image
Login / Sign Up

RUU Cipta Kerja Dinilai Solusi Penciptaan Lapangan Kerja Usai Pandemi

Yudi Permana

Image

Fokus - Omnibus Law | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO, Dinamika perubahan global akibat pandemi covid-19 perlu direspons secara cepat dan tepat. Tanpa reformulasi kebijakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai bisa mengalami perlambatan dan tertinggal oleh negara lain.

Pakar hukum tata negara Universitas Muslim Indonesia Makassar Fahri Bachmid mengatakan, urgensi dari pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law adalah untuk merespons dinamika perubahan global. Melalui Omnibus Law, Pemerintah hendak mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja.

"Dengan pranata Omnibus Law, diharapkan terjadi pertumbuhan ekonomi di semua sektor melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan produktivitas. Jika Omnibus Law tidak dilakukan, lapangan pekerjaan akan pindah ke negara lain yang lebih kompetitif," kata Fahri dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (2/7/2020). 

baca juga:

Fahri mengatakan, salah satu manfaat penerapan Omnibus Law di Indonesia adalah menyelesaikan tumpang tindih regulasi hingga kondisi hiperregulasi. Berdasarkan catatan Fahri, saat ini ada 8.451 Peraturan Pusat dan 15.965 Peraturan Daerah.

“Skema Omnibus Law memang digunakan untuk kepentingan deregulasi demi menghindari tumpang tindih dan mewujudkan efisiensi dan implementasi kebijakan,” kata Fahri.

Lebih lanjut, Fahri mengatakan Omnibus Law merupakan metode yang digunakan untuk mengganti atau mencabut ketentuan dalam undang-undang atau mengatur ulang beberapa ketentuan dalam undang-undang ke dalam satu undang-undang tematik. 

Fahri menyebut sejumlah negara sudah menggunakan Omnibus Law untuk memperbaiki regulasi dalam rangka penciptaan lapangan kerja serta meningkatkan iklim investasi dan daya saing.

Karena itu, Fahri mendorong agar pembahasan di DPR dilakukan secara cermat dan teliti sehingga visi pembangunan nasional, khususnya pada sektor ekonomi dapat berjalan dengan baik dan proporsional di bawah payung konsep hukum Omnibus Law. Sementara di sisi lain, keberadaan Omnibus Law tidak mengacaukan sistem hukum nasional yang sudah dibangun.

"Penerapan Omnibus Law sebagai suatu sistem perundang-undangan secara teknis akan berdampak pada dibatalkannya sekitar 79 undang-undang, baik pada pasal atau ayat tertentu. Karenanya, butuh kajian mendalam serta harmonisasi harus dilakukan secara cermat dan hati-hati agar tidak terjadi kekacauan hukum dalam penerapannya di lapangan," kata Fahri.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

Ekonomi

Ketua DPR Janji Pembahasan RUU Cipta Kerja Bakal Transparan

Image

News

FOTO Pidato Pengantar RUU APBN 2021 dan Nota Keuangan di Persidangan DPR

Image

News

Influencer dan Artis Dukung RUU Ciptaker, PKS: Ini Pembodohan Publik

Image

News

Gerindra: Pidato Presiden Gambarkan Rakyat Indonesia Bisa Bangkit dari Pandemi

Image

Ekonomi

DPR RI

Bamsoet: Saatnya Gotong Royong Sehatkan Ekonomi!

Image

News

FOTO Kenakan Baju Adat NTT, Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR

Image

News

Jokowi: Jangan Ada yang Merasa Paling Pancasilais Sendiri

Image

News

FOTO Presiden Jokowi Sampaikan Pidato HUT RI di Sidang Tahunan MPR

Image

News

DPR RI

Buruh-DPR Bentuk Tim Khusus, Baleg: 2.000 DIM RUU Cipta Kerja akan Dibahas

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Meninggal Dunia, Anies Baswedan Kenang Sosok Cucu Ahmad Kurnia

Meninggal karena serangan jantung.

Image
News

PAN: Relawan Vaksin Covid-19 Jangan Ada yang Dimobilisasi

Karena jika bukan sukarela bukan relawan namanya

Image
News
Pilkada 2020

Fenomena Artis Maju Pilkada, Fahri: Politik Jangan Diubah Jadi Jual Tampang, Tapi Jual Pikiran!

Image
News

Pasien Positif Covid-19 Klaster Secapa Tinggal Empat Orang

Ada 20 perwira lulusan Secapa AD yang mendonorkan plasma di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Image
News

Fahri Hamzah: Kami Datang ke Presiden Beri Tahu bahwa Partai Gelora Akan Melangkah

"Jadi kami mentradisikan kalau ketemu dengan para pejabat itu diskusinya intelektual, bukan diskusi kekuasaan," kata Fahri.

Image
News

Modus Bantu Carikan Tukang Tambal Ban, Empat Pria Rampas Motor dan HP

Tersangka melakukan aksinya dengan cara memepet korban, menendang sepeda motornya, dan menodongkan senjata tajam kepada korban.

Image
News

Densus 88 Tangkap 15 Terduga Teroris Kelompok JAD

Mereka ditangkap pada Rabu (12/8) di sejumlah lokasi berbeda, antara lain di Bekasi, Cirebon, Jakarta, Bogor dan Tangerang Selatan.

Image
News
Wabah Corona

Kasus Corona Capai 1.500-an Per Hari, Spanyol Larang Warga Merokok hingga Ngevape

Salah satu daerah otonom Spanyol, Galicia, dilaporkan telah membuat aturan anyar yakni dilarang merokok hingga mengisap vape

Image
News

Bawa Bom Molotov, Dua Pelaku Anarko Vandalisme Ditangkap Polres Jakbar

Mereka akan ikut aksi di depan Gedung DPR.

Image
News

Update 14 Agustus: Kasus Konfirmasi COVID-19 Bertambah 2.307 Total 135.123

Penambahan ini merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu seminggu terakhir

terpopuler

  1. Viral Muslim Bantu Prosesi Pemakaman Tetangga Beda Agama, Warganet: Ini Indonesia

  2. Anggaran Pilkada Rp20 T, Rizal Ramli: Sebaiknya Dibelikan 30 Juta HP untuk Anak-anak Kurang Mampu

  3. Politikus PKS Beri Kritikan 'Pedas' ke Anies Baswedan

  4. Ahli Waris Gugat Dik Doank Rp5,5 Miliar Atas Kepemilikan 'Kandank Jurank Doank'

  5. Gaduh Beasiswa Veronica Koman, Stafsus Sri Mulyani: Penuhi Saja, Tanpa Perlu Playing Victim

  6. Mengenal Pulau Kundur, Penghasil Durian Kelas Wahid yang Ditetapkan Zona Merah COVID-19

  7. Efek Dahsyat Berbakti Kepada Orang Tua

  8. Video Jerinx di Tahanan Viral, Kenakan Celana Pendek dan Tangan Terborgol

  9. Hamil Barengan, 5 Potret Kompak Kakak Beradik Citra Kirana dan Erica Putri

  10. Xi Jinping Kesal Banyak Warganya Bikin Konten Buang-buang Makanan di Tengah Isu Krisis Pangan

Akurat Solusi-1

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Afriadi, S.Fil.I, M.IKom

Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

Image
Arli Aditya Parikesit

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Image
Egy Massadiah

Doni Menengok Putaran Roda Zaman

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Tarian Sufistik Mengalun di Antara Agama

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Protokol Kesehatan Mutlak di Garuda Demi Keselamatan Penumpang

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Bukan Orang Airlines, Ternyata Begini Perasaan Irfan Setiaputra Selama Memimpin Garuda

Sosok

Image
News

5 Potret Gagah Jokowi Kenakan Baju Adat NTT di Sidang Tahunan MPR RI

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain