image
Login / Sign Up

China Siap Pasarkan Vaksin COVID-19 Akhir Tahun 2020, Diklaim 100 Persen Manjur

Endarti

Image

Seorang teknisi menguji sampel vaksin untuk COVID-19 di China National Pharmaceutical Group Co atau Sinopharm di Beijing | China Daily

AKURAT.CO, Komisi Pengawasan Aset dan Administrasi (Sasac) milik pemerintah China akhirnya telah mengonfirmasi bahwa vaksin virus corona buatan Beijing akan siap dipasarkan pada akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021. Vaksin COVID-19 buatan China ini bahkan diklaim memiliki tingkat keamanan hingga keefektifan mencapai 100 persen.

Sebagaimana dilansir dari Global Times, dua vaksin eksperimental COVID-19 yang ikut dikembangkan oleh China National Pharmaceutical Group Co., Ltd. (Sinopharm) telah memasuki uji klinis Fase 2. Sementara, dalam pengujian Fase I hingga II, para ilmuwan diketahui setidaknya melibatkan lebih dari 2 ribu relawan sebagai 'kelinci percobaan'.

Selama dua tahap pengujian pada manusia itulah, para ilmuwan China yang terlibat mengklaim bahwa semua sukarelawan yang menerima vaksinasi tidak menunjukkan reaksi merugikan.

baca juga:

Karena hasil tersebut, para ilmuwan pun mengklaim bahwa vaksin yang mereka kembangkan aman serta efektif.

Klaim kemanjuran dan keampuhan vaksin ini disampaikan langsung oleh Ketua Sinopharm, Liu Jingzhen. Dalam pernyataannya, Liu menjelaskan bahwa 180 sukarelawan termasuk dia telah menerima vaksinasi COVID-19 yang belum dipasarkan tersebut.

Selama proses tersebut, Liu pun menerangkan bahwa antibodi pada sukarelawan telah mencapai tingkat kekebalan atau perlindungan terhadap virus corona mencapai 100 persen.

"Vaksin COVID-19 telah terbukti aman dan efektif, menurut hasil dari (uji coba) kelompok lain dari ratusan sukarelawan dari Grup Sinopharm," ucap Liu.

Dalam laporannya, China Daily menambahkan bahwa dua kandidat vaksin COVID-19 ini sebenarnya diciptakan oleh Institut Produk Biologi Wuhan dan Institut Produk Biologi Beijing.

Namun, dalam perkembangannya, vaksin-vaksin buatan kedua institusi tersebut akhirnya berafiliasi dengan kelompok farmasi milik negara, Sinopharm. Sedangkan manajemen pengujian diawasi langsung oleh Sasac.

Sementara itu, Institut Produk Biologis Beijing dilaporkan telah menyelesaikan pembangunan fasilitas yang dirancang untuk memproduksi secara massal vaksin tersebut. Resmi melewati evaluasi awal tingkat biosekuriti, Institut Produk Biologis Beijing pun diharapkan mampu memproduksi setidaknya 100-120 juta dosis vaksin.

Sedangkan, Institut Produk Biologi Wuhan diketahui baru bisa merampungkan fasilitas baru produksi vaksin massal pada akhir bulan Juni atau awal bulan Juli.

Institut Produk Biologi Beijing dan Institut Produk Biologi Wuhan, sebelumnya telah menerima persetujuan untuk uji klinis Fase II masing-masing pada 12 April dan 27 April.

Namun, untuk merampungkan ketiga Fase uji klinis serta memperoleh persetujuan penggunaan publik diketahui tetap membutuhkan waktu yang lebih lama. Meski begitu, dengan hasil positif uji coba Fase II, Sasac tetap optimis akan mulai bisa memasarkan vaksin paling lambat awal tahun 2021.

"Data klinis menunjukkan keamanan dan kemanjuran yang 'sepenuhnya telah diverifikasi', dan tingkat serta keparahan reaksi merugikan yang diamati pada penerima jauh lebih rendah daripada vaksin untuk penyakit lain yang telah disetujui di pasaran.

"Paling cepat, vaksin akan tiba (di pasaran) pada akhir tahun ini atau awal tahun depan," jelas Sasac.[]

Editor: Nafilah

berita terkait

Image

News

Sandi Dorong Pengembangan Desa Wisata di Daerah

Image

News

Bak Mandi hingga Toilet Berlapis Emas, Hotel Vietnam ini Tawarkan 'Kamar Sultan' Seharga Rp3 Jutaan

Image

Ekonomi

Pemerintah Diminta Percepat Keluarkan Protokol COVID-19 di Sektor Industri

Image

Ekonomi

Rupiah Melemah Sepekan Terakhir, BI Ungkap Faktor Penyebabnya

Image

News

Tak Takut Kalah 'Lomba', Ilmuwan Inggris Ini Fokus Kembangkan Vaksin Corona Murah

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Jubir COVID-19: Masyarakat Bisa Kembali Beraktivitas Untuk Hal yang Produktif

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Ajarkan Si Kecil Laksanakan Protokol Kesehatan Melalui Gerakan Tangan ABC

Image

Ekonomi

IHSG Terus Menguat Berkat Membaiknya Perekonomian Global

Image

Ekonomi

Kasus COVID-19 Makin Merajalela, Rupiah Makin Lemas

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Honggo Wendratno Dihukum Kurungan 16 Tahun, Jaksa hanya Bisa Eksekusi Barbuk dan Uang Pengganti

Sidang digelar tanpa kehadiran tersangka.

Image
News

Sebelum Rusak Hotel Mercure dan Aniaya Serda Saputra, Pelaku Lakukan ini Bareng-bareng

Pantas saja mereka berani.

Image
News

Geram Joko Tjandra Masuk ke Indonesia Lewat Jalan Tikus, Gerindra: ini Skandal Besar Keimigrasian

Menkumham dan Dirjen Imigrasi harus dipanggil untuk bisa memberikan penjelasan.

Image
News

Sri Asiyah Menangis Haru Saat Tahu Akan Miliki Rumah Layak Huni

“Sejak ditinggal suami meninggal saya berjuang sendiri dengan berjualan lotek, Tapi sejak Covid saya sudah tidak berjualan lagi“

Image
News

KPK Tetapkan Bupati Kutai Timur dan Istrinya Sebagai Tersangka Kasus Suap Infrastruktur

Penetapan dilakukan bersama 5 orangnya, sehingga total tersangka dalam kasus ini berjumlah tujuh orang.

Image
News

Bank BUMN Didorong Lakukan Ekspansi Kredit untuk Penyelamatan Ekonomi Nasional

Khusus bagi UMKM, dukungan tersebut diberikan dalam bentuk subsidi bunga, insentif pajak dan penjaminan untuk kredit modal kerja baru.

Image
News

Sandi Dorong Pengembangan Desa Wisata di Daerah

Jadi ini justru waktunya kita untuk mengembangkan pariwisata yang ada di daerah kita.

Image
News
DPR RI

Mardani Usulkan Pembentukan Lembaga Khusus untuk Kemerdekaan Palestina

“Indonesia harus terdepan mendorong kemerdekaan Palestina”

Image
News

Hoaks Ajakan Penarikan Uang di Bank, Dua Pelaku Kaitkan Kondisi Saat ini dengan Krisis 1998

Kami dapat pastikan bahwa kedua tersangka ini tidak berafiliasi dengan pihak mana pun.

Image
News

Bak Mandi hingga Toilet Berlapis Emas, Hotel Vietnam ini Tawarkan 'Kamar Sultan' Seharga Rp3 Jutaan

Kamu berminat menginap di sana?

terpopuler

  1. Grab Kena Denda Rp30 Miliar, Hotman Paris: Merusak Iklim Investasi Indonesia

  2. Kalina Octarani Cerita Pengalaman Pahit Menikah dengan Deddy Corbuzier

  3. Pertama Kalinya dalam 60 Tahun, Sony Berubah Nama Menjadi Sony Group

  4. Tunggui Ibunya di ICU Rumah Sakit, Seorang Warga Sleman Malah Positif COVID-19

  5. Saham Pizza Hut Ambruk Karena Bangkrut di AS, Sarimelati Kencana Pasrah?

  6. Anies Perpanjang PSBB Transisi, Ferdinand: Ini Cuma di Atas Kertas, Fakta di Lapangan Berbeda

  7. Novel Baswedan: Lebih Baik Melepas 1.000 Orang Bersalah daripada Menghukum 1 Orang Tidak Bersalah

  8. Cool Abis, 4 Ilustrasi Vektor Para Pesepak Bola Kekinian Jika Kenakan Jersey Klasik

  9. Amien Rais Sebut Kemungkinan Jokowi Bermain 'Sandiwara Politik', Ruhut: di Matanya Pemerintah Tidak Pernah Ada Baiknya

  10. Sindir Muhammad Nasir Usir Dirut PT Inalum, Dedek Prayudi: Contoh Marah-marah tanpa Isi

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Image
Zainul A Sukrin

Polemik RUU HIP, Antara Oligarki dan Populisme Politik Islam?

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

Jadi Pengusaha Daging, 6 Potret Terbaru Mantan Istri BTP Veronica Tan

Image
News

Lewat YouTube Daniel Mananta, BTP Ungkap Usahanya Pertahankan Rumah Tangga dengan Veronica Tan

Image
News

6 Potret Lawas Kenangan Presiden Soeharto Bersama Keluarga