Cabut Keppres Soal Pemberhentian Tidak Hormat Evi Novida Ginting Sebagai Anggota KPU

Image

Olahraga

PON Papua 2021

Lampung Incar Posisi Delapan PON Papua 2021

Image

Olahraga

Olimpiade 2032

KOI Butuh Dukungan Pemerintah untuk Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Megawati: Cakada PDIP Harus Menjadi Seorang Patriot

Mega juga ingatkan calon kepala daerah tidak korupsi.

Image
News

750 Jiwa Terdampak Kebakaran di Tambora, Pemerintah Sediakan Tenda Pengungsian

Kantor Kelurahan Duri Selatan akan dijadikan lokasi pengungsian.

Image
News

Elektabilitas Soerya Respationo Duduki Posisi Tertinggi di Pilkada Kepri

Soerya Respationo dikenal oleh 70,6 persen responden.

Image
News

Rumah Padat Penduduk di Tambora Hangus Dilalap Si Jago Merah

Ratusan petugas pemadam dikerahkan ke lokasi kebakaran lantaran api terus membesar dan melahap rumah warga.

Image
News

Ditembak Bagian Pantat, Sulaiman Minta Pelaku Dihukum Berat

Korban mengaku awalnya sempat diikuti pengendara mobil.

Image
News

Polres Tangsel Sita 3 Air Soft Gun dari Penembak Misterius

Pelaku menembak warga karena kesal sengan aksi balap liar.

Image
News

Terlilit Masalah Finansial, Seorang IRT di Yogyakarta Bikin Laporan Palsu Ngaku Motornya Dirampas

Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial R (25) nekat membuat laporan palsu demi bisa terbebas dari masalah ekonomi yang membelitnya

Image
News

Ibu Rumah Tangga Jadi Muncikari Prostitusi Online di Jatim

ISM menawarkan dua saksi korban, yakni SW (20) asal Magetan, dan AN (15) warga Kota Madiun untuk kegiatan prostitusi.

Image
News
Wabah Corona

102 Hari Bebas Transmisi Lokal COVID-19, Selandia Baru Kembali Dijangkiti Corona

Tidak lama setelah menyatakan bebas penularan lokal COVID-19 selama 100 hari, Selandia Baru kembali mencatat kasus infeksi baru

Image
News

Wanita Malaysia Bakar Mobil Jadul Suami karena Kesal Tak Dibelikan yang Baru

Wanita itu sering mengeluh lantaran mobil tuanya itu sering mogok di tengah jalan serta AC-nya juga tidak berfungsi

terpopuler

  1. Kapok Berurusan dengan Hukum, Anji Ogah Percaya dengan Pemberitaan Media Lagi

  2. 5 Fakta Unik Ultah ke-33 Arema, ASN Wajib Beratribut Arema

  3. Jokowi Ajak Beli Produk Lokal, Rizal Ramli: ini Contoh Imbauan Ngasal!

  4. Ini Dia Kesibukan Baru Mantan Sekjen PSSI, Ratu Tisha

  5. Isu Afgan Penyuka Sesama Jenis Mencuat Lagi, Kok Bisa?

  6. BPJS Ketenagakerjaan Masih Kumpulkan Rekening Calon Penerima Subsidi Upah

  7. Tegang saat Akan Tes Swab, Ibu Ini Remas Bagian Intim Petugas Kesehatan

  8. Naik Podium, Morbidelli Bawa-bawa Nama Rossi

  9. Mantan Rekan Setim Bocorkan Karakter Andrea Pirlo

  10. Penyesalan Pemeran Konten Pornografi hingga Ingin Masuk Pesantren

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan | Siapkan 250 Juta Vaksin Covid-19 Dalam Setahun

Image
News

Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan Siapkan 250 Juta Vaksin, Bisa Digunakan Pertengahan 2021

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Sosok

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk