image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Presiden Milenial Indonesia (PMI)

Milenial Reform

Kolom

Image

Sejumlah Aktivis dari #BersihkanIndonesia melakukan aksi teatrikal di Lintasan penyeberangan Jalan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018). Dalam aksinya mereka mengajak pemilih milenial memilih pemimpin yang berorientasi jangka panjang, berpihak pada energi bersih, adil dan berkelanjutan. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Dalam tulisan ini, saya tergelitik untuk memunculkan gagasan baru, sederhana, dan mudah-mudahan penuh makna. Gagasan itu adalah tentang Milenial reform. Ya, Milenial reform (Reformasi Milenial). Di era milinial seperti saat ini, jika kita tidak mereformasi diri, maka akan tertinggal, dan akan salah jalan.

Gagasan Milenial reform ini, awalnya merupakan perenungan diri saya di malam hari. Ketika saya melihat bulan yang indah. Memandang gugusan bintang-bintang yang cantik. Dan menyaksikan gemerlap lampu, yang penuh cahaya.

Gagasan Milenial reform ini juga, lahir atas respons kondisi bangsa, yang makin hari makin membingungkan. Yang membuat kita semua mengelus dada. Tapi tak bisa berbuat apa-apa.  

baca juga:

Milenial reform adalah Reformasi kaum Milenial. Reformasi anak-anak muda Indonesia. Reformasi pikiran, tindakan, dan mental. Agar tak terjebak, dalam pikiran yang sempit, tindakan yang salah, dan mental yang rusak. Dan agar tak larut, pada nilai-nilai pragmatisme dan hedonisme yang sedang jadi dewa.  

Kaum Milenial Indonesia saat ini, sudah menjelma menjadi kekuatan politik. Ya, menjadi kekuatan politik. Selain karena menjadi jumlah pemilih terbanyak di Pemilu 2019 yang lalu. Yang suaranya diperebutkan. Milenial juga memiliki kekuatan, untuk bisa merubah apapun. Merubah Indonesia. Dan juga merubah dunia.

Kaum Milenial dikenal, jangan hanya karena kekuatan fisiknya saja, yang kekar. Karena masih berusia muda. Tetapi juga harus memiliki pikiran dan tindakan yang besar. Juga mental baja dalam mengarungi kehidupan.

Karena itu, Milenial tak akan takut dengan tekanan dari siapa pun, selalu progresif, dan adaptif terhadap perubahan.

Saat inilah, mementum tumbuhnya kekuatan kaum Milenial. Milenial juga, dikenal dengan individu atau kelompok anak-anak muda yang kritis. Kritis pada keadaan yang tak memihak. Kritis terhadap pemerintah yang tak pro rakyat. Dan kritis pada diri sendiri, yang belum bisa berbuat banyak untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

Sikap kritis Milenial, jangan berhenti dan tak boleh berhenti, hanya karena ada yang diangkat menjadi staf khusus presiden. Dijadikannya beberapa orang Milenial menjadi staf khusus presiden, harusnya menjadi momentum untuk berbuat terbaik untuk bangsa dan negara.  

Namun faktanya, dua staf khusus Milenial (Belvara dan Andi Taufan) mengundurkan diri, karena melakukan tindakan dan perbuatan yang tak pantas, dan itu sangat menampar muka presiden.

Staf khusus presiden dari kalangan Milenial tersebut, sejatinya harus menjadi contoh yang baik bagi Milenial lainnya. Harus menjadi jalan kebaikan bagi yang lainnya. Harusnya mencerahkan bagi yang lainnya. Bukan malah melakukan tindakan, yang dianggap menguntung diri dan perusahaannya.

Gagasan Milenial reform, juga sebagai respons atas gagalnya 22 tahun Reformasi di negeri tercinta ini. Respons atas mundurnya demokrasi. Responsnya atas gagalnya revolusi mental yang digagas presiden Jokowi. Dan respons atas kondisi bangsa yang semakin rapuh.

Mengapa Reformasi gagal, demokrasi menjadi mundur, revolusi mental juga kacau. Mengapa korupsi tak bisa dibasmi. Mengapa hukum amburadul. Mengapa tatanan sosial dan moralitas di masyarakat juga rusak. Itu karena, pikiran, tindakan, dan mentalitas elite yang tak berubah.

Mentalitas menerabas dan korup tak hilang. Bahkan makin merajalela. Makin masif. Dan makin gila. Kebiasaan buruk yang tak berubah. Kebiasaan mental maling dan rampok yang tak hilang. Dan kebiasaan mental culas yang makin jelas. Ditambah lagi dengan mentalitas kemunafikan, yang terjadi dimana-mana.

Selama mental pejabat dan birokratnya masih bermental buruk. Tak mau berubah. Maka selama itu pula, bangsa ini akan tersandera oleh keburukan-keburukan yang dilakukan mereka. Kebiasaan buruk di masa Orde Baru, kini makin menjadi-jadi di masa Orde Reformasi.

Saat ini, utang negara terus bertambah, masyarakat terpuruk, birokrasi acak-acakan, hukum tebang pilih, KPK dibunuh, UU minerba disahkan, BPJS dinaikan, diskusi di kampus diancam. Ini menandakan, sedang ada banyak masalah di negeri tercinta ini.

Kita bukan hanya butuh “new normal” pasca PSBB. Tetapi juga butuh “new reform”. Reformasi baru disegala bidang. Dan jika kita mengandalkan Reformasi, kepada mereka-mereka yang sedang berkuasa saat ini, maka tak akan bisa.

Justru inilah tantangan dan peluang, bagi anak-anak muda Indonesia. Momentum untuk membuat perbaikan dan perubahan, yang digawangi oleh kaum Milenial. Sebelum kita mereformasi bangsa ini. Atau mereformasi orang lain. Maka kita harus mereformasi diri sendiri.

Milenial reform, harus mulai dengan gerakan pencerahan. Gerakan intelektual. Gerakan merubah pola pikir, tindakan, dan mentalitas yang baru.  

Kaum Milenial harus memiliki cara pandang baru. Tidak menjadi followers dari elite-elite yang ada. Merubah mind set, dari yang tadinya berfikir biasa-biasa saja. Sejak saat ini, harus sudah mulai berpikir kreatif dan inovatif. Sehingga pikirannya besar dan hebat. Sehingga bisa merubah tatanan Indonesia, yang saat ini masih korup.

Tindakan Milenial juga harus direformasi. Yang tadinya tak peduli dengan politik. Saat ini harus melek politik. Yang tadinya tak aktif berorganisasi, sudah harus mulai bergaul di organisasi, baik skala lokal, nasional, maupun internasional.

Mental melenial, yang masih memiliki mental tempe dan kerupuk, juga harus merubah diri. It is time to change. Saat inilah untuk berubah. Milenial Indonesia harus mampu menggerakan dan merubah keadaan. Dari keadaan yang rusak, menjadi lebih baik.

Milenial reform, jangan terhenti pada perubahan pikiran, tindakan, dan mentalitas yang baru. Yang baru dan jauh dari mentalitas Orde Baru. Tetapi juga harus menjadi jalan kemajuan dan kejayaan bagi bangsa ini. This country call you all. Bangsa ini memanggil Anda-anda semua.

Republik ini, perlu peran yang besar dari kalangan Milenial. Maka persiapkan lah diri kita, untuk menatap masa depan yang gemilang. Bangsa ini perlu perubahan. Mari kita mulai perubahan itu dari diri kita. Dari kita semua kaum Milenial Indonesia. Jika tak berubah, matilah kita. Matilah anak cucu kita.

Milenial reform, jangan hanya menjadi gagasan yang tanpa action. Pikiran, ide, dan gagasan, yang tak dibarengi dengan tindakan, akan mati bersama ilalang. Namun pikiran, ide, dan gagasan, yang dibarengi dengan tindakan, maka akan melahirkan sebuah kekuatan. Bukankah begitu!

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

Rebranding Pilkada Serentak 2020

Image

News

Kolom

Kontroversi RUU HIP

Image

News

Kolom

New Normal dan Mengerucutnya Oligarki

Image

News

Kolom

Rasisme Tertolak di Dunia yang Beradab!

Image

News

Kolom

Ancaman Gangguan Kejiwaan di Pilkada 2020

Image

News

Kolom

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Image

News

Kolom

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Image

News

Kolom

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image

News

Kolom

New Normal

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Persilakan Hotel dan Tempat Wisata Beroperasi, Sultan Jelaskan Maksud Perpanjang Status Tanggap Darurat COVID-19

Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan bagi pemilik hotel, restoran, tempat wisata, untuk membuka kembali bisnisnya

Image
News

Media Asing Soroti Protes TKA China di Sulawesi, Sebut Bakal Picu Terorisme

Keputusan pemerintah Indonesia untuk mendatangkan TKA China ke Sulawesi Tenggara memang telah menyedot berbagai kritik hingga protes

Image
News

Relawan: Dulu Kami Mendukung Anies Karena Komitmen Menolak Reklamasi

Harapan kami, semoga Pak Anies Baswedan dapat segera membatalkan rencana Reklamasi di Ancol.

Image
News

Usulan Pencabutan RUU PKS, Sigit Widodo: Betapa Malangnya Bangsa Ini

Data korban kekerasan seksual terus meningkat.

Image
News
DPR RI

Baleg DPR Bersama Menkum HAM Rapat Bahas Evaluasi Prolegnas Prioritas 2020

UU harus mengutamakan kepentingan rakyat bukan elite.

Image
News

RUU Cipta Kerja Dinilai Solusi Penciptaan Lapangan Kerja Usai Pandemi

Salah satu manfaat penerapan Omnibus Law di Indonesia adalah menyelesaikan tumpang tindih regulasi.

Image
News

Berkas Lengkap, Mantan Lurah Pekojan Bakal Jalani Sidang Tipikor

Tri akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam waktu dekat.

Image
News

Kejagung Kembali Periksa Pejabat OJK terkait Kasus Korupsi Jiwasraya

Libas semua yang terlibat.

Image
News

Starbucks Investigasi Video Pegawai Intip Kaki Sampai Dada Pengunjung Lewat CCTV

Melalui akun resmi Twitter, mereka menyatakan permohonan maaf dan akan segera melakukan investigasi.

Image
News
DPR RI

DPR: Penghentian Paket Pelatihan Program Kartu Prakerja Sesuai Harapan dan Aspirasi

Seharusnya program ini mendatangkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

terpopuler

  1. Tak Terima Istrinya Dihina, Kim Jong-un Ledakkan Kantor Penghubung dengan Korea Selatan

  2. PSI: Anies Berusaha Mengganti Bahasa Reklamasi Menjadi Perluasan Daratan

  3. Anaknya Izin Gunakan Pakai Tato, Reaksi Ibu Berhijab ini Tak Terduga

  4. Apakah Simbol Bulan Sabit dan Bintang di Atas Kubah Masjid adalah Lambang Islam? Begini Penjelasannya

  5. 5 Fakta Menarik Orias Petrus Moedak, Dirut PT Inalum yang Sempat Berdebat dengan Anggota DPR RI

  6. 5 Duet Maut Jika Legenda Sepak Bola Satu Tim dengan Bintang Era Sekarang, Lawan Pasti Ciut!

  7. Setelah Threesome dengan Anjing, Rumah Wanita AS Mendadak Terbakar

  8. Bikin Pangling, 5 Potret Masa Muda Master Limbad yang Tampan Abis!

  9. Ikuti Wisuda Online, yang Dilakukan Mahasiswi Ini Bikin Ngakak Keheranan

  10. Profesor Harvard Yakin Pendingin Udara Bisa Menjadi Media Penularan Virus Corona

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Image
Zainul A Sukrin

Polemik RUU HIP, Antara Oligarki dan Populisme Politik Islam?

Image
Yusa’ Farchan

Menjaring Suara di Tengah Pandemi; Catatan Pilkada Serentak 2020

Image
ACHMAD FACHRUDIN

Paradoks Keindonesiaan di Tengah Covid-19

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

40 Tahun Bersahabat, 7 Potret Kedekatan Retno Marsudi dan Sri Mulyani

Image
News

5 Fakta Menarik Orias Petrus Moedak, Dirut PT Inalum yang Sempat Berdebat dengan Anggota DPR RI

Image
News

Pemilik 36 Perusahaan hingga 40 Ribu Karyawan! Ini 5 Fakta Menarik Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat