image
Login / Sign Up

Pemilik Restoran Kulit Hitam AS Jadi Korban Penembakan Polisi, Mayat Ditinggal Selama 12 Jam

Endarti

Image

Emosi memuncak diantara ratusan pengunjuk rasa yang memprotes kematian David McAtee | ABC News

AKURAT.CO, David McAtee (53), seorang pemilik restoran berkulit hitam asal Louisville, Kentucky, Amerika Serikat (AS) akhirnya harus meregang nyawa setelah tertembak selama protes kematian George Floyd pada Senin (1/5) kemarin.

Dalam berbagai pemberitaan, McAtee pun dilaporkan tertembak ketika polisi dan Garda Nasional tengah mencoba menegakkan jam malam ketika protes berlangsung.

Dilansir dari Bussiness Insider, McAtee dinyatakan tewas pada Senin pagi setelah polisi dan Garda Nasional dikirim untuk membubarkan kerumunan protes di kota Kentucky.

baca juga:

Sementara itu, ABC News menambahkan bahwa McAtee tertembak dan tewas tepat di tempat biasa ia mendirikan kedai YaYa's BBQ-nya, yaitu di parkiran Dino Food Mart di persimpangan 26th Street, Louisville.

Sementara itu, melalui laman Twitter miliknya, Gubernur Kentucky Andy Beshear telah menjelaskan bahwa insiden dipicu lantaran polisi telah ditembaki selama protes. Saat itulah, pihak berwenang memanggil Departemen Kepolisian Metro Louisville (LMPD) dan Garda Nasional untuk menangani protes dan membubarkan kerumunan di kawasan parkir Dino Food Mart.

Namun, dalam mengurai kerumunan tersebut, Garda Nasional dan LMPD Louisville ternyata justru membalas tembakan dan akhirnya aksi ini berujung pada kematian McAtee.

Karena insiden ini, pihak berwenang setempat kini berupaya melancarkan penyelidikan lebih lanjut. Selain itu, kasus ini juga diketahui berbuntut pada pemecatan kepala polisi LMPD, Steve Conrad serta instruksi cuti untuk dua petugas lainnya.

Wali kota Louisville Greg Fischer dan pengganti Conrad, Asisten Kepala Polisi Robert Schroeder juga telah menonfirmasi bahwa para petugas yang terlibat dalam insiden belum mengaktifkan kamera tubuh ketika penembakan terjadi.

"Jenis kegagalan institusional ini tidak akan ditoleransi. Karena itu, saya telah membebaskan Steve Conrad dari tugasnya sebagai kepala Departemen Kepolisian Metro Louisville," ucap Fischer.

"Dua petugas yang menembakkan senjata telah melanggar kebijakan karena tidak mengenakan atau tidak mengaktifkan kamera mereka. Ini benar-benar tidak dapat diterima dan tidak ada alasan.

"Kami akan meninjau seluruh insiden untuk menentukan apakah ada pelanggaran kebijakan lain yang terjadi. Saya jamin kami akan menindaklanjutinya dan akan ada pendisiplinan atas kegagalan penggunaan kamera," tambah Schroeder.

Lebih lanjut, Schroeder membeberkan bahwa ada dua petugas LMPD dan dua Garda Nasional yang terlibat dalam aksi pembalasan penembakan selama protes.

"Dua petugas LMPD, Katie Crews dan Austin Allen, ditempatkan pada cuti administratif sambil menunggu penyelidikan. Garda Nasional juga akan melakukan peninjauan sendiri terhadap para anggotanya," lanjut Schroeder.

ABC News

Selain membocorkan nama-nama petugas yang terlibat hingga alasan utama penyebab tewasnya McAtee, Schroeder juga berikrar bahwa pihaknya akan berupaya menjaga transparansi publik dengan merilis video pada saat insiden berlangsung.

"Meskipun tidak ada kamera tubuh, departemen kepolisian akan merilis video kejadian dari kamera terdekat serta audio dari transmisi radio polisi dalam upaya untuk meningkatkan transparansi," imbuh Schroeder.

Terlepas dari proses penyelidikan kepolisian, insiden yang menimpa McAtee ini diketahui sukses memantik respons keras dari masyarakat, khususnya komunitas Louisville. Pasalnya, laporan stasiun radio lokal setempat, WFPL, sempat membeberkan laporan bahwa jasad McAtee sempat dibiarkan tergeletak begitu saja di jalanan selama 12 jam setelah pembunuhan.

"Penembakan itu terjadi tidak lama setelah (jam) tengah malam, dan tubuhnya (McAtee) tampaknya baru dikeluarkan dari lokasi kejadian setelah tengah hari pada hari itu," terang WFPL.

Tidak hanya itu, kegeraman masyarakat setempat makin menjadi-jadi lantaran selama hidup McAtee ternyata dikenal sebagai seorang yang dermawan. Ibunya, Odessa Riley, bahkan menuturkan secara langsung bagaimana McAtee dijuluki sebagai 'pilar komunitas' lantaran kerap memberikan makanan gratis kepada warga, tidak terkecuali para petugas kepolisian.

"Dia (McAtee) memberi mereka makanan gratis. Dia memberi makan polisi dan tidak menuntut mereka (untuk membayar)," ucap Riley.

Sementara itu, kematian McAtee ini terjadi ketika polisi mulai meningkatkan respons mereka terhadap berbagai protes yang berlangsung di seluruh negeri. Banyak laporan yang juga telah menunjukkan bagaimana kepolisian kerap menggunakan kekerasan terhadap para demonstran yang tidak bersenjata.

Protes meletus di seluruh negeri dan di beberapa negara di seluruh dunia atas pembunuhan Floyd, yang meninggal setelah seorang petugas polisi di Minneapolis menekan lehernya dengan lutut selama lebih dari delapan menit.[]

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

Iptek

Perluas Kehadiran Secara Global, Tencent Hadirkan Studio Baru di Amerika Serikat

Image

News

Wabah Corona

Uji Vaksin Corona Buatan AS Masuk Tahap Akhir pada Bulan Juli

Image

News

Wabah Corona

#5 Kabar Baik di Tengah Pandemi, Belasan Provinsi di Indonesia Catat Tingkat Kesembuhan Lebih Tinggi dari Angka Global

Image

News

Vatikan Panggil Duta Besar AS dan Israel, Protes Perluasan Kedaulatan di Tepi Barat

Image

Iptek

Apple akan Kembali Menutup Sebagian Besar Toko di Negara Bagian Amerika Serikat

Image

News

Wabah Corona

130 Ribu Warga AS Tewas, Donald Trump Justru Klaim Corona 'Akan Hilang Sendiri'

Image

Iptek

Netflix Tunjuk Bozoma Saint John Jadi Chief Marketing Officer

Image

Iptek

Kasus Corona Masih Tinggi, Google Tunda Pembukaan Kantor di Amerika Serikat

Image

News

Tak Ada Sisa! AS Borong Semua Stok Remdesivir untuk Pasien COVID-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Honggo Wendratno Dihukum Kurungan 16 Tahun, Jaksa hanya Bisa Eksekusi Barbuk dan Uang Pengganti

Sidang digelar tanpa kehadiran tersangka.

Image
News

Sebelum Rusak Hotel Mercure dan Aniaya Serda Saputra, Pelaku Lakukan ini Bareng-bareng

Pantas saja mereka berani.

Image
News

Geram Joko Tjandra Masuk ke Indonesia Lewat Jalan Tikus, Gerindra: ini Skandal Besar Keimigrasian

Menkumham dan Dirjen Imigrasi harus dipanggil untuk bisa memberikan penjelasan.

Image
News

Sri Asiyah Menangis Haru Saat Tahu Akan Miliki Rumah Layak Huni

“Sejak ditinggal suami meninggal saya berjuang sendiri dengan berjualan lotek, Tapi sejak Covid saya sudah tidak berjualan lagi“

Image
News

KPK Tetapkan Bupati Kutai Timur dan Istrinya Sebagai Tersangka Kasus Suap Infrastruktur

Penetapan dilakukan bersama 5 orangnya, sehingga total tersangka dalam kasus ini berjumlah tujuh orang.

Image
News

Bank BUMN Didorong Lakukan Ekspansi Kredit untuk Penyelamatan Ekonomi Nasional

Khusus bagi UMKM, dukungan tersebut diberikan dalam bentuk subsidi bunga, insentif pajak dan penjaminan untuk kredit modal kerja baru.

Image
News

Sandi Dorong Pengembangan Desa Wisata di Daerah

Jadi ini justru waktunya kita untuk mengembangkan pariwisata yang ada di daerah kita.

Image
News
DPR RI

Mardani Usulkan Pembentukan Lembaga Khusus untuk Kemerdekaan Palestina

“Indonesia harus terdepan mendorong kemerdekaan Palestina”

Image
News

Hoaks Ajakan Penarikan Uang di Bank, Dua Pelaku Kaitkan Kondisi Saat ini dengan Krisis 1998

Kami dapat pastikan bahwa kedua tersangka ini tidak berafiliasi dengan pihak mana pun.

Image
News

Bak Mandi hingga Toilet Berlapis Emas, Hotel Vietnam ini Tawarkan 'Kamar Sultan' Seharga Rp3 Jutaan

Kamu berminat menginap di sana?

terpopuler

  1. Tengku Zul: Menjual Tanah Murah untuk Investor? Ujung-ujungnya Anak Bangsa Jadi Kuli

  2. Grab Kena Denda Rp30 Miliar, Hotman Paris: Merusak Iklim Investasi Indonesia

  3. Laju Penyebaran Virus Corona Sudah Makin Melambat

  4. Kalina Octarani Cerita Pengalaman Pahit Menikah dengan Deddy Corbuzier

  5. Diputus Bebas Murni, Selviana Wanma Siap Maju di Pilkada Raja Ampat

  6. Pertama Kalinya dalam 60 Tahun, Sony Berubah Nama Menjadi Sony Group

  7. Tunggui Ibunya di ICU Rumah Sakit, Seorang Warga Sleman Malah Positif COVID-19

  8. Saham Pizza Hut Ambruk Karena Bangkrut di AS, Sarimelati Kencana Pasrah?

  9. Novel Baswedan: Lebih Baik Melepas 1.000 Orang Bersalah daripada Menghukum 1 Orang Tidak Bersalah

  10. Anies Perpanjang PSBB Transisi, Ferdinand: Ini Cuma di Atas Kertas, Fakta di Lapangan Berbeda

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Image
Zainul A Sukrin

Polemik RUU HIP, Antara Oligarki dan Populisme Politik Islam?

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

Jadi Pengusaha Daging, 6 Potret Terbaru Mantan Istri BTP Veronica Tan

Image
News

Lewat YouTube Daniel Mananta, BTP Ungkap Usahanya Pertahankan Rumah Tangga dengan Veronica Tan

Image
News

6 Potret Lawas Kenangan Presiden Soeharto Bersama Keluarga