Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Cek Fakta: Tak Ada Penerapan Herd Immunity di Masa Pandemi

Siswanto

Cek Fakta: Tak Ada Penerapan Herd Immunity di Masa Pandemi

Ketua Tim Pakar Gugur Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito | Dokumentasi BNPB

AKURAT.CO, Beredar luas di jejaring sosial wacana herd immunity di masa pandemi melalui pemulihan aktivitas masyarakat yang produktif dan aman Covid. Opini yang dibangun merujuk pada langkah penanganan menuju herd immunity. Pemerintah melalui Gugus Tugas Nasional secara tegas meluruskan bahwa tidak ada rencana untuk menerapkan konsep herd immunity.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa istilah herd immunity muncul dari bahasa asing. Istilah ini bermakna kekebalan dalam suatu kelompok atau kawanan. Dari satu orang yang terinfeksi, menjadi dua, tiga, empat orang, hingga mayoritas atau bahkan seluruh anggota kelompok tersebut memiliki imunitas, itulah herd immunity. Herd immunity membutuhkan minimal 70% dari populasi untuk terinfeksi, dan akhirnya kebal terhadap virus tersebut.

Wiku mengatakan herd immunity tidak mungkin terjadi dalam konteks Indonesia. Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan populasi yang besar. Populasi yang ada juga menghuni pulau, yang terpisah laut maupun daratan. Sehingga transmisi virus pun akan terhambat.

baca juga:

“Jadi kalau kita bicara herd immunity, seandainya sampai terjadi, mari kita berpikir logika gimana caranya ya antar pulau saling bisa menulari kalau mobilitas antar pulaunya tidak tinggi, lalu interaksinya juga tidak tinggi,” ujar Wiku dalam konferensi pers online.

Langkah yang dilakukan pemerintah bukan dengan penerapan kekebalan dalam sekelompok populasi. Hal ini akan memerlukan waktu yang sangat lama. Justru sebaliknya, pemerintah berusaha untuk memutus rantai di awal, dengan mencegah terjangkitnya COVID pada populasi dengan upaya preventif, seperti penggunaan masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun.

“Kita cuci tangan sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut. Jadi kalau ada virusnya di tangan kita, di baju kita, selama tidak masuk ke dalam mukosa, berarti sebenarnya tidak bisa,” kata Wiku.

Ia juga mengilustrasikan, “herd immunity itu bisa muncul, kalau kita semua berdampingan, kita senggol-senggolan, tapi semuanya tertutup seperti ini, tidak akan terbentuk penularan sehingga imunitasnya tidak terbentuk. Nah bayangkan kalau semuanya sudah melakukan seperti itu jaga jarak, cuci tangan, pakai masker, terus kita beraktivitas, kapan terbentuk herd immunity tadi?”

Secara sederhana  Wiku mengatakan bahwa selama virus tidak masuk ke mukosa (mata, hidung dan mulut), secara tidak langsung imunitas atau proteksi masyarakatnya tidak akan terbentuk.

Gelombang Kedua Dapat Dicegah

Sementara itu, ada kekhawatiran adanya gelombang kedua yang mungkin dipicu oleh arus balik maupun kedatangan anak buah kapal, pekerja migran, maupun mereka yang pulang dari luar negeri.

Menyikapi kekhawatiran itu, Ketua Laboratorium Mikrobiologi FKUI Pratiwi Sudarmono menyampaikan bahwa ketakutan sebagian masyarakat tidak diikuti perilaku yang tepat.

“Takut gelombang kedua, tapi sekarang kayaknya mereka [masyarakat] merasa lebih leluasa untuk pergi ke sana kemari. Ada yang pergi tanpa masker, pergi ke tempat berkerumun, mulai coba minum kopi, pergi ke restoran, dan seterusnya. Jadi ketakutannya iya tetapi perilakunya tidak,” ujar Pratiwi.

Prof. Pratiwi mengatakan virus ini dari waktu ke waktu melakukan perubahan pada dirinya. Mutasi secara kontinu ini sangat mudah terjadi mengingat sifat virus ini sebagai virus RNA. Oleh karena itu, menurutnya perlu sikap yang tepat untuk menghadapi potensi penularan.

Panduan kesehatan, seperti penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan jaga jarak merupakan panduan penting untuk melindungi diri dari penyakit ini. Dengan perubahan perilaku, gelombang kedua penyebaran virus SARS-CoV-2 dapat senantiasa dicegah. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

Iptek

Aplikasi NHS Nyatakan Menkes Inggris Positif Covid-19

Image

News

Menag: Lebih Dari 300 Tokoh Agama Wafat Selama Pandemi di Indonesia

Image

News

Sejumlah Tempat Hiburan Malam di Bali Terbukti Langgar Batas Waktu Operasional

Image

Hiburan

5 Fakta Mengejutkan Perjalanan Spiritual Ari Wibowo hingga Yakin Pindah Agama

Image

Hiburan

7 Potret Kedekatan Wirda Mansyur dan Sang Ayah Ustaz Yusuf Mansyur, Kompak Banget!

Image

rahmah

Hikmah

Menakjubkan! Begini Keutamaan Membantu Korban Bencana Menurut Imam Al-Ghazali

Image

Ekonomi

5 Bisnis yang Kembali Cuan Setelah Mati Suri di 2020

Image

News

101 RS Rujukan Corona Nyaris Penuh, Anies Minta Jokowi Ambil Alih Penanganan COVID-19 di Bodetabek

Image

Hiburan

Sebelum Suami Nindy Ayunda Ditangkap Polisi, Keluarga Sempat Amankan Narkoba

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Wagub DKI Pastikan Vaksin Covid-19 Tak Membahayakan Kesehatan

Untuk antisipasi aduan, Pemprov siapkan posko

Image
News

Tabung Gas Meledak Tewaskan Satu Korban Jiwa di Medan

Korban hendak memperbaiki tabung gas yang bocor

Image
News

Anggota Komisi III Sebut Komjen Pol Listyo Sigit Seperti Calon Kapolri Milenial

Saya memberikan apresiasi kepada Pak Sigit kalau saya lihat bahan fit and proper test yang ini luar biasa.

Image
News

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Guguran Tiga Kali

Gunung Merapi pada Level III atau Siaga dengan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya

Image
News

3 Bulan Menghilang, Jack Ma Muncul Kembali dalam Rapat Guru Pedesaan

Ma tak terlihat publik sejak Oktober

Image
News

Komjen Listyo Canangkan Konsep Transformasi Bila Jadi Kapolri

Konsep operasional dengan rencana yang nyata dan rasional itu akan menjadi dasar guna mewujudkan harapan masyarakat.

Image
News

DPR: Fit and Proper Test Adalah Proses Terakhir Pengangkatan Calon Kapolri

Pasca uji kelaikan ini Listyo Sigit resmi menjabat sebagai Kapolri

Image
News

SBY: Transisi Kekuasaan di AS Dibarengi Luka, Kebencian dan Permusuhan

Pasalnya, Trump masih tidak terima dengan hasil Pilpres AS

Image
News

Menag: Lebih Dari 300 Tokoh Agama Wafat Selama Pandemi di Indonesia

Menag minta para pemuka agama jadi prioritas penerima vaksin Covid-19

Image
News

Donald Trump Minta Salvo 21 Meriam di Upacara Purnatugas, Mirip Penghormatan Pemakaman Militer

Salvo ini berakar dari praktik para pejuang zaman dahulu

terpopuler

  1. WhatsApp Mulai Ditinggalkan, Jutaan Orang Beralih ke Aplikasi Chat Lain

  2. Resep Sup Ayam ala Pak Min Klaten, Nikmat dan Sedap!

  3. Tunduk pada Anies, Marullah: Saya Tidak Bisa Melakukan Apa-apa Kecuali Perintah Gubernur

  4. Ini Bacaan Shalawat Idfa’, Shalawat Penangkal Virus Corona dari Habib Syech

  5. Gempa 6,8 Magnitudo Guncang Argentina, Gedung dan Jalan Retak

  6. Agar Rezeki Stabil Melimpah, ini Doa untuk Ditambahkan dan Dihalalkan Rezeki

  7. Keuangan Lampu Kuning, Saatnya Libra dan Sagitarius Injak Rem

  8. 7 Potret Memesona Ady Sky, Aktor dan Pengusaha Muda yang Dijodohkan dengan Fatin Shidqia

  9. Satgas COVID-19 Yogyakarta Ingatkan Warga Waspadai Klaster Keluarga

  10. Tiga Tunggal Indonesia Amankan Tiket Babak Kedua

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Image
Muhammad Husen Db, M.Pd

Transformasi Episode Dalam Dimensi Merdeka Belajar

Image
ARLI ADITYA PARIKESIT

Dilema Kebebasan Pendapat dan Pengendalian Transmisi Virus SARS-CoV-2

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Dokter Vivi Ajak Kenali Mental Sehat di Dalam Diri | Akurat Talk (1/3)

Image
News

Covid-19 Tembus 3.500 Kasus Per Hari, DKI Gagal Terapkan Program 3T?

Image
News

Vaksinasi Bisa Putus Mata Rantai Penularan Covid-19 di DKI Jakarta?

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot

Image
News

Wafat di Hari Jumat, Ini 5 Fakta Penting Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf