image
Login / Sign Up

130 Ribu Warga AS Tewas, Donald Trump Justru Klaim Corona 'Akan Hilang Sendiri'

Endarti

Wabah Corona

Image

Jurnalis investigatif AS, Carl Bernstein membuat heboh publik setelah melaporkan bocoran percakapan telepon Donald Trump dan para pemimpin negara lain | The New Civil Rights Movement

AKURAT.CO, Presiden Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan setelah mengucapkan klaim bahwa virus corona akan 'hilang dengan sendirinya'. Padahal, saat Trump melontarkan klaimnya ini, AS tengah menyaksikan rekor kasus infeksi baru.

Tidak hanya itu, pernyataan Trump juga muncul ketika kasus kematian di AS telah menginjak angka lebih dari 130 ribu orang. Masih didudukkan pada peringkat pertama, Worldometer bahkan mencatat jumlah pasien tewas di AS telah menyentuh angka hingga 130.798 jiwa.

Sementara, jumlah penderita COVID-19 saat ini disebutkan berada di angka 2.779.953 orang.

baca juga:

"Saya pikir kita akan baik-baik saja dengan virus corona. Saya pikir pada titik tertentu, (virus corona) seperti akan hilang begitu saja - saya harap," ucap Trump saat diwawancarai oleh Fox Business pada hari Rabu (1/6) kemarin.

Sebagaimana dilansir oleh The Independent, sehari sebelum Trump mengklaim virus corona akan hilang sendiri, AS juga tengah mengalami rekor harian jumlah infeksi baru. Disebut-sebut menjadi jumlah tertinggi sejak wabah menyerang AS, angka pasien baru COVID-19 pun dilaporkan mencapai lebih dari 48 ribu sehari.

Tidak hanya itu, berbagai rumah sakit di kota Houston juga melaporkan bahwa unit perawatan intensif mereka hampir kehabisan kapasitas. Padahal, selama beberapa pekan terakhir ini, Houston sudah mulai menjalani pelonggaran penguncian di mana restoran hingga bar kembali beroperasi.

Sedangkan, pada Rabunya, Texas juga telah mencapai rekor dengan jumlah infeksi tambahan hingga 8.076 kasus (melompat sekitar seribu pasien).

Namun, meski kerap mendapatkan kritikan soal penanganan wabah, klaim Trump pada Rabu kemarin sebenarnya bukan lah yang pertama terjadi. Pasalnya, pada Februari lalu, Trump juga sempat terlihat meremehkan wabah COVID-19 dan menyebut bahwa virus corona secara ajaib akan lenyap.

"Suatu hari itu (wabah COVID-19) seperti keajaiban, akan hilang," ucap Trump.

Kala itu, kasus infeksi juga sudah mulai bermunculan dan pemerintah AS setidaknya sudah mencatat lebih dari selusin kasus.

Sementara itu, dalam wawancaranya dengan Fox Business kemarin, Trump juga terlihat memuji kemajuan ekonomi yang dicapai pemerintahannya. Trump tampak 'pamer' AS kini berhasil keluar dari resesi ekonomi dimana pada Februari lalu, tercatat ada sekitar 13 persen warga yang menganggur.

"Penjualan ritel mencapai rekornya, terutama ketika Anda berbicara tentang kenaikan. Ketika Anda melihat persentase kenaikan, tidak ada yang pernah melihat yang seperti ini," ucap Trump.

Namun, meski mengklaim sukses mendongkrak ekonomi, tetapi Trump justru mengalami kemerosotan dukungan bahkan sampai posisi terendah dalam beberapa pekan terakhir ini.

Kemunduran dukungan untuk Trump ini tentu saja sebagian besarnya dipengaruhi oleh tanggapannya COVID-19 serta masalah protes rasial atas kematian George Floyd.

Sebuah jajak pendapat Washington Post dan Ipsos baru-baru ini misalnya melaporkan bahwa 36 persen orang dewasa AS menyetujui penanganan Trump terhadap protes Floyd. Sementara 62 persennya menyatakan tidak setuju.

Jajak pendapat New York Times dan Siena College juga melaporkan angka sama untuk masalah protes. Sementara untuk menjawab apakah Trump lihai dalam urusan penanganan wabah, 58 persen warga AS menyatakan tidak setuju. Sedangkan, 38 persen warga menyatakan setuju. Bahkan, hasil jajak pendapat ini disebut menjadi peringkat terburuk Trump semenjak krisis virus corona dimulai di AS.

Selain itu, menurut laporan jajak pendapatnya, RealClearPolitics juga telah mencatat bahwa calon presiden Demokrat, Joe Bien saat ini telah unggul rata-rata sembilan poin atas Trump.[]

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

News

Bocah Tiga Tahun Disodomi Tetangganya di Perkebunan Kelapa Sawit

Image

News

Tiga Ponpes Jadi Klaster Covid-19, Mana Saja?

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Erick Bidik Vaksin Sinovac Bakal Disuntikkan Januari 2021

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Hore! Pemerintah Guyur Dana Rp28,8 T Untuk UMKM Hingga Pedagang Asongan

Image

Ekonomi

Ekonom Nilai Kompetensi Bankir Semakin Diuji di Tengah Pandemi

Image

Ekonomi

3 Pelajaran Hidup Bisa Dipetik Selama Corona Menyapa Ala Bos BI

Image

Ekonomi

Ekspor China Melonjak Tajam Berkat Masih Banyak Negara Impor Masker

Image

Ekonomi

Pemda Bebas Usulkan Besaran Pinjaman PEN ke Pemerintah Pusat

Image

Ekonomi

Hindari Resesi, Pemulihan Ekonomi RI Perlu Dibarengi Tekan Laju Penyebaran COVID-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Polisi Beberkan Peran Anita Kolopaking sebagai Penghubung Djoko Tjandra dengan Brigjen Prasetijo Utomo

Saksi kunci.

Image
News

AMPI: Hasil Pembahasan Tripartit, Kesepakatan yang Untungkan Semua Pihak

Bisa jadi solusi atas permasalahan bangsa ini.

Image
News

Bermunculan Lembaga Survei Baru di Pilkada Tangsel, Begini Tanggapan PERSEPI

Keberadaan KPK dipertanyakan.

Image
News

Ke Kamar Anak Gadis saat Semua Tertidur, yang Dilakukan Ayah Tiri ini Akhirnya Terbongkar, Memalukan

Kelakuan bejat.

Image
News

Tersangka Tjhin Arifin Chandra Mangkir Dua Kali Panggilan Polisi

Tjhin Arifin Chandra tidak mengindahkan panggilan kedua sebagai tersangka dalam kasus penggelapan dalam jabatan

Image
News

Bocah Tiga Tahun Disodomi Tetangganya di Perkebunan Kelapa Sawit

"Kasus ini terungkap ketika korban buang air besar dan kesakitan. Ketika diperiksa ayahnya, ternyata ada lecet."

Image
News

Tiga Ponpes Jadi Klaster Covid-19, Mana Saja?

Pengendalian kasus covid-19 lebih bisa terkendali.

Image
News

Bantu Masyarakat Kurang Mampu, Partai Emas Hadirkan Sekolah Online

Seperti sekolah pada umumnya, sekolah daring buatan Partai Emas juga menghasilkan ijazah

Image
News

Putra Mahkota Arab Saudi Dituding Coba Habisi Mantan Intelijennya

Dalam gugatan 106 halaman yang diajukan pada Kamis (6/8), Saad al-Jabri menuduh MBS mengirim pembunuh bayaran yang dikenal Pasukan Harimau.

Image
News

Jakarta Masih Bahaya Covid-19, Wagub DKI Beri Arahan ke Gugus Tugas

Jakarta masih dalam situasi berbahaya karena tingginya positivity rate melebihi batas aman WHO.

terpopuler

  1. 5 Orang Biasa yang Wajahnya Mirip Bintang Sepak Bola, Ada yang Dipenjara karena Ganggu Ketertiban

  2. Kocak Abis, 5 Salah Ketik Info di Televisi ini Bikin Nggak Bisa Mingkem

  3. Siapa Bilang Meroket? Ekonomi Indonesia Sudah Alami Tren Penurunan Sejak 2018

  4. Polisi: Tersangka Pencemaran Nama Baik Ahok Sempat Berusaha Hilangkan Jejak

  5. Rizal Ramli: Rakyat Sudah Resesi, Kalau Pejabat Mah Kebal Resesi!

  6. Hasil Liga Europa: Wolves Menghadapi Sevilla di 8 Besar

  7. Jawaban 'Kocak' Kaesang Ketika Ditanya Soal Investasi Saham, Bikin Warganet Ngakak!

  8. 5 Editan Foto Keren Kala Pesepakbola jadi Superhero, Siapa yang Paling Pas?

  9. Sosok Ini yang Berperan Bikin Performa Rossi Bisa Kembali Moncer

  10. Ekonomi Indonesia Anjlok, Rustam: Paling Parah DKI Jakarta Minus 8,22 Persen

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk

Image
Ekonomi

Foto Lawas Cita-cita Masa SD Desainer Asal Medan ini Viral, Bikin Bangga!

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid