image
Login / Sign Up

Media Asing Soroti Protes TKA China di Sulawesi, Sebut Bakal Picu Terorisme

Endarti

Image

Massa berkumpul untuk berdemonstrasi menentang pekerja China di Sulawesi | Sulkarnain

AKURAT.CO, Keputusan pemerintah Indonesia untuk mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ke Sulawesi Tenggara memang telah menyedot berbagai kritik hingga protes dari masyarakat Indonesia.

Bagaimana tidak, di tengah sulitnya ekonomi dan penyebaran penyakit COVID-19, pemerintah justru mempekerjakan setidaknya 500 TKA China. Dalam laporan, ratusan TKA China ini pun rencananya akan bekerja untuk PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel di Kabupaten Konawe.

Terkait dengan isu ini, South China Morning Post (SCMP) pun tercatat menjadi surat kabar yang paling rajin melaporkan perkembangan protes TKA China di Indonesia.

Dalam liputan terbarunya pada Kamis (2/6) hari ini, media Hong Kong ini bahkan sudah menulis liputan khusus tentang isu TKA China hingga rencana aksi lanjutan dari mahasiswa Indonesia.

baca juga:

Meski begitu, dalam laporannya ini, jurnalis SCMP, Amy Chew tampak menggunakan istilah 'Anti-China' untuk merujuk pada protes.

"Mahasiswa Indonesia di pulau Sulawesi bagian timur merencanakan demonstrasi anti-China minggu depan, untuk memprotes kedatangan pekerja daratan yang mereka tuduh mencuri pekerjaan dari penduduk setempat," tulis Chew dalam artikel bertajuk 'Indonesian Students Plan Further Protests Against Chinese Workers on Sulawesi'.

Mengutip CNN, Chew kemudian menjelaskan bahwa sebelumnya sudah ada dua demonstrasi yang diadakan pada bulan lalu, dan yang terbaru terjadi pada Selasa (1/6) kemarin.

Ikut menyertakan video protes, Chew juga terlihat menerangkan bahwa pada Selasa kemarin, protes dilakukan tepat ketika lebih dari 100 pekerja China datang ke Kendari. Dalam liputannya, Chew juga menggambarkan bahwa saat protes berlangsung, ratusan mahasiswa sempat memblokade bandara kota.

Namun, disebutkan pula, bahwa para pekerja China berhasil ke luar dari bandara lantaran dikawal oleh pihak kepolisian.

Selanjutnya, Chew terlihat mengutip langsung pernyataan Kepala Himpunan Pelajar Islam (HMI) Cabang Kendari, Sulkarnain, terkait dengan protes kedatangan TKA China gelombang ketiga. Menurut Sulkarnain, protes pun rencananya akan digelar pada 6-7 Juli mendatang.

"Kami sedang merencanakan babak ketiga demonstrasi pada 6 dan 7 Juli karena kami menunggu lebih banyak pekerja China datang pada hari-hari itu. Kami menargetkan 2 ribu orang yang terdiri dari pelajar dan anggota masyarakat (untuk ikut protes)," tulis Chew mengutip ucapan Sulkarnain (oleh media Indonesia, ketua HMI Kendari dipanggil Zulkarnain).

Kemudian, Chew menambahkan bahwa berdasarkan klaim Sulkarnain, TKA China ini bukanlah seorang ahli teknis. Sulkarnain juga menyebut bahwa sebenarnya pekerjaan yang TKA China ini akan lakukan bisa dilakukan oleh para pekerja lokal dari Sulawesi Tenggara.

"Selama pandemi, (jumlah) pekerja lokal banyak yang berlebihan dan (mereka) diminta untuk tinggal di rumah (oleh pemilik perusahaan), tetapi pekerja asing (justru) dibawa ke sini," tulis Chew mengutip lanjutan pernyataan Sulkarnain.

Sulkarnain

Sulkarnain juga disebutkan telah menjelaskan bahwa pihaknya tidak menentang pekerja asing. Namun, Sulkarnain dan para aktivis lainnya hanya mempertanyakan tentang kurangnya transparansi pemerintah serta perusahaan dalam merekrut TKA China.

Sebaliknya, Sulkarnain menuduh bahwa kegiatan penambangan perusahaan telah menyebabkan kerusakan lingkungan, termasuk polusi sungai dan daerah penangkapan ikan.

Untuk mendukung pernyataan Sulkarnain ini, SCMP lantas terlihat langsung menyertakan kutipan pernyataan dari aktivis lain, yaitu Beny Putra Lamangga dari Institut Agama Islam Negeri Kendari.

"Sampai sekarang, tidak ada transparansi dari dua perusahaan tentang berapa banyak pekerja yang mereka butuhkan dan mereka tidak menentukan jenis keterampilan apa yang dibutuhkan (oleh perusahaan)," tulis SCMP mengutip ucapan Beny.

Untuk membuat artikelnya seimbang, Chew lantas mengutip laporan dari Jakarta Post terkait dengan alasan mengapa perusahaan ingin menyerap TKA China.

"Mengutip (pernyataan) perusahaan, The Jakarta Post melaporkan bahwa mereka mereka perlu membawa masuk (TKA) China karena kurangnya pekerja lokal yang cakap dan bahwa, begitu peralatan siap, perusahaan akan mempekerjakan 3 ribu pekerja lokal.

"Para pekerja asing diharapkan berada di Indonesia selama enam bulan dan kembali ke negara asal mereka begitu instalasi telah selesai," tulis Chew.

Tidak hanya itu, mengutip ucapan Manajer Urusan Eksternal PT VDNI Indrayanto, Chew juga menjelaskan bahwa jika 500 pekerja asing dari China ditolak masuk, maka itu akan beresiko pada 3 ribu pekerja lokal yang rencananya akan dipekerjakan perusahaan.

Sementara terkait dengan kekhawatiran penyebaran COVID-19, Chew terlihat mengutip pernyataan Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi. Dalam keterangannya, Ali pun menyampaikan bahwa semua TKA dipastikan menjalani pemeriksaan kesehatan dan karantina sebelum bekerja di lokasi proyek.

Selain itu, Ali juga menerangkan bahwa para TKA ini memang didatangkan dengan tujuan untuk mendukung proyek investasi.

"Mereka bekerja di sini untuk mendukung investasi di Sulawesi Tenggara, sehingga ekonomi kita bisa pulih setelah pandemi COVID-19," ucap Ali seperti tertera dalam laporan SCMP.

Namun, terlepas dari kontroversi TKA China ini, SCMP menuturkan bahwa menurut analis, isu ini justru akan memicu kasus teroris di Indonesia. Analis pun berpendapat bahwa masalah ini malah akan menyulut kebencian terutama terkait dengan persoalan penahanan muslim Uighur.

"Analis keamanan telah memperingatkan dalam beberapa pekan terakhir bahwa kembalinya pekerja Cina ke Indonesia dapat memprovokasi serangan teroris karena meningkatnya kebencian terhadap orang asing di tengah pandemi virus corona, dan juga (lantaran) laporan perlakuan Beijing terhadap Muslim Uighur.

"Kelompok-kelompok jihad telah mengeluarkan seruan 'besar-besaran' untuk serangan dalam beberapa pekan terakhir, kata seorang mantan tokoh senior dalam jaringan Asia Tenggara al-Qaeda, yang memperingatkan bahwa pekerja migran China dan etnis Tionghoa Indonesia bisa menjadi sasaran," tulis SCMP.[]

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

Ekonomi

500 TKA China Masuk Sultra, Musni Umar: Hanya Bisa Prihatin, Mereka Banjiri Kampung Halaman Saya

Image

Ekonomi

325 TKA China Kembali Masuk RI, Tengku Zul: Selamat Datang, Semoga Saja Kalian Betah di NKRI

Image

News

FOTO Peringatan Enam Tahun Tewasnya Michael Brown Jr

Image

News

FOTO Llama Dua Warna Berikan Ketenangan untuk Pengunjuk Rasa BLM di Portland

Image

News

Wabah Corona

682 Pasien COVID-19 di Sulawesi Tenggara Dinyatakan Sembuh

Image

News

Duh Ditengah Pandemi Ratusan TKA Asal China Kembali Masuk ke Indonesia

Image

News

Gelar Protes untuk Kerajaan, Warga Thailand Usung Tema 'Harry Potter'

Image

News

Wabah Corona

FOTO Ribuan Warga Berlin Gelar Aksi Protes di Gerbang Brandenburg

Image

News

Pesan Penting Gubernur Sulawesi Tenggara dari Masjid Al-Kautsar

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Meninggal Dunia, Anies Baswedan Kenang Sosok Cucu Ahmad Kurnia

Meninggal karena serangan jantung.

Image
News

PAN: Relawan Vaksin Covid-19 Jangan Ada yang Dimobilisasi

Karena jika bukan sukarela bukan relawan namanya

Image
News
Pilkada 2020

Fenomena Artis Maju Pilkada, Fahri: Politik Jangan Diubah Jadi Jual Tampang, Tapi Jual Pikiran!

Image
News

Pasien Positif Covid-19 Klaster Secapa Tinggal Empat Orang

Ada 20 perwira lulusan Secapa AD yang mendonorkan plasma di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Image
News

Fahri Hamzah: Kami Datang ke Presiden Beri Tahu bahwa Partai Gelora Akan Melangkah

"Jadi kami mentradisikan kalau ketemu dengan para pejabat itu diskusinya intelektual, bukan diskusi kekuasaan," kata Fahri.

Image
News

Modus Bantu Carikan Tukang Tambal Ban, Empat Pria Rampas Motor dan HP

Tersangka melakukan aksinya dengan cara memepet korban, menendang sepeda motornya, dan menodongkan senjata tajam kepada korban.

Image
News
DPR RI

PKB: Lompatan Besar Pasca Pandemi Bukan Mimpi Kosong

Hal ini bisa dilakukan selama soliditas bangsa tetap terjaga

Image
News

Densus 88 Tangkap 15 Terduga Teroris Kelompok JAD

Mereka ditangkap pada Rabu (12/8) di sejumlah lokasi berbeda, antara lain di Bekasi, Cirebon, Jakarta, Bogor dan Tangerang Selatan.

Image
News
Wabah Corona

Kasus Corona Capai 1.500-an Per Hari, Spanyol Larang Warga Merokok hingga Ngevape

Salah satu daerah otonom Spanyol, Galicia, dilaporkan telah membuat aturan anyar yakni dilarang merokok hingga mengisap vape

Image
News

Bawa Bom Molotov, Dua Pelaku Anarko Vandalisme Ditangkap Polres Jakbar

Mereka akan ikut aksi di depan Gedung DPR.

terpopuler

  1. Viral Muslim Bantu Prosesi Pemakaman Tetangga Beda Agama, Warganet: Ini Indonesia

  2. Anggaran Pilkada Rp20 T, Rizal Ramli: Sebaiknya Dibelikan 30 Juta HP untuk Anak-anak Kurang Mampu

  3. Politikus PKS Beri Kritikan 'Pedas' ke Anies Baswedan

  4. Ahli Waris Gugat Dik Doank Rp5,5 Miliar Atas Kepemilikan 'Kandank Jurank Doank'

  5. Gaduh Beasiswa Veronica Koman, Stafsus Sri Mulyani: Penuhi Saja, Tanpa Perlu Playing Victim

  6. Mengenal Pulau Kundur, Penghasil Durian Kelas Wahid yang Ditetapkan Zona Merah COVID-19

  7. Efek Dahsyat Berbakti Kepada Orang Tua

  8. Hamil Barengan, 5 Potret Kompak Kakak Beradik Citra Kirana dan Erica Putri

  9. Video Jerinx di Tahanan Viral, Kenakan Celana Pendek dan Tangan Terborgol

  10. Xi Jinping Kesal Banyak Warganya Bikin Konten Buang-buang Makanan di Tengah Isu Krisis Pangan

Akurat Solusi-1

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Afriadi, S.Fil.I, M.IKom

Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

Image
Arli Aditya Parikesit

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Image
Egy Massadiah

Doni Menengok Putaran Roda Zaman

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Tarian Sufistik Mengalun di Antara Agama

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Protokol Kesehatan Mutlak di Garuda Demi Keselamatan Penumpang

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Bukan Orang Airlines, Ternyata Begini Perasaan Irfan Setiaputra Selama Memimpin Garuda

Sosok

Image
News

5 Potret Gagah Jokowi Kenakan Baju Adat NTT di Sidang Tahunan MPR RI

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain