image
Login / Sign Up

Guru Besar UII Angkat Bicara, Tegaskan Tak Ada Unsur Makar di Diskusi Pemecatan Presiden

Kumoro Damarjati

Image

Guru Besar Hukum Tata Negara UII Ni'matul Huda mengadu dan melapor ke Polda DIY, Selasa (2/6/2020) | AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

AKURAT.CO, Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Ni'matul Huda, secara tegas menampik acara diskusi bertajuk 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan', adalah gerakan makar. Sesuai kerangka acuan kerja (TOR) acara, hanya ada pembahasan mengenai apa itu pemakzulan dan sejarahnya.

Ni'matul menekankan, dalam acara yang kemudian diganti bertajuk 'Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan' itu, panitia penyelenggara yang tak lain adalah mahasiswa komunitas Fakultas Hukum UGM, hanya meminta dirinya menjabarkan soal seluk-beluk pelengseran kepala negara.

Itu pun, lanjutnya, tak merujuk kepada suatu kepala negara. Seperti Joko Widodo, misalnya.

baca juga:

"Kalau menurut TOR mereka minta impeachment (pemakzulan) itu apa. Sejarahnya seperti apa. Bagaimana impeachment di Indonesia terus bagaimana impeachment setelah amandemen UUD. Itu saja sebenarnya. Nggak ada kata makar, pandemi, dan kata Pak Jokowi juga nggak ada di TOR-nya," papar Ni'matul di Mapolda DIY, Sleman, Selasa (2/6/2020).

Ni'matul menjelaskan, ia menyanggupi untuk menjadi narasumber lantaran mengaku mengenal dekat dengan para panitia. Selain itu, fokus bahasan acara tersebut adalah kajian lumrah di mata kuliah hukum tata negara. Sekalipun ada kritik, masih dalam kapasitas lembaga akademik.

"Kalau lembaga akademik sebaiknya nggak diteror karena hal-hal yang tidak ada pretensi politik di dalamnya. Dia murni keilmuan. Kita itu bisa menjadi besar kalau ada kritisi di dalam kebijakan pemerintah. Kalau misalnya tidak ada kritik lantas siapa yang menyuarakan kritik terhadap kekuasaan mungkin yang salah. Kami pun ketika RUU KPK kami juga menyuarakan. Ketika pemerintah mengatakan pakai jalur hukum kami juga sudah mendaftarkan ke MK. Artinya prosedural saja," urainya panjang.

Perihal penggantian judul acara, Ni'matul menegaskan hal itu juga tak ada campur tangannya sama sekali. Dia hanya meminta panitia mengganti foto dirinya yang terpampang di poster.

"Pergantian tema murni panitia. Saya hanya minta foto diubah. Karena dari samping saya nggak suka. Kemudian saya tambahkan tolong di flyer berikutnya saya kasih hadiah dua buku bagi penanya. Karena materi ada di bab 7 buku saya. Muncullah buku saya menjadi doorprizenya," terang dia.

Mengenai surat terbuka Dosen Pascasarjana Teknik UGM Bagas Pujilaksono, yang diarahkan terhadap acara itu, Ni'matul mengaku juga sudah mengetahuinya beberapa hari sebelum diskusi dilaksanakan. Namun, dia tak ambil pusing sewaktu itu.

"Tiga hari sebelum acara, sudah dibuat pernyataan oleh Bagas Pujilaksono bahwa ini gerakan makar di Jogja. Nah saya nggak bereaksi karena saya kenal dengan orang yang menulis itu. Saya pikir dia hanya main-main tapi ternyata imbas dari viralnya statemennya mas Bagas akhirnya muncul teror," keluh Ni'matul.

Akhirnya, Ni'matul pun mengadukan Bagas ke Polda DIY. Sekaligus, ia membuat pelaporan atas tindakan teror berupa didatangi orang tak dikenal hingga pesan bernada ancaman pembunuhan yang diterimanya 28-29 Mei 2020 lalu.

"Laporan terkait dengan tuduhan bahwa saya akan melakukan gerakan makar. Kemudian juga penghinaan karena mengatakan kami kelompok sampah, kemudian ancaman melalui WA. Kami laporkan," tandasnya.

Sementara Dekan Fakultas Hukum UII Abdul Jamil yang ikut mendampingi Ni'matul ke Polda DIY mengatakan, penasihat hukum dari Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) UII akan terus mendampingi kasus ini. Perkara akan diteruskan atau tidak oleh para penegak hukum, akan dilihat nanti apa alasannya.

"Harus diusut tuntas karena ini membahayakan bagi dunia akademik. Kalau ini tidak diselesaikan tidak dengan baik itu nanti akan berkembang terus menerus," sebutnya.

Di satu sisi, ia menyayangkan tindakan Bagas yang sampai berkomentar sejauh itu pada sesuatu yang bukan ranahnya.

"Bapak yang terhormat Pak Bagas teradu saat ini kompetensinya bukan fakultas hukum, kan gitu. Kalau yang membuat opini orang FH (Fakultas Hukum), terserah. Tapi kalau dia yang membuat opini orang FH kenapa dia menyebut kata-kata yang nggak pantas disebutkan. Itu namanya buka opini akademik. Opini akademik pure akademik, kalimatnya juga bagus. Ini kan gak. Kajian analisis mana yang dia sampaikan. Nggak ada," cetusnya. []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

News

Kemendikbud Bentuk Forum Vokasi Jembatani Pendidikan Vokasi dan IDUKA

Image

News

Mendikbud: Sinergi Pendidkan Vokasi dan Pelaku Bisnis Penting

Image

News

Mendikbud: Kompetitif Nomor Satu di Dunia Industri Adalah SDM yang Berkualitas

Image

Ekonomi

Jokowi Berikan Bantuan Modal Kerja Rp2,4 Juta ke 12 Juta Pedagang Kecil

Image

News

FOTO Jokowi Berikan Bantuan Modal Kerja Rp2,4 Juta untuk Pedagang Kecil

Image

News

Syarief Hasan Apresiasi Presiden Jokowi Beri Bantuan Modal untuk Pelaku UMKM

Image

Ekonomi

Prabowo Pimpin Proyek Lumbung Pangan, Tengku Zul: Itu Membuktikan Beliau Memang Hebat

Image

News

Kemendikbud Buka Seleksi Calon Guru Penggerak

Image

News

Presiden Lantik Perwira TNI-Polri 2020 di Istana Negara

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

21 Warga Tewas Akibat Banjir Luwu Utara, Petugas Harus Putar 10 KM Menuju TKP

BPBD Kabupaten Luwu Utara dan instansi terkait telah melakukan upaya penanganan darurat.

Image
News

Ace Hasan Dorong Baznas Optimalkan Potensi ZIS Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Pengelolaanya juga harus transparan dan akuntabel.

Image
News

Menko Polhukam Bakal ke DPR, Sampaikan Sikap Resmi Pemerintah Soal RUU HIP

Mahfud MD menyebut bahwa sikap pemerintah tetap, yakni Pancasila tidak bisa dikurangi, diperas ataupun ditambah.

Image
News
DPR RI

Komisi VIII DPR Minta Baznas Tingkatkan Sosialisasi ZIS

Komisi VIII DPR meminta Baznas untuk lebih selektif dan taat azas syariat Islam dalam pengalokasian dan penyaluran dan ZIS.

Image
News

Besok Ada Demo di Depan Gedung DPR/MPR, Polisi Siap Mengawal

Polisi mengimbau kepada peserta aksi tetap mengikuti protokol kesehatan selama mengikuti aksi karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

Image
News

Tidak Miliki Pengalaman Politik, Keikutsertaan Audi Jonaildy dalam Pilkada Sumbar Dipertanyakan

Audy Jonaildy tak mempunyai rekam jejak di Politik. Selain itu, Audy juga kurang berpengalaman di pemerintahan

Image
News

Novel Baswedan Nilai Sidang Kasus Penyiraman Air Keras Seperti Sandiwara "Apa yang Mau Diharapkan?"

"Dengan banyak kejanggalan dan masalah, lalu apa yang mau diharap?" kicau Novel

Image
News

Kemendikbud Bentuk Forum Vokasi Jembatani Pendidikan Vokasi dan IDUKA

Diharap menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan bisa menurunkan ketergantungan pada produk luar negeri.

Image
News

Duh, Polisi Selidiki Kasus Lain yang Melibatkan Hana Hanifah, Apalagi?

Terkait dugaan kasus baru ini, Riko mengatakan akan mengirim penyidik untuk mencari kebenarannya.

Image
News

Copot dan Tahan Brigjen Prasetyo Utomo, Pengurus PB HMI Apresiasi Aksi Cepat Polri

Sekjen Bakornas LEPPAMI PB HMI mengatakan betapa kooperatifnya kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dalam mengambil langkah cepat

terpopuler

  1. Selain Meminta Maaf, Hana Hanifah Mengaku Terlibat Prostitusi Karena Iming-iming Keuntungan

  2. Sebelum Tewas Kabarnya Yodi COD Kamera, Polisi: Kalau Ada Informasi Datang ke Polres

  3. Tidak Terbukti Terlibat Kasus Prostitusi, Hana Hanifah Dipulangkan

  4. 7 Brand Kecantikan yang Pernah Endorse Hana Hanifah, Dari Marcs sampai Beau

  5. Viral Tiang Listrik Jadi Simbol Kerukunan, Warganet: Tiang Agama yang Sesungguhnya

  6. Hana Hanifah Terjerat Kasus Prostitusi Online, Pakar Sosiolog: Motivasinya Jelas karena Finansial

  7. 7 Ilustrasi Keren Ini Gambarkan Kehebatan Messi dan Ronaldo

  8. Hana Hanifah: Saya Memohon Maaf Kepada Orangtua dan Warga Kota Medan

  9. Astaga, Hana Hanifah Pernah Tampil bak Dokter Kecantikan Ceramahi Netizen

  10. Pakar Etika Sebut Moral Kehidupan Akan Hancur Jika Gugatan Evi Novida Dikabulkan

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Mahfut Hanafi

Penaklukan Hagia Sophia, Strategi Politik atau Kebangkitan Islam?

Image
Zamaahsari A. Ramzah

Mendongkrak Partisipasi di Tengah Covid-19

Image
Erizky Bagus Zuhair

Konotasi 'Menjemput Rejeki' dan Heboh Kasus Hana Hanifah

Image
Afriadi, S.Fil.I., M.IKom

Asmara, Maut dan Kehendak

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Restrukturisasi, Babak Baru Pertamina Melangkah ke Kancah Dunia

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Sosok

Image
News

Penuh Kasih Sayang, 5 Momen BTP Momong Yosafat Abimanyu Purnama

Image
Ekonomi

Pamer Cincin Bareng Reza Rahadian, 4 Sumber Kekayaan Prilly Latuconsina Ini Bikin Melongo!

Image
News

Wabah Corona

Jangan Sepelekan Penggunaan Masker, Ini 3 Alasan Penyebaran COVID-19 Semakin Luas