image
Login / Sign Up

Soal Papua, Political Will Jokowi Harus Ditopang Iklim Demokrasi yang Lebih Luas

Deni Muhtarudin

Image

Sejumlah massa melakukan aksi damai di depan kantor Mahkamah Agung, Jakarta, Senin, (15/06/2020). Dalam aksi ini para massa menuntut pembebasan 7 orang tahanan politik warga Papua di Balikpapan, Kalimantan Timur. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Melihat persoalan yang dihadapi Papua haruslah dilihat dari aspek atau pendekatan kesejarahan dan kebudayaan yang terjadi di sana.

Hal itu mencuat dalam diskusi daring bertema 'Indonesia Melihat Papua Nan Jauh di Sana' yang diselenggarakan Ikatan Jurnalis UIN (IJU) Jakarta, Senin (29/6/2020).

Hadir menjadi narasumber dalam diskusi tersebut yakni Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB Abdul Kadir Karding, Analis Politik dan kebijakan publik Karyono Wibowo, Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta dan Akademisi asal Papua Siliwanus Tono.

baca juga:

Karding menganggap, sebenarnya Papua sejak lama menginginkan kehidupan yang damai. Hanya saja, isu-isu tentang HAM dan diskriminasi kerap dipropagandakan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). "Persepsi ini mulai diotak-atik oleh kalangan aktivis," ungkapnya.

Karding menuturkan, bicara proses diplomasi yang pernah ada di Papua, Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dianggap sebagai tokoh yang melakukan pendekatan kebudayaan dan persuasif. Sehingga, peran Gus Dur itu diteruskan oleh pemerintahan berikutnya, termasuk yang dilakukan pemerintahan Jokowi sejak periode pertama.

Menurut Karding, di era Jokowi, pemerintah sangat serius menyelesaikan masalah Papua hingga tuntas. Secara simbolik, ada perhatian serius terhadap Papua. Dalam hal ini, pemerintah dianggap massif melakukan percepatan konektivitas di Papua, mulai dari jalur darat, laut dan udara. Termasuk kebijakan BBM satu harga.

"Political will Jokowi cukup luar biasa, ditambah ada perhatian serius. Adanya UU Otsus adalah bagian dari kompromi Politik pemerintah terhadap Papua," ujarnya.

Sementara itu, Karyono Wibowo mencermati bahwa seluruh pendekatan sebenarnya telah dilakukan terhadap Papua, baik dari sisi kebijakan nasional maupun daerah. Hanya saja, menurut Karyono, pendekatan ini harusnya ditopang dengan iklim atau kran Demokrasi yang lebih luas.

Karyono mengatakan, masih kurangnya iklim Demokrasi itu terbukti dari penempatan dan penunjukkan putra asli daerah Papua yang kini menempati posisi strategis dan jabatan penting di sana masih kurang.

Lebih jauh, Karyono menganggap, kasus di Papua bukan lagi merupakan persoalan rakyat Papua. Persoalan terbesar justru muncul dari kalangan elite, atau dengan kata lain konflik muncul antara elite dengan elite yang berkepentingan.

"Dugaan kuat, adanya konspirasi yang dimunculkan kalangan kelompok berkedok KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata), propaganda untuk memecah belah rakyat Papua," katanya.

Dari sisi keamanan dan ketertiban di Papua, Stanislaus mengaku pihaknya mencatat, setidaknya ada 23 kasus penembakan, dan sebagian besar penembakan dilakukan oleh KKB. Ia pun mencatat pada 2018 terjadi pembunuhan massal yang dilakukan kelompok tersebut.

Di sisi lain, medan atau geografis di Papua menjadi tantangan tersendiri bagi aparat keamanan yang bertugas di sana. Tak heran, kasus penangkapan atau pun penyerahan diri anggota KKB kerap diwarnai dengan barang bukti beberapa pucuk senjata.

Stanislaus melihat, sebenarnya isu rasialisme yang terjadi di Papua tidak benar terjadi. Isu ini hanya digunakan pihak-pihak tertentu untuk memperuncing keadaan. Apalagi kondisi itu ditambah dengan kemajuan teknologi atau pengaruh sosial media.

"Isu Papua ini mulai dinternasionalisasi oleh negara lain. Terkait masalah HAM di Papua, pemerintah masih tampak kewalahan mengatasi informasi-informasi yang berseliweran," ungkapnya.

Maka dari itu, Stanislaus mendesak kepada DPR RI, harus ada pembahasan lagi mengenai UU Otonomi Khusus yang akan berakhir di 2021 nanti, ia meminta agar digulirkan kembali pembahasan UU tersebut.

"Pendekatan sosial budaya sangat perlu dilakukan aparat TNI/ Polri. Akan tetapi, perlu ada ketegasan dalam menangani persoalan ketertiban dan keamanan di Papua," ujarnya.

Adapun, Siliwanus yang juga asli orang Papua menganggap bahwa nasionalisme masyarakat Papua terhadap NKRI tak perlu diragukan lagi. 

Siliwanus pun melihat perhatian dan keberpihakan pemerintah kepada Papua, baik dalam sektor pemerataan pendidikan, fasilitas kesehatan, serta konektivitas pembangunan infrastruktur di Papua, misalnya Trans Papua dan lainnya sudah berjalan efektif. Namun, Ia lebih menggarisbawahi tentang realisasi otonomi khusus yang belum sepenuhnya menyentuh masyarakat di sana. 

"Persoalan serius yang harus menjadi perhatian Bersama, adalah UU Otonomi Khusus. Harus dibahas kembali sehingga tidak menimbulkan polemik, tapi memberikan regulasi yang berpihak," katanya.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

Ekonomi

Jokowi Ajak Masyarakat Belanja Produk Lokal Agar Ekonomi Tak Masuk Jurang Resesi

Image

News

Presiden Jokowi Ajak Seluruh Kader Gerindra Lawan Dampak Pandemi Covid-19

Image

News

Menko PMK: Presiden Minta Ada Pelonggaran Sekolah di Tengah Pandemi

Image

News

INFOGRAFIS Indeks Demokrasi Indonesia 2019

Image

News

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image

Ekonomi

Jawaban 'Kocak' Kaesang Ketika Ditanya Soal Investasi Saham, Bikin Warganet Ngakak!

Image

Ekonomi

Hadi Pranoto Klaim Ratu Elizabeth Pesan Obat Covid-19 Miliknya, Yunarto: Enough with This Guy

Image

Olahraga

PON Papua 2021

Lampung Incar Posisi Delapan PON Papua 2021

Image

News

Ditemani Hadi Rudyatmo, Gibran Rakabuming Temui Megawati di Teuku Umar

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Yakinkan Masyarakat, Penelitian Lokal Soal Produk Rokok Alternatif Harus Digencarkan

Image
News

Aktivis Jakarta Usulkan Perluasan Lahan di Ancol Jadi Pantai Publik

Perluasan di kawasan Ancol agar digunakan untuk kepentingan publik, termasuk pantainya.

Image
News

Apes, Baru Nyalakan Mesin Motor Pria ini Langsung Diteriakin Maling, Babak Belur

Satu pelaku buron.

Image
News

Rapid Test Covid-19 di Pasar Balikpapan Hanya Diikuti 105 dari 600 Pedagang

Rapid test bagi pedangan di Pasar Balikpapan, Kalimantan hanya diikuti 105 pedagang

Image
News

Aktivis Sarankan Perluasan Ancol Jadi Pantai Publik

Karena hingga saat ini, Jakarta belum memiliki pantai yang bisa diakses publik dengan biaya terjangkau bagi semua kalangan

Image
News

CCTV Ditutupi, Residivis ini Beraksi Gasak Barang Elektronik di Kolam Hotel

Pemilik handphone sedang mandi di kolam renang.

Image
News

Pegawai Kena Covid-19, PN Surabaya Hentikan Pelayanan Selama Dua Minggu

Penutusan pelayanan di PN Surabaya menyusul ada pegawai positif Covid-19

Image
News

Prabowo Ingatkan Gerindra Maju Bukan Cuma Banyak Komentar

Ia pun merasa bangga karena kadernya tak pernah menyerah

Image
News

Calon Taruna Akpol Gagal Lolos Karena Positif Covid-19, Ini Penjelasan Polri

Polri menyampaikan penjelasan seputar polemik calon taruni Akpol asal Kepulauan Riau yang gagal lolos.

Image
News

Tidak Terima Ditahan, Anita Kolopaking Ajukan Gugatan Praperadilan

telah menandatangani Berita Acara Penolakan Penahanan karena tidak terima dengan penahanan

terpopuler

  1. Arogan, Mentang-Mentang Anak Pejabat, Cewek Ini Menolak Bayar Denda Karena Tidak Pakai Masker

  2. Polisi Cari Identitas Pembakar Foto Habib Rizieq dan Ustaz Abdul Somad

  3. Dari Kasus The Connell Twins, Ketahui Penyakit Akibat Incest

  4. Seakan-akan Meroket, Ekonomi RI Zaman SBY Ternyata Tidak Istimewa Juga

  5. Luhut Siapkan Cashback hingga Rp750 Ribu Bagi Konsumen Belanja Produk UMKM Lokal

  6. Polisi Beberkan Peran Anita Kolopaking sebagai Penghubung Djoko Tjandra dengan Brigjen Prasetijo

  7. 5 Fakta Menarik Penis, Hati-hati Bisa Patah Lho!

  8. Kisah Korban Perkosaan Berani Bersuara Usai Setahun Pendam Trauma Ini Viral

  9. Korea Selatan Temukan Virus Corona di OTG dan Pasien Bergejala Sama Banyaknya

  10. Pria di Bekasi Kaget Ternyata Istrinya Seorang Laki-laki, Baru Terkuak Usai Setengah Tahun Menikah

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk

Image
Ekonomi

Foto Lawas Cita-cita Masa SD Desainer Asal Medan ini Viral, Bikin Bangga!

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid