Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Kontroversi RUU HIP

Kolom

Image

Anak-anak sekolah dasar (SD) saat mengikuti lomba mewarnai lambang Pancasila dan juga logo DPR RI di Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (10/2/2020). Lomba mewarnani ini untuk memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah dasar agar mereka mengerti akan arti lambang pancasila yang juga merupakan lambang negara. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), sedang menjadi perbincangan dan kontroversi di tengah-tengah masyarakat. RUU HIP merupakan RUU inisiatif DPR. Diajukan PDIP, disepakati DPR untuk dibahas bersama pemerintah, lalu ditunda sementara pembahasannya atas permintaan presiden.

Seperti biasa, DPR bersama pemerintah, sedang gagah-gagahnya berselingkuh mengelabui rakyat. Dari mulai revisi UU KPK, revisi UU Minerba, dan Perppu Corona (Perppu No 1 Tahun 2020), berhasil mereka gol-kan. Rakyat yang memprotes dibiarkan. Bukan hanya tak di dengar suaranya. Tetapi juga diabaikan hak-haknya.

Kongkalingkong, perselingkuhan, dan persekongkalan jahat tersebut, membuat eksekutif dan legislatif tersebut percaya diri. Walaupun tanpa dukungan rakyat. Mereka sukses mengesahkan UU yang menjadi kepentingannya. Dan bukan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.

baca juga:

Dalam urusan RUU HIP juga mereka pecaya diri. Buktinya tujuh fraksi menyepakati untuk dibahas lebih lanjut. Namun karena banyaknya penolakan dari publik, akhirnya RUU HIP ditunda pembahasannya.

Dalam beberapa hari ini, saya banyak diwawancara media terkait RUU HIP. Jawaban saya simpel. Batalkan dan cabut RUU HIP tersebut. Buang-buang waktu dan hanya akan memperuncing keadaan. Disaat Corona belum tuntas. Harusnya DPR dan pemerintah, tak membuat dan membahas RUU yang sensitif dan kontroversial.

Paling tidak ada beberapa alasan dibatalkannya RUU HIP tersebut. Pertama, penolakan masyarakat yang begitu besar atas hadirnya RUU HIP. Dari mulai MUI, NU, Muhammadiyah lantang menolak RUU HIP. Karena RUU tersebut dianggap memberi ruang akan bangkitnya  PKI. Dan menghadap-hadapkan Pancasila dengan agama.

Wajar jika publik curiga. Wajar jika masyarakat menduga-duga. Dan wajar juga, jika putra-putri bangsa dan ulama menolak pembahasan RUU HIP. Karena dalam RUU HIP tersebut, tak mencantumkan landasan TAP MPRS No XXV Tahun 1966 tentang pembubaran PKI.  

Manamungkin, TAP MPRS No XXV Tahun 1966 tersebut tidak ada dalam konsideran RUU HIP. Padahal kita tahu, TAP MPRS tersebut menjadi benteng pertahanan dalam menjaga Pancasila dari rongrongan ajaran komunisme.

Kedua, Pancasila jangan didistorsi. Pancasila sebagai dasar negara, harus ditempatkan di tempat yang tertinggi dan mulia. Pancasila sudah termaktub dalam pembukaan UUD NRI 1945, jangan diturunkan derajatnya dengan membuat RUU HIP. Kalau hanya ingin menguatkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), buat saja RUU BPIP. Tak perlu RUU HIP.

Jangan karena alasan ingin menguatkan BPIP. Tapi Pancasila yang didistorsi. Dikorbankan. Dan direndahkan. Jika BPIP yang dikuatkan, kenapa Pancasila yang jadi jualan. Jika BPIP yang ingin dibesarkan, kenapa Pancasila yang harus menjadi tumbal.

Ketiga, Pancasila bukan hanya rumusan orang perorang. Namun rumusan bersama para tokoh bangsa. Memaksakan rumusan “trisila” dan “ekasila” dalam RUU HIP, merupakan bentuk penjajahan terhadap Pancasila dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara.

Keempat, tak ada urgensi untuk membahas dan mengesahkan RUU HIP. Apalagi RUU HIP diajukan di tengah pandemi Corona yang belum selesai. Fokus membantu rakyat yang terdampak Corona, dan membantu membendung penyebaran virus Corona harusnya mejadi prioritas DPR dengan pemerintah saat ini.

Jangan karena rakyat sedang lapar dan stres karena Corona. Lalu dimanfaatkan oleh tangan-tangan kekuasaan yang jail, untuk merumuskan dan menggolkan RUU HIP yang menyinggung masyarakat.

Rakyat yang lapar. Rakyat yang menganggur. Rakyat yang kena PHK. Rakyat yang terinfeksi Corona, tak butuh RUU HIP. Mereka butuh makan. Butuh sembako. Butuh pekerjaan. Dan butuh uang untuk bisa bertahan hidup.

Kelima, harus dibedakan mana Pancasila hasil konsensus. Dan mana Pancasila hasil pikiran dan rumusan Bung Karno. Dengan rumusan final Pancasila, yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Rumusan final Pancasila, merupakan rumusan dan buah karya para pendiri bangsa. Ya, hasil karya para pendiri bangsa. Bukan hasil karya tokoh perorangan.

RUU HIP tak penting bagi rakyat. Tak perlu bagi bangsa dan negara. Jangan paksakan untuk membahasnya. Walaupun saat ini ditunda pembahasannya. Namun jangan sekali-kali untuk melanjutkan pembahasannya dikemudian hari. Apalagi jika pembahasannya dipaksakan. Jika dipaksakan, situasi politik bisa tak stabil. Bisa chaos. Dan semua itu, bisa saja akan memicu hal-hal lain yang tak diinginkan.

Pancasila itu harga mati. Jangan didistorsi. Jangan diklaim untuk kepentingan pribadi atau golongan. Pancasila milik bangsa. Milik seluruh rakyat Indonesia. Rumah bersama putra-putri bangsa dalam memupuk harapan dan menyemai cita-cita.

Pancasila bukan milik partai tertentu. Bukan milik kelompok tertentu. Bukan pula milik kelurga tertentu. Biarkan Pancasila milik bersama, yang harus dijaga bersama-sama. Tak boleh ada yang mengotak-atik Pancasila. Dan tak boleh ada yang ingin mengganti Pancasila.

Apapun resikonya, Pancasila harus dijaga dan harus hidup. Pancasila tak boleh menjadi alat legitimasi bagi kekuasaan. Tak boleh dimiliki dan dikuasai oleh institusi tertentu, yang merasa berhak untuk menafsir Pancasila. Tak boleh ada tafsir tunggal tentang Pancasila.

Biar Pancasila apa adanya. Jika Pancasila masih jadi simbol dan slogan, mari kita implementasikan. Jika Pancasila tak bergerak, mari kita gerakan. Jika Pancasila tak memiliki roh, mari kita beri roh, agar bisa hidup dan dinamis, sehingga bisa memancarkan sinar kebaikan pada bangsa ini.

Pancasila itu sederhana. Kitalah yang rumit. Pancasila itu habat, kita lah yang kadang mengkerdilkannya. Pancasila itu ideologi pemersatu, namu kitalah terkadang yang memecah belah. Dan Pancasila itu keren, namun kitalah yang membuat Pancasila hanya dibaca dan dihafal. Tapi tak diimplementasikan.

Pemerintah jangan hanya menunda pembahasan RUU HIP. Tapi harus mencabut dan membatalkannya. Jangan sampai dipaksakan dalam pembahasannya. Karena Pancasila akan terluka. Dan rakyatpun akan berduka.

Biarkan Pancasila hidup dengan kegagahannya. Tak perlu mendistorsi dengan membuat RUU HIP. Dan jangan biarkan ajaran komunisme bangkit. Apalagi sampai pasal-pasal RUU HIP mengakomodir kepentingan para perusak ideologi bangsa.[]

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Komunisme dan Kearifan

Image

News

Demokratisasi di Tengah Badai Pandemi

Image

News

Mengukuhkan Persaudaraan Sosial

Image

News

Menjual Tubuh

Image

News

Organisasi Penggerak Pendidikan

Image

News

Tapak Ir. H. Joko Widodo dan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul

Image

News

Penentu Sukses Pilkada di Masa Pandemi

Image

News

Kolom

Rebranding Pilkada Serentak 2020

Image

News

Kolom

New Normal dan Mengerucutnya Oligarki

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Pengamanan Libur Panjang, Korlantas Polri Kerahkan 160.916 Personel Aparat Gabungan

Operasi zebra saat ini dalam masa pandemi COVID-19.

Image
News

LPI Ingin KAMI Gelar Aksi Tolak UU Ciptaker dengan Elegan Bukan Anarkis

Soalnya demo yang elegan bakal membuat penyampaian aspirasi sesuai dengan tujuan

Image
News

Manuver PPP Calonkan Sandi sebagai Ketum Merupakan Terobosan yang Menyegarkan

Karena Sandiaga Uno merupakan karakter yang diterima semua kalangan

Image
News

Rekam Jejak dan Pengaruh Risma Dongkrak Elektabilitas Eri-Armuji

Elektabilitas pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya nomor urut 1 Eri Cahyadi-Armuji unggul 6,5 persen.

Image
News

Komite III DPD Minta Mendikbud Jamin Kualitas Pendidikan di Era Pandemi

Kemendikbud juga harus memastikan bahwa penyelenggaraan kurikulum darurat yang terukur.

Image
News

PPK Kemayoran Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Bakti sosial merupakan kegiatan rutin PPK Kemayoran untuk meringankan beban masyarakat di masa pandemi.

Image
News
Lawan Covid-19

Jangan Sampai Aksi Tolak UU Cipta Kerja Jadi Klaster Baru Covid-19

Arif Bawono, menyatakan saat ini bangsa Indonesia membutuhkan suasana yang kondusif untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Image
News

Pengamat: Erdogan Layak Mengecam Macron atas Islamophobia yang Provokatif

Arya Sandhiyudha mengatakan, kecaman keras Erdogan ke Marcon bisa dipahami karena efek islamophopia.

Image
News

Soal 'Coblos Udel', Begini Respon Adem Rahayu Saraswati

Tak ada kaitan dengan pilkada.

Image
News
DPR RI

Tren Demokrasi Menurun, NasDem Ajak Masyarakat Evaluasi Bersama

Tren demokrasi turun dari 72 persen menjadi 62 persen.

terpopuler

  1. Berprofesi Sebagai Ustaz, Ayah Dinar Candy Nyerah Nasehati Gaya Pakaian Sang Anak

  2. Demokrat Minta Kasus Gus Nur Dimaafkan, Abu Janda: Partai Kok Gak Ada Integritas

  3. Wagub Ariza Mau Tertibkan Rumah Mewah, PDIP: Orang Kaya Nggak Tinggal di Pinggir Kali

  4. Ibas Sesumbar Bakal Terus Desak Pemerintah Agar Konsisten Perhatikan UMKM

  5. Luhut Ungkap Segudang Alasan Pemerintahan Jokowi Lebih Mesra ke China!

  6. Akui Kaget, Shezy Idris Tolak Lamaran Vicky Prasetyo

  7. Anies Baswedan Perpanjang PSBB Transisi, Gilbert:  Selama 7 Bulan Begitu-begitu Saja

  8. Takut dengan Cina, Bulgaria-AS Tandatangani Deklarasi Keamanan 5G

  9. Muannas: Pemilik Kanal Youtube, Refly Harun Harus Diproses Hukum

  10. Guntur Romli: Gaya Ceramah Sugi Nur, Gak Punya Materi Baik

tokopedia

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Berkoperasi dalam Pandemi

Image
Egy Massadiah

Menyapa Pohon, Menjaga Alam

Image
Achsanul Qosasi

Membatalkan Kompetisi Liga 1

Image
Azhar Ilyas

Albert RRQ, ‘Baby Alien’ yang Bersinar di MPL ID Season 6

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

Elon Musk Orang Terkaya ke-4 di Dunia Hingga Bangun Pabrik di Indonesia

Image
Iptek

Lee Kun-Hee, Sosok Luar Biasa di Balik Kejayaan Samsung Meninggal Dunia

Image
News

5 Fakta Menarik Wali Kota Tasikmalaya, Bos Angkot hingga Jadi Tersangka KPK