image
Login / Sign Up
Image

Achsanul Qosasi

Anggota III BPK RI

Menikmati Kebahagiaan di Masa Pandemi

Image

Jalan Sudirman- MH Thamrin lenggang. | AKURAT.CO/Yohanes Antonius

AKURAT.CO, Menyetir VW Beetle menyusuri Jalan Sudirman pada Senin, 1 Juni lalu, lagu Beatles mengalun syahdu ‘Here, There and Everywhere’. “… Knowing that love is to share//Each one believing that love never dies//Watching her eyes and hoping I'm always there//Here, there and everywhere....”

Dalam bahasa Kenneth Womack, “Here, There and Everywhere” adalah balada romantis tentang “hidup dalam kedisinian dan kesekarangan” di mana orang “sepenuhnya mengalami (atau menikmati) momentum sadarnya.” Meskipun, itu dilakukan dengan berimajinasi tentang apa yang dilakukan bersama dia yang tak hadir.

Dalam lagu yang didedikasikan sebagai karya Lennon-McCartney ini dan dirilis dalam album Revolver pada 1966, memang ada pengandaian. Hidup akan terasa lebih baik, to lead a better life, jika dia ada di sini, saat ini. Sehingga, seolah-olah kerinduan akan dia yang tak hadir—sesuatu yang tak ada di sisi—tak bisa luput dari pikiran manusia dan itu dapat mengurangi atau bahkan menegasi Kebahagiaan.

baca juga:

Akan tetapi, dilihat dengan cara lain, ini adalah soal cita-cita dan ikhtiar akan hidup. Bahwa, jika mau, setiap orang pada dasarnya bisa memilih hidup seperti apa yang ingin dijalaninya. Dan lebih jauh, dalam bait pembuka stanza berikutnya, kita dengarkan betapa Kebahagiaan hidup itu tergantung pada makna yang diciptakan setiap hari—making each day of the year

Di sisi lain, Kebahagiaan adalah soal kebersamaan, bahwa ada ruang dan tindakan berbagi. Ketika secara sederhana dibahasakan sebagai situasi saling membutuhkan, ungkapan yang lebih kuat adalah to love her is to need her everywhere, mencinta itu menjadi mungkin jika dia yang mencinta selalu memiliki ruang bagi kehadiran yang dicinta.

Seiring dengan itu, ruang bagi yang dicinta akan senantiasa ada ketika ada kesadaran bahwa mencinta itu adalah soal berbagi, knowing love is to share. Dengan kata lain, kebahagian tak akan dicapai dengan sendiri. Sebab dalam kesendirian tak mungkin menemukan kehadiran dan manfaat diri dalam hidup orang lain—watching her eyes and hoping I'm always there.

Dalam konteks yang lebih luas, mungkin ini seiring dengan apa yang tercantum dalam Muqaddimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.

“Berhimpunlah anak-anaku bila kegentingan melanda jangan bercerai berai, sendiri-sendiri.

Cawan-cawan enggan pecah bila bersama.

Ketika bercerai, satu persatu pecah berderai.”

Kesendirian, memisahkan diri dari yang dicinta dan mencinta atau menjauh dari komunitas tak akan mendatangkan Kebahagiaan. Ketika tindakan menjauh yang dilakukan, di situlah bermula pecah-berderai. Dan apalagi dalam situasi pandemi saat ini, tetap adanya kebersamaan—seperti apapun cara memastikannya—menjadi salah satu kunci Kebahagiaan.

Ungkapan bijak yang lain menyatakan bahwa “Yesterday was a history, tomorrow is a mistery and the present is a gift.” Masa lalu bagaimanapun telah menjadi sejarah, ketika hari esok masih misteri dan ada serta keberadaan saat ini oleh karena itu adalah hadiah. Dalam bahasa Inggris, present juga bisa berarti hadiah, sebagai sinonim dari kata gift.

Demikianlah, menyusuri Jalan Sudirman yang tak macet seperti biasanya, sambil mendengarkan musik, saya dibawa pada kesadaran tentang kedisinian (the here) dan kesekarangan (the now). Kelancaran lalu lintas yang biasanya macet menjadi anomali di tengah badai pandemi yang telah menyebabkan pembatasan gerak sosial, perlambatan kehidupan ekonomi dan bahkan masalah-masalah sosial baru.

Namun demikian, Alhamdulillah, keadaan ini tak membuat saya lupa menikmati Kebahagiaan dengan cara baru, atau dalam bahasa Lennon-McCartney to lead a better life: menikmati apa yang ada sambil berharap akan sesuatu yang lebih baik. Ini lebih menjadi soal bagaimana membahagiakan diri dengan apa yang sudah dimiliki ketimbang mengutuk berbagai ketiadaan.

Rasa syukur ini juga yang membuat saya gembira ketika diberitakan bahwa umat Islam diminta kembali bersiap ke masjid-masjid. Bahkan dengan bersemangat, mantan Wakil Presiden yang sekaligus juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyatakan bahwa “Masjid Lebih Aman Daripada Mal” (Jusuf Kalla, IDToday.co, 30/5/2020).

Saya sendiri sudah sepuluh kali tidak shalat Jumat berjamaah di masjid. Setelah diizinkan pemerintah, kemaren menjadi hari Jumat pertama untuk kembali berjamaah di masjid. Tetapi ini tentu saja harus dipahami, diterima dan dijalani dalam konteks “kenormalan baru” dengan berbagai protokol kesehatan dan kebiasan-kebiasaan baru.

Rasa syukur dan bahagia yang sama juga terbit ketika koperasi yang ikut saya gawangi telah mulai ramai bertransaksi. Para anggota koperasi sudah mulai aktif lagi menyetor dan menarik uang sesuai kebutuhan usaha mereka. Walaupun omset turun, mereka masih bersemangat. “Harus optimis Pak” kata salah seorang dari mereka. Sungguh menyenangkan hati.

Beatles mengakhiri lirik mereka dengan “I want her everywhere. And if she's beside….” Meskipun dia tak ada di sisi, membayangkan kehadirannya dan apa yang bisa dilakukan bersama—dalam situasi normal atau New Normal—harus disyukuri. Supaya tak lupa bahagia.

Allaahu a’lam bi al-shawwaab.

 

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

130 Ribu Warga AS Tewas, Donald Trump Justru Klaim Corona 'Akan Hilang Sendiri'

Image

News

Ridwan Kamil Bagikan Ilustrasi Ngerinya jika Tak Pakai Masker di Tengah Pandemi Corona

Image

News

Wabah Corona

Uji Coba Vaksin Diklaim Menjanjikan, Ilmuwan Oxford Ogah Beri Kepastian Soal Waktu

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Begini Cara Melepas Stres Selama Pandemi

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Menko Airlangga Klaim Kebijakan Relaksasi dan Stimulus KUR Dongkrak Ekonomi UMKM

Image

Olahraga

Persebaya Surabaya

Persebaya Tolak Kelanjutan Kompetisi Liga 1 Indonesia

Image

News

Jadwal Belajar dari Rumah TVRI, Kamis 2 Juli 2020

Image

Iptek

Kasus Corona Masih Tinggi, Google Tunda Pembukaan Kantor di Amerika Serikat

Image

Olahraga

PP Pelti

Pelti Tidak Izinkan Atletnya Berkompetisi Jika Situasi Belum Kondusif

komentar

Image

1 komentar

Image
Imaduddin Afellay

bahagia itu gabisa dibeli, tapi kamu sendiri yang menentukan, cek artikel berikut https://sampaikapan.com/bahagia-apa-bisa-kita-membelinya/

terkini

Image
News

Media Asing Soroti Protes TKA China di Sulawesi, Sebut Bakal Picu Terorisme

Keputusan pemerintah Indonesia untuk mendatangkan TKA China ke Sulawesi Tenggara memang telah menyedot berbagai kritik hingga protes

Image
News

Relawan: Dulu Kami Mendukung Anies Karena Komitmen Menolak Reklamasi

Harapan kami, semoga Pak Anies Baswedan dapat segera membatalkan rencana Reklamasi di Ancol.

Image
News

Usulan Pencabutan RUU PKS, Sigit Widodo: Betapa Malangnya Bangsa Ini

Data korban kekerasan seksual terus meningkat.

Image
News
DPR RI

Baleg DPR Bersama Menkum HAM Rapat Bahas Evaluasi Prolegnas Prioritas 2020

UU harus mengutamakan kepentingan rakyat bukan elite.

Image
News

RUU Cipta Kerja Dinilai Solusi Penciptaan Lapangan Kerja Usai Pandemi

Salah satu manfaat penerapan Omnibus Law di Indonesia adalah menyelesaikan tumpang tindih regulasi.

Image
News

Berkas Lengkap, Mantan Lurah Pekojan Bakal Jalani Sidang Tipikor

Tri akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam waktu dekat.

Image
News

Kejagung Kembali Periksa Pejabat OJK terkait Kasus Korupsi Jiwasraya

Libas semua yang terlibat.

Image
News

Starbucks Investigasi Video Pegawai Intip Kaki Sampai Dada Pengunjung Lewat CCTV

Melalui akun resmi Twitter, mereka menyatakan permohonan maaf dan akan segera melakukan investigasi.

Image
News
DPR RI

DPR: Penghentian Paket Pelatihan Program Kartu Prakerja Sesuai Harapan dan Aspirasi

Seharusnya program ini mendatangkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

Image
News

Dua Spesialis Jambret di Depan Gedung KKP Ditangkap Polisi

Keduanya sudah puluhan kali beraksi menggunakan sepeda motor Vario (nomor polisi) B 4833 TWX

terpopuler

  1. Tak Terima Istrinya Dihina, Kim Jong-un Ledakkan Kantor Penghubung dengan Korea Selatan

  2. Segera Nikah, Reza 'LIDA' Cerita Awal Mula Kenal dengan Calon Istri

  3. Sri Mulyani: Insya Allah Kita akan Bisa Melakukannya Bersama-sama

  4. PSI: Anies Berusaha Mengganti Bahasa Reklamasi Menjadi Perluasan Daratan

  5. Lahirkan Anak Pertama, 7 Potret Persalinan Tasya Farasya yang Penuh Haru

  6. Puan: Kami Ingin Proses Hukum yang Dilakukan Polri Berlangsung Cepat dan Efektif

  7. 5 Meme Lucu Lionel Messi usai Bikin 700 Gol, Jagoan Mah Bebas

  8. Punya Rumah Mungil? Ini 5 Inspirasi Menata Dapur Minimalis agar Manis Abis

  9. Bella dan Engku Emran Trending di Twitter karena Cerai, Warganet: Jadi Ingat Pesan Emak

  10. Anaknya Izin Gunakan Pakai Tato, Reaksi Ibu Berhijab ini Tak Terduga

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Image
Zainul A Sukrin

Polemik RUU HIP, Antara Oligarki dan Populisme Politik Islam?

Image
Yusa’ Farchan

Menjaring Suara di Tengah Pandemi; Catatan Pilkada Serentak 2020

Image
ACHMAD FACHRUDIN

Paradoks Keindonesiaan di Tengah Covid-19

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

40 Tahun Bersahabat, 7 Potret Kedekatan Retno Marsudi dan Sri Mulyani

Image
News

5 Fakta Menarik Orias Petrus Moedak, Dirut PT Inalum yang Sempat Berdebat dengan Anggota DPR RI

Image
News

Pemilik 36 Perusahaan hingga 40 Ribu Karyawan! Ini 5 Fakta Menarik Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat