image
Login / Sign Up

Muannas Alaidid: Langkah Tim Advokasi Novel Melaporkan Mabes Polri ke Ombudsan Tidak Tepat

Yudi Permana

Image

Muannas Alaidid saat menjadi pembicara dalam acara diskusi Ngobrol #GakSengaja : Sengkarut Pengungkapan Kasus Sarang Burung Walet, Kita Bisa Apa | Istimewa

AKURAT.CO, Praktisi Hukum Muannas Alaidid menilai tim advokasi Novel Baswedan yang melaporkan Mabes Polri ke Ombudsman tidak tepat. 

Pasalnya, laporan tersebut baru dilakukan setelah dua terdakwa kasus penyerangan Novel sudah mendapat tuntutan dari JPU.

Tim advokasi Novel sendiri melaporkan Mabes Polri ke Ombudsman atas dugaan maladministrasi yang dilakukan Mabes Polri dalam pemberian bantuan hukum terhadap dua terdakwa penyiram air keras terhadap Novel Baswedan.

baca juga:

"Sidang Novel sudah pembacaan tuntutan Jaksa kok baru mau dilaporkan ada pelanggaran. Sah dan tidaknya kewenangan mendampingi terdakwa di persidangan itu kewenangan hakim bukan Ombudsman," ungkap Muannas.

Kata dia, jika selama ini sidang tetap berjalan artinya hakim sendiri tidak ada keberatan soal penunjukkan kuasa hukum Polri oleh para terdakwa.

"Nah tentu punya pertimbangan dan dasar hukumnya, apalagi mereka ini anggota Polri yang terkena kasus hukum dan masih tercatat aktif," ujarnya.

Dijelaskannya, anggota keluarga Polri, Purnawirawan Polri dan keluarga, Warakuri dan Wredatama Polri dan keluarganya, bahkan duda atau janda dari anggota Polri juga mendapatkan bantuan hukum. Situasi yang sama juga berlaku di institusi TNI bagi anggota atau keluarganya bila terjerat kasus hukum, dapat meimta bantuan dari divisi hukum TNI.

"Jadi biasa aja, silahkan cek anggota Polri yang terkena kasus hukum dari simulator SIM bahkan sampai terorisme dalam kasus Sofyan Sauri anggota brimob itu atau tindak pidana lain, mereka didampingi kuasa hukum dari Pusbakum Polri. Jadi kalo hari ini mereka mendampingi kasus novel, menurut saya biasa aja. Jadi Polri tidak boleh menolak bila ada anggota dan keluarganya minta bantuan hukum berdasarkan permohonan bahkan wajib." bebernya.

Novel Harus Tunduk Pada Hukum

Sementara itu, dalam agenda Ngobrol #GakSengaja : Sengkarut Pengungkapan Kasus Sarang Burung Walet, Kita Bisa Apa ? Presiden Majelis Dzikir RI 1 Habib Salim Jindan Baharun juga angkat suara terkait masyarakat yang menuntut keadilan dalam kasus sarang burung walet di Bengkulu.

Kata dia, apapun tuntutan masyarakat terlebih tentang keadilan wajib diterima dengan baik, wajib lakukan penegakan hukum dengan baik.

"Siapa pun kita, apapun jabatan kita, apapun profesi kita, wajib penegakan hukum ditegakkan sebenar-benarnya," ujarnya.

Pihaknya berharap dalam kasus Novel Baswedan ini baik penegak hukum, mulai dari Kejaksaan Agung untuk serius menerima respon dari pada tuntuntan keadilan dan pihaknya mengharap Novel Baswedan pun dan bila melanggar perbuatan pidana yang dituntut oleh masyarakat saat ini adalah benar adanya.

"Maka wajib kita mengakui apa adanya karena janjinya Allah sebesar biji zarah kebaikan pasti dibalas begitu juga sebaliknya. Apa yang terjadi kepada kita semua menyangkut perbuatan kita," ucap Habib Salim.

Kata dia, masa lalu masa depan apapun sekarang, wajib mempertanggungjawabkan baik di dunia, lebih-lebih di akhirat, dan pihaknya berharap kasus Novel Baswedan agar tidak terjadi fitnah multitafsir terhadap diri Novel Baswedan, baik terhadap penanganan hukum ada transparansi dalam penegakan hukum ini, untuk dilakukan proses hukum transparan yang sejelas-jelasnya.

"Kami ingatkan kepada para penegak hukum untuk sekiranya mari kita merespon apapun menjadi tuntutan masyarakat terlebih kasus Novel Baswedan sudah menjadi kasus nasional. Sudah diketahui banyak masyarakat, masyarakat publik sudah sangat paham atas kasus ini, jangan sampai ada kesan buruk yang sampai terhadap pemerintahan, terhadap Presiden dan penegak hukum dan sebagainya. Mari kita terbuka, dan ingat, hidup di dunia sementara, di akhirat selama-lamanya," tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan Dewi Tanjung juga memberikan dukungannya atas perjuangan para korban yang melakukan aksi menginap mendirikan tenda didepan Kejaksaan Agung demi mencari keadilan dalam kasus sarang burung walet di Bengkulu.

"Kita memberikan dukungan support untuk kasus sarang burung walet segera dibuka kembali terutama oleh bapak Presiden dan Kejagung. Karena kasus ini, saat ini lagi mandeknya di Kejaksaan Agung, dan ini nyai jujur memberikan support kepada para korban ini yang datang dari Bengkulu sampai mereka menginap di tenda," tukasnya.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Bantuan Hukum Polri ke Penyerang Novel Dipersoalkan, PKPI Minta KPK Era Agus Rahardjo Diperiksa

Image

News

KY Pantau Sidang Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Image

News

PB HMI: Keliru Laporan Pengaduan Tim Advokasi Novel Kepada Ombudsman

Image

News

Mesin Penghancur Narkoba Cuma Sedikit, Kapolri Bakal Minta ke Komisi III DPR Untuk Dibelikan

Image

News

Kasus Sarang Walet, Habib Salim Jindan: Siapapun dan Apapun Profesi Kita Wajib Hukum Ditegakkan

Image

News

Ombudsman Terima 1.330 Aduan Terkait Penyaluran Bansos Selama Covid-19

Image

News

Meriahkan HUT Bhayangkara, Direktorat Siber Mabes Polri Gelar Cyber Police Festival

Image

News

Sidang Kasus Penyerangan Novel Baswedan Menjadi Materi Diskusi Virtual ALSA

Image

News

Polri Jawab Temuan Survei Ombudsman Soal Dokumen yang Belum Dipenuhi Selama Proses Penyidikan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kepala BNPT Temui Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas, Bahas Apa?

Generasi muda yang terpapar ini yang bahaya, dalam jumlah sedikit saja dapat mengguncang negara.

Image
News
Pilkada 2020

Mendagri Targetkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 di atas 50 Persen

Pilkada Serentak 2020 akan dihelat di 270 daerah.

Image
News

RUU Ciptaker Momentum Reformasi Regulasi Ketenagakerjaan

Tingginya pengangguran akan menghantui perekonomian nasional.

Image
News

Soal Reshuffle, PKS Sarankan Jokowi Jangan Percaya Survei

“Pak Jokowi jangan percaya survei. Tadi bagus surveinya, tapi Qodari keluarin, Yunarto keluarin, Masinton keluarin juga bisa itu”

Image
News

Kemarahan Jokowi karena Kepuasan Publik kepada Pemerintah Beda Tipis dengan Pengurus RW

Kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintah Pusat jauh lebih rendah dibanding kepuasan pada Pemerintah Daerah.

Image
News
Wabah Corona

Boy Rafli Sebut Gerakan Terorisme Manfaatkan Pandemi COVID-19 Sebagai Celah

Image
News
Pilkada 2020

Isdianto Sebut Hanura Sudah Mendukungnya Jadi Calon Gubernur Kepri

Isdianto pun menegaskan bahwa dirinya masih gencar membangun komunikasi dengan semua partai politik, seperti Golkar dan Nasdem.

Image
News
Wabah Corona

Satu Pasien Positif Corona di Bangkalan Melarikan Diri

"Dia itu melarikan diri dari ruang observasi dan isolasi di Balai Diklat BKPSDA Kabupaten Bangkalan“

Image
News

Unismuh Makassar Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Luwu Utara

“Di FKIP Unismuh kami memang membuat program bernama Gerakan Ta’awun yang orientasinya saling tolong menolong membantu sesama“

Image
News

Pernah Jadi Narapidana, Ahok Disebut Tak Bisa Jadi Menteri

Dia (Ahok) telah divonis bersalah melakukan tindak pidana yang ancaman hukumannya 5 tahun atau lebih.

terpopuler

  1. Sudah Pernah Diingatkan Agar Tak Korupsi, Bupati Kutai Timur ternyata Bandel

  2. Gara-gara Singgung Ahok, Andre Ngaku Diserang Buzzer

  3. Ladeni Penipuan Lewat SMS, Warganet: Akhirnya Tahu Nama Bendahara Shopee

  4. Jadi Idola Baru, 7 Potret Sandrinna Michelle Pemeran Wulan di Sinetron 'Dari Jendela SMP'

  5. Begini Jadinya Jika 5 Tim Sepak Bola Ini Kenakan Logo Liga Domestiknya di Atas Jersey

  6. Ruhut Sitompul: Kita Doakan Pak Joko Widodo dan Para Pembantunya

  7. Usai Dirobohkan, Masjid Amir Hamzah TIM Dibangun dan Kini Sudah Jadi, HNW: Semoga Berkah

  8. Kapal Asing Terekam Masuk Perairan Indonesia, Fadli: Ini Ancam Kedaulatan RI, Harus Berani Usir Mereka

  9. Baim Wong Diserang Nikita Mirzani, Paula Verhoeven Tulis Pesan Menohok

  10. Honggo Wendratno Dihukum Kurungan 16 Tahun, Jaksa hanya Bisa Eksekusi Barbuk dan Uang Pengganti

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

Jadi Pengusaha Daging, 6 Potret Terbaru Mantan Istri BTP Veronica Tan

Image
News

Lewat YouTube Daniel Mananta, BTP Ungkap Usahanya Pertahankan Rumah Tangga dengan Veronica Tan

Image
News

6 Potret Lawas Kenangan Presiden Soeharto Bersama Keluarga