image
Login / Sign Up

PSK Belanda Akhirnya Diizinkan Bekerja, dengan Syarat 'Tanpa Ciuman'

Endarti

Wabah Corona

Image

Situasi di Lampu-Merah Amsterdam ketika bordil dibuka kembali setelah penguncian | The Guardian

AKURAT.CO, Mengiringi aturan pelonggaran lockdown atau penguncian yang dilakukan oleh pemerintah, bisnis layanan seksual di Belanda akhirnya mulai kembali menggeliat. Tercatat sejak Rabu (1/6), para Pekerja Seks Komersial (PSK) di Belanda mulai bisa menawarkan jasanya.

Namun, kembali riuhnya bisnis layanan seks ini juga memunculkan beberapa rekomendasi dari ahli kesehatan Belanda. Salah satunya adalah dihapuskannya 'menu berciuman' antara pekerja seks dan klien.

Sebagaimana dilansir dari Reuters, para pekerja seks bahkan disarankan untuk tidak terlalu mengeluarkan napas berat alias 'terengah-engah' selama melayani tamu. Tidak hanya itu, industri ini juga telah menyusun daftar larangan khusus lain, termasuk posisi bercinta yang harus dihindari.

Meskipun terdengar kurang lazim, tetapi syarat ini disarankan agar tetap dilakukan agar penularan COVID-19 bisa ditekan.

Sementara itu, sama seperti nasib pekerja lainnya, PSK hingga penari erotis di Belanda telah menghadapi pukulan yang berat akibat pandemi COVID-19. Pasalnya, dengan nihilnya akses dukungan dari negara, mereka benar-benar kehilangan sumber pendapatan utama setidaknya selama tiga setengah bulan terakhir.

baca juga:

 Reuters

Tidak hanya itu, Distrik Lampu-Merah Amsterdam yang terkenal, De Wallen, juga terlihat kosong dan ditinggalkan oleh para pelanggan. Padahal, sebelum wabah, De Wallen kerap dipadati ribuan turis yang mencari pertunjukan seks atau hanya sekadar membeli cendera mata erotis di toko-toko seks.

Berbagai upaya juga telah dijajal oleh para pekerja seks agar bisa memperoleh kembali pendapatan mereka. Red Light United, komunitas para pekerja seks Lampu-Merah Amsterdam misalnya, sempat melakukan kampanye agar mereka bisa secepatnya kembali bekerja.

Dalam seruannya, Red Light United lantas mencatat bahwa banyak pekerja seks yang masih harus membayar sewa tempat prostitusi, dan penguncian memaksa mereka untuk bekerja secara ilegal. Akibatnya, tidak hanya terhimpit ekonomi, para pekerja seks ini juga makin terancam dengan risiko penularan yang lebih besar.

"Saya benar-benar berharap bisa kembali bekerja. Penghasilan tambahan akan saya terima. Jadi dalam hal ini, saya harap hari-hari saya akan sibuk.., meskipun saya tidak berpikir akan lebih padat daripada sebelum krisis (virus) corona," ungkap Moira Mona, seorang pekerja seks berusia 29 tahun yang juga terpaksa melakukan pertunjukan webcam selam penguncian.

Meskipun para pekerja seks dituntut untuk mematuhi peraturan keselamatan kesehatan yang ketat, tetapi ahli justru menyatakan hal sebaliknya.

Penasihat kesehatan masyarakat di Amsterdam, Debbie Mensink misalnya, berpendapat bahwa pedoman baru ini tetap akan membuat para PSK lebih terekspos ancaman penularan virus daripada pekerja sektor lain.

"Ada risiko yang meningkat. Pekerja seks sudah memiliki risiko kesehatan yang tinggi karena pekerjaan mereka ... karena orang-orang akan berhubungan sangat dekat satu sama lainnya," terang Mensink.

Namun, Mona, bagaimana pun telah mengatakan bahwa dia tidak khawatir dan akan mengambil tindakan pencegahan. Dalam hal ini, Mona bahkan mengaku telah menambahkan beberapa item baru agar sesuai dengan protokol kesehatan.

Di antara pakaian lateks, stiletto, hingga cambuk rumbainya, Mona pun terlihat menyertakan penutup wajah dengan kancing logam, sarung tangan hitam hingga masker bedah.

"Saya tidak mendapatkan tunjangan pengangguran jika saya sakit, jadi jika seseorang muncul dan mulai batuk atau bersin di lorong saya, saya akan mengatakan 'Bisakah Anda kembali lagi?' karena jika saya sakit selama seminggu itu berarti seminggu tanpa penghasilan," ucap Mona.

Karena jumlah infeksi baru dan kematian COVID-19 turun cepat dalam beberapa minggu terakhir, Belanda mencabut sebagian besar langkah-langkah penguncian. Negara ini telah mencatat lebih dari 50 ribu infeksi dan lebih dari 6 ribu kematian sejak pertengahan Maret.

Meskipun penanganan COVID-19 menunjukkan kemajuan signifikan, warga Belanda tetap diperintahkan untuk mematuhi jarak sosial, seperti menjaga jarak 1,5 meter hingga wajib mengenakan masker saat mengendarai transportasi umum.

Namun, aturan-aturan tersebut tidak berlaku bagi pekerja seks dan otoritas kesehatan merekomendasikan untuk menghindari pertemuan tatap muka.

"Kami menyarankan agar tidak saling berhadapan secara harfiah, di mana Anda saling mengeluarkan napas hangat satu sama lainnya. Kami juga menyarankan untuk tidak mencium karena air liur membawa virus dan Anda dapat menularkannya dengan cara itu," ucap Mensink. []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

Ekonomi

Pemerintah Kucurkan Rp356,5 Triliun Untuk Lanjutan Program PEN

Image

Ekonomi

DPR RI

Patokan Target Pertumbuhan Ekonomi Jokowi Tak Realistis

Image

News

Gandeng AS, Inggris Borong 60 Juta Dosis Vaksin Corona dari Novavax

Image

News

Gunungkidul pasang 810 Titik WiFi Gratis, Targetkan 1.000 Titik Tahun Ini

Image

News

DPR RI

Imam Besar Istiqlal Pimpin Doa Agar Masyarakat Kuat Hadapi Pandemi Covid-19

Image

News

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Image

Ekonomi

DPR RI

Bamsoet: Saatnya Gotong Royong Sehatkan Ekonomi!

Image

Ekonomi

Jokowi Puji Kinerja BPK Selama Pandemi COVID-19

Image

Ekonomi

Jokowi Serukan Ideologi dan Nilai Luhur Bangsa Jangan Ditukar dengan Kemajuan Ekonomi!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
DPR RI

Buka Sidang Paripurna, Puan Pastikan DPR Bahas RUU Cipta Kerja Secara Cermat

Pembahasan RUU Cipta Kerja yang merupakan usulan pemerintah dilakukan secara hati-hati dan transparan.

Image
News

Dituding Dukung RUU Cipta Kerja, Ardhito Pramono Berikan Klarifikasi dan Kembalikan Honor

Ardhito Pramono minta maaf.

Image
News

Ribut dengan Anak Amien Rais di Pesawat, Polisi Belum Terima Laporan Pimpinan KPK

Pamolango Nawawi hanya lapor ke Pospol.

Image
News

Eksklusif, Fahri Hamzah Malah Sedih Usai Terima Bintang Tanda Jasa

"Perasaaanya sedih karena rupanya di situ ada pembagian kaveling kuburan," kata Fahri.

Image
News

Buka Jalan Perundingan, Afganistan Mulai Bebaskan 400 Tahanan Taliban

Taliban digulingkan dari kekuasaan di Afganistan oleh invasi yang dipimpin AS pada 2001

Image
News

Ferdinand Prihatin Munculnya Provokasi Logo HUT RI ke-75

Bisa jadi pupuk perseteruan antar umat beragama.

Image
News

Respon Cepat DPD RI Atasi Persoalan Daerah Dapat Pujian Jokowi

Ke depan akan masih banyak langkah-langkah besar yang harus diakukan.

Image
News

Waketum PAN: Keributan Mumtaz dengan Pimpinan KPK Tak Perlu Diperpanjang

Mediasi dengan Garuda.

Image
News

Mumtaz Rais Tak Terima Ditegur Main HP di Pesawat, Netizen: Udah Salah Ngajak Ribut Lagi

Kalau bersalah harus diproses hukum.

Image
News

Pesan Ma'ruf Amin di Hari Pramuka

"Selalu peduli dan siap berkorban untuk sesama."

terpopuler

  1. Viral Muslim Bantu Prosesi Pemakaman Tetangga Beda Agama, Warganet: Ini Indonesia

  2. Anggaran Pilkada Rp20 T, Rizal Ramli: Sebaiknya Dibelikan 30 Juta HP untuk Anak-anak Kurang Mampu

  3. Politikus PKS Beri Kritikan 'Pedas' ke Anies Baswedan

  4. Ahli Waris Gugat Dik Doank Rp5,5 Miliar Atas Kepemilikan 'Kandank Jurank Doank'

  5. Mengenal Pulau Kundur, Penghasil Durian Kelas Wahid yang Ditetapkan Zona Merah COVID-19

  6. Gaduh Beasiswa Veronica Koman, Stafsus Sri Mulyani: Penuhi Saja, Tanpa Perlu Playing Victim

  7. Video Jerinx di Tahanan Viral, Kenakan Celana Pendek dan Tangan Terborgol

  8. Efek Dahsyat Berbakti Kepada Orang Tua

  9. Hamil Barengan, 5 Potret Kompak Kakak Beradik Citra Kirana dan Erica Putri

  10. Xi Jinping Kesal Banyak Warganya Bikin Konten Buang-buang Makanan di Tengah Isu Krisis Pangan

Akurat Solusi-1

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Afriadi, S.Fil.I, M.IKom

Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

Image
Arli Aditya Parikesit

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Image
Egy Massadiah

Doni Menengok Putaran Roda Zaman

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Tarian Sufistik Mengalun di Antara Agama

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Protokol Kesehatan Mutlak di Garuda Demi Keselamatan Penumpang

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Bukan Orang Airlines, Ternyata Begini Perasaan Irfan Setiaputra Selama Memimpin Garuda

Sosok

Image
News

5 Potret Gagah Jokowi Kenakan Baju Adat NTT di Sidang Tahunan MPR RI

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain