image
Login / Sign Up
Image

Riyanda Barmawi

Wasekjen Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI).

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Image

Negara eksportir lobster terbesar di dunia | Travel Blog

AKURAT.CO, Langkah Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo, telah membuka kembali kran Ekspor Benih Lobster mendapatkan kritik dari sejumlah kalangan terbatas, utamanya di jajaran elite non-penguasa. 

Bahkan yang paling terdepan dalam mengintrodusir kritikan atas kebijakan Edhy adalah mantan Menteri KP Susi Pudjiastuti. Namun di balik sikap kritisnya, tercermin aroma kepentingan eksklusif yang bersinggungan langsung dengan lahan bisnis Susi.

Sialnya polemik yang terlihat makin mengeras pasca terbitnya Permen KP Nomor 12/2020 serta adanya dua keputusan Dirjen Perikanan Tangkap No 48/Kep-DJPT/2020 dan Keputusan No 51/Kep-DJPT/2020 itu nantinya akan dibalut dalam kerangka standing position kepentingan rakyat dan negara.

Bila ditelaah dari wacana yang berkembang, terlihat bahwa beragam upaya sistematis untuk mendiskreditkan Edhy yang dijustifikasi tidak punya keberpihakan, lantaran telah menerbitkan kebijakan tersebut.

Tentu saja bagi mayoritas masyarakat “awam” yang tidak memiliki akses informasi mengenai interes bisnis politik dari Susi yang berkelindan, akan menilai kalau sikap Susi yang menolak kebijakan Ekspor Benih Lobster merupakan sebuah cerminan keberpihakan terhadap interes rakyat dan negara.

Padahal kalau kita ikuti sepak terjangnya dalam semesta bisnis, jelas bila sikapnya akhir-akhir ini tidak terlepas dari ancaman terhadap lahan bisnisnya, khususnya yang terkait dengan lobster.

Bisnis Lobster Susi Terancam?

Susi Pudjiastuti adalah sosok yang diperhitungkan dalam dunia bisnis untuk sektor kelautan dan perikanan di tanah air. Di awal-awal pada waktu dulu saat menjabat sebagai menteri KP, Susi sempat di isukan memiliki relasi atau hubungan bisnis dengan pengusaha kakap di Tanah Air.

Jelas sebagai seorang pebisnis dan juga seorang pejabat, relasi tersebut tidak bisa diartikan hanya jalin hubungan perkawanan yang biasa-biasa saja. Namun harus dicurigai bila terdapat interes tertentu yang menjadi dasar dari terbangunnya relasi di antara mereka.

Terlepas dari apa dan bagaimana relasi Susi saat menjadi menteri dengan sang pengusaha dalam menjalankan roda bisnis di sektor kelautan dan perikanan. Yang pasti sikap Susi yang selalu melontarkan kritikannya, sama sekali tidak diperuntukkan untuk membelah kepentingan masyarakat, melainkan untuk mengamankan kepentingan bisnisnya.

Artinya jangan sampai kita terkecoh dengan sikapnya maupun kebijakan populis yang hendak diintrodusir selama menjabat di KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Sebagai seorang pebisnis, langkah-langkah Susi harus dibaca dalam kerangka logika bisnis: untung-rugi.

Kalau mengamati langkah-langkah Susi selama menjabat Menteri KP, respons kritisnya terhadap wacana Ekspor Benih Lobster hingga ditetapkannya Permen KP Nomor 12/2020, merupakan prakondisi untuk memperlihatkan konsistensinya sebagai figur populis sembari mengaburkan kepentingannya yang terselubung.

Hal ini dapat dilihat dari absennya kritik Susi selama berlangsungnya proses penentuan kuota ekspor lobster.

Maka jika dilihat dari realita pengalaman sebelumnya, tampak aroma kepentingan eksklusifnya makin menyengat. Ingat! Susi sendiri tercatat memiliki ladang bisnis lobster di desa Sambay, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh.

Sekurang-kurangnya terdapat sembilan perusahaan yang mengantongi kuota izin Ekspor Benih Lobster, yakni PT Samudera Bahari; PT Indotama Putra Wahana; PT Natura Prima Kultur; PT Royal Samudera Nusantara; PT Tania Asia Marina; PT Grahafoods Indo Pasifik; CV Setia Wildata; PT Aquatic Salautan Rejeki; dan PT Bahtera Damai Internasional.

Berdasar nama-nama tersebut, satu diantara sembilan perusahaan terpilih, memiliki afiliasi dengan Susi.

Di lansir dari Samudranesia yang hendak mewawancarai nelayan lobster di wilayah Banten, di katakan bahwa PT Royal Samudera Nusantara yang berdomisili di Tangerang Selatan, Banten merupakan perusahaan yang dikelola oleh orang-orang dekat Susi.

“PT Royal orang-orangnya Bu Susi. Mereka juga nawarin ke pengepul buat jual barang ke mereka,” tutur seorang nelayan lobster di Banten, (Samudranesia.id, 30/05/2020).

Dengan demikian kritik Susi terhadap Menteri KP Edhy Prabowo hanya isapan jempol belaka, lantaran interes ekonomi politik cenderung kurang di akomodir.

Cengkeraman Susi di KKP

Usaha Menteri Edhy Prabowo untuk menghidupkan perekonomian rakyat, utamanya nelayan, tampak mendapat respons negatif dari kalangan elite terbatas. Adanya kritik pedas yang disampaikan Susi menyatakan bahwa kebijakan ekspor “negara hanya mendapat sebungkus rokok” sama sekali tidak mencerminkan keberpihakan terhadap nasib rakyat dan masa depan perekonomian nasional.

Tentu saja kritik prematur Susi tidak bisa diterima sebagai sebuah kebenaran. Karena di samping terdapat penolakan di kalangan terbatas, mayoritas nelayan lobster justru menyambut baik kebijakan ekspor lobster.

Karenanya, yang terpenting saat ini adalah bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada demi kepentingan rakyat dan negara, sebagaimana amanah konstitusi.

Untuk menyukseskan agenda-agenda KKP ke depannya, penting kiranya menteri Edhy mengambil opsi melakukan rotasi jabatan di tingkatan Dirjen. Mengingat sejak menjabat, tercatat Edhy baru melakukan sekali perombakan, yakni mengganti Sekjen KKP.

Personalia merupakan faktor penting dalam menentukan suksesi kebijakan. Kesalahan menempatkan personalia dapat berimplikasi buruk bagi agenda-agenda KKP di masa mendatang.

Menduduki jabatan Menteri KP selama lima tahun, Susi Pudjiastuti tentunya memiliki koneksi kuat dengan orang-orang di internal lembaga, terutama di tataran Dirjen. Karenanya untuk memutus cengkeraman Susi di internal KKP, perlu dilakukan reposisi fundamental, agar orang-orang yang menduduki posisi Dirjen bekerja sesuai dengan visi dan misi yang terarah.

Bila opsi ini tidak ditempuh Edhy, sudah barang tentu bayang-bayang Susi akan selalu “menghantui” kerja-kerja Edhy di KKP.

Apalagi wacana dominan yang diorkestrasi oleh kalangan elite terbatas dan telah berkembang kuat di masyarakat, jika kebijakan Ekspor Benih Lobster sekadar diperuntukkan untuk mempercepat kepunahan lobster di tanah air.

Wacana ini harus di counter agar tak menimbulkan kekeliruan. Mengingat izin Ekspor Benih Lobster dibuat dalam kerangka kelembagaan yang demokratis – melibatkan masyarakat atau pembudidaya secara aktif – tanpa mengabaikan aspek lingkungan dengan mengedepankan prinsip hukum agar meminimalisir pelanggaran. []

baca juga:

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

Sujiwo Tejo: Susi Emang Peduli Sama Budaya Nusantara, Salut

Image

Ekonomi

Hanya Untungkan Eksportir, Emil Salim Minta Jokowi Batalkan Aturan Ekspor Benih Lobster

Image

Ekonomi

KKP Minta Nelayan Miliki Mata Pencaharian Alternatif

Image

News

Survei Akurat Poll: Prabowo dan Susi Pudjiastuti Unggul dalam Bursa Pilpres 2024 

Image

Ekonomi

Tanggapi Berita Kontroversial Anji, Susi Pudjiastuti: Anda Sangat Tidak Bertanggung Jawab

Image

News

KKP: Program Irigasi Tambak Partisipatif Bantu Pemulihan Ekonomi

Image

Ekonomi

Menteri Edhy Wajibkan Sekolah Kelautan dan Perikanan Terima Anak Nelayan

Image

News

Pasha Ditegur Gegara Rambut Pirang, Mustofa Teringat Susi Pudjiastuti Miliki Tato

Image

News

Menteri Edhy Prabowo Tegaskan Dirinya Tak Punya Bisnis di Bidang Perikanan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Sambil Menangis, Saksi Nie Swe Hoa Minta Jaksa Kembalikan Uang Rp 20 Miliar

Uang yang disita tidak ada kaitan dengan kasus Jiwasraya.

Image
News

Megawati: Cakada PDIP Harus Menjadi Seorang Patriot

Mega juga ingatkan calon kepala daerah tidak korupsi.

Image
News

750 Jiwa Terdampak Kebakaran di Tambora, Pemerintah Sediakan Tenda Pengungsian

Kantor Kelurahan Duri Selatan akan dijadikan lokasi pengungsian.

Image
News

Elektabilitas Soerya Respationo Duduki Posisi Tertinggi di Pilkada Kepri

Soerya Respationo dikenal oleh 70,6 persen responden.

Image
News

Rumah Padat Penduduk di Tambora Hangus Dilalap Si Jago Merah

Ratusan petugas pemadam dikerahkan ke lokasi kebakaran lantaran api terus membesar dan melahap rumah warga.

Image
News

Ditembak Bagian Pantat, Sulaiman Minta Pelaku Dihukum Berat

Korban mengaku awalnya sempat diikuti pengendara mobil.

Image
News

Polres Tangsel Sita 3 Air Soft Gun dari Penembak Misterius

Pelaku menembak warga karena kesal sengan aksi balap liar.

Image
News

Terlilit Masalah Finansial, Seorang IRT di Yogyakarta Bikin Laporan Palsu Ngaku Motornya Dirampas

Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial R (25) nekat membuat laporan palsu demi bisa terbebas dari masalah ekonomi yang membelitnya

Image
News

Ibu Rumah Tangga Jadi Muncikari Prostitusi Online di Jatim

ISM menawarkan dua saksi korban, yakni SW (20) asal Magetan, dan AN (15) warga Kota Madiun untuk kegiatan prostitusi.

Image
News
Wabah Corona

102 Hari Bebas Transmisi Lokal COVID-19, Selandia Baru Kembali Dijangkiti Corona

Tidak lama setelah menyatakan bebas penularan lokal COVID-19 selama 100 hari, Selandia Baru kembali mencatat kasus infeksi baru

terpopuler

  1. Kapok Berurusan dengan Hukum, Anji Ogah Percaya dengan Pemberitaan Media Lagi

  2. 5 Fakta Unik Ultah ke-33 Arema, ASN Wajib Beratribut Arema

  3. Jokowi Ajak Beli Produk Lokal, Rizal Ramli: ini Contoh Imbauan Ngasal!

  4. Isu Afgan Penyuka Sesama Jenis Mencuat Lagi, Kok Bisa?

  5. Ini Dia Kesibukan Baru Mantan Sekjen PSSI, Ratu Tisha

  6. BPJS Ketenagakerjaan Masih Kumpulkan Rekening Calon Penerima Subsidi Upah

  7. Tegang saat Akan Tes Swab, Ibu Ini Remas Bagian Intim Petugas Kesehatan

  8. Naik Podium, Morbidelli Bawa-bawa Nama Rossi

  9. Mantan Rekan Setim Bocorkan Karakter Andrea Pirlo

  10. Penyesalan Pemeran Konten Pornografi hingga Ingin Masuk Pesantren

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan | Siapkan 250 Juta Vaksin Covid-19 Dalam Setahun

Image
News

Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan Siapkan 250 Juta Vaksin, Bisa Digunakan Pertengahan 2021

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Sosok

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk