breaking news: 97 Pedagang Pasar Cempaka Putih Jalani Swab Test, 41 Positif Corona

image
Login / Sign Up
Image

Muhammad Adlan Nawawi

Direktur Akurat-Pol Jakarta

Pendidikan di Era New Normal

Image

Salah satu personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/PDW bersama siswa SD Inpres Kampung Kondo di Distrik Arso, Kabupaten Merauke, Papua | Dok. Dispenad

AKURAT.CO, Sejak wabah Covid-19 bertatus pandemik, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan di berbagai sektor aktivitas kehidupan sosial-kemasyarakatan. Tidak terkecuali terhadap dunia Pendidikan. Status kedaruratan nasional perlahan merubah segala kelaziman. Aktivitas belajar-mengajar beralih dari tatap muka ke sistem daring. 

Perjumpaan berangsur dibatasi hingga ditiadakan. Tatap muka secara langsung berubah menjadi tidak langsung dengan memanfaatkan layanan aplikasi yang mempertemukan guru, dosen, siswa dan mahasiswa di jagad virtual. Pola berubah, strategi pun turut menyesuaikan diri. Tujuannya, pesan ajaran tersampaikan dan capaian kurikulum pun terpenuhi.

Perubahan dalam proses Pendidikan tentu saja merupakan kesementaraan. Upaya global untuk melahirkan vaksin adalah bukti, betapa situasi ini sesungguhnya tidak diprediksi apalagi diharapkan berlangsung selamanya. Tapi, pada prinsipnya, sistem Pendidikan itu sendiri memiliki alur-logika yang sejatinya mampu merespons berbagai macam perubahan sosial yang berdampak pada dirinya.

baca juga:

Mungkin itulah yang mengemuka selama ini dalam berbagai diskursus yang senantiasa berkembang sebagai kritik atas pola dan sistem Pendidikan itu sendiri. Proses belajar-mengajar yang mengandalkan perjumpaan dan tatap muka di ruang sekolah bahkan sudah lama dihujani sinisme.

Tidak sedikit tokoh dan pemikir Pendidikan memandang pola tersebut mengeksklusi peserta didik dalam dunia tertutup, mengisolasinya dari sesama, dari masyarakat, serta tanggung jawab kemanusiaan (HAR Tilaar, 2002). Bahkan sebagian dari mereka menyebut Pendidikan gaya modern sebagai proses de-humanisasi, hanya memapankan status elitisme (Ivan Illich, 1970).

Menjamurnya sekolah dan universitas dengan berbagai tawaran strategi belajar-mengajar tidak sebanding dengan terwujudnya tujuan Pendidikan. Sebagai sebuah sistem, Pendidikan masih cenderung dianggap sebagai proses menghidangkan bebagai macam ilmu, bukan menyajikan pengetahuan (knowledge). Melahirkan alumnus yang berilmu tidak semudah mencetak para pembelajar yang berkarakter dan berbudaya.

Paradigma struktural yang mewarnai pola pembelajaran pada gilirannya tidak melahirkan dan merubah apa-apa. Pendidikan berlangsung sebagai business as usual, dimana guru dan dosen cukup melakukan kewajiban mengajar dalam rangka memenuhi target kurikulum, sementara pelajar dan mahasiswa cukup hadir dan mendengar, sambil menanti ulangan dan ujian tiba, lalu melewatinya dengan sukses yang ditandai dengan perolehan nilai.

Padahal, Pendidikan sebagai sistem adalah proses yang berlangsung dari hulu hingga ke hilir. Dari hulu, ia telah dihuni oleh segudang visi dan paradigma tentang bagaimana menjalankan Pendidikan sebagai sistem. Merujuk pada amanat UUD 1945, tujuan kebangsaan berupa “mencerdaskan kehidupan bangsa”, merupakan poin penting bagi tujuan Pendidikan. Kecerdasan yang tidak sekedar membuatnya pintar, tapi lebih dari itu, menjadikannya manusia yang bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Kecerdasan Transformatif

Dalam suasana Pandemi Covid-19, perubahan kelaziman dalam proses belajar-mengajar sejatinya merupakan ujian bagi upaya mewujudkan tujuan Pendidikan. Kecerdasan yang diperoleh dari proses Pendidikan tidak cukup menjadi kepemilikan pribadi, apalagi sekedar sebagai kebanggaan bagi diri, orang tua, keluarga, ataupun lembaga Pendidikan tempatnya memperoleh ilmu.

Kecerdasan memerlukan tranformasi yang memiliki dampak dan pengaruh bagi kehidupan sosial-kemasyarakatan. Wujud tranformasi itulah yang mengejawantah dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Para lulusan lembaga Pendidikan adalah mereka yang tidak tercerabut dari akar sosial, budaya dan nilai-nilai luhur yang melingkupi diri dan lingkungannya.

Aspek tranformasi mengindikasikan bahwa proses Pendidikan adalah penyatuan wawasan individu dengan dunia luas. Dunia yang tidak hanya merupakan sekumpulan individu-individu, tapi juga makhluk di luar dirinya, horizon di luar horizon dirinya, serta sistem yang hidup mengitarinya (lebenswelt). Dalam konteks ini terjalin hubungan antara inividu dengan dunianya. Jalinan tersebut tidak terbungkus dalam ekslusifisme atau egoisme, melainkan jalinan partisipatif.

Pendemi Covid-19 menguji sejauhmana jalinan paritisipatif itu berlangsung. Kebijakan New Normal dalam dunia Pendidikan yang kembali mempertemukan individu-individu peserta didik dalam aturan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 memerlukan kesadaran reflektif. Seluruh komponen Pendidikan harus menjalin partisipasi satu sama lain sebagai bentuk kepedulian antarsesama.

Dalam konteks ini, tentu saja bukan sekedar produk keilmuan yang dikejar, tapi juga pengetahuan tentang kemanusiaan dengan kebutuhannya. Tidak hanya kecerdasan dan kemampuan menjawab materi-materi soal yang disajikan secara virtual maupun secara langsung, tapi juga kemampuan diri menjadi solusi atas berbagai persoalan di sekitarnya.

Tentu saja tidak mudah menjalankan visi dalam melahirkan tujuan Pendidikan ideal tersebut. Diperlukan paradigma komprehensif tentang Pendidikan sebagai sistem sosial yang membuatnya tidak berjalan sendiri, apalagi hidup dan berkontekstualisasi di menara gading.

Oleh karena itu, bisa dipahami bahwa sesungguhnya proses belajar dan mengajar itu sendiri merupakan proses yang berkelanjutan. Tidak ada finalitas, sebab perubahan sosial akan selalu hadir setiap saat, tanpa disangka, diprediksi, pun terkadang tanpa diharapkan. Setiap manusia adalah pembelajar dalam kehidupannya. Lembaga-lembaga Pendidikan hanyalah salah satu instrumen ruang untuk mengelaborasi ilmu. Selebihnya, diharapkan dari ruang tersebut mampu melahirkan kecerdasan yang bertransformasi dari pengetahuan yang dimilikinya.

Itulah salah satu hikmah Tuhan menamakan diri-Nya sebagai “Rabb” (pendidik) ketika bekomunikasi dengan Nabi Adam as. “Dan (ingatlah) tatkala Rabb-mu berkata kepada malaikat , ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah’. Berkata mereka, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau?’. Dia berkata, ‘Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al Baqarah : 30).
Sebagai pendidik, Tuhan bermaksud menjadikan Adam (manusia) sebagai “khalifah” (pengganti). Fungsi kekhalifaan adalah tugas kemanusiaan. Sebagaimana Tuhan, manusia berperan untuk mewujudkan misi kemanusiaan di muka bumi. Uniknya, rencana penciptaan manusia itu disampaikan kepada mahkluk (malaikat) ciptaa-Nya. Meski sesungguhnya Ia sama sekali tidak perlu “mendiskusikan” hal tersebut.

Pada akhirnya, meski menuai penolakan, Tuhan tetap melanjutkan penciptaan-Nya. Ia lebih tahu apa yang tidak diketahui oleh makhluk-Nya. Ia membuktikan sifat-Nya sebagai pendidik. Bahwa selalu ada ruang untuk belajar dan terus belajar. Terlalu banyak pengetahuan yang tidak kita ketahui. Terlalu sedikit ilmu yang dimiliki. Situasi New Normal adalah secuil keterbatasan manusia dari apa yang tidak diketahuinya. Dengan Pendidikan, kita dapat mentranformasikan sedikit pengetahuan itu untuk masa depan kemanusiaan yang lebih baik di masa yang akan datang.



Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

FOTO Komisi VIII Tanyakan New Normal kepada Kepala BNPB

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Wapres: Pandemi COVID-19 Paksa Masyarakat Berubah dan Adaptasi

Image

News

Survei: 60,5 Persen Masyarakat Cemas Tertular Covid-19 di Masa New Normal

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Masih Takut Berlibur? Gunakan Campervan Aja!

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Jubir COVID-19: Mengenakan Face Shield Tanpa Masker Tidak Akan Maksimal

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

DKI Jakarta Jadi Wilayah Penambahan Kasus Sembuh Tertinggi dengan Total 9.200 Jiwa

Image

Hiburan

Sama-sama Divonis COVID-19, Ini 5 Potret Kedekatan Amitabh dan Abhishek Bachchan

Image

Ekonomi

New Normal, Geo Dipa Siapkan Beberapa Strategi untuk Recovery Ekonomi

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Cegah Penyebaran COVID-19 dengan Menerapkan Protokol Kesehatan di Mal

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ahli Hukum Sebut DKPP Adalah Badan Kehakiman yang Merdeka

“Keberadaan DKPP adalah menyelenggarakan peradilan etik bagi penyelenggara pemilu“

Image
News

Polisi Ringkus Lima Pengedar Narkobad dan Amankan 18 Kg Sabu

Satu dari lima pelaku mendapat hadiah timah panas karena melawan polisi saat hendak ditangkap.

Image
News

Beginilah Akhir Cerita Residivis Pembunuh Polisi Berjimat 'Ilmu Lintah'

Beberapa kali masuk DPO tapi selalu lolos.

Image
News

Surya Anta Ungkap Kebobrokan Rutan Salemba, Ini Tanggapan MenkumHAM Yasonna Laoly

Menurut Yasonna cerita Surya Anta itu belum tentu benar.

Image
News

Tim Gabungan Berhasil Amankan Kapal Bermuatan Pakaian Bekas Ilegal di Asahan

Berdasarkan temuan tersebut, tim mendapatkan 1 unit kapal kayu dalam keadaan kandas di sekitar Perairan Sei Baru.

Image
News

Aksi Jambret Kalung Perhiasan Bocah 3 Tahun di Depok Viral, Orangtua Waspadalah!

Polisi masih buru pelaku.

Image
News

TVRI Jatim Tutup Sementara Setelah Dua Karyawan Meninggal Karena COVID-19

Selama penutupan sementara, TVRI Jawa Timur hanya me-relay tayangan dari TVRI pusat di Jakarta.

Image
News

Deretan Insiden Pesepeda yang Sempat Hebohkan Publik Tanah Air, Ada yang Keroyok Pelajar

Bersepeda kini tengah menjadi olahraga hits

Image
News

Kemenag Sebut Perubahan Kurikulum PAI Hanya Sempurnakan KI dan KD

“Ini tidak ada perubahan. Mata pelajarannya persis sama, tidak ada yang dikurangi atau ditambahkan“

Image
News
Wabah Corona

Jumlah Pasien Positif COVID-19 di Magetan Kini 123 Orang

Sesuai data, pasien ke-122 berinisial SPY, seorang laki-laki usia 54 tahun, warga Kecamatan Plaosan.

terpopuler

  1. Akui Transfer Duit ke Pembobol Data Pribadi Denny Siregar, Haikal Hassan Ungkap Alasannya

  2. Heboh Pengakuan Dinda Hauw Nggak Bisa Masak, Ini 5 Sindiran Kocak Warganet

  3. Prabowo Puji Andika, Kasad Pertama yang Siapkan Jebolan Akmil Jadi Pemimpin Medan Tempur

  4. Anies Baswedan Sebut Lurah Grogol Selatan Bertemu Pengacara Djoko Tjandra Sebelum Terbitkan e-KTP

  5. Ini Akun Twitter yang Ungkap Haikal Hassan Pernah Transfer Duit ke Opposite

  6. Pengacara Denny Siregar: Mau Bantu Gede Amat Rp5 Juta? Jangan-jangan Rutin Tiap Bulan?

  7. Teddy Gusnaidi Beri Saran ke Haikal Hassan Agar Tidak Terjerat Pidana

  8. Kekasih Yodi Prabowo: Aku Rindu Sayang, tapi Allah Lebih Sayang Kamu

  9. Atta Halilintar Ngaku Bisa Cinta dengan Aurel Karena Dijodohkan Warganet

  10. Telkomsel Digugat Rp15 Triliun, Muannas: Ini Bukan dari Pihak Denny Siregar

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Dr. Tantan Hermansah

Kemiskinan di Indonesia dan Peran PTAI

Image
Achsanul Qosasi

Sense of Crisis

Image
Egy Massadiah

Petuah Bangkit dari 'Sunrise of Java'

Image
Dr. Tantan Hermansah

Memaknai Demam Sepeda di Musim Pandemi

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Restrukturisasi, Babak Baru Pertamina Melangkah ke Kancah Dunia

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Sosok

Image
News

Gagah! 5 Momen Menhan Prabowo Jajal Rantis Bernama 'Maung'

Image
Ekonomi

Bermental Baja Walau Jadi Korban Bullying, Begini Perjalanan Karier Kekeyi

Image
News

Bak Pasangan Muda, 6 Momen Kebersamaan Menag Fachrul Razi dan Istri