breaking news: KPK Curiga Ada Bupati Pakai Duit COVID-19 Demi Pencitraan Jelang Pilkada

image
Login / Sign Up

Bagaimana Pemerintah AS Selesaikan Masalah George Floyd? Begini Tiga Skenario Prediksi SBY

Silvia Nur Fajri

Image

Mantan Presiden RI ke-6 yang juga Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. | AKURAT.CO/Kosim Rahman

AKURAT.CO, Kasus meninggalnya seorang warga Kulit Hitam bernama George Floyd di Amerika Serikat (AS), Senin, 25 Mei 2020, lalu hingga saat ini masih menjadi perhatian publik. Tak hanya itu, masyarakat di berbagai wilayah AS juga turut menggelar aksi demonstrasi.

Seperti diketahui, George Floyd meninggal dunia usai lehernya ditindih lutut seorang polisi bernama Derek Chauvin di Minneapolis. Saat itu, George dituduh telah menggunakan uang palsu untuk berbelanja di sebuah toko. Ia kemudian ditangkap setelah dilaporkan oleh sang pemilik toko.

Kematian George Floyd juga menjadi perhatian para tokoh Tanah Air. Salah satunya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Melalui akun resmi Facebooknya, Rabu (3/6), SBY menuliskan tanggapannya terhadap peristiwa yang dialami George Floyd.

baca juga:

Berjudul 'AMERIKA, ARE YOU OK?' SBY menuliskan pandangannya terhadap apa yang tengah terjadi di AS. Lebih lanjut, mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut juga membahas tiga prediksi skenario penanganan kasus George Floyd.

Pertama, menurut SBY, seperti dilansir dari akun Facebook, skenario penanganan yang bisa dilakukan adalah secara persuasi dan melibatkan para penegak hukum. Skenario ini diprediksi meredam aksi kerusuhan yang terjadi.

"Skenario pertama, dengan penanganan yang tepat (paduan antara persuasi dan law enforcement) akhirnya aksi-aksi sosial yang cenderung rusuh itu bisa diredakan," kata SBY.

Lebih lanjut, SBY menduga bahwa skenario tersebut juga diinginkan oleh pemerintah dan masyarakat setempat.

"Dugaan saya, ini skenario terbaik yang diinginkan oleh pemerintahan Trump. Saya kira mayoritas rakyat Amerika juga menginginkan demikian. Skenario ini tak memerlukan konsesi apapun yang mesti diberikan oleh pemerintah," lanjut SBY pada tulisannya.

Sementara pada skenario kedua, pemerintah harus melakukan negosiasi dengan masyarakat setempat. Menurut SBY, hal ini dapat dilakukan apabila seluruh gabungan polisi maupun militer tidak dapat menghentikan demonstrasi yang semakin meluas.

"Skenario kedua, unjuk rasa makin meluas. Gabungan unsur polisi, National Guard dan elemen tentara federal (misalnya polisi militer) tak mampu menghentikan atau meredakannya. Para Gubernur dan Walikota dengan "resources" yang ada tak juga bisa mengatasi keadaan. Pemerintah Federal "terpaksa" melakukan negosiasi dengan elemen perlawanan masyarakat dengan pemberian konsesi tertentu," jelas SBY.

Namun, menurut ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut, skenario kedua ini kemungkinan sulit untuk dilakukan. Mengingat proses negosiasi antar kedua belah pihak tidak mudah dilakukan.

Adapun skenario ketiga yang diprediksi SBY merupakan lanjutan dari skenario sebelumnya. Yakni melakukan tindakan yang 'tegas dan keras' kepada masyarakat. Menurutnya, skenario ini bisa saja terjadi dengan alasan keamamanan apabila situasi politik hingga sosial semakin memburuk.

"Ini terjadi jika situasi politik, sosial dan keamanan makin memburuk. Aksi-aksi kekerasan dan sekaligus perusakan makin meningkat intensitasnya. Presiden Trump dengan alasan untuk mencegah terganggunya keamanan nasional dan demi kepentingan umum akhirnya melakukan tindakan yang tegas dan keras," katanya.

Dalam pengambilan langkah pada skenario ketiga tersebut, menurut SBY, seluruh wewenang ketertiban dan keamanan akan diambil alih sepenuhnya oleh pemerintah AS.

"Dalam skenario ketiga ini pemulihan ketertiban dan keamanan (law and order) diambil alih oleh pemerintah pusat. Presiden selaku "Commander-in-Chief" mengerahkan tentara federal (US Military Forces) untuk menanganinya," kata SBY.

Meski bisa dibilang sangat tidak lazim dalam sejarah AS namun tidak menutup kemungkinan jika hal ini dapat terjadi sewaktu-waktu.

"Sebenarnya dalam sejarah Amerika hal begini tidak lazim, namun tidak berarti tidak akan terjadi," ujar SBY.[]

Editor: Nafilah

berita terkait

Image

News

Ahli Politik Klaim Donald Trump Bakal Menangi Pemilu, Peluang 91 Persen

Image

Iptek

Huawei Sesumbar Pemblokiran AS Tak Berdampak pada Pasokan Peralatan 5G Inggris

Image

Iptek

Apple Perluas Toko Reparasi di Eropa dan Kanada

Image

Olahraga

AS Terbuka 2020

Pilih Madrid, Nadal Kemungkinan Absen di AS Terbuka

Image

Ekonomi

Capai Rp17,2 Triliun! Ini 5 Perampokan ATM Paling Merugikan di Dunia

Image

News

Kuliah Diganti Online Akibat Corona, Otoritas AS 'Usir' Mahasiswa Asing

Image

Iptek

Pemerintah Amerika Serikat Tinjau Pemblokiran TikTok

Image

News

Ancaman Amuba Pemakan Otak Bayangi AS, Warga Dilarang Basuh Hidung Pakai Air Keran

Image

Ekonomi

Waralaba Pizza Hut AS Bangkrut, di Indonesia Aman?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Wajib Tahu, Protokol Kesehatan Buat WNA Saat Masuk Indonesia

WNA yang ingin masuk ke Indonesia telah dibatasi dan harus memiliki persyaratan khusus.

Image
News

Ogah Buka Laptop Terkunci, WNA Prancis Pelaku Eksploitasi Anak Tak Kooperatif saat Diperiksa

Barang bukti yang kami amankan salah satunya satu unit laptop.

Image
News

Rieke Diah Pitaloka Buka Suara Usai Dicopot dari Pimpinan Baleg DPR

Rolling (pergantian) anggota fraksi di pimpinan dan anggota AKD kan hal biasa

Image
News

Tengku: Masih Mau Teruskan Pembahasan RUU HIP di DPR? Tak Tahu Malu? Nekat?

"Kami akan tetap berjuang sampai RUU itu dicabut."

Image
News

Ahli Waris Lahan Central Park Minta Ganti Rugi ke Agung Podomoro Rp900 Miliar

Begitulah nasib rakyat kecil.

Image
News

Sekjen PDIP Sebut Ada Kelompok yang Gunakan Sejarah Sebagai Alat Politik

“Lalu dibelokkan dan menjadi gerakan yang menghambat kemajuan alam pikir bangsa”

Image
News
Wabah Corona

Tiga Pedagang Positif COVID-19, Dua Pasar di Bantul Langsung Ditutup

Dua pasar termaksud adalah Pasar Sungapan di Argodadi, Srandakan dan Pasar Sorobayan di Gadingsari, Sanden.

Image
News

Dewas KPK Diminta Transparan Tangani Laporan Masyarakat

“Ketika tidak adanya informasi yang transparan kepada publik maka kecenderungan publik akan menganggap Dewas bersikap tidak independen“

Image
News

Polda Metro Dalami Alasan WNA Prancis Buat Video Porno dengan 305 Anak

Apakah 305 video ini dijualbelikan? Nah ini masih kita kembangkan

Image
News

Beroperasi saat PSBB Transisi, Tempat Karaoke di Cilandak Kena Denda Rp25 Juta

Sesuai aturan PSBB, tempat hiburan seperti karaoke ini belum boleh beroperasi.

terpopuler

  1. Awas Tertipu, 5 Foto Perpaduan Dua Objek ini Bikin Bingung yang Lihat

  2. Jarang Tersorot, 7 Potret Terbaru Rieke Diah Pitaloka yang Makin Memesona

  3. Data Pribadi Denny Siregar Bocor, Dedek Prayudi: Ini Sudah Masuk Ranah Teror dan Pembungkaman

  4. Di Tengah COVID-19, Sharp Akui Pasar Elektronik Bangkit Pada Juni 2020

  5. Ferdinand Gagal Paham Soal Pernyataan Politikus PKS yang Anggap Perluasan Lahan Ancol Bukan Reklamasi

  6. PDIP Setuju Anies Izinkan Reklamasi "Ancol Enggak Ada Hubungan dengan Nelayan"

  7. Aris Si Pedagang Buah Mirip Plek Ketiplek Ariel 'Noah', Ini 5 Bukti Sahihnya

  8. Bamsoet Pastikan Presiden Jokowi Hadir di Sidang Tahunan MPR

  9. 5 Meme Kocak AC Milan Ini Menghibur Milanisti, Bikin Ketawa Lebar

  10. Eks Ketua Pansus UU Pemilu: Kemenangan Jokowi-Ma’ruf sesuai Keputusan MK dan MA

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Melestarikan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Restrukturisasi, Babak Baru Pertamina Melangkah ke Kancah Dunia

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Sosok

Image
News

Penampilan Terbarunya Bikin Pangling, Ini 5 Potret Transformasi Menlu Retno Marsudi

Image
Ekonomi

Perjalanan Karier Rieke Diah Pitaloka, dari Si Oneng hingga Wakil Rakyat 16 Tahun

Image
News

Unggah Momen Bersama Jokowi, Warganet Soroti Catatan yang Dibawa Prabowo